Akhir yang Menjadi Awal

Menyelesaikan studi sarjana bukan berarti perjuangan selesai. Sejatinya yang bernama berjuang tidak akan pernah ada akhirnya ia akan terus berlanjut selama kau masih hidup. Tugas kita adalah dalam menjalaninya jadilah orang yang baik dan jujur, perduli kepada orang disekitar kita, dan sadar bahwa kita tidak bisa sukses dengan sendirinya, pasti ada bantuan orang lain. Dengarkan setiap nasihat dan kritik mereka lalu analisa mana yg membuat semangat mana yang membuat down. Serta jangan sampai sombong dan kepo yang terlalu ikut campur dalam setiap perjuanganmu. 

Akhir dari segala sesuatu yang telah kita lewati bukan berarti suatu penyelesaian yang benar2 berakhir. Justru ini saatnya kita membuka lembaran baru, menjadi orang baru, dengan nama dan tugas yang baru. Menjadi lebih bermanfaat dan bertanggungjawab terhadap tugas-tugas yang diberikan. 

Menyelesaikan satu tugas besar dengan sukses bagaikan menyelesaikan suatu misi yang luar biasa. Mendapatkan hasil yang membuat bangga dosen pembimbing adalah suatu kehormatan terbesar terlebih ketika tawaran menjadi tim pengembang mutu disebutkan rasanya suatu kehormatan dan kebahagiaan yang berturut2 terjadi. 

Segala kesulitan dan keluhan yg selama ini dijalani, rasa lelah dan bosan yang terus ada dan hampir membuat menyerah hilang seketika berganti dengan kebahagiaan. Seperti ini ternyata rasanya lulus sarjana. Tidak bisa digambarkan dengan kata2.

Lulus sarjana sangat berbeda dengan kelulusan saat SMA. Jika dulu, setelah lulus masih ada pikiran yang kekanakan dan konyol, sekarang saatnya untuk belajar serius menata masa depan. 

Kembali zaman kelas 3 aliyah. Saat itu, masih bingung memilih pilihan yang tepat, antara sarjana hukum, sarjana psikologi, dan sarjana pendidikan. Memikirkannya dalam waktu yang lama. Akhirnya setelah memperhatikan dunia ini, neng memilih untuk menjadi sarjana pendidikan. Tentang hukum dan psikologi neng hanya sharing kepada teman2 dari fakultas2 tersebut. 

Intinya, dalam menjalani hidup dan menghadapi berbagai perjuangan yang berarti memang harus menjadi orang yang super sabar, dan tenang. Yang terpenting adalah bagaimana kita perduli kepada orang lain. Terkadang sesuatu yang tidak penting untuk dibicarakan memang sangat membosankan, tapi bertahanlah dan bersabarlah, dengarkan saja mereka meskipun itu tidak ada yang penting. Tunjukkan bahwa kita perduli kepada mereka dengan menjadi pendengar yang baik. Itulah salah satu strategi yang neng gunakan dalam mengambil hati dosen2 dan berhasil dekat serta dikenal dosen2.

Sabar dan jujur memang tidak mudah untuk dilalui banyak godaan yang menguji usaha kita. Namun, sesuatu yang sulit tidak akan selamanya sulit, suatu saat ia akan berbuah manis, begitupun sebaliknya. 

Dan yang terpenting adalah jangan pelit ilmu, ajarkan kepada mereka apa yang kamu tahu, percayalah itu tidak akan membuatmu bodoh dan rugi. Bukankah salah satu pahala yg akan terus mengalir meski kita sudah meninggal adalah ilmu yang bermanfaat? 

Saling berbagi apa yang dijalani, dirasakan, dan dilihat kepada orang2 disekitar adalah sesuatu yang sangat membahagiakan, karena bagi neng bahagia itu salah satunya adalah dengan berbagi, meski bukan Harta yang paling penting adalah menunjukkan sikap bahwa kita perduli dan tidak mengabaikan mereka. 

Akhirnya berjuta terimakasih neng layangkan kepada Allah SWT., orangtua yang tidak ada henti2nya mendukung dan mengingatkan menjadi manusia yang sabar, sahabat2 yang selalu ada dari awal hingga akhir dalam suka dan duka, teman2 yang selalu memberikan suntikan energi semangat dan motivasi, kritikan dan nasihat, demi diri ini agar lebih baik, dosen2 dan guru2 yang sabar membimbing dan mengajarkan begitu banyak ilmu yang bermanfaat. Terimakasih sudah memarahi saya selama ini, dan ternyata marah itu bukan berarti mereka benci tetapi rasa sayang dan Cinta agar menjadi sosok manusia yang kuat dan berkualitas, thankyou so much 😘

Advertisements