Dear C pt 2

Berjuang.

Apakah dirimu sering berjuang? Untuk apa? Dan untuk siapa kau berjuang? Sudah sampai mana perjuanganmu? 

Jika kau berjuang untuk cinta dari dirinya, lalu sudah sejauh mana kau berjuang? Apakah perjuanganmu diiringi dengan kesetiaan?

Bicara tentang setia, apakah ada sesuatu yang mengalahkan kesetiaan?

Terkadang…

Aku merasa, tak pantas untuk menanti terlalu lama, terlebih berharap pada kepastian rasa. Disisi lain, aku pun tak dapat mengelak, ketika rasa ini menghampiri hati dan membuat jantungku bergejolak. Aku tak bisa melakukan apapun, selain menyimpan rasa yang ada. Entah sampai kapan aku harus menunggumu. Suatu hari aku berharap bisa bersama denganmu, namun di sisi lain aku merasa harus melupakanmu. Aku pernah berfikir, salahkah aku jika memiliki rasa terhadapmu kawan? Ah bodoh. Seharusnya aku tak boleh membiarkan rasa itu terus tumbuh. Aku juga merasa seperti ada tali pembatas di antara kita. Setiap kali kita bertemu, tak pernah berbicara, tak juga saling bertukar kabar. Setiap kali pandangan kita bertemu, selalu saja kita menghindarinya… Aku merasa tidak berani menatap matamu, walau aku tau tak mudah bagiku untuk mendustai hati bahwa aku ingin bersamamu. Menemanimu. Mendampingimu. Terkadang aku juga merasa bodoh, mengapa aku terlalu senang, saat ada suatu hal yang tidak disengaja membuat kita untuk melakukannya bersama2, mengapa aku bahagia ketika kau bertanya pertanyaan biasa “ngapain disini?” konyol. Kenapa yang namanya cinta dapat membuat kita melakukan hal yang konyol? Aku sadar dirimu terlalu cuek dan dingin padaku, tapi entah kenapa aku tetap padamu bahkan aku pernah menjatuhkan air mata hanya karenamu.. Pada akhirnya, aku mencoba untuk melupakanmu ketika berbulan2 kita tak saling berjumpa, namun, semakin aku mencoba melupakanmu, semakin kau hadir dalam bunga tidurku. Bolehkah aku bertanya tentang perasaanmu padaku? Hei.. Yang suka dan punya rasa itu aku, yang seharusnya gengsi ngajak ngobrol pun juga aku tapi ini kenapa kamu? Tapi… Meskipun aku  cukup sedih dengan sikapmu, satuhal yang harus kamu tau adalah aku tidak pernah menyesal menyimpan dirimu dalam hatiku, karena aku akan selalu menunggu dalam penantian halalku…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s