Tentang Persahabatan

Memang, terkadang apa yang kita lakukan demi sahabat, amatlah melelahkan.

namun, itulah yang membuat persahabatan memiliki makna yang indah.

dalam lika-liku perjalanan selama bersahabat seringkali diwarnai dengan berbagai cobaan, namun yakinlah persahabatan sejati akan senantiasa terbentang jalan untuk mengatasi berbagai cobaan bahkan bisa tumbuh dan berkembang untuk mendewasakan kita.

sesungguhnya persahabatan tidak terjalin secara otomatis namun membutuhkan proses yang panjang dan berliku.

persahabatan juga seringkali diiringi dengan nuansa suka duka, dihibur, disakiti, didengar, diabaikan, diperhatikan, dikecewakan, dan sebagainya.

namun, semua itu tentu tak bermaksud untuk menumbuhkan kebencian, tapi itulah ritme suatu hubungan. tak selamanya indah, namun tak selamanya pula diliputi kedukaan. seiring perputaran waktu segalanya silih berganti.

dan ketahuilah, bahwa seorang sahabat juga terkadang harus memberanikan diri untuk menegur kita karena kasihnya, namun terkadang kita salah mengartikan. dalam hal ini, sikap lapang dada amatlah dibutuhkan.

proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan pupuk kesetiaan dan kesabaran.

bagi yang memiliki kepribadian yang mampu saling membahagiakanlah yang akan bertahan.

dan cobalah untuk kita renungi, bahwa memang benar adanya, bahwa semua orang membutuhkan sahabat sejati, namun tak semua orang mendapatkannya.

mempunyai satu sahabat sejati sungguh lebih berharga daripada seribu teman yang mementingkan diri sendiri.

oleh karena itu, ketika kita telah mendapatkan sahabat yang baik dan setia bersama kita dalam menjalani berbagai aktivitas kehidupan, hargai, pupuk, dan peliharalah agar persahabatan tumbuh dan berkembang sepanjang kebersamaan hingga ajal memisahkan 🙂

Save The Word ‘Terserah’

Akang : Neng, mau makan dimana?

Neng : (mikir lama) eummmm… ter-se-rah.

Akang : terserah ya? oke.

*setelah sampai di warung makan, dan pesanan makanan sudah datang, si Akang sibuk dengan makanan sementara si eneng manyun*

Akang : neng, gak dimakan?

Neng : gimana mau makan, seafood semua, neng kan alergi.

Akang : oh~~.

Holla….

Assalamualaikum, Neng Comeback Again 😀

Neng mau tanya dulu bole ya? ^^ sepanjang hidup kalian, pernah kagak sih denger orang selalu aja nyebutin kata paling nyebelin dan berbahaya di dunia “terserah” ketika diberi pilihan? atau mungkin kalian adalah salah satu orang yang pernah bahkan sering ngucapin kata keramat itu? 😀

kenapa neng bilang, “terserah” adalah kata paling nyebelin dan berbahaya di dunia? karena kata itu kadang bikin bingung lawan bicara, sehingga si lawan bicara menyimpulkan hal yang menurut mereka paling pas, akhirnya terjadilah kesalahpahaman maksud terhadap kedua belah pihak, maksud si eneng terserah itu begini, eh maksud si akang terserah itu begono 😀 buahaya banget kan, satu kata bisa bikin kesesat ini mah 😀

“terserah” meskipun nyebelin dan berbahaya, tetep aja semua orang demen ngucapin ini, heran sih sebenernya. kebanyakan. yang paling sering jadi pelaku dalam ngeluarin kata keramat ini adalah makhluk hidup yang bernama “wa-ni-ta”. *iya-iya, neng ngaku, neng juga salah satunya yang sering ngucapin ini kata. *sembunyi dibalik pohon*

kenapa?

neng sendiri, sering ngucapin kata ini karena neng lagi dalam keadaan “bad mood” atau males ngomong panjang, atau lagi malas banget menghadapi pilihan. eneng maunya yang simple aja gitu. tapi, akibat dari kata terserah yang neng ucapin itu, terkadang orang-orang jadi salah maksud, dan hasilnya jadi gak sesuai sama maunya si neng.

nahloh. kalo udah gini, pasti bakal nyalahin orang dengan kata-kata andalan. “dasar enggak peka”. biasanya yang paling sering jadi korban adalah makhluk hidup bernama “le-la-ki”. *puk, puk, sabar ya, kalian harus lebih mengerti bahasa wanita 😀

dalam hidup kan, yang namanya tawaran dan pilihan pasti selalu aja datang menghampiri. nah, jangan sampai lah kita ngeluarin kata terserah. bukan hanya ditujukan pada kaum hawa, tapi juga pada kaum adam, karena tidak menutup kemungkinan, kaum adampun ada juga yang pernah mengucapkan kata ini, terutama ketika sedang tersulut api emosi 😀 om eneng sering soalnya, makanya tau 😀

dan lagi. kata terserah juga dapat memicu keributan yang berefek pada pertengkaran dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.

so, ketika diberi tawaran atau pilihan, berpikirlah pilihan yang baik, berikan jawaban yang pasti. jangan sampai mengucapkan kata terserah, yang membuat orang lain merasa kesal dengan jawabanmu. kita sendiripun, ketika memberi tawaran atau pilihan kepada orang lain, pasti maunya jawaban yang pasti kan? jika orang lain menjawab dengan kata terserah, pasti kesel kan? rasa pengen nabok aja kan ya 😀

kan semakin kesini, kita tau. neng juga gak ada bosennya ingetin hal ini. kalau semakin kesini dunia ini semakin kejam. maka dari itu, sebagai manusia kita juga harus banyak belajar supaya semakin pintar dan cerdas. belajar perlahan untuk menghilangkan kebiasaan kita dalam mengucapkan kata “terserah”. neng tau dan sadar, karena neng juga sedang menjalaninya. berubah menjadi lebih baik itu gak gampang dan gak bisa instan. dan yang paling penting adalah banyak godaan, wajib banget emang yang namanya tahan mental.

ada satu kalimat pepatah yang neng inget. kita bisa karena terbiasa. ya, kalau kita memang niat ingin berubah lebih baik, memperbaiki diri, sikap, sifat, serta tutur kata. kita harus membiasakannya. harus rutin dan konsisten dalam melakukannya. walaupun dalam kenyataannya, ngomong doang selalu lebih gampang daripada melakukan, tapi kita harus berusaha, menghilangkan sikap maupun tutur kata yang menjadi kebiasaan tidak baik yang sudah dipelihara sejak lama.

pelan-pelan tapi pasti. belajar dan biasakan untuk memberi jawaban yang pasti. belajar untuk merubah kata “terserah” menjadi “jawaban pasti”. biasakan terus menerus. karena dengan terbiasa melakukan itulah kita menjadi bisa. neng pun, sebagai manusia sama seperti anda-anda semua, punya kekurangan yang amat sangat banyak. neng juga bukan manusia sempurna. neng banyak melakukan kesalahan. neng sering bikin orang lain kesal dan marah. tapi neng bertekad, selanjutnya neng ingin membuat orang-orang, terutama yang berada disekitar neng, bahagia dengan kehadiran neng. maka dari itu, neng pun sekarang sedang belajar merubah kata “terserah” menjadi jawaban pasti. yuk kawan semua, kita sama-sama menjadi lebih baik ke depannya.

sekian curhatan (?) panjang neng Shazma, kali ini. jujur ya, neng setiap ngeposting gak pernah ditentuin mau ngebahas apa. semuanya serba tiba-tiba. apa yang neng rasakan, lakukan, lihat. kalau menurut neng perlu untuk dibahas, ya bakal neng tulis semua uneg-uneg neng disini. kalau kalian gimana nih pendapatnya tentang kata keramat “terserah” mungkin bisa berbagi pengalamannya di kolom komentar, silahkan 🙂

bye bye 🙂