Dear C pt 3

Satuhal lagi tentang dia. Emang sih ya kemana2 enaknya ya jadi temen aja. Lebih nyaman. Lebih santai. Lebih enjoy. Lebih relax. *dipikir lama gak ketemu udah melupakan, enggak taunya jantung ini masih berdetak cepat, baru ngeliat doang apalagi ngobrol, kayaknya perlu diperiksa ini ada kelainan jantung kali yak 😂😂😂😂😂* Dan mencoba biasa aja. Walaupun lumayan syusah juga nahannya biar gak keliatan gugup dihadapannya. 😂 daripada nahan2 rasa. Sok gengsi. Malu ngajak ngobrol *kalo inisih aku masih gakmau negur duluan, gengsi dong ah aku kan cewek 😂*. Aku pikir lebih baik begini saja… Jadi temen, bisa ngobrol. Aku tahu tentangnya hanya sebatas teman bukan lebih. Kadang suka nanya dalam hati “kenapa lama banget ya aku begini, baru kali ini”. Apalagi aku labil banget. Semakin berusaha melupakan. Semakin juga keingatan. Alhamdulillah sih. 😂 padahal di luar yg lebih manis, lebih baik mungkin banyak 😂 tapi kenapa dia ini 😂 udah disuruh angkat kaki dari hati tetap aja dia menetap. Bandel ah. 😂 hingga akhirnya aku memutuskan, ya sudah kalo kamu tetap pengen tinggal di hati ini, nggak papa, tinggallah sepuas kamu, sampai Allah berkata sudah waktunya, entah waktunya kamu pergi dari hatiku atau waktunya kita benar benar memulai sesuatu. Apapun itu. Hanya Allah yang tau. Baik aku ataupun kamu. Kita hanya bisa mengadu. Dalam untaian doa yg merdu. Di langit yg indah kita bertemu. Pada intinya, hanya bisa berdoa. Yang terbaik bagi kita. Biarlah tetap seperti ini. Mengalir. Tenang. Layaknya air. Hingga menemukan muara yang pantas untuk pulang. 
Hanya Cerita pendek yang biasa saja dalam hidupku 😀😀😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s