My Imagine pt 2

Tahun demi tahun, bulan demi bulan, hari demi hari, jam demi jam, menit demi menit, dan detik demi detik pun berlalu. Malam itu, tepat pukul 20.30, adalah akhir dari penantianku. Bermacam rasa, campur aduk yang sulit untuk kujelaskan. Bahagia serta haru pun menyatu. Air mata dan puluhan pasang mata pun menyatu. Menjadi saksi nyata atas kebahagiaan yang dirasa. Dia. Seorang yang resmi kuberi gelar ‘suamiku’. Datang kedalam hidupku, serta berjanji membahagiakanku dihadapan kedua orang tua serta keluargaku. Seseorang yang menerimaku apa adanya, mencintaiku tanpa syarat, dan membuktikan cintanya dengan menghalalkanku. Jika kau bertanya, apakah dia adalah yang selama 10 tahun terakhir menghiasi hatiku? Jawabannya adalah tidak. Dia orang yang berbeda. Asing dan tidak pernah kukenal sebelumnya. Sejujurnya akupun tak mengerti, kami hanya bertemu diwaktu istirahat, itupun di sekolah. Aku terharu, ketika pertama dia berniat meminangku. Aku terharu, karena aku lebih tua darinya. Aku sempat malu sebelumnya, karena kupikir aku tidak pantas bersanding dengannya. Tapi, dia datang kerumahku dan meyakinkan orangtuaku, entah bagaimana caranya, akupun tak tau. Yang pasti waktu itu orangtuaku berkata ‘jika anakku telah menarik hatimu, buatlah dia bahagia, jika kamu yakin dengan baik pilihanmu, jangan pernah kecewakan hatinya, jika benar kamu mencintainya karena Allah, maka kami ridho kamu menghalalkannya’. Seketika aku kaget. Karena aku tak habis pikir tentangnya yang begitu berani memintaku kepada orangtuaku. Separuh diriku merasa bahagia. Karena akhirnya aku merasakan bahagianya sebuah lamaran. Tapi sebagian lain diriku merasa sedih. Karena dia bukanlah yg selama ini kunanti. Satuhal yg dpat aku percaya adalah bahwa jodoh sudah digariskan oleh Allah. Dia mungkin memang bukan yg kau inginkan, tapi Allah lebih tau bahwa sebenarnya dialah yg kau butuhkan. Jodoh sudah diatur dan seharusnya kita bersyukur, karena apa yang diberikan Allah adalah yang terbaik. Karena Allah sayang pada hambanya. Wahai yang sedang menanti kekasih. Menantilah dalam halal. Ada banyak kebaikan di dalamnya. Kebahagiaan yang terwujudpun tak terkira dan tak terlukiskan dgn kata-kata.

(dalam penantian halalku).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s