puisi hati 2

Pagiku mulai menyapa. 

Rintik-rintik hujan pun enggan untuk berpindah. 

Begitu pula, rasa hati yang sulit untuk bergundah. 

Wahai Bintang kejora yang berpijar di malam hari, 

Jangan hapus sinar yang terpancar di dalam hatiku. 

Seandainya pun dia tahu, dan dia dapat mengerti itu, 

Dalam pekatnya malam, kan kutunggu kedatangannya. 

Walaupun aku tak tahu, apakah itu hanya anganku ataukah itulah harapanku? 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s