(My Article) Memilih suami ideal

MEMILIH SUAMI IDEAL πŸ’ž

❀❀❀

Manusia dalam perjalanan hidupnya tentu memiliki keinginan untuk mendapatkan serta membina rumah tangga yang abadi serta bahagia selama-lamanya. Rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, langgeng dan mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. *alhamdulillah, ini juga salah satu cita-cita untuk mencapai tujuan hidup aku di dunia 😊*
πŸ‘«πŸ‘ͺ

Semua manusia di dunia ini mengharapkan kebahagiaan. Tidak ada manusia di dunia ini yang ingin hidup dengan kesedihan. Lebih-lebih dalam membina rumah tangga, keharmonisan dan kebahagiaan keluarga adalah impian setiap orang.
πŸ’‘

Di dalam membina rumah tangga, kebahagiaan adalah target utama dan impian yang harus terwujud. Namun, kebahagiaan yang dicita-citakan ini tidak bisa terwujud jika antara kedua belah pihak (suami/istri) tidak memiliki kesamaan. Tidak bisa memahami antara yang satu dengan yang lainnya serta tidak ada keserasian. Maka untuk mendapatkan kebahagiaan, salah satu cara yang harus ditempuh adalah dengan jalan memilih suami-istri yang terbaik.
πŸ‘§πŸ‘©πŸ‘±

Dalam hal ini, bagi perempuan memilih suami ideal merupakan salah satu kunci utama untuk menuju keluarga bahagia. Keberadaan suami yang baik tentu akan sangat berpengaruh bagi baik atau buruknya suatu hubungan rumah tangga. Untuk itu, seorang perempuan harus pandai-pandai dalam memilih dan menentukan siapa calon suaminya.
Persoalan menentukan calon suami ideal dalam banyak hal menjadi suatu persoalan penting dan harus diperhatikan dengan serius. Sebab dalam kehidupan rumah tangga, kita akan menjalani sebagian besar kehidupan kita dari tahun ke tahun bersama pasangan.
πŸ‘₯

Ketika seseorang salah dalam memilih pasangannya, maka kebahagiaan yang ia harapkan akan sulit tercapai dengan sempurna. Sayangnya, tidak sedikit dari kita mengalami kebingungan dalam menentukan pilihan.
Mereka bingung ketika ingin menentukan calon suami yang tepat bagi dirinya sendiri. Hal ini terjadi karena memang milih calon suami atau pasangan hidup bukanlah pekerjaan yang mudah.
Umumnya kita berhadapan dengan situasi yang begitu rumit dalam menentukan pasangan hidup, timbul suatu pertanyaan, benarkah dia jodoh yang sesuai dengan saya? Pertanyaan inilah yang sering muncul ketika dalam kondisi bimbang dalam menentukan calon suami terbaik dan tak jarang pula mereka terjebak dalam pilihannya sendiri.
🌹🌹🌹

Allah mempunyai tiga pilihan dalam menjodohkan manusia. Pilihan pertama adalah cepat mendapatkan jodoh. Pilihan kedua, lambat mendapatkan jodoh, tapi suatu saat pasti mendapatkannya di dunia. Pilihan ketiga adalah tidak mendapatkan jodoh di dunia tapi mendapatkannya di akhirat kelak. Apapun yang ditentukan Allah, maka hal itu adalah hal yang terbaik untuk kita.
Lalu apa yang perlu kita lakukan sebelum kita menetapkan calon pasangan? Berikut ada 5 caranya:
1. Memperbaiki diri. Jika kita ingin mendapatkan calon suami yang shaleh, maka kita harus menjadi orang yang shalehah juga. (Lihat firman Allah Q.S. an-nur : 26).
2. Tidak putus asa dalam berdoa. Jangan pernah berputus asa untuk berdoa. Doa yang baik untuk mendapatkan suami yang ideal adalah doa yang terdapat dalam surah al-Furqon ayat 74 ( silahkan dibaca). Agar doa lebih terkabul perhatikan juga adab-adab berdoa dalam Islam. Jadi jangan berdoa menurut versi kita sendiri. Berdoalah menurut apa yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya kepada kita, niscaya doa kita akan lebih terkabul.
3. Memperbanyak ibadah sunnah. Untuk mendapatkan pasangan hidup yang ideal, kita perlu mendekati Allah dengan ekstra dekat. Caranya tidak hanya mengandalkan ibadah wajib, tapi juga dengan menambah ibadah-ibadah sunnah seperti sholat tahajjud, dan shalat istikharah. Lakukan ibadah sunnah ini secara rutin setiap hari agar iman kita bertambah dan doa kita semakin dikabulkan Allah Swt.
4. Memiliki kriteria yang tidak berlebihan. Mengapa kita sulit untuk memperoleh suami? Salah satunya mungkin disebabkan karena kriteria kita terlalu berlebihan. Kita ingin mendapatkan suami yang mapan, ganteng, berpangkat, keturunan baik-baik dan beriman. Keinginan semacam itu sah-sah saja, tapi jika hal tersebut dijadikan syarat untuk jodoh kita maka kita telah mempersulit diri sendiri. Itulah sebabnya Rasulullah mengatakan jika kita tidak dapat memperoleh semuanya, maka pilihlah yang agamanya paling baik. Hal itu berarti mungkin saja suami kita orang yang miskin, tidak berpangkat, bukan keturunan orang baik, akan tetapi kita perlu menerimanya asalkan memiliki agama baik. Jangan kita menginginkan kesempurnaan dari orang lain, sedangkan diri kita tidaklah sempurna.
5. Meminta bantuan orang lain. Cara lain ketika kita bingung memilih suami adalah dengan meminta bantuan orang lain. Orang tersebut bisa saja guru mengaji, murobbi, teman, orangtua, saudara, dan lain-lain. Jangan malu-malu untuk meminta bantuan kepada mereka dan jangan malu-malu juga untuk mengulangi permintaan kita secara rutin agar orang tersebut ingat bahwa kita meminta bantuan kepadanya.
🌿🌿🌿

Selamat menantikan dan menemukan suami ideal ❀
🌺🌺🌺

Silahkan share jika menurut anda artikel ini bermanfaat untuk orang lain ^_^ by : Shazma Kadeer 

Source : Muchlas al-Farbi, dalam bukunya yang berjudul “Muhasabah Cinta (agar engkau menjadi istri idaman suami, penuh pesona dan berkarakter surgawi)”, pada bab Memilih suami ideal halaman 36-39.
πŸ’πŸ’πŸ’

Nantikan artikel selanjutnya ya, saya akan terus share artikel2 yang bersumber langsung dari buku2/penulis2 yang karyanya menggugah hati dan recommended untuk dibaca, insyaallah. Kalau kalian mendukung saya silahkan like atau komentar tulisan ini yaa ^_^

8 komentar di “(My Article) Memilih suami ideal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s