Makna Bahagia, sesederhana itu

Assalamualaikum hay hay semuanyaaa ^^ *hebohhh*

Pada pagi hari yang cerah ini, alhamdulillah tumben gak turun ujan hihi, sambil tiarapan syantik di kasur emak wkwk sambil asyik scroll up-down akun-akun instagram, mencari topik dan perbincangan baru yang lagi viral, lalu beralih nonton video-video motivasi di youtube, tiba-tiba neng keinget sama kata ‘bahagia’, neng lupa deh udah pernah nulis tentang bahagia apa belom, soalnya males buka-buka udah panjang daftar postingan yang pernah neng buat, hihi. Jangan diikutin yah wkwk. *kemudian kabur takut kena lempar tomat*

Kalo ngomongin bahagia, neng rasa ini gak ada abisnya sih. Apalagi kadar ukuran dan penyebab bahagia setiap orang berbeda-beda. Punya cara dan jalan masing-masing untuk bahagia. Ada yang dengan hal sederhana udah bahagia. Ada juga yang dengan hal mewah baru bisa dikatakan bahagia.

Terkadang pun apa yang kita jalanin pasti beda dengan penilaian orang-orang yang hanya melihat dari kejauhan. Orang menilai kita bahagia, nyatanya bukan itu yang kita rasakan. Mungkin dari luar kita terlihat bahagia, tapi di dalam belum tentu. Karena yang tau bagaimana dan seperti apa bahagia untuk diri kita adalah kita sendiri, bukan orang lain. Sekali lagi, bahagia adalah diri kita yang merasakan bukan orang lain yang menilai.

Ada juga apa yang membuat kita bahagia ternyata bagi orang lain hal itu gak membahagiakan sama sekali. Begitupun sebaliknya. Makanya jangan heran deh, kalo banyak manusia di zaman serba canggih dan modern ini yang masih suka iri bahkan kesal sama kebahagiaan yang dimiliki orang lain. Syukur kalo keirian dan kekesalan mereka bisa memotivasi diri mereka sendiri. Untung kalo keirian (?) dan kekesalan mereka gak sampe mendorong mereka untuk melakukan tindak kriminal. Coba kalo sampe ngelakuin tindak kriminal betapa berabenya tuh bakal jadi kasus panjang karena permasalahan sepele.

“Eh liat deh si A, kerjaan Bagus, duitnya banyak, pasti bahagia banget ya hidupnya”

Segera ditepis. Belom tentu seperti itu yang dirasakan. Karena penilaian dengan apa yang dilihat dan dirasakan itu sangat berbeda sekali.

Belom lagi, di zaman serba canggih dan modern ini. Media sosial bertebaran, mulai dari facebook, instagram, dkk. Bahagia dikit, cekrek, edit, aplod. Seneng dikit, cekrek, edit, aplod. Sedih dikit, cekrek, edit, aplod. Sekalian aja lagi ditoilet juga di aplod. Pamer. Ya, pamer lagi bahagia. Yakin beneran bahagia? Bisa jadi cuma pura-pura bahagia mau nunjukin ke semua orang di dunia kalo hidup dia bahagia banget. Orang sih, sekali dua kali ngelike mungkin ngerasa masih wajar, tapi kalo udah berkali-kali, orang-orang pasti bakal bosen dan cuek, bahkan sampai ada yang komentar pedes. Siapa yang salah disini? Kembalikan pertanyaannya, siapa yang mulai duluan? Memang aplod apapun di medsos itu hak kita, tapi kita harus ingat bahwa medsos bukan hanya milik kita sendiri. Ada orang lain yang juga melihat apa yang kita aplod.

Boleh sih aplod apa yang bikin kita seneng dan bahagia, asal jangan terlalu sering. Gak perlu aplod hal yang bikin sedihnya atau sakitnya. Sedih banget kalo kita aplod lagi sedih tapi banyak yang ngelike, artinya banyak orang yang suka ngeliat kita menderita. See? Pada gak mau kan seperti itu? So, aplod sewajarnya aja mulai sekarang. Orang lain boleh tau kebahagiaan kita, tapi jangan sampai tau kesedihan kita. Tapi bukan berarti harus pura-pura bahagia ya, itu mah beda. Hihi.

Kalo neng pribadi, bahagia itu gak harus mewah. Gak harus jalan ke mall, gak harus belanja barang branded dan mahal, kecuaii kalo ditraktir tanpa babibu langsung pilih yang paling mahal. Wkwk. Gak mesti naik mobil mewah, gak mesti makan pizza dan humberger. Dan gak mesti banyak duit juga.

Bahagia, sesederhana itu.

Jalan kaki sambil nikmatin alam semesta, menghirup udara segar sambil merhatiin kendaraan yang lalu lalang? Bahagia.

Berbagi pengalaman melalui cerita baik berupa curhatan langsung, nyanyi, bikin video pendek, atau tulisan sekalipun? Bahagia.

Bosan makan ikan atau ayam atau daging, males makan telur yang ada ikan asin, tapi dimasak asam manis? Bahagia.

Nolongin orang-orang di jalan, bantuin orang tua dirumah, melakukan hal yang disuka tanpa diperintah siapapun? Bahagia.

Bisa tidur dimanapun, kapanpun, dan bagaimanapun, tanpa gangguan jenis apapun? Bahagia.

Apalagi kalo tiba-tiba si doi datang kerumah bawa orang tua dan keluarga besarnya, beuh bahagia pake banget wkwk. *uppsss*

Bahagia, sesederhana itu. Itulah yang neng rasain.

Bukan kemewahan atau kekayaan yang menjamin kita bahagia. Kemewahan dan kekayaan hanya jaminan hidup kita berkecukupan, belum tentu bahagia. Karena fakta yang paling nyata adalah, bahagia itu sederhana, sesederhana sebuah senyuman manis dibibir, dan kelegaan yang ada di dalam hati.

Bagiku bahagia itu adalah, berbagi cerita. Berbagi kasih dan sayang, Berbagi kebahagiaan dan kesedihan bersama orang sekitar. Berbagi canda dan tawa, berbagi rasa dan pengalaman. Dan masih banyak lagi. Alhamdulillah kalau bisa berbagi rezeki biar rezeki kita tambah melimpah dan hajat lekas terkabul. Apalagi jika melihat orang-orang yang kita sayang dan kita cintai tersenyum bahagia, itulah makna bahagia yang sebenernya.

Itu pendapat saya, bagaimana dengan anda?

Selamat menjalankan segala aktivitasnya pada hari ini ^^

Advertisements

Suka atau Tidak, yang penting Amanah

Assalamualaikum semuanya ^^ apa kabar?? Lama kita tidak bersua hehe.

Hari ini, aku cuman mau nyampein sedikit opini aja sih, hihi. Seperti judulnya, suka atau tidak. Kalo suka monggo di lanjut baca, kalo enggak dilewatin ajah daripada kesel sendiri bacanya wkwk aku kan gak mau tanggung jawab wkwk.

Oh iya, mengenai judul aku asal aja sih ngasihnya soalnya pas kebeneran lagi dengerin lagunya wali band yang judulnya suka atau tidak, pas juga kemarin abis pemilu gubernur dan wakil gubernur daerah kami, Kalimantan Timur. So, karena aku ngerasa timingnya pas, ya udin aku tambahin aja biar lebih ngena hihi. Oh iya, kalo di daerah kalian gimana? Ada gak yang barengan pemilu gubernur dan wakil gubernur juga? Bisa deh disebutin daerah nya masing-masing di kolom komentar, tapi jangan rebutan okehhhh?? ^^

Kalo udah ngomongin pemimpin, semua manusia yang ada di dunia ini pasti kepengen pake banget punya pemimpin yang baik terutama peka sama keadaan lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Sebenernya semua masyarakat pun, berhak mencalonkan diri menjadi calon pemimpin, tapi balik lagi kepada kemampuan diri, karena yang diurus itu bukan sekedar keluarganya, tapi juga banyak orang yang menaruh harapan tinggi kepada siapapun pemimpinnya, akupun begitu. Bagaimana dengan kalian?

Kampanye visi misi. Ya, mau jadi pemimpin entah dilingkungan terkecil sekalipun, visi misi pasti diperlukan, karena visi misi adalah janji maka kita berhak untuk menagihnya. Hanya saja, sangat disayangkan, terkadang mereka (baca: calon pemimpin) terlalu berambisi untuk membuat banyak sekali misi. Aku sempet bertanya-tanya, ‘banyak misi yang dibuat, apa mereka sanggup melakukan semuanya selama masa kepemimpinan mereka? Apa mereka bisa memenuhi satu persatu janji kepada masyarakatnya? Bagaimana jika sakit? Bagaimana jika meninggal? Bagaimana jika semua masyarakatnya demo? Apa mereka pikir dengan banyaknya misi masyarakat akan dengan mudahnya percaya?’ Kira-kira sebelum membuat misi yang sangat banyak, apa mereka berpikir tentang gimana melaksanakannya gak ya? Bagaimana menurut pendapat kalian? Apakah kita sependapat?

Aneka macam sumbangan. Pun, ketika masih calon, semua sumbangan dalam bentuk yang beraneka ragam dikirim dan dibagi-bagikan kepada masyarakat, lalu tim sukses mereka meminta untuk memenangkan sang pemberi sumbangan. See? Apakah benar ini bukan sogokan secara halus? Meski otakku bilang enggak, entah hati kecilku selalu bilang iya. Akupun juga ragu terkadang, apa boleh diterima sumbangannya sedangkan mereka menyampaikan maksud dan tujuannya? Sekali lagi, kepalaku mengangguk, tapi hati kecilku tidak.

Dari dulu, aku adalah orang yang ketika melakukan sebuah pilihan banyak pertimbangan-pertimbangan yang ada dalam pikiranku, makanya aku bukan tipe orang yang cepat mengambil keputusan. Contohnya dalam memilih pemimpin, banyak yang aku pertimbangkan, seperti berikut.

Pengalaman. Bagiku, wajah tampan atau cantik bukan segalanya. Karena ketika kita berhasil dalam hal apapun, belum pernah sekalipun aku denger orang memuji kecantikan atau ketampanan, semua pasti memuji kemampuan, dan kemampuan itu pasti didapat dari banyaknya pengalaman yang sudah dilalui sebelumnya. Bagaimana dengan kalian?

Kekayaan. Entah, dari dulu aku suka sama pemimpin yang kaya dari asalnya. Karena dalam pikiran aku kalo udah kaya kecil kemungkinan korupsi kan? Apalagi kalo kaya 7 turunan. Tapi kalo biasa aja, ada kemungkinan besar bakal tergiur sama korupsi apalagi zaman sekarang semua serba mahal, uang pun jadi Tuhan. Bagaimana dengan kalian? Don’t judge me, semua bebas berpendapat ^^

Kebapakan atau keibuan. Biasanya aku liat hal ini dari wajahnya yang teduh dan enak dipandang, gak mesti muda atau tua. Dan orang yang banyak senyum dan juga tenang menurut aku cocok buat jadi pemimpin. Karena apa? Terkadang banyak dari kita yang segan sama sosok pemimpin yang tenang. Nyaman dengan pemimpin yang berwajah teduh dan berhati baik. Karena terkadang gak semua yang wajahnya teduh itu baik, jadi kita harus lihat latar belakang keluarganya juga. Bagaimana menurut kalian?

Sosok pendamping hidupnya. Aku kalo kepoin sosok calon pemimpin, aku pasti kepoin juga siapa yang jadi pendamping hidupnya. Apalagi kalau calonnya para bapak-bapak, udah pasti kita harus bener-bener tau siapa istrinya jangan sampai karena cinta, istrinya bilang korupsi ajalah akhirnya diikuti, gak menutup kemungkinan toh dengan mahalnya segala macam harga pada saat ini? Bukan suudzon, tapi meneliti. Karena aku pengen sosok pemimpin yang bener-bener baik, jujur dan layak. Bagaimana dengan kalian?

Kenal baik. Nah, ini penting nih. Karena gimana kita tau kalo dia beneran calon pemimpin ideal kalo kita sendiri gak kenal baik? Kan gak mungkin kita datang ke kantor mereka ngajak kenalan. Kalo aku sih salah satu cara biasanya aku rajin googling tentang sosok pemimpin2 yang ada di Indonesia, tentang keluarganya, tentang riwayat pimpinanannya, tentang riwayat kasusnya juga. Karena kadang meskipun udah pernah kena kasus gak menutup kemungkinan dia gak ngulangin, karena yang sebelumnya apa yang didapat dengan cara enggak halal udah tumbuh dalam diri kita so, dia yang manggilin untuk kembali mengulang kasus yang sama. Makanya penting kenalin dulu calonnya, jangan asal pilih yang gak kenal. Bagaimana dengan kalian?

Terlepas dari itu semua, kembali kepada suka atau tidak sih sebenarnya. Aku yakin, pasti banyak dari kalian yang memilih bukan dari hati, tapi karena gak enak sama si pemberi sumbangan hihi. Ngaku deh. Kalo aku, lebih suka milih dari hati, terlepas ada sumbangan atau enggak yang pasti kalo dari hati milihnya, menang atau enggaknya pilihan kita, pasti kita gak bakal emosi apalagi sampai nekat bikin demo diperempatan jalan.

Yang penting bukan suka atau enggaknya, tapi menjalankan amanah masyarakatnya. Gak mesti banyak misi kalo gak sanggup jalanin semuanya, entar kepercayaan masyarakat hilang jadilah punya gelar si pemberi janji manis atau pemberi harapan palsu. Lebih baik sedikit misi yang penting selesai sampai akhir masa kepemimpinannya.

Siapapun yang menang nanti, aku harap mereka menunaikan semua visi misi nya, memenuhi semua janjinya, menyelesaikan tugas dengan baik hingga akhir masa kepemimpinannya, tidak tergiur korupsi dan hak rakyat untuk kepentingan pribadi, dan jangan meninggalkan banyak masalah untuk calon pemimpin yang selanjutnya. Amanahlah, karena kepercayaan itu mahal harganya, ia tidak bisa dibeli dengan uang, sebanyak apapun kita memilikinya.

Bagaimana menurut kalian?

Hal – hal yang bikin badmood

Holla ^^

Dalam hidup, gak melulu semua yang dihadapin adalah hal yang kita suka. Kadang ada aja hal yang bikin males atau badmood yang sebenernya males banget buat dihadapin tapi harus kita jalanin. Nah berikut adalah hal-hal yang bikin badmood versi aku:

1. Macet

Aku adalah salah satu orang dari sekian banyak yang paling males pake banget ngadepin yang namanya macet. Apalagi kalo udah telat, macet adalah musuh terbesar banget. Apalagi kadang dijalan udah tau macet, eh yang belakang klakson-klakson mulu. Hello situ gak liat macet? Andaikan bisa terbang mah pasti milih terbang sih daripada harus ngadepin macet. Dulu, waktu zaman sekolah aku naik angkot beuhh setiap pagi pasti kejebak macet, yang bikin kesel adalah jarak dari kemacetan dan sekolah aku gak jauh-jauh banget, karena waktu itu aku bukan tipe orang yang sabaran, so aku turun dari angkot dan pilih jalan kaki. gak lama setelah turun eh yang tadinya macet tiba-tiba jadi lancar jalannya, siapa coba yang gak langsung ngedumel dan badmood?. Makanya, sampai sekarang pun aku gak suka sama macet, kecuali males pulang cepet hihi. Kalo kalian ada yg suka macet?

2. Banjir

Jujur aku adalah salah satu orang yang suka banget sama hujan, tapi aku paling benci kalau sampai banjir. Paling males deh, apalagi kalo di gang aku banjir pasti tinggi dan itu mengakibatkan harus jalan kaki. Otomatis kan ya jalan di air yang gak bersih, belom lagi kalo ada hewan-hewan yang kecil-kecil melata lagi berenang-renang ihhhhh geli. Aku punya satu masalah yang aku juga gak ngerti kenapa. Ketika jalan di banjir otomatis kan kita ngeliat ke bawah, ya kalo aku sih karena waspada aja kalo ada hewan tapi kepala aku jadinya pusing karena ngeliat air banjir yang jalan dan aku gak tau deh kenapa. Makanya itulah kenapa, aku suka hujan Tapi paling benci kalau banjir, aku lebih milih pulang ketika hujan sambil basah kuyup ketimbang pulang setelah reda dan harus ngadepin banjir. Oh no! Kalian ada yang sama kayak aku gak?

3. Info dadakan

Hal ketiga yang paling bikin aku badmood adalah info dadakan dari sejak zaman sekolah sampai sekarang udah kerja. Gimana enggak badmood, ketika esok pagi harus ada yang dikumpulkan eh malemnya baru ada info parah lagi kalo hari itu baru dikasih info hari itu juga uhh udah deh seketika aku lansung badmood dan biasanya males aku kerjain. Biarin sih aku cuekin aja, salah siapa ngasih info dadakan? Kalo dikerjain juga pasti ada aja salahnya yang bikin harus diulang lagi diulang lagi. Dikira waktu kita cuman buat ngerjain itu doank? Enggak kan ada hal lain yang harus dikerjain juga.

Bagaimana dengan kalian? Hal apa aja yang biasanya bikin badmood?

Menikah

Assalamualaikum, hallo semuanya. ^^ apa kabar? Lama tak bersua hehe.

Upps, siapa yang begitu ngeliat judul berpikir kalo selama 3 bulan ini aku menghilang karena judul di atas? Hayoo ngaku hehe.

Bukan. Aku menulis judul itu, bukan berarti aku melakukan sebuah pernikahan tapi, yang namanya blog sebagai tempat untuk aku mencurahkan segala perasaan dan pikiran, so… Kali ini lagi-lagi karena faktor keseringan ditanya “kapan nikah?”, faktor temen sudah banyak yang nikah dan punya anak, juga karena faktor keseringan ngadepin penganten entah yang seumuran bahkan lebih muda hehe. Maka dari itu aku akan menuangkan segala uneg-uneg dan pemikiranku tentang menikah, sok atuh kalo kalian belom bosan bisa langsung di lanjut hehe ^^.

————————————————————-

MENIKAH.

siapa sih disini yang gak kepengen nikah? Aku yakin pasti semuanya pengen. Siapa sih disini yang gak kepengen nikah dari usia muda? Pasti semuanya pengen, hanya saja waktu jodohnya datang yang gak bisa ditebak, bisa jadi tepat waktu, bisa juga telat, hehe.

Manusiawi sih ya, orang jadi ngebet banget pengen nikah karena macem-macem, ada yang bosan ditanya kapan nikah melulu, ada yang karena orangtuanya udah ngode-ngode pengen cucu, ada juga yang ngerasa iri sama temennya yang pada nikah muda dan punya anak, macem-macem sih.

Seperti halnya aku pun juga pengennya nikah muda. Faktornya ya karena temen rata-rata udah nikah bahkan punya anak, terus juga kadang ngadepin clien henna itu pengantennya usianya di bawah aku. Kan aku yg baru 22 tahun jadi merasa tua banget udah hihi. Makanya deh, aku selalu berpikiran untuk nikah muda juga, tapi ya itu, jodohnya belum datang wkwk.

Walaupun aku berpikir untuk menikah di usia yang sangat muda. Tapi, tetep aja harus berpikir jauh ke depan. Karena menikah itu bukan kehidupan sehari dua hari bubar, bukan tentang enaknya, romantisnya, bahagianya, mewahnya ketika hari yang sakral itu tiba, tapi menurut aku adalah bagaimana mengatur hidup ketika setelah menikah. Yang tadinya sibuk sendiri, cuman mikirin kebutuhan diri sendiri, harus menyesuaikan menjadi kebutuhan suami atau istri dan anak-anak.

Dalam kepalaku, ketika mendengar atau berpikir tentang sebuah pernikahan, yang harus diperhatikan bener-bener adalah kesiapan. Entah itu kesiapan lahir batin, kesiapan ilmu dalam berumah tangga dan mengurus anak misalnya, pun kesiapan materi, kesiapan mental ketika menghadapi masalah, bagaimana ketika terjadi perselisihan cara menyelesaikannya tanpa ada campur tangan orang tua, mertua, bahkan anggota keluarga lainnya. Menurut aku hal-hal seperti ini sudah harus dipikirkan matang sejak ada komitmen untuk menikah.

Intinya, menikah itu gak mudah. Banyak yang harus dipersiapkan. Yang paling utama sih pasti kesiapan mental tadi, karena kita gak pernah tau ombak seperti apa yang akan menyerang bahkan sejak awal pernikahan.

Anak dan Gadget

Source : budak-bangka.blogspot.com

Anak-anak zaman now, sangat sangat jauh sekali perbedaannya dengan anak-anak di zaman old. Bisa kita bandingkan, meskipun gak ada yang bisa memungkiri bahwa setiap manusia gak ada yang suka dibanding-bandingkan, bukan hanya dengan orang lain, dengan waktu pun terkadang mereka gak mau :D. Anak-anak zaman old, ketika berumur, 1, 2, 3, 4 tahun, dan seterusnya belum kenalan sama yang namanya gadget, mainan juga masih suka sama orangtuanya, masih suka sama temen-temennya main mainan tradisional, main pondok-pondokkan, main boneka, main bepe-bepean, main asinan, main masak-masakkan, main layangan, main sepedaan, main balap mobil tamiya, seru banget teriakan zaman old, ada yang nangis karena kalah, karena gak di ajak, atau karena rebutan. Beda ya sama zaman now masih bisa dibilang bayi udah kenal sama gadget, belom juga 5 taun udah khatam main mobil legend *sumpah, aku aja gak tau, gak kenal dan gak mau tau sama game ini*.

Terkadang, aku gak ngerti sama para orangtua muda zaman now, anaknya masih kecil banget dah dikenalin sama gadget, akibatnya ya jadi berdampak buruk buat si anak karena kecanduan. Kita ngasih tau yang bener dibilang, kolot, monoton, gak gaul, gak canggih. Giliran ngumpul anaknya lebih sayang gadget ketimbang orangtuanya baru deh marah-marah, ngomel-ngomel, dibilang durhaka, coba instropeksi dulu, salah siapa ngenalin gadget yang membuat kecanduan kepada anak sejak Dini?

Seperti yang kita tau, zaman paling Indah, paling asik, paling gak ada masalah selain nangis berantem dan sebagainya adalah zaman kanak-kanak. Mestinya masa kanak-kanak itu kita manfaatkan betul-betul, full time begitu, karena masa kanak-kanak hanya sekali dia tidak akan pernah terulang kembali. Kalo masa kanak-kanak lebih banyak anak pegang gadget atau orangtua pegang gadget ketimbang sentuhan fisik satu sama lainnya, lama kelamaan hubungan antara si orangtua dan si anak akan menjauh. Memang ada sih sebagian orangtua yang membatasi penggunaan gadget buat si anak. Tapi, aku rasa sama sekali gak pakai gadget di masa kanak-kanak adalah pilihan terbaik, karena waktumu bersama anak-anakmu lebih berharga daripada gadget.

Gadget itu untuk anak kecil jahat deh. Kenapa? Karena dari sana mereka kenal game akhirnya kecanduan, dan dari sana juga mereka kenal dunia internet dengan segala kejahatannya, contoh paling gampang adalah youtube. Pertama bener sih searchnya lagu anak misal, lama-kelamaan si anak yang super penasaran dan punya rasa ingin tahu yang tinggi buka ini itu, dari yang wajar sampai yang gak wajar, akhirnya si anak waktunya habis dengan si gadget. Anak sekolah jadi begadang, bangun kesiangan, berangkat telat, pelajaran gak masuk, PR gak dikerjain, nilai anjlok, berakhir gak naik kelas atau gak lulus hanya karena satu barang, gadget dan sejuta kecanduannya. See, mau anaknya menjadi seperti itu? Aku sih enggak.

Sebagai orang tua juga, jangan contohin anaknya hal yang kurang baik. Jangan melarang anak ketika kita masih melakukan hal itu, contoh kata orang tua jangan pakai gadget ketika makan, ketika ngumpul keluarga, tapi orangtuanya sendiri melakukan itu. Jangan heran kalo si anak protes “mama sama papa aja pakai gadget kalo lagi ngumpul kok aku gak boleh?” hayoloh, mau jawab apaan? So, contohin hal yang bener dan baik ke anak sejak Dini, karena gini anak itu kan anugrerah, titipan, dan amanah, tanggung jawab orangtua itu besar, kalau si anak sampai tidak baik kelakuannya orangtua juga akan kena dampaknya, mau? Aku sih enggak 😀

Lebih baik, anak-anak waktunya habis bersama orang tuanya, bermain bersama orang tuanya, belajar bersama orang tuanya, bereksperimen bersama orang tuanya, itu lebih baik, lebih membuat kita dekat dengan anak, lebih membuat anak menjadi terbuka dan percaya diri, tentunya membuat anak memiliki kelakuan dan sikap yang lebih baik.

Perlakukan anakmu sesuai dengan usianya, jangan sampai dia dewasa sebelum waktunya atau tetap seperti anak-anak di usianya yang mulai beranjak dewasa.

Paling mentok ya, mulai boleh pakai gadget itu usia SMP, itupun bukan untuk game online, ataupun internet, hanya untuk tugas saja. Usia inipun juga masih harus dibatasi, karena usia-usia ini si anak akan mulai puber, kalo gak didampingin dan diawasi bisa gawat hihi.

Ada yang setuju sama aku gak?

Apa pendapat kalian tentang anak dan gadget?

Enjoy at Rumah Makan Seafood Pondok Borneo Samarinda

Akhirnya, setelah sekian lama diidamkan, kesampaian juga buat nyobain beberapa menu disini, jujur tempat ini sudah aku lirik dari tahun 2017 kemarin, hihi lemong ye hihi biarin lah yang penting impian aku makan disini sudah terealisasikan.

Alamatnya : Jl. Remaja, kota Samarinda.

Penampakan depannya

Penampakan depannya

Parkiran dan tempat asapan (bakaran)

Figura (?) / gapura (?) i don’t know what for saying this wkwk

Kenapa kita bisa kesini? Sebelumnya kita gak ada kepikiran mau kesini, cuman perihal ‘nraktir’ sahabat aku makan udah rencana dari 2 hari sebelumnya, cuman kita gak tau mau makan dimana karena kita tuh anak rumahan bukan anak jalanan wkwk

Lalu, seorang kawan paling hits, gaol, dan cucok di sekolah bertanya kepadaku apakah kita nggak update ‘ngopi manis’? Nah. Disinilah, aku ingat tentang list-an tempat buat kita ‘ngopi manis’. Jadilah kita oke-in aja buat mencoba kesini.

Oya, buat kalian yang nanya apa itu ‘ngopi manis’, nih aku Kasih tau. Itu adalah suatu konten yang sedang aku bangun di channel youtube aku, alhamdulillah ketika menulis tentang ini sudah masuk episode 3. Jadi, videonya di youtube penjelasan detailnya di blog gituh deh. Ngopi manis sendiri biasanya kita shoot hari Sabtu, dan tayangnya Minggu, emang sengaja sih bikinnya buat weekend. Ngopi manis itu ada kepanjangannya. Yaitu, Ngobrol Hepi sambil Makan dan Narsis, hihi. Jadi biasanya dibagi jadi 3, pertama kita ngereview tempat sama makanannya dulu, setelah itu kita lanjut ngobrolin topic yang lagi hangatnya atau ngebahas tema-tema yang sudah di list sebelumnya, terakhir yang paling wajib dan gak boleh ketinggalan adalah narsis, yup foto-foto centes gitu, entah selfie, wefie, atau tanpa malu-malu minta fotoin abang pegawainya wkwk.

Sesampainya di lokasi yang kita tuju, kami pun masuk. Kalian tahu nggak, begitu masuk aku syok, selain itu aku juga khawatir bakal mahal pake banget, soalnya tempatnya instagramable banget, cocok buat kamu yang suka narsis, mampir ke sini ya kalo jalan-jalan ke Samarinda. Oya, aku syok karena depan pintu masuk itu ada banner yang gak sengaja aku baca harga 1 jutaan sampai 4 jutaan, speechless lah kan aku terdiam kubaca lagi, ternyata itu buat paket makan beberapa orang, aku pikir tadinya masuk situ bakal ludes dengan angka segitu, kan gajih kita kagak nyampe segitu wkwk.

Lalu, kita duduk ambil tempat yang ngadep cahaya, agak kedepan, penting buat hasil foto dan video yang cucok, hihi. Sebelumnya aku ngeliat pegawainya kok aku merasa kenal, kayak keluarga aku wkwk, aku tanya ke pegawai yang mendekati kami, apakah dia bernama gusti? Yup, ternyata bener. Abang gusti kerja disini, baru tau aku hihi. Akhirnya si abang senyum dengan wajah yang mengandung pertanyaan ‘kok anak ini mainnya jauh, kok anak ini bisa nyasar kesini’ wkwk.

Setelah drama bang gusti tamat. Muncul drama baru lagi. Rempong milih menu yang wajib beda untuk setiap orang! OMG. Mbak pelayannya ampe kita usir dulu karena buat menentukan pilihan itu agak sulit dan butuh waktu lama. Ketika menu book ada ditangan aku, sibuk banget aku bolak-balikin bukunya ampe abis. Tapi kok gak ada? Mana ini mana daftar harganya, kan kita parno ye abis baca yang didepan pintu masuk.

Begitu dapet pilihan masing-masing kita pun pesen deh. Sembari nunggu makanan kita disajikan, kita nilai tempatnya, kita sepakat Kasih 8 dari 10 angka. Tempatnya Bagus banget, ada spot-spot instagramable banget, terus bersih. Di lantai dasar ini pake kipas angin, dan katanya di lantai atas itu pake AC wow. Aku gak kepikiran buat naik ke atas sih, karena udah cukup terpesona dan nyaman sama suasana di lantai dasar. Yang paling aku suka warnanya sih. Senada banget antara lantai, dinding, meja dan hiasan-hiasan yang ala-ala rumput dan bambu gitu. Jadi bikin betah buat lama-lama nongki disini.

Gak lama kemudian, ada mbak yang dateng nganterin desert, kita pikir boleh dimakan dan gratis eh taunya bayar, akhirnya kita pinggirin deh wkwk.

Nih desert yang sempet kita kira gretongan sekalinya bayar

Gak lama pesenan kita datang, dimulai dari es jeruk nipis dulu lalu diiringi dengan kerang saus Padang dan udang asam manis, terakhir menyusul cumi cabe garam. Tanpa babibu, masing-masing dari kami langsung pada motoin makanannya dan dua orang temenku itu pada ngirim pictnya ke pacar masing-masing. Aku? Jangan ditanya huhu. Miris deh ngirim kemana derita jomblo ya gini wkwk akhirnya cuma berakhir jadi status di WA saja.

Es jeruk nipis

Udang Asam manis

Kerang saus padang

Cumi cabe garam

Pertama, si teteh Anti mencicipi cumi cabe garam, aku juga sempet nyicip rasanya enak banget dagingnya alot, teksturnya lembut, pedasnya kerasa, asinnya kerasa, gak pelit bumbu jadi gak kayak rasa cumi, jatohnya malah kayak udang goreng tepung, cocok banget sama es jeruk nipis yang ada asem manisnya gitu, untuk menu ini dihargain IDR 40.000 perporsinya. Dan kita sepakat Kasih nilai 8 dari 10.

Kedua, sahabat aku mbenk zit pesen udang asam manis, aku sempet nyicip juga. Dagingnya lembut dan bumbunya lagi-lagi banjir, puas banget pokoknya. Nah, udang asam manis ini dihargain IDR 40.000 perporsinya, dan kita sepakat Kasih nilai 8 dari 10.

Terakhir, aku nyicip pesenen aku kerang saus padang, aku pikir rasanya bakal biasa aja, eh ternyata jatohnya jadi rasa rendang wkwk, bumbunya banjir banget, rasanya enak banget, bau kerangnya gak ada dan banyak banget seporsinya. Okelah ya penampilan boleh cumi, tapi rasa udang goreng tepung. Penampilan boleh kerang saus Padang tapi rasa jadi rendang, wkwk. Paling juara diantara 2 jenis seafood yang tadi. Kerang saus Padang dihargai IDR 35.000 perporsinya. Dan aku Kasih nilai 9 dari 10.

Enak banget rasanya cocok banget dipadukan sama es jeruk nipis seafoodnya. Kita makannya sih biar lebih puas pake tangan gitu, lebih nikmat rasanya, hihi.

Setelah itu, kita lanjut ngobrol deh sesuai sama tema yang sudah ditentukan sebelumnya. terus diakhiri dengan foto-foto narsis aja. Kesana kesini, gaya ini gaya itu, pokoknya rempong deh, rusuh gitu. Padahal bertiga doang udah kayak se-er-te hihi. Fotonya sebenernya banyak sih, cuman segini aja ya yang di upload, takutnya ntar kalian bosan liat wajah kita hihi.

Kita di tempat ini sekitar kurang lebih 3 jam-an, lamaan ngobrolnya timbang makannya wkwk. Dan disaat kita lagi asik makan dan ngobrol, aku perhatiin pengunjung yang datang wajahnya rata-rata pada chinese bening-bening semua, aku jadi makin curiga yang makan disini rata-rata dompetnya pada tebel wkwk

Setelah puas kitapun bayar, aku pikir abis beratus2 ternyata gak mahal-mahal amat kok standar lah. Aku juga sempet balik lagi, karena bawa duit kurang ke kasir wkwk untung pelayannya lagi pada kerja jadi gak ngeliat keoonanku itu wkwk.

Sekian.

Have a nice day dan selamat malam minggu untuk kita semua.

Bye bye.

Sebab Orang Berubah

Assalamualaikum semuanya^^

Apa kabar? Sudah lama neng tidak bersua, dan… Ah… Ternyata sudah akhir tahun saja.. 

Gak pada lupa kan sama neng? Kalo lupa, kenalan lagi aja 😀

———————————————————————–

Kurang lebih dua Bulan gak pernah menulis di blog ini lagi, bukan gak ingin tapi karena kesibukan yang teramat sekali sehingga kadang udah niat ngeblog jadi lupa sering banget terjadi, hihi. 

Hari ini mau bercuap cuap ria aja, kalo ada yang mau ikutan bisa di kolom komentar ye asal jangan buat rusuh ntar tercyduk hehe. Dan, hari ini neng mau ngebahas tentang perubahan. Perubahan sikap manusia.

“Kamu udah gak kayak dulu lagi”

“Kamu bukan seperti yang aku kenal”

“Kamu berubah”

Begitulah cuitan orang lain ketika menyaksikan ada yang berubah terhadap orang di sekitarnya. 

Neng yakin, sebelum kita menemukan fakta bahwa orang lain berubah baik secara sikap maupun kata-kata, sebagai manusia seperti yang lainnya kitapun juga pasti pernah berubah. Ada yang sadar, dan ada juga yang tidak menyadari kalau dirinya berubah. Entah berubah menjadi lebih baik, atau…. Sebaliknya. Terkadang juga, kita sibuk memperhatikan bahkan mengomentari perubahan orang lain, tapi kita lupa untuk merubah diri kita sendiri untuk menjadi lebih baik. Kita terlalu asyik nyinyirin gaya hidup maupun sikap orang lain sampai kita lupa bahwa sejatinya dimata orang lain kitapun tidak ada bedanya. Dinyinyirin juga pasti. Digosipin, difitnah, dan lain sebagainya. 

Bahkan, yang parahnya adalah zaman sekarang ini zaman serba salah. Bahagia dinyinyirin. Sedih dinyinyirin. Mendadak kaya dinyinyirin. Jatuh miskin dinyinyirin. Punya pacar dinyinyirin. Nikah dinyinyirin. Makan enak dinyinyirin. Makan cuma satu menu dinyinyirin. Pokoknya serba salah. Semua serba bisa jadi bahan nyinyiran! Syukur kalau yang dinyinyirin orangnya sabar, coba kalo nyinyirin orang yang emosian, apa kagak berantem? Untung kalo yang dinyinyirin orang biasa bahkan tidak terkenal, coba kalo yang dinyinyirin anak presiden, apa kagak masuk penjara? 
Nah, karena adanya nyinyiran ini yang terkadang menjadi sebab kenapa begitu banyak orang berubah. Ada yang berubah jadi lebih baik, ada juga yang berubah menjadi lebih buas. Everybody know batasan diri sih. Harusnya gimana. Memang sebaiknya kita tidak berubah, tapi terkadang karena suatu hal mengharuskan kita untuk berubah. 

Ada banyak faktor sebenernya yang menyebabkan orang lain berubah. Mau tau? Sok dilanjut bacanya ya, kalo gak mau tau ya udah skip aja tulisan ini, hehe. Tapi jangan nyinyirin neng dong ah… 

1. Lingkungan

Faktor pertama, sudah pasti dan sudah tentu adalah hal yang paling memungkinkan untuk berubah. Ketika dia berada di lingkungan yang nyaman, tentu dia akan berubah menjadi orang yang lebih ramah, lebih humble, atau friendly dan lain sebagainya, bahkan bisa juga lingkungan yang nyaman membuat seseorang berubah menjadi sosok yang mudah meremehkan, selalu menganggap enteng apapun yang ada disekitarnya. Jadi, sebenernya lingkungan itu entah nyaman atau tidak pasti membuat kita berubah, entah menjadi orang yang lebih baik atau sebaliknya. Tergantung pribadi masing-masing orang. Tapi, neng pikir setiap orang pasti sudah tau mana yang terbaik untuk dirinya. 

2. Keluarga

Faktor kedua adalah keluarga. Sebanyak-banyaknya orang punya sahabat, setelah q dekatnya dengan sahabat, tetap saja kita tidak bisa mematahkan fakta bahwa orang yang paling dekat dengan kita dalam hubungannya adalah keluarga. Terutama dengan orang tua. Entah hubungannya baik atau sebaliknya. Meskipun terkadang dalam situasi nyata tidak berbaikan, tapi ada yang dinamakan hubungan batin. Terkadang, yang memungkinkan untuk berubah itu bukan karena sedekat apa hubungannya, tapi dari masukan, saran, dan lain sebagainya. Kadang ada yang lebih mengesankan kata-kata daripada sikap ada yang sebaiknya. Bagaimana perubahannya tergantung dari seberapa besar dia respect atau setuju dengan apa yang keluarga katakan. 

3. Teman

Faktor ketiga adalah teman. Kita mungkin punya banyak teman tapi kita gak tau berapa orang yang beneran tulus. Kita mungkin punya banyak teman yang memberikan saran terbaik dan mendengarkan keluhan kita dengan baik, tapi kita gak pernah tau ada berapa orang yang berusaha menjatuhkan kita setelah mengetahui dimana kelemahan kita. Sehingga nggak jarang karena teman orang lain juga banyak yang berubah secara sikap, dan perubahan itu terjadi karena adanya suatu alasan yang menguatkan. Makanya karena temen bisa jadi penolong, bisa juga jadi musuh kalau mau curhat masalah pribadi sebaiknya hati-hati cari orang yang memang sudah dikenal lama dan bisa menjaga rahasiamu. 
4. Pasangan

Faktor keempat adalah pasangan. Entah karena Cinta atau apa kebanyakan orang berubah itu demi atau karena pasangannya. Adanya pasangan juga terkadang membawa hal positif seperti lebih terinspirasi dan hal negatif seperti suka bikin gagal pokus atau kurang konsentrasi. Apapun alasannya kadang banyak orang yang tadinya anak baik-baik karena punya pasangan yang you know mereka merubah sikap si anak baik-baik tadi menjadi anak yang berani menentang orangtua, melawan orangtua dan lain sebagainya. Ya kembali ke diri masing-masing sih sebenernya tujuan punya pasangan itu apa.

———————————————————————-

Intinya sih, orang itu berubah pasti ada sebab. Apapun sebabnya mereka pasti berawal karena suatu alasan. Ya… Sebagai yang punya sifat manusiawi janganlah kan dinyinyirin apapun dan bagaimanapun perubahan orang lain. Entah dia mengubah tujuan atau prinsip hidupnya kita gak tau, entah dia sedang dilanda kesedihan atau apapun kita gak tau, entah dia bahagia atau apapun kita juga gak tau yang sebenernya. Karena sejatinya kadang banyak orang yang menjadi aktor dan aktris hebat yang mampu menyembunyikan bagaimana perasaannya yang sebenarnya. 

Ya… Mau gimanapun juga, kita gak punya hak ikut campur urusan orang lain atau hidupnya. Setiap orang punya gaya, tujuan, dan prinsip hidupnya masing-masing. Setiap orang juga tahu pasti apa yang membuatnya down atau bahagia. Karena hidup sejatinya memang pilihan. Dan itu tergantung pada kita mau memilih jalan kanan atau kiri atau tetap dijalan ini. Mau jadi orang baik atau jahat atau tetap seperti yang saat ini. Biarkan saja, karena yang punya diri pasti lebih tahu apa yang terbaik untuk dirinya sendiri, hanya saja kadang masih banyak orang yang buta tuli dengan hal itu. 

Lalu bagaimana dengan kalian?