Jujur Sejak Awal Bertemu

Holla ^^

I’m back again ^^

*ciyeeeeee ketemuan, maksudnya ketemuan sama siapa aja, jangan suudzon dong kagak baek itu mah πŸ˜€*

First Meeting. 

Setiap makhluk hidup yang bernafas, pasti pernah dong mengalami yang namanya pertemuan pertama. Hampir setiap orang ketika janji pertemuan pertama berlangsung, dandan cantik/cakep, pake baju baru atau yang udah lama beli cuman dimesiumkan dalem lemari, beli jilbab baru atau gowes ke salon buat perawatan atau sekedar ganti gaya rambut, beli sepatu baru, beli tas baru, pake aksesoris yang wow, sok-sok kalem dan jaim padahal aslinya berbanding 180 derajat πŸ˜€ ada yang punya temen kayak gini? Atau mungkin ada yang merasa dirinya pernah melakukan ini? Jujur aja gapapa kok πŸ˜€ asal jangan saling menuduh πŸ˜€

Melakukan banyak hal yang berbeda dari biasanya, mengeluarkan banyak uang, semua dilakukan demi pertemuan pertama agar terlihat berkesan dan berkelas πŸ˜€

Lain orang, lain pula aku. Aku yang dulu bukanlah yang sekarang sih judulnya. Kalo aku yang dulu, setiap yang namanya mau meet-up wajib banget tuh yang namanya barang baru πŸ˜€ padahal, kalau meet-up nya sama orang baru, pake barang lama sebenernya bukan masalah, toh dia enggak pernah tau itu udah berapa kali pake karena emang baru pertama liat di pertemuan pertama itu. Jadi apa sebabnya? Sebabnya sih, yang pasti pertama gengsi, kalau baju atau barang kamu udah ga sesuai sama perkembangan zaman, yang kedua malu kalau kamu jadi pusat perhatian bukan karena cantik/ganteng, tapi sedikit berantakan bahkan cenderung aneh dengan tampilan kamu. Dan lagi yang paling gak ekstrim adalah sok kalem dan sok jaim, terutama kalau meet-up nya sama lawan jenis. Beuh, pokoknya semua sikap dan perkataan di manis-manisin dan dilembut-lembutin banget. Padahal aslinya mah pecicilan dan malu-maluin. Lain cerita kalau dari sononya emang udah kalem. *Pengalaman waktu jaman jahiliyah saya ini mah πŸ˜€*

lambat laun, semakin umur bertambah, semakin bisa berpikir jernih, dan menatap cerah ke depan. Semakin sadar, bahwa apa yang pernah dilakukan dulu, merupakan penipuan dalam bentuk kecil yang dilakukan sejak pertama bertemu. Makanya enggak heran ketika udah lama kenal, mereka bilang “kamu beda banget sama yang dulu, yang pertama kita bertemu, aku lebih suka kamu yang dulu”. Lalu, setelah dia merasa kamu berubah, dia pun meninggalkanmu. Jderrrrr, bagai kesambar petir di siang bolong, abang aku yang dulu itu tukang tipu, abang sih sukanya aku yang manis, padahal kan aslinya blak-blakkan banget πŸ˜€

Sebelum aku lanjut, nanya dulu boleh ya, tolong dijawab πŸ˜€ lebih suka orang jujur apa adanya, atau boong dikit ada apanya? πŸ˜‚πŸ˜‚

Kalo neng shazma sih dari zaman masih dalem perut mama tercinta udah demen banget sama orang jujur, makanya kalo ada orang yang gak jujur, ya neng senyumin aja, kalo udah gedeg ya neng tinggalin ngapain dipertahanin ye kan? 

Nah, so far so good. Aku ngerasa kalau kejujuran itu adalah hal yang sangat amat penting sekali dalam sebuah ikatan hubungan. Entah itu hubungan keluarga, temen, ataupun percintaan. Kalau diawali ketidakjujuran dari awal, berarti dari awal hubungan itu cacat. Don’t judge me. This is my opinion. Keep calm and sit down, please πŸ˜‚πŸ˜€.

Makanya, aku pikir daripada udah terlanjur happy di awal, nyesel belakangan. Lebih baik, nyesel di awal, happy belakangan. Udah deh, jujur aja tentang dirimu, sikapmu, sifatmu, perkataanmu, sejak pertemuan pertama. Urusan ilfil atau enggak terserah mereka. Kalau mereka ilfil ya berarti kamu beda kasta dalam hal pertemanan sama mereka, tapi kalau mereka tetap mendekati kamu, itu berarti kamu adalah type teman yang sangat diinginkan, bahkan akhirnya kamu menjadi sosok yang sangat dikangenin ketika enggak ada. Dikangenin karena semua kekonyolan kamu. 

Nah, hal selanjutnya, yang bikin suatu hubungan itu awet, apapun jenis hubungannya, bukan hanya sekedar selalu bisa diajak jalan kemanapun, tapi karena kamu adalah sosok pendengar yang baik. Pendengar yang baik, tidak hanya mendengarkan dengan baik, tapi dapat memberi solusi jika itu adalah sebuah masalah, dapat memberi saran jika itu adalah suatu pilihan, dapat memberikan komentar, jika memang harus. Karena sejatinya, setiap manusia punya sifat selalu ingin di dengar orang lain. Tapi jangan sampai sebarkan curhatan aib mereka kalau tidak mendapat ijin, itu adalah hal yang dapat menghancurkan hubungan baikmu, jika itu kamu lakukan. 

Kemudian, adalah kepercayaan. Yeah, kalau kamu mau hubungan baikmu terjalin dalam jangka waktu yang lama, kamu harus saling menjaga kepercayaan. Jangan saling mengkhianati, karena itu akan membuat kecewa sehingga banyak dari mereka susah memberimu kepercayaan yang utuh seperti awal lagi. Adanya iri, cemburu, dan curiga, dalam suatu hubungan adalah hal yang wajar. Karena kodratnya manusia punya sifat ego yang “harusnya aku saja” yang terkadang susah untuk dikontrol. 

Yang terakhir adalah, pakai hati pakai otak. Kalau cuma pakai hati yang ada baper melulu. Kalau cuma pakai otak yang ada emosi melulu. Jadi, dalam membina suatu hubungan baik, sangat direkomendasikan seimbangkan pikiran dengan perasaan. Jangan cepat baper apalagi emosi. Tidak baik untuk kesehatan πŸ˜‚πŸ˜€πŸ˜€. Ketika hati dan otak seimbang dan sejalan, kamu akan menjadi pribadi yang bijak dan cerdas dalam menyikapi segalanya, terutama permasalahan yang ada. Tau kan, semakin kesini dunia semakin kejam, dan lagi tindak kriminal juga semakin merajalela, itu semua karena mereka tak pakai otak dan tak pakai hati ketika ingin melakukan sesuatu. Bener? 

Setiap orang yang ditakdirkan bertemu, tidak hanya tertakdir untuk dipisahkan kembali. Melainkan, untuk saling belajar dengan kelebihan masing-masing, dan melengkapi dari kekurangan masing-masing. Untuk terbinanya suatu hubungan baik. Saling jujur dan menjaga hati untuk tidak menyakiti perasaan masing-masing merupakan kunci utama dari suatu hubungan tersebut. 

Jadi, apa kesimpulan dari tulisan panjang ini? Kesimpulannya adalah, dalam mempertahankan hubungan baik ada beberapa point yang perlu kamu lakukan diantaranya adalah kejujuran, apa adanya, menjadi pendengar yang baik, saling percaya dan pakai hati pakai otak dalam melakukan sesuatu. Dan ada satu tambahan point juga, yaitu berani mengakui kesalahan. Jangan diumpetin sendirian, karena masalah yang dipikul sendiri akan terasa berat ketimbang dipikul bersama πŸ˜€.

Entahlah, apakah ada hal baik yang bisa kalian ambil setelah membaca tulisan ini? Jika ada, alhamdulillah, dan jika memang tulisan ini menginspirasi apalagi sampai bisa merubah orang lain menjadi sosok yang lebih baik, aku akan sangat bersyukur kepada Allah. Tapi, jika tidak ada satu hal pun yang baik, berarti tulisan ini hanyalah sharing biasa saja. Karena sejatinya, sesuai dengan slogan di blog ini, apapun yang aku pernah alami, dan rasakan selama hidupku, akan aku bagikan, entah itu berupa pengalaman ataupun pemikiran. Karena dengan berbagi itulah aku merasa bahagia. 

Dan lagi, aku bukanlah seseorang yang bisa merangkai tiap paragraf sehingga menjadi artikel yang baik. Aku menulis, murni memang meluncur seperti itu dari otak, hati, dan mulut, gak beraturan bahkan kadang kebolak balik, bisa juga enggak nyambung. Tapi yang pasti aku hanya ingin bilang, beginilah aku yang sebenarnya. Apa adanya. Aku minta maaf karena tidak bisa menjadi seorang yang seperti kalian harapkan. Semua perkataanku yang ada tertulis di blog ini, susunan kalimatnya pun, jika kalian bertemu langsung denganku, akan sama persis seperti susunan tulisan di blog, random dan semrawut, yang terpenting kalian mengerti maksudnya. Dan aku berterimakasih, banyak teman-teman yang memberi saran dengan baik tentang caraku menulis, tapi bagiku susah sekali merubahnya, mungkin inilah ciri khas aku. Random sekali. Dan berantakan. 

Satu lagi, semoga kalian enggak bosan ya baca setiap tulisan aku, yang ujung-ujungnya curhat lagi, curhat lagi. Karena jika tidak di blog ini dan Allah, dimana lagi aku menuangkan semua pemikiran aku yang gak berguna ini. Sekian teman-teman ^^… sampai berjumpa di curahan otak dan hati, neng shazma yang selanjutnya ^^

Advertisements

6 thoughts on “Jujur Sejak Awal Bertemu

  1. ah elah ngomongin hubungan hihihi

    ngomong2 soal ketemuan pertama kali, aku pernah dulu kenalan di twitter janjian ketemu udah allout banget kan mo ketemuan.. pas ketemu orangnya seru buat dijadiin temen (padahal aku ngarepnya jadi cowokku) dan sampai skarang kita masih sahabatan..

    Liked by 1 person

    • Ciyaaa elaaaa πŸ˜€πŸ˜€ ehhh tapi mending jadi sahabat, enggak ada putusnya, mau ketemu sampai kapanpun bisa, timbang jadi cowok, ntar putus, kan belom tentu bisa ketemu lagi,,

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s