Loveline Relationship

Kutatap indahnya ribuan kerlip bintang dilangit. Kupandangi cerahnya sinar rembulan yang sedang purnama. Diam-diam aku menyunggingkan senyum dibalik gorden jendela kamar. Kunikmati indahnya pemandangan malam yang dihiasi dengan sepoi-sepoi angin yang menerpa wajahku. Ah, Betapa indahnya mereka tercipta karena cinta sang Maha Pencipta. Kadang aku berfikir, sejatinya dunia ini pasti tercipta karena cinta. Bahkan segala jenis permasalahan yang adapun juga terjadi karena cinta. Hanya saja bagaimana diri kita menyikapi cinta tersebut.

Dalam kehidupanku, aku sering menyaksikan bahkan mendengar cerita hati teman-temanku tentang cinta. Bermacam-macam jenisnya, berbeda kadar bahagianya, berbeda pula ukuran sakit hatinya. Bahkan, akupun juga terlibat dalam cinta. Bagiku, cinta tidak hanya sekedar membentuk ikatan berupa hubungan yang sering orang-orang katakan dengan sebutan ‘pacaran’. Ada banyak jenis hubungannya. Ada yang LDR-an (hubungan jarak jauh), Ada yang CLBK (cinta lama bersemi kembali), ada yang HTS (hubungan tanpa status), ada yang hanya menganggap sebatas kakak-adik, ada juga yang menjadi korban cinta persahabatan atau lebih dikenal dengan istilah ‘Friendzone’. Dan ada juga yang nekat memutuskan untuk sekedar menjadi pengagum rahasia. Kurang lebih seperti itulah jenis-jenis hubungan cinta yang ada di dunia ini.

Adapun permasalahan yang ada dalam dunia percintaan, yang membuat diri jadi mudah baper (bawa perasaan) dan galau, terkadang berupa perselingkuhan atau perceraian, cinta tak berbalas atau lebih dikenal dengan istilah cinta bertepuk sebelah tangan dan cinta sepihak juga cinta tidak bersambut. Ada juga rasa cemburu yang menguasai hati, yang harus bener-bener dimanajemen. Kalau tidak, bisa terjadi perang dunia ke-empat, hehe.

Bicara tentang cinta, berarti bicara tentang mencintai dan dicintai, mengasihi dan dikasihi, menyayangi dan disayangi, serta merindukan dan dirindukan. Itulah bumbu pemanis utama yang ada dalam cinta. Namun, yang lebih terpenting dari itu semua bagaimana tentang apa yang dirasakan oleh hati, sehingga tidak terkesan memaksakan. Dan kejujuran serta saling percaya dan saling mengerti yang menjadi lem perekatnya. Agar cinta semakin erat tak terpisahkan.

Namun, dari sekian banyak kasus di dunia tentang cinta ada pembelajaran yang bisa kita dapatkan. Salah satunya adalah tentang mengikhlaskan dan melepaskan, dari sinilah kita belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih kuat. Bagiku, cinta yang sebenarnya bukan sekedar mampu memiliki si dia, melainkan bagaimana sikap kita ketika bisa mengikhlaskan dan melepaskannya kepada orang lain, yang lebih membutuhkan si dia. Inilah puncak dari cinta yang sebenarnya. Pun dalam hubungan menikah, kita pun juga harus siap untuk mengikhlaskan dan juga melepaskan, entah untuk perceraian atau perpisahan karena ajal yang menjemput.

Dan, disinilah aku. Seorang gadis berusia 22 tahun, yang terlibat cinta dalam hal pertemanan, yang akhirnya kuberanikan diri untuk menjadi pengagum rahasianya saja. Bukan karena aku gak sanggup untuk mengungkapkan isi hati kepadanya, hanya karena aku tidak sanggup jika harus kehilangan salah satu teman karena persoalan cinta. Dan akupun sadar, dunia ini luas dan indah. Dunia bukan hanya sekedar tentang cinta, tapi juga bahagia dan sukses. Bagaimanapun, jatuh cinta adalah suatu peningkat mood yang membuat diri menjadi bersemangat untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan. Yang penting kuncinya satu, cinta dalam ikhlas.

Salam hangat untu yang sedang jatuh Cinta.. 

Tentang Pertanyaan yang dimulai dengan ‘Kapan’? 

Assalamualaikum, halo semuanya, sehat? 

Diusia neng dan kawan-kawan yang sudah berada di awal angka ‘dua’ ini, banyak banget tetangga, kawan seperjuangan, guru-guru, bahkan anggota keluarga sendiri, yang mulai ramai dan heboh membanjiri satu pertanyaan yang dilontarkan ribuan kali, yang menurut neng “kenapa sih manusia-manusia ini kepo sekali?” 😀

Pertanyaan apakah itu? 

Satu pertanyaan, yang sebenernya wajar sih untuk dipertanyakan jika berpatokan pada usia. Satu pertanyaan yang efeknya dapat membuat galau dan buyar konsentrasi yang efeknya jadi patah semangat. Satu pertanyaan yang bikin males keluar rumah kalau ujung-ujungnya setiap ketemu orang lain selalu mempertanyakan hal itu. 

Apakah itu? Pertanyaan yang ternyebelin dan mengganggu menurut neng. 

Pertanyaan yang selalu dimulai dengan kata ‘kapan’. 

Pertanyaan seputar ketekunan dan kerajinan seperti Kapan lulus? Kapan kerja? 

Dan pertanyaan seputar takdir seperti Kapan nikah? Kapan punya anak? Kapan nambah anak? 

Please pak bu 😀

Kalau pertanyaan seputar ketekunan dan kerajinan, okelah ya masih bisa dijawab. Tapi, kalau pertanyaan seputar takdir, gimana jawabnya coba? Kan takdir manusia udah ditentuin sama Sang Pencipta, manusia enggak tau apa-apa dia hanya menjalani sambil mencari lalu menemukannya saja. 

Belakangan ini, neng bukan diburu dengan pertanyaan “kapan lulus” melainkan “kapan nikah?” oh my god. Neng elus-elus dada aja kali yak? Situ nanya ama neng, neng nanya sama siapa? Neng pun gak tau kapan, jadi neng selalu ngejawab “insyaallah secepatnya”.

Kadang neng ditengah-tengah ngerjain skripsi pun, kan sekarang ini lagi musim nikah yak, jadi tiap minggu itu ada aja undangan yang nyebar. Sama anggota keluarga, ditanya mulu kapan nikah. Neng jadi kepikiran, trus jadi tertunda skripsi gara-gara merenung soal resepsi. 

Beberapa hari lalu, booming tuh di media sosial hastag baper dunia akhirat dan hari patah hati nasional 😀 neng sih ngeresponnya senyum doang. Yang hastag baper dunia akhirat ini loh 😀 pupus lagi satu harapan neng wkwk. 

Neng kan pernah cerita disini ideal type suami neng, salah satunya kan yang hafal al-qur’an 😀 jadi neng tuh kalo di instagram, fb, dan line kadang suka kepo sama pemuda dan pemudi yang hafal al-qur’an dan sholeh sholehah banget. Cantik dan ganteng. Iri. Mana pada jomblo semua. Jomblo sampai halal prinsipnya. Jadi, neng iseng-iseng list deh, santrinya ustadz yusuf mansur, alvin faiz putranya ustadz arifin Ilham, aa natta Reza yang penyanyi nasyid ganteng itu 😀 muzammil hasballah si Imam masjid itu 😀 ada juga hamas syahid, anandito Dwi, banyak deh 😀 separonya udah sold out aja 😀 ini baru namanya patah hati kayaknya 😀 tapi selama bang mamas dan bang dito belum ke pelaminan, masih ada harapan wkwk *apaan sih*

Kembali ke pembahasan 😀 belom lagi kalo pergi ke kondangan, beuh sudahlah beribu pertanyaan “kapan nyusul” pun terlontar, iyasih ngomongnya emang gak serius banget sambil bercanda, tapi kan tetep aja bikin kepikiran, kagak tau apa yang ditanyain hatinya baper-an banget. Sedih sih ya. Ditodong pertanyaan mulu haha. 

So, neng tuh pengen deh protes untuk yang sering menghujani kita dengan pertanyaan itu, biasa sih ya yang paling sering nanyain ini para ibu-ibu 😀 ibu-ibu kenapa sih kepengen kita cepet bikin hajatan spesial itu? 😀 neng aja belum siap. 

Selain terganggu, neng itu sebenernya gak mau tergesa-gesa dalam hal “pernikahan”. Menurut neng, pernikahan itu gak bisa main-main, pernikahan juga bukan perlombaan yang mengharuskan siapa lebih dulu menikah dialah pemenangnya, yang dipikirkan bukan ketika hari pernikahannya, melainkan bagaimana setelah menikah. Banyak pertimbangan, siap atau tidak? Mampu atau tidak? Sanggup atau tidak? Bisa atau tidak? Bagaimana ketika ada masalah, bagaimana penyelesaiannya antara kedua orang yang bersangkutan tanpa harus ada campur tangan orangtua, mertua, dan ipar-ipar sekalian. Belum lagi soal kontrol emosi dan bisa menerima apa adanya atau tidak? Banyak banget kan. Karena setiap orang pasti ingin menikah hanya sekali seumur hidupnya. Semuanya juga tentu ingin sukses dalam karier, sukses juga dalam keluarga. 

Untuk neng dan kawan-kawan yang seumuran atau siapapun yang belakangan sangat dituntut dan didesak untuk menikah, jangan terlalu dihiraukan, kalau selalu menghiraukan, kalian akan kehilangan konsentrasi dan semangat. Tenang aja. Kan Sang Pencipta berkata DIA menciptakan setiap makhluk hidup berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan, agar saling mengenal satu sama lain. Jangan khawatir gak punya jodoh, kan sudah ada janji-nya, tugas kita ya mencari dan menunggu… 

Nanti, jika sudah tiba waktunya, semua pasti akan ngecie-cie-in dengan sendirinya 😀 ingat ya, menikah itu bukan soal siapa cepat dia dapat, tapi siapa siap dia yang pantas. 

Dan, jika sudah dirasa tiba waktunya, jangan juga menunda-nunda dengan alasan “mau puasin kerja dulu” “mau puasin jalan-jalan dulu” dan alasan lainnya yg sejenis.. Apalagi yang sudah punya rencana, segerakan, niat baik jangan ditunda-tunda, begitu sih kata ustadz-ustadz, kalau ditunda nanti hilang 😀

Nah teruntuk para orangtua, jangan terlalu sering melontarkan pertanyaan “kapan nikah” kepada anaknya, hanya karena iri melihat teman-temannya yang sudah pada gendong cucu. Anaknya jangan disudutkan dengan menikah, biarkan dia berkarier terlebih dahulu, kalem aja pak bu, jodohnya masih dalam perjalanan hehe 😀

Sebenernya sih, tentang pertanyaan ‘kapan’ ini, akan membuat galau, patah semangat dll tergantung dari bagaimana kita menyikapinya, kalau terlalu dipikirin bisa-bisa terbengkalai semua kewajiban kita. 

Tentang menikah kan masa depan, masa depan yang Indah dan cerah dapat kita rasakan jika kita mengaturnya sedemikian rupa, kira-kira seperti itulah. 

Mungkin temen-temen pernah atau sedang ditodong sama pertanyaan – pertanyaan yang diawali dengan kata “kapan”? Bagaimana kalian menyikapiny, mungkin ada yang berpengaLaman? 

Bye,, 

Potret Aktivitas Jalan Raya

Hallo,, Assalamualaikum ^^

Neng back again yah 😀

Kali ini neng mau sedikit ‘berkicau’ seputar hal ‘menyebalkan’ yang sering terjadi di jalan Raya. 

Seperti yang kita semua tahu, jalan Raya merupakan jalan umum yang boleh digunakan oleh siapa saja tanpa mengenal jenis pekerjaan maupun usia. Jalan Raya, boleh dilalui oleh motor, mobil, bus, sepeda, angkot, taxi, bajaj, dan lain sejenisnya. 

Jalan Raya, diwilayah perkotaan, sangat dikenal dengan udaranya yang berpolusi dan juga yang paling bikin males dan bosen yaitu macet, belum lagi kalau banjir. 
Potret aktivitas di jalan Raya, terkadang ada manusia-manusia, yang menggunakan jalan Raya tidak sebagaimana mestinya, contohnya balapan liar. Neng itu sering sekali menemui hal semacam ini, ketika pagi berangkat kuliah, siang pulang kuliah, ataupun jalan malam. Meskipun bukan balapan liar, tapi yang bernama selip-menyelip adalah hal yang paling neng benci sejagad Raya, tentu saja sesudah macet. Belum lagi kalau selip-menyelipnya antara si mobil dan si motor, yang dimana si mobil kagak mau ngalah sampai mepet-mepet banget ke lawan arah, ditambah suara-suara klakson yang aneh-aneh bunyinya. Neng kadang nanya, kenapa sih makhluk-makhluk ini kepengen cepet-cepetan melulu? Emang dikejar siapa sih? Penagih utang? Kalau terlambat, sama neng juga sering terlambat, tapi seterlambatnya neng masih punya kesadaran kalau keselamatan di jalan Raya itu sangat amat penting. Apalagi ketika ada yang selip-menyelip tadi, entah siapa yang salah ada aja satu pihak yang pake emosi jiwa raga. Kenapa sih? Neng kagak ngerti dunia ini. 
Belum lagi, ada kendaraan yang kagak mau sama sekali “mengalah”, suka berhenti secara mendadak, pasang reting udah deket banget sama mampir atau belok, giliran ditegor dia yang marah-marah, lah ini sebenernya yang salah siapa sih? Mereka adalah angkot dan taxi. Cuman kalau taxi kan lebih elegan, dia gak nyari penumpang, tapi penumpang yang nyari dia. Sedangkan angkot, masih nyari penumpang, itupun terkadang gak di halte padahal jelas-jelas udah disediain halte untuk pemberhentian angkot menaik-turunkan penumpang oleh pemerintah daerah. Tapi mungkin salah si penumpang juga, yang enggak mau ‘sedikit jalan kaki’ jadi si angkot suka berhenti tetiba dan disembarang tempat. Sering banget ini kejadian sama neng, neng klakson sopirnya marah, neng jadi pengen bikin surat sama pemerintah, neng saking kesalnya pernah ngedumel gini “mending angkot ditiadakan aja deh, ganti aja sama bus-bus kecil yang taat aturan, mereka gak mau berhenti kalau kagak di halte, inilah yang neng liat ketika di Yogyakarta, neng jadi pengen pindah kesana 😀

Parah lagi, ada yang salah reting. Maunya belok ke kiri, retingnya ke kanan. Kan kasian pengguna jalan yang dibelakang, ntar kalo kesenggol dikit, yang disenggol sering marah, padahal yang salah duluan dia. 

Belum lagi ada pejalan-pejalan kaki, yang tidak taat aturan. Jalan tidak di trotoar, nyebrang tidak di zebra cross atau di jembatan penyebrangan. Ntar kalau lama banget baru bisa nyebrang, pengguna kendaraan yang disalahin, dikatain kagak mau mengalah. Lah yang salah kan situ? Udah disediain tempat, malah kagak digunakan. Kan semua pengguna kendaraan tau, kalau zebra cross adalah tempat menyeberang bagi pejalan kaki, tanpa kita repot-repot nyuruh stop pun para kendaraan akan berhenti dengan sendirinya. 

Ada juga, masyarakat yang nakal udah disediain tong sampah besar di pinggir jalan Raya, kan emang udah penuh sih, tapi biasanya enggak cuman satu tong sampah yang ada disitu. Udah tau penuh banget masih juga diisiin, kadang sampai keluar batas sampe ke jalan Raya, belom lagi kalau udah gitu ada sampah yang berserakan karena diamburadulkan sama guguk, ihhh jalan Raya pun menjadi kotor dan bau. Neng jadi kepengen lapor beneran sama pemerintah, kalau kagak digubris neng gatel nih pengen turun langsung aja merapikan aktivitas jalan Raya 😀

Selain itu, banyak kasus kejahatan dijalan Raya. Contohnya begal, ditempat-tempat yang sepi. Dan juga masih banyak jalan-jalan tertentu yang gak dikasih penerangan. Udah sepi kagak ada penerangan. Untung kalau ada jalan lain yang lebih layak lewat meskipun jauh, lah kalo kagak ada bisa tamat riwayat kan. 

Banyak banget aktivitas jalan Raya yang selalu kita lihat setiap berada di jalan Raya. Bahkan tanpa kita sengaja, kita pun mungkin pernah menjadi salah satu pelaku yang tidak taat aturan di jalan Raya. Merasa jalan milik sendiri, dan mempergunakannya sesuka hati. Tanpa menghiraukan orang lain yang juga sesama pengguna jalan tersebut. 

Neng sebagai perwakilan dari masyarakat, neng kepengen mengajak masyarakat untuk mengurangi kemacetan, polusi, sampah yang berserakan, dan masalah lainnya. Kita belajar merapikan diri ketika menggunakan fasilitas jalan Raya, ingat jalan Raya bukan milik pribadi yang bisa digunakan sesuka hati. 

Gunakan jalan Raya sesuai jalurnya masing-masing, jangan sering selip-menyelip atau balapan liar, dan lagi jangan berbuat kriminal dengan menebar paku di jalanan. 

Kalau bukan kita yang sadar diri, siapa lagi? Kitapun juga paham bahwa pribadi manusia enggak ada yang mau diperintah atau dimarah-marahi, tapi kalau kita berbuat ulah ya harus tanggung resikonya sendiri. 

Ingatlah, dirumah ada keluarga yang menunggu, belum lagi kalau kecelakaan biaya rumah sakit enggak murah, terkadang ada juga yang pulang tinggal nama. Meskipun situ pake KIS (kartu Indonesia sehat) atau BPJS, tapi tetep aja kan situ sakit enggak sakit bayar perbulan? Kalau berkecukupan sih enggak apa-apa, lah kalau jauh dari kata cukup, lalu berulah dan kecelakaan, siapa yang repot? Jawab sendiri dalam hati ya. 

Neng itu dibilang protes enggak, dibilang nurut aja juga enggak. Neng pun, kalau ada yang kurang sreg sama program pemerintah neng gak gubris, ya hidup aja gitu. Jalanin, kalau suka ikutin, kalau enggak ya biarin aja enggak usah pake tapi ataupun demo. 

Apalagi nih ya, mahasiswa-mahasiswa yang ngedemo di tengah jalan pake bakar-bakar ban, atau diperempatan juga sering. Neng kadang bingung, pemerintah emang kantornya dimana sih? Kok demonya ditengah jalan? Kayak di kota neng, kantor gubernur atau rumah walikota pun, jaraknya lumayan jauh ya dari perempatan, tapi mahasiswa rata-rata demonya di perempatan. Lah? Siapa yang denger tjoba? 😀 eits, tapi neng bukan nyuruh mereka buat demo yah apalagi demo di tengah jalan ataupun di depan kantor pemerintah. Daripada bikin rusuh kagak usah deh ya. Yang bikin kesel itu ya, selesai demo pada kabur bekas bakar ban ataupun sampahnya ditinggal gitu aja, lah gimana pemerintah mau gubris demonya? Kalau situ aja maunya di dengar tapi gak mau mendengar, demonya gede banget tapi sampahnya kagak diberesin. Kira-kira neng ngomong gini bener apa kagak ya? Jangan demo neng ya, neng kan cuma mencurahkan perasaan hati neng berdasarkan logika yang semestinya dan realita yang neng liat. 

Yang paling terpenting dalam hidup neng adalah penerangan di beberapa jalan tertentu. Karena neng pernah mengalami kejadian di copet di tempat sepi penduduk. Untungnya sih kagak di begal. Hal itu sempat bikin neng trauma jalan malam. Neng jadi parno kalau lewat jalan sepi, gak cuman malem tapi siang juga. Pokoknya bahaya banget deh dunia zaman sekarang. Kriminal makin merajalela, nekat banget pelakunya. 

Untuk itu neng menghimbau kepada pemerintah di seluruh Indonesia, jika belum bisa membuat tempat sepi menjadi ramai minimal tolong adakan penerangan ditempat-tempat gelap, gak menutup kemungkinan loh pasti ada warga yang lewat jalan itu. Dan juga, lebih memperbaiki aktivitas jalan Raya yang acakadut. Kadang ada pak polisi pun cuman di pagi dan sore hari, itu doang kendaraan yang rapih, begitu kagak ada pak polisi byarrr amburadul semuanya ingin menguasai jalan Raya sendirian.

Neng tuh berharap banget curahan hati yang ini dibaca ama pemerintah, atau pak polisi deh minimal. Neng pengen banget kota-kota yang ada di Indonesia lebih layak disebut kota dengan keamanan dan kesejahteraan warganya. 

Udah dulu ya, mungkin temen-temen ada yang mau menyampaikan uneg-uneg tentang jalan Raya? Silahkan. Tapi jangan jadi tukang rusuh ya hehe 😀

Ketika Kejujuran Tak Lagi Dihargai

Holla ^^

Assalamualaikum 🙂

di kesempatan kali ini, neng pengen ‘ngeluarin’ uneg-uneg tentang kejujuran, yang sebenarnya udah pengen neng bahas dari awal blog ini terlahir, tapi namanya manusia 😀 kalau banyak yang dipikirin pasti aja ada yang dilupain :D, sekarang baru ingat lagi, karena neng masih berkeyakinan tema ini sangat penting untuk dibahas, tapi jangan sampai memancing kerusuhan 😀

sebenernya, neng udah lama banget tersadar alasan kenapa anak manusia dicap ‘pembohong’. yaitu karena, kejujuran tak lagi dihargai.

dalam kasus ini, sebenernya kita tidak bisa hanya men-judge si tersangka ‘pembohong’ saja, tapi instropeksi diri, barangkali kebohongan itu terjadi karena rasa takut. takut mengutarakan yang sejujurnya, takut ketika tidak dihargai. begitulah manusia, hidup di bawah tekanan rasa takut. neng pun tidak berbeda.

neng pun, juga pernah menjadi tersangka ‘ketidakjujuran’ karena alasan kejujuran tidak dihargai, karena neng takut dimarahi dan dibenci. kalau dipikir-pikir hidup neng miris ya, banyak yang ditakutin, cuma karena alasan tidak ingin menjadi manusia yang mengecewakan.

tentang kasus ini, sering terkait dengan lembaga pendidikan dan juga lembaga pekerjaan, bahkan lingkungan keluarga dan juga masyarakat. menurut neng, yang paling miris adalah di lembaga pendidikan. kenapa banyak siswa yang mencontek pada saat ujian? apakah karena mereka bodoh? tidak. bahkan jika ditelusuri, si pintar pun melakukan hal ini. semua demi apa? nilai adalah jawabannya. nilai adalah ukuran kepintaran. padahal belum tentu. nilai adalah ukuran kemampuan, yang pas-pasan nilainya kadang lebih banyak yang kemampuannya melebihi si nilai tertinggi. begitulah budaya di dunia pendidikan, tidak dilihat jika tidak mendapat nilai yang tinggi, tidak diacuhkan, ketika nilaimu rendah. tidak dikenal guru dan dosen, karena anggapan mereka kamu bodoh. padahal tidak ada yang namanya bodoh di dunia ini. yang ada adalah pemalas. tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah anak yang pemalas. begitulah yang sering diucapkan guru dan dosen neng, tapi pada kenyataannya tetap saja tidak mengubah sistemnya, nilai tetaplah yang menjadi ukuran. nilai adalah segalanya.

neng pernah ada dalam situasi labil. ketika MTS/SMP, neng adalah siswa dan anak yang jujur. bukan memuji diri sendiri, tapi neng memang takut kalau bohong. neng takut dimarahin. ketika MA/SMA neng pun awalnya masih jadi siswa dan anak yang jujur, terutama dalam belajar dan ujian. naik ke kelas 2 SMA, ada satuhal yang membuat neng berubah menjadi tersangka ‘curang’. neng sangat suka belajar dan waktu ujian, neng suka menguji diri sendiri. enggak aneh kan? karena neng mencari kualitas diri. malam ujian, neng belajar dengan cara neng sendiri. keesokan harinya ujian, dikelas neng. si pintar itu selalu saja sombong dan pelit. dan yang paling gak neng sangka adalah dia melakukan kecurangan dengan cara mencontek. ya, dia buat catatan kecil. hal ini seketika membuat neng syok, kesal, marah, dan patah hati. saking patah hatinya, neng buang buku paket ke tong sampah depan kelas. hingga akhirnya neng pun terdorong untuk melakukan hal yang sama, semua karena apa? lagi-lagi nilai. semenjak itu neng sadar, kejujuran tak lagi dihargai. semenjak itu neng jadi suka mencontek. neng kehilangan kualitas diri. neng kehilangan prinsip jujur yang sudah neng tanam bertahun-tahun, karena satu hal, si pintar melakukan kecurangan demi nilai. lagi-lagi nilai yang jadi provokator.

ketika masuk kuliah, awal-awal neng masih melakukan kecurangan itu. tapi suatu waktu neng dapat karma, neng dapat nilai terendah padahal neng udah curang. neng kembali sakit hati, bukan karena dosen yang kiler atau pelajaran yang gak neng pahami. tapi neng sakit hati karena neng tidak jujur. semester berikutnya, ketika ujian akhir semester, neng pernah ada di satu waktu telat datang ujian. walhasil, sama si pengawas yang neng julukin ‘singa’ disuruh duduk paling depan, karena neng telat 30 menit. si singa itu, kerjaannya mondar mandir. neng bahkan gak punya kesempatan untuk lirik sana sini, karena ada kejadian temen neng lirik sana-sini, kertas ujiannya di sobek, dan disuruh keluar. neng gak mau, akhirnya dengan bismillah neng ngerjainnya jujur. pertama kalinya neng kembali menjadi hamba yang jujur. neng gak belajar, neng hanya mengandalkan kekuatan ingatan. ingat apa yang pernah dijelaskan dosen. hasil yang neng dapatkan? pertama kalinya, neng dapat nilai tertinggi karena kejujuran. neng bangga sama diri sendiri. hingga seterusnya neng jujur selalu, alhamdulillah usaha tidak pernah mengkhianati hasil 🙂

ketika neng PPL di sekolah. neng dikenal murid karena sering ngebahas tentang kejujuran. neng gak pernah bosan nyeritain pengalaman neng tentang kecurangan disekolah. Pernah suatu ketika, neng kesal gara-gara ada yang mencontek, gak sengaja neng ngeluarin kata “kalau kamu belajar curang dari sekarang, gedenya mau jadi apa? Koruptor? Asal kalian tau, kenapa ada yang namanya koruptor? Itu berawal dari bangku sekolah, sejak Dini mereka belajar untuk curang”. Kesal tapi ya sadar kalau murid disitu gak bisa dikasih nasihat begitu ada aja yang nyeletuk “mau gimana? Abis nilai selalu jadi ukurannya”. Ya, nilai yang selalu menjadi ukurannya, ukuran kemampuan seseorang tanpa melihat sikap jujur atau tidaknya. 

Dan kenapa harus takut untuk jujur? Padahal kejujuran adalah salah satu kualitas seseorang. 

Jadi, sekarang kan kita sadar dunia memang semakin kejam, kalau jujur kita akan tenggelam. Tapi, apakah salah menjadi 1 orang yang jujur diantara 1000 orang tidak jujur? Kenapa takut? Sekarang kejujuran adalah hal yang langka, seharusnya bangga dong karena sesuatu yang langka, akan selalu dicari-cari. 

Jujur itu memang berat. Tapi kalau udah niat, dan tanamkan prinsip jujur dalam diri, apapun keadaannya, insyaallah bakal selamat. Percayalah, menjadi orang jujur, entah dalam perkataan ataupun perbuatan rasanya lebih membahagiakan. Kenapa harus takut dimarahi? Jika kejujuran akan membawa kita menuju kebaikan, dan kebaikan membawa kita menuju surga? 

Berani jujur itu baik, kalau kamu takut jujur, sampai kapanpun kamu tidak akan menjadi orang yang jujur. Bukankah kamu ingin menjadi orang yang sangat dipercayai oleh orang lain? Kuncinya ya harus jujur, Insyaallah tidak akan mengecewakan hati siapapun. Tapi ingat, imbangi selalu dengan pemikiran yang logis dan jangan bertindak gegabah. 

Salah satu cara membahagiakan diri sendiri adalah dengan melakukan kebaikan, dan kebaikan yang paling berharga adalah sebuah kejujuran, karena jujur itu sangat mahal harganya. Yuk sama-sama belajar lebih jadi orang jujur, jangan takut kejujuran tidak dihargai, itu hanya dimata manusia. Sementara di Mata Sang Pencipta, itu adalah salah satu kebaikan yang akan membawa ke Surga. Siapa sih yang lebih berkuasa di dunia ini?  Sang Pencipta bukan? Percaya sama janji-janjinya aja 😀

Sekian, mungkin kalian ada yang mau ngeluarin uneg-uneg perihal kejujuran?  Neng siap tampung kok hehe,, byeee ^^

Gara-gara ‘katanya’

Holla ^^ neng comeback 🙂 sorry sekarang neng lagi rada sedikit sibuk makanya gak bisa posting tiap hari wkwk, barangkali ada yang kangen? Haha. 

Kali ini neng mau curhat tentang kejadian hari senin, tempo hari. Dengerin yah, ehh baca deng, tapi kalo males lewatin aja tapi jangan lupa tinggalkan jejak 😀

Dua hari yang lalu, tepatnya hari senin (100717) neng dan kawan-kawan kembali ingin ‘mencoba’ ujian komprehensif dengan salah satu dosen yang paling susah, sebut saja pak Z. Masyaallah banget deh pokoknya. 

Seharusnya kami udah selesai ujian komprehensif sejak sebelum lebaran kemaren, tapi bapak yang satu ini sangat susah sekali ditemui. Sebelumnya, hari kamis kami juga mencoba mendatangi beliau untuk ujian tapi, kami dapat pemandangan yang bikin usap dada. 

Gimana gak usap dada. Pak Z (cerita bapaknya) beliau adalah tipe yang paling ‘males dihubungin mahasiswa dari rumah’. Beliau maunya kami datangin beliau langsung. Nah kan karena kepengen ‘cepat kelar’ segala-galanya, kami jabanin dan yang sejauh-jauhnya juga datang, karena bapaknya gak mau kalau berkelompok yang ujian sendirian. 

Sesampainya di kampus, berharap bisa ujian kamis ehh dapet pemandangan yang bikin nangis, sungguh hidup ini sangat miris. 

Pemandangan mirisnya, pak Z turun dari lantai 2 bawa koper. KOPER! guys, itu berarti bapaknya gak akan ada di Kota selama beberapa hari kedepan. Pupus sudah, harapan kami cepat kelar. 

kenapa?  Kami udah lelah belajar, dari masuk sampai gak masuk lagi, dari paham sampai ga paham lagi, dari rajin sampai malas lagi, dari semangat sampai menyerah kembali, ujung-ujungnya buku cuma diliatin atau dianggurin doang lebih milih nonton atau chat sama temen lain. 

Setelah 5 menit, neng dkk tidak mengomel itu tidak mungkin, tapi kan siapa yang diomelin? Karena yang diomelin lagi pergi 😀 ya udah kita rencanain lagi hari senin,, 

Setelah hari senin tiba, sesuai waktu yang telah ditentukan, kami berkumpul jam 8 pagi, walhasil neng pagi buta kudu kabur dari rumah dong eh enggak deng jam 7an gitu 😀 sesampainya kembali di kampus, kami dapat kabar bapaknya sedang rapat. Biasa kalau dikampus kami mah hari senin harinya rapat dari pagi sampai siang. Kami pun menunggu sampai jam 11 siang. Lumayan lah 3 jam belajar lagi sambil diskusi. Neng aja udah males belajar karena keseringan diulur waktunya, jadi gak mau masuk lagi apa yang dibaca, so, neng minta diskusi aja. 

Jam 11 lewat 40 menit, akhirnya kami masuk ke ruangan dingin pak Z. Pertama masuk, temen neng yang laki sendiri, disuruh cari sapu buat nyalain AC gitu, tapi karena gak dapet gajadi dingin deh ruangannya. 

Setelah atur-atur tempat duduk, mulailah kami melaporkan informasi yang kami dapatkan, secara berurutan dimulai dengan pembahasan kurikulum 2013. 

Nah disini letak ‘gara-garanya’. 

Jadi, saking semangatnya temen neng yang cowok, dia kelepasan ngomong ‘katanya’. Lalu langsung dipotong bapaknya dong, karena gak boleh kalau menjelaskan informasi pake ‘katanya’ keliatan meragukan, udah kami gugup ditambah dipotong bapak, langsung buyar dan lupa semua yang dipelajari. 

Walhasil, kami disuruh kembali lagi dihari yang lain. Ya Allah, cobaan banget diuji sama pak Z. Lama, lambat, serem. Pengen banget ganti dosen rasanya, tapi kagak bisa jadi ya terima nasip,, 

So, gara-gara ‘katanya’ kami disuruh datang lagi dihari yang lain. Memang ‘katanya’ selalu meragukan, terlebih kalau gak tau siapa yang mengatakannya. 

Temen neng itu baca buku, setelah kami introgasi maksud dari ‘katanya’ itu adalah dari buku. Ooh in aja deh jadinya. 

Dan yang paling nyeremin plus sedikit kesal adalah, pak Z kagak mau bantu kami mengingat satu kata aja yang kami lupa. Ya Ampun, pokoknya karena lupa satu kata, kami disuruh datang lagi di lain hari. Kan sebel yak, bikin patah semangat, akhirnya kami males belajar. Udah mual2 kayaknya baca buku, ya referensi kompre ya referensi skripsi, semua bikin pusing. 

Udah deh, hari ini cuman numpang 100% murni curhatan kok, mungkin ada yang pernah merasakan hal yang sama? 
Bye ^^

Phobia Aneh Yang Mulai Sembuh

Haiiii

Tengah malem nih belom ngantuk, jadi pengen cerita aja siapa tau cepet ngantuk hehe. 

Neng mau cerita tentang phobia aneh yang tumbuh bersama dalam diri neng. 

Sejak 3 tahunan sampe kuliah semester 6, Neng mengidap phobia yang aneh dan gak biasa. 

Biasanya kan kalo phobia itu, ketinggian kek, hewan kek, apa kek, gitu. Tapi neng phobianya sama manusia, iya manusia, terutama le-la-ki. 

Jadi gini, kan sejak kecil neng tuh diasupin ilmu agama terus, lalu semakin neng gede, semakin sering dinasihatin jangan terlalu deket sama lelaki, katanya bahaya. Nah semenjak kata2 itu setiap hari selalu jadi pesen setiap mau berangkat sekolah, jadi di sekolah neng mulai-mulai malu dan ragu berteman sama lelaki. Neng lebih milih temen perempuan, makanya neng banyak temen akrab perempuan, tapi enggak kalo lelaki. 

Faktor juga kayaknya, waktu neng MTS/SMP kan kelas cowo sama cewe itu dipisah, jadi gak gabung, jadi selama 3 tahun gak pernah ngobrol sama cowok, ikut eskul aja neng pilih yang cewenya banyak. 

Karena kebiasaan gak pernah berteman sama cowok di MTS, efeknya itu di SMA. Kan neng di SMA gabung kelasnya sama cowok. Jadi wajar kalo banyak temen cowok yang enggak neng anggep temen karena neng phobia deket deket cowo, waktu itu. 

Waktu itu neng bertanya-tanya sama diri sendiri. Kenapa neng kayagini. Gak pernah berani sampingan sama cowok. Nah terus neng mau tes ceritanya. Bedirilah neng disamping temen cowok di depan kelas. Jaraknya 1 meter sih. Tapi belum ngobrol, neng udah panas dingin, malu, merinding, gelisah, pengen pulang, begitu deh rasanya pokoknya ga enak, ga butuh waktu lama, neng meluk sahabat neng yg cewe. Perasaan neng lebih asik temenan sama cewe. Kalau cowok neng rasa canggung gitu 😀

Begitu, sampe kuliah. Dijaman kuliah, neng ikut organisasi kampus JQH (jam’iyyatul qurro wal huffadz)  disana seru orangnya rame terutama kk seniornya yg cowok suka becanda, yg cewe malah kebanyakan cuek. Neng jadi ga enak, kepengen ngobrol sama yang cowok tapi neng malu. 

Lalu, semester 6. Neng dapet amanah jadi panitia ospek, dipilih jadi salah satu wali kelas. Kan dipasangin tuh sama cowok. Waktu itu neng dapet Ade tingkat, tapi seumurn neng. Dan orangnya aktif banget, ngajak neng ngobrol, ceritakan ketawaan, sejak itu neng mulai sedikit terbuka sama cowok. 

Lalu, pas PKL semester 7, neng ngajar di sekolah yang muridnya itu cowok semua. Awalnya neng malu, karena mereka udah SMA, kan udah gede mereka. Lama-lama ternyata anak – anak itu makin baik dan ngerespon, luluh sudah pertahanan hati ini masuk ke dalam kelas dekat2 murid cowo akhirnya kebiasaan,, 

Lalu, beberapa Bulan lalu, neng KKN. Kan nginap. Otomatis campur dong ya cewe cowo. Selama 2 Bulan dalam 24 jam neng digangguin mulu, sampe akhirnya kebiasa dan rasa malu, gugup, takut, pun mulai menghilang. 

Alhamdulillah, neng mau ucap syukur. Akhirnya setelah bertahun-tahun phobia itu mulai sembuh. Dan sekarang neng udah mulai pede kalo ngobrol sama temen lelaki. Makasih semua temen cowo yang udah ngajak neng banyak ngobrol, banyak ngajarin neng ilmu2, banyak ngajak neng sharing, bahkan ada juga yang ngajarin neng masak, makasih ya, miss kalian. Semoga selalu sukses kedepannya. 

So, phobia itu semakin kita turutin dia gak akan pernah sembuh. Sekali-kali belajar untuk melawan penyakit aneh itu. Lalu, biasakan selalu. Insyaallah kita akan bisa menyembuhkan phobia itu karena terbiasa melawan phobia itu. Lagian, kenapa sih phobia dipelihara? Dia bukan sesuatu yang penting. Justru menurut neng itu adalah hal yang mengganggu dalam hidup neng. 

Adakah kalian yang pernah mengalami / sedang mengalami phobia aneh seperti neng? Kalo ada coba mulai sekarang pasang niat buat nyembuhin itu phobia, lalu belajar untuk gak manjain phobia itu. Memang awalnya harus dipaksa, karena kalau tidak selamanya gak akan sembuh. Apalagi phobia ini menyangkut masa depan. Gimana bisa nikah kalo phobia sama lawan jenis? Ya kan 😃

Dalam hidup, sebagai manusia kita punya rasa malu terhadap lawan jenis itu wajar. Tapi jangan sampai berlebihan ya. Apapun jenis phobia yang kamu alami, belajarlah untuk menyembuhkan itu. Karena phobia itu menurut neng adalah suatu hal yang mengganggu kehidupan. Oke? Semangat semuanya 👍👍 

Sekian curhatan gak penting neng. Yang penting neng sedikit lega udah ngeluarin uneg-uneg neng 😀

Tentang Persahabatan

Memang, terkadang apa yang kita lakukan demi sahabat, amatlah melelahkan.

namun, itulah yang membuat persahabatan memiliki makna yang indah.

dalam lika-liku perjalanan selama bersahabat seringkali diwarnai dengan berbagai cobaan, namun yakinlah persahabatan sejati akan senantiasa terbentang jalan untuk mengatasi berbagai cobaan bahkan bisa tumbuh dan berkembang untuk mendewasakan kita.

sesungguhnya persahabatan tidak terjalin secara otomatis namun membutuhkan proses yang panjang dan berliku.

persahabatan juga seringkali diiringi dengan nuansa suka duka, dihibur, disakiti, didengar, diabaikan, diperhatikan, dikecewakan, dan sebagainya.

namun, semua itu tentu tak bermaksud untuk menumbuhkan kebencian, tapi itulah ritme suatu hubungan. tak selamanya indah, namun tak selamanya pula diliputi kedukaan. seiring perputaran waktu segalanya silih berganti.

dan ketahuilah, bahwa seorang sahabat juga terkadang harus memberanikan diri untuk menegur kita karena kasihnya, namun terkadang kita salah mengartikan. dalam hal ini, sikap lapang dada amatlah dibutuhkan.

proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan pupuk kesetiaan dan kesabaran.

bagi yang memiliki kepribadian yang mampu saling membahagiakanlah yang akan bertahan.

dan cobalah untuk kita renungi, bahwa memang benar adanya, bahwa semua orang membutuhkan sahabat sejati, namun tak semua orang mendapatkannya.

mempunyai satu sahabat sejati sungguh lebih berharga daripada seribu teman yang mementingkan diri sendiri.

oleh karena itu, ketika kita telah mendapatkan sahabat yang baik dan setia bersama kita dalam menjalani berbagai aktivitas kehidupan, hargai, pupuk, dan peliharalah agar persahabatan tumbuh dan berkembang sepanjang kebersamaan hingga ajal memisahkan 🙂