Soundtrack Hidup, Juni 2017, untuk dosen tercinta

Kamu memang jahat telah menduakanku.

Kamu memang jahat telah mengkhianatiku.

Kamu memang jahat tak adil untukku

Kamu memang jahat tak perdulikanku

Teganya engkau wahai kekasihku

ILIR 7 ‘Kekasih Gelap’

Haiiii i’m back again πŸ˜€

Tiba-tiba aku jadi rajin posting πŸ˜€ setelah sekian lama gak update-update πŸ˜€

Soundtrack dalam film adalah lagu pengiring yang dalam sebuah film atau drama, apapun keadaannya, biasanya sesuai dengan momentnya. Bagiku, adalah lagu pengiring yang mewakili perasaan. Begitu pula aku menganggap beberapa lagu menjadi soundtrack dalam hidupku. Β Terkadang gak mesti juga sih sesuai sama perasaan, malah lebih sering faktor karena aku suka lagunya dan walhasil diulang-ulang sampai beberapa kali πŸ˜€

Potongan lagu di awal, contohnya adalah lagu yang entah kenapa sering aku play dalam beberapa hari ini πŸ˜€ kan ceritanya aku lagi nyusun skripsi, trus mau bimbingan, dosennya gak ada nyanyilah awalan lirik di atas “kamu memang jahat”, terus beberapa hari kemudian, temen aku udah acc penelitian, lah aku belom nyanyi lagi “kamu memang jahat tak adil untukku, kamu memang jahat tak perdulikanku” tapi nyanyinya udah di rumah kok, gak depan dosen, bisa-bisa aku gak di acc πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€ *peace*

Dosen pembimbingku adalah dosen yang detail, hafal buku, dan lumayan ditakutin juga sama mahasiswa. Β Sebagai penggemar tantangan, tentu saja aku merasa tertantang dan semakin besar keinginanku untuk dibimbing sama ibu dosenku tersayang.Β 
Dosen pembimbing 1 ku, adalah salah satu dosen favoritku, dan panutanku. Walaupun waktu pelajaran beliau dulu aku rada-rada takut. Ibunya tegas dan ya membuat kagum. Sosok yang lebih percaya sama buku daripada internet, yang segala-galanya harus dibuktikan, kebayang kan gimana beratnya skripsiku, harus murni sumbernya dari buku, no internet.

Mungkin aku jatuh cinta kali sama kemampuan ibunya πŸ˜€ ibu ini dah yang bikin aku merubah impian, dari desainer jadi guru πŸ˜€ beliau banyak membimbing, lewat kata-katanya yang tegas, memahamkanku akan sosok seorang guru yang sesungguhnya 😊 gak kerasa aku jadi sering curhat tentang keadaan dan sikap murid2 ketika PPL karena memang ibu adalah dosen pembimbing kelompokku. Ibu Kasih saran, tapi gak ngasih solusi secara langsung. Ibu selalu menuntut untuk mencari solusi berdasarkan teori (saran) yang ada. Karena menurut ibunya, gak ada yang lebih mengerti siswa selain guru kelasnya sendiri πŸ˜€ benar juga πŸ˜€.

Lambat laun, kami mulai dekat, aku jadi mulai berani dekat-dekat dan diskusi sama ibunya. Oya, ibu selalu bikin jantungan. Kenapa? Β Kalo aku lagi ngomong, hobi banget dipotong sama ibu, yang dampaknya bikin aku lupa apa yang mau aku omongin, kamu memang jahat teplay again πŸ˜€πŸ˜€.

Begitu tiba waktunya seleksi judul, ku sengaja mendekati ibunya πŸ˜€ sambil ku mohon:

Me: ‘bu saya menawarkan diri jadi anak ibu loh, ibu gak mau jadi pembimbing saya?Β 

Ibu: kalo pembimbingnya saya, saya coret-coret loh.Β 

Me: iya bu gapapa saya rela di coret, yang penting coretannya ACC bu πŸ˜€

Ibu : (ketawa ngakak)Β 

Me: boleh request lagi gak bu?Β 

Ibu : apa?Β 

Me : saya request pembimbing ibu sama bu etty ya bu.Β 

Ibu : mana bisa

Me: kenapa bu? Β Ibu musuhan? Β (Berani amat aku πŸ˜€)

Ibu : bukan. Posisi ibu sama bu etty sama-sama pembimbing 1.

Me: ya udah deh bu, Β pak darwis aja.Β 

Ibu: sama, pembimbing 1 juga.Β 

Me: ya udah deh bu, terserah ibu aja. Yang penting saya di bimbing ibu.Β 

Ibu: entahlah nanti.Β 

Me: aih bu jangan entah, tapi iya πŸ˜€ (maksa)Β 

Ibu : nanti, ibu pikirkan.Β 

Me: yes, saya pulang dulu ya bu, jangan lupa pembimbing saya harus ibu πŸ˜€

Ibu : iya (akhirnya ibu bilang iya, pulanglah aku dengan senang hati)Β 

Padahal katanya gak boleh request dosen pembimbing, harus terima apa adanya. Tapi berhubung aku masih di awal jadi mungkin dibiarin aja πŸ˜€ walhasil, aku beneran dibimbing sama ibunya πŸ˜€πŸ˜€

Suka deh, biarpun kadang suka bikin jantungan πŸ˜€

Terima aja, intinya aku gak akan menyesali apa yang sudah aku pilih, karena aku sudah memilih dosen yang tepat sesuai dengan karakter aku yang pemalas, aku pilih dosen yang tegas, dan yang mengejutkan adalah ketika aku males bimbingan ketemu ibu di kampus aku seketika langsung ngibrit sembunyi di mana, tapi begitu ibunya yang ngeliat aku, malah disamperin sama ibunya (ini kejadian 2 minggu lalu) terus ditanya “kapan mau bimbingan, kok gak muncul-muncul” dengan 1000 alasan aku menghindar, walhasil 3 hari kemudian aku bimbingan, ada 3 catatan dari ibu yang bikin aku sakit mata sakit kepala karena gak bisa baca tulisannya.

Soundtrack hidupku pun beralih jadi:

Sayang coba kau ratapi, sakitnya hati ini kau buat aku begini

Coba sekali-kali kau rasakan, coba sekali-kali kau renungkan, sakitnya hati ini kau korbankan, cobalah kau fikirkan

Apa salahku sayang, apa dosaku sayang

ILIR 7 – Apa Salahku Sayang

Kadang Aku merasa begini :

Cinta yang kau beri tak sepenub hati hingga ku merasa kau tak disini

Sayang Coba kau ratapi, Β sakitnya hati kau buat begini

ILIR 7 – Apa salahku sayang

Tuh kan jadi suudzon, ibu pang masa iya ada bimbingan, tapi bimbingannya ditinggal, begitu diambil cuman ada lipatan yang ditandain suruh revisi dan catatan yang enggak bisa aku baca πŸ˜€

Bu,, kapan-kapan kita bimbingannya ketemu aja ya jangan ditinggal πŸ˜€ saya beneran gak ngerti deh koreksian ibu kemaren bacaannya apa πŸ˜€πŸ˜€

Dah, itu deh soundtrack hidup yng mewakili di Bulan juni, terkhusus ibu dosen pembimbing tercinta πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Bye bye πŸ˜€

Kalo kalian yang punya pengalaman nyusun skripsi, tesis, dll mungkin ada cerita yang gimana gitu mengenai dosen pembimbing, bisa di share di kolom komentar πŸ˜€πŸ˜€

18 komentar di “Soundtrack Hidup, Juni 2017, untuk dosen tercinta

  1. Ping balik: Kenangan hidup 2017 part 1 | Catatan Perjalanan Hidupku ^^

  2. dosen PA saya dulu juga akrab sama saya baik PA1 maupun PA2. cuma agak sussah ditemuin krn banyakan keluar alias dosen terbang! tapi skali ketemu bisa berjam2 aku dilayani bimbing skripsi. selalu tepati janji kalau ingin bimbing diluar kampus. pokoknya nda nyusain meski selalu saja ada revisi setiap kali konsultasi. hasilnya luar biasa!

    Disukai oleh 1 orang

  3. seringnya pas mau bimbingan
    – antriannya rame, males nungguin akhirnya pulang
    – sepi, tapi pas masuk ngakunya lagi sibuk, balik besok2 aja
    akhirnya cuma bimbingan 2x, itu juga buru2
    pas sidang malah dosbing1 yang lebih banyak nanya2 ketimbang pengujinya, swt

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s