You’re Not Perfect, but You’re Limited Edition

“You’re Not Perfect, but You’re Limited Edition”…

seneng banget sama kalimat ini. indah banget. beautifull of the word. ku abadikan ini kalimat dalam hidupku. dalam hatiku. jadi salah satu passion (semangat) juga dalam menjalani keseharianku. apalagi saat sedih. ini kalimat cukup menghibur. saat aku pikir aku gak berguna, kalimat ini menyadarkanku bahwa kita meskipun gak sempurna tapi kita makhluk langka yang luar biasa…

“You’re Not Perfect, but You’re Limited Edition”…

kau tidak sempurna, tapi kau edisi terbatas~~. indah banget. sejak kalimat ini muncul. aku merasa kalau kalimat ini sangat cocok ditujukan kepada wanita. apalagi kalau ia sedang sedih. galau. bimbang. karena kan fitrah wanita yang selalu ingin tampil cantik. dilirik orang. diperhatikan lawan jenis. sosok lemah yang begitu menginginkan hidup dalam kesempurnaan. bahkan selalu mencoba berbagai cara untuk menjadi sempurna terutama di mata lawan jenis. tujuannya agar bisa menarik perhatian si lawan jenis. menarik hatinya dan membuatnya jatuh cinta.

“You’re Not Perfect, but You’re Limited Edition”…

satu kalimat indah yang hadir untuk menghibur kita para wanita. kalimat itu mengatakan bahwa, meskipun kita tidak sempurna atau mungkin jauh dari kata sempurna, tapi kita adalah makhluk terbatas. maksudnya makhluk yang langka. di mana saat seorang wanita sedang bersedih, karena ia tak secantik wanita lain. yang memiliki tubuh yang bagus bak model, mata besar, hidung mancung, kulit putih, tinggi yang semampai, rambut panjang, dan lain sebagainya. gak perlu bersedih kawan. kita dikatakan langka kenapa? harus tau juga alasannya. mungkin karena kita, sebagai muslimah rajin sholat, taat, sholehah, hafal Qur’an, gak sembarangan jalan di luar rumah, selalu menjadi pribadi yang menundukkan pandangan. maksudnya gak sembarangan dalam melihat dan melirik. terutama melirik lawan jenis. sebab itulah kita dikatakan langka. karena mereka (lawan jenis) mungkin susah menemukan sosok yang bercirikan atau berkarakteristik seperti kita. wanita sholehah. aamiin. sehingga kita dikatakan sosok yang langka. sosok yang selalu dicari. dan dirindukan. meskipun kita tidak sempurna.

don’t be sad, Ukhti..

You’re Not Perfect, but You’re Limited Edition”…

jangan sedih. jelas kan dengan menjadi sosok wanita sholehah. kita sudah sangat dirindukan. diidamkan siapa saja lelaki sholeh yang ingin beristrikan wanita sholehah 🙂 indah sekali rasanya. ini sedikit kisah pengalaman juga sih hehe. flashback story on my islamic high school. hehe. ketika aku pernah mencoba segala macam cara untuk tampil cantik. berdandan dan lain sebagainya. untuk tampil memukau terutama di hadapan seseorang yang sangat aku suka~~. ingin sekali aku dilirik. walau sekali aja. tapi nyatanya apa? bukan perhatian yang aku dapatkan. tapi rasa ilfiil karena penampilanku tersebut. penampilan terburuk menurutku selama aku tampil dihadapan orang banyak. bukannya membuatku terlihat lebih cantik. tapi justru tambah jelek. karena cantiknya di buat-buat. oleh make up. bahkan make up itu juga gak rapi. yang ada justru tampak menor. haha mungkin saat itu aku terlihat seperti hantu. makanya mereka kabur semua dan ilfiil sama aku. yang membuatku sedih untuk waktu yang cukup lama~~.

setelah sadar akan hal itu, keesokan harinya. aku pergi tanpa make up sama sekali. bahkan bedak tipis pun tidak. tapi salah juga. yang ada buat aku terlihat pucat, dekil dan gelap. bukannya alami. natural. akhirnya aku merenung sendiri. jalan sendiri. sedih banget rasanya. niatnya mau menarik perhatian seorang ikhwan yang kusuka. tapi nyatanya dia ngelirik aja enggak. jadi ngerasa sejelek itu juga aku. akupun jalan sendiri, waktu itu menuju masjid dengan suasana hati yang masih dalam keadaan gundah gulana. karena sedih.

aku memutuskan untuh sholat dhuha. ambil air wudhu biar tenang. supaya dikasih ketenangan sedikit. biar rasa sedih itu sedikit berkurang nantinya. akhirnya aku sholat sebanyak 4 rakaat. lalu aku berdo’a sambil nangis juga sih. meratapi diriku yang tak cantik seperti akhwat yang lain. lama banget mungkin aku sekitaran sejam ada di masjid. sejak sebelum istirahat sampai jam pelajaran kedua masuk lagi. karena waktu itu aku masih sekolah. kelas satu aliyah. akupun melepaskan pakaian sholat (mukenah) melipatnya, dan menaruhnya kembali di tempatnya semula. lalu aku menghadap kaca. ceritanya mau benerin jilbab. naluri wanita gak mau keluar kalo semuanya gak rapi dulu 🙂 aku ubah jilbabku menjadi lebih besar. terlihat seperti wanita muslimah yang menutup aurat dengan benar. pas selesai make jilbab seperti itu. gak tau kenapa aku terpana sendiri. semacam. wah aku cantik juga ternyata seperti ini. gak usah dandan berlebihan. cukup jilbab besar dan bedak tipis. aku udah terlihat cantik. dan mulai saat itu aku pasang niat, kalau aku dandan lagi. aku mau yang natural aja. dan itu terlihat cantik hanya untuk diriku dan Allah. aku gak mau lagi terlihat cantik dengan tujuan yang lain. aku mau istiqomah. alhamdulillah aku berhasil istiqomah waktu itu 🙂 puas banget ya rasanya, saat sesuatu yang kita lakukan berhasil dengan dasar niat baik dan benar.

innamal a’malu binniyat…

segala sesuatu itu harus berdasarkan niat. niat lurus. niat baik dan benar. indah rasanya. saat tampil cantik untuk diri sendiri. merasa gak ada beban. hehe. memang benar segala sesuatunya kalau kita lakukan dengan landasan niat yang benar akan indah hasilnya. luar biasa. dan bangga. namun, kita tentu gak boleh jadi makhluk yang cepet puas. karena kalau kita udah puas. namanya juga manusia, pasti berhenti sampai di situ saja. jangan yah 🙂 kita masih muda. jalan kita masih panjang. waktu kita masih banyak. dan kita juga gak tau kapan Allah akan memanggil kita. maka dari itu gunakanlah waktu sebaik-baik yang kamu bisa. jadikan dia berharga. seperti uang yang sangat kita butuhkan dalam keseharian untuk kita hidup. sewaktu-waktu, kita gak bisa menebak kapan itu. waktu itu akan berubah menjadi seperti pedang. yang bisa membunuh kita. dan membuat kita celaka. sahabat, waktu yang sudah kita lalui, kita jalani, semuanya gak akan kembali, gak akan terulang lagi. semua terjadi hanya sekali. maka dari itu kita hanya bisa merenung waktu yang sudah kita buang percuma. dan tidak melakukan hal percuma untuk kedua kalinya. karena waktu kita sangat berharga.

time is money. mungkin itu kalimat yang tepat. waktu yang sudah kita lewati. semenyesal apapun kita, gak akan bisa mengulang kembali waktu itu. apalagi membelinya dengan uang. kita gak akan pernah bisa. karena waktu dari Allah. milik Allah. dan Allah bebas menghentikannya kapan saja. makanya kita harus menjaga waktu seperti halnya kita menjaga uang, jangan sampai waktu itu berubah menjadi pedang yang membunuh kita dengan perbuatan kita sendiri.

banyak kisah yang berbasis pengalaman diri sendiri. tentu tidak hanya diri saya pribadi, kalian semua. baik laki-laki ataupun perempuan. semuanya pasti punya masa lalu. punya kisah. punya cerita. punya story. punya history. punya pengalaman. yang kedepannya suatu saat/suatu hari nanti, someday. bisa kita jadikan sorot balik (flashback) untuk kita jadikan contoh di kehidupan masa depan. menceritakan segala yang telah kita lalui kepada anak dan cucu kita nanti. mengambil hikmah dari hal tidak benar yang telah kita lakukan. dan mengambil pengalaman dari hal benar yang kita lakukan. kita tentu ingin tumbuh menjadi pribadi yang baik. semakin baik. lebih baik. kedepannya. oleh sebab itu, pengalaman adalah guru terbaik untuk mengajarkan kita dan membimbing diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. istiqomah. dan membanggakan. tidak hanya membanggakan diri sendiri, tetapi juga orangtua dan keluarga.

hidup ini indah. bila kita banyak merenung dan berfikir. aku teringat salah satu kata-kata Allah dalam salah satu surat Cinta-Nya. maaf lupa juga surah dan ayat ke berapa. yang aku ingat hanya kata-katanya saja. indah. dan memberi kekuatan. saat orang lain berfikir kita bodoh atau apapun itu. ketika kita hanya bisa merenung dan berfikir. karena yang tampak dihadapan mereka kita hanya mematung. padahal nyatanya kita merenung dan berfikir. merenung tentang kehidupan yang telah kita lalui, lihat dan saksikan. tentunya lebih indah dan lebih bermakna ketimbang bergosip ria bersama teman-teman sejawat. menceritakan aib dan keburukan orang lain.

sungguh beruntung bagi kaum yang berfikir…”

arti dari ayat diatas memberi kekuatan. benar ya. ketika kita sedih. Wudhu, Sholat dan Al-Qur’an adalah obat yang paling mujarab dan ampuh untuk membuat kita tenang setelah mengingat Allah kembali. sungguh luar biasa. itu yang saya rasakan. bahkan ketika dalam keadaan berfikir. disini maksudnya merenung. tentang kehidupan. kenapa kita diciptakan. untuk apa kita diciptakan. apa yang telah kita lakukan. sebaiknya apa yang harus kita lakukan. dan lain sebagainya, banyak fikiran yang membuat kita semakin waktu, semakin hari, semakin rindu pada Yang Maha Cinta, Allah SWT. indah banget rasanya. beautifully…

Indah itu. saat cinta kita terbalas. indah itu saat cinta kita diterima. indah itu saat kita menemukan makna hidup. indah itu saat rasa Cinta dan Sayang mampu mengalahkan segalanya. siapa yang memberi rasa itu? kita sudah tahu. Allah SWT. maka dari itu, sebagai rasa syukur karena hingga detik ini kita masih diberi waktu. diberi nafas. untuk hidup kita gunakan sebaik mungkin. untuk melakukan hal yang baik dan bermanfaat. tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain 🙂 indah bukan kalau kita bisa bermanfaat untuk sesama makhluk ciptaan Tuhan? 🙂 rasa itu pasti berbeda dengan yang kita rasakan saat kita tidak bisa menjadi makhluk yang bermanfaat di muka bumi ini…

time is money. then keep was he like you keep the money. life is so beautiful. a lot of experience can we make a lesson to be a better one…

Advertisements

5 thoughts on “You’re Not Perfect, but You’re Limited Edition

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s