Semua Butuh Proses

Assalamualaikum ^^

Hola ^^

Dalam hidup, nggak ada sesuatu yang dijalani didapatkan dengan instan. Untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa, semua butuh proses. Untuk menjadi orang terkenal, pun semua butuh proses. Untuk mendapatkan kesuksesan pun, semua butuh proses. Butuh Usaha. Butuh kerja keras. Butuh kesabaran. Dan Konsistensi. Bahkan, mie yang jargonnya instan saja, harus melalui proses di masak terlebih dahulu, agar lezat ketika disantap. Apalagi hidup kita, yang tidak ada cap instan sejak awal hadir ke dunia.

Proses adalah upaya, cara, usaha, dan jalan untuk mencapai segala sesuatu. Ada proses yang panjang, ada pula proses yang pendek. Namun, segala proses yang sudah dilalui pun tentu nggak gampang. Oleh sebab itu, baik panjang atau pendeknya sebuah proses, banyak atau sedikitnya suatu cara, besar atau kecilnya segala upaya, mulus atau tidaknya sebuah jalan, apapun sebutannya harus kita hargai. Kalau orang lain belum bisa menghargai setiap proses yang kita jalani, setiap karya yang kita hasilkan, setiap prestasi yang kita ukirkan, minimal kita sendirilah yang harus menghargai diri kita sendiri, proses yang tadi kita jalani. Karena dengan menghargai kita akan mengerti betapa tidak mudahnya sebuah perjuangan.

Dalam sebuah proses yang dicoba perbaiki pun, belum tentu semuanya suka, pasti duka lara juga ikut berperan di dalamnya. Selagi masih bisa berjuang, jangan pernah menyerah untuk mencoba hal yang baru. Jangan takut gagal terhadap suatu hal. Karena gagal adalah guru yang mengajarkan kita untuk berproses menjadi manusia yang lebih baik lagi. Ketika sekolah, jika salah menulis mungkin tulisan tersebut dapat di hapus. Tapi, dalam menjalani kehidupan, janganlah menghapus setiap hal yang tidak menyenangkan, biarkan saja, karena suatu saat kita akan membutuhkan kenangan tidak menyenangkan itu, untuk menjadi pembelajaran agar tidak terulang lagi di masa mendatang, sehingga menjadi manusia yang lebh baik, pun dapat kita lakukan.

Dulu dan sekarang tidaklah sama. Dulu dan sekarang pasti berbeda. Karena apa? Karena ada proses yang sudah kita lalui sebelumnya.

Dalam hidup neng, paling excited, paling happy, kalau sudah pegang microphone. Aneh gak ya? semoga enggak hihi. Sejak kelas 1 SD neng sudah dilatih terbiasa memegang microphone. Awalnya, neng gugup, nangis, malu, karena nggak PD dilihat banyak orang, nggak terbiasa menjadi pusat perhatian. Bahkan sempet kabur yang berakhir, sampe rumah langsung diceramahin, karena di anggap bikin malu. Ketika masuk di SMP, sering lihat teman seangkatan dan juga kakak kelas yang dengan senangnya memegang microphone tanpa gugup sedikitpun. Dulu, neng tuh punya mental kerupuk, dimana saat nggak ada orang atau di depan kaca lagi latihan itu PDnya kebangetan, sedangkan saat dihadapan orang banyak, neng jadi ciut, gugup dan takut. Makanya, dulu nggak pernah berhasil setiap pegang Mic.

Lambat laun, neng mulai duduk di bangku SMA. Neng ngeliat di lingkungan rumah neng, anak mudanya jarang banget bisa di andelin. Setiap yang pegang Mic selalu kakek-kakek atau nggak nenek-nenek. Neng jadi kasian, karena udah getar-getar di atas panggung. Akhirnya, muncul keinginan untuk berani pegang mic, cuman neng nggak ngerti harus mulai darimana. Sampai suatu hari di sekolah, ada kakak kelas yang udah cantik, pinter, lancar banget lagi kalo udah pegang mic, yang akhirnya neng tau kalau kakak ini adalah pembawa berita di salah satu stasiun TV lokal di Kota Neng. Pelan-pelan neng berkenalan sama kakak itu, namanya kak Ayu. Neng juga waktu itu masih malu-malu, kalau nanya pun hanya berani sekali tiap ketemu. Sampai suatu saat, kak Ayu dan neng ada di satu ruang yang sama, ternyata kak Ayu lagi ngerjain tugas. Abis ngumpulin keberanian, neng pun mulai bertanya-tanya banyak hal, yang pasti tentang rasa percaya diri terutama. Kak Ayu pun banyak memberikan pencerahan dan pengarahan buat neng, gimana tampil baik di hadapan orang banyak. Apa yang disampaikan Kak Ayu neng coba satu persatu di rumah. Intinya, Kak Ayu pernah bilang kalau kita dikasih kesempatan untuk tampil di muka umum, coba saja. Nggak ada yang salah dengan mencoba, justru dari situ kita belajar. Dan ketika tampil usahakan tampilkan yang terbaik, jika ada salah di penampilan berikutnya bisa diperbaiki. Untuk jadi profesional butuh proses. Kak Ayu juga nitip pesan, katanya aku harus selalu bersyukur sama Allah dan orang yang memberikan amanah, karena kesempatan itu belum tentu datangnya dua kali. Siapapun yang ada di depan, juga harus kita hargai. Karena, ketika kita bisa menghargai orang lain, orang pun juga akan menghargai kita.

Pesan dari Kak Ayu selalu neng inget dan praktikkan, neng juga banyak beli buku karena kata Kak Ayu banyak membaca juga salah satu komponen Percaya Diri. Akhirnya, ketika di bangku kuliah neng mulai berani untuk bicara di depan umum. Awalnya, dari bertanya baik kepada dosen atau kepada teman ketika presentasi, mulai presentasi sendiri, sidang skripsi, sampai ketika bekerja neng juga masih belajar tampil di depan umum, itulah kenapa neng memilih menjadi guru agar terbiasa berbicara di hadapan orang banyak, sampai akhirnya neng sering di kasih kesempatan menjadi Pembawa Acara baik di lingkungan rumah, maupun di sekolah. Terimakasih kesempatannya. ^^

Itulah yang disebut proses. Adanya proses menunjukkan bahwa kita sedang berkembang. Jangan pernah malu untuk bertanya. Jangan pernah berhenti untuk belajar. Jangan pernah berhenti untuk selalu ingin tahu. Jangan pernah menyerah ketika kegagalan sedang menghampiri. Jika kita tidak berproses, kita tidak akan mampu mengejar orang lain, hanya diam ditempat dan sendirian sangatlah tidak nyaman. Sementara, kita punya banyak impian, dan diantaranya ada mimpi yang sangat diharapkan menjadi kenyataan. Percayalah, mimpi hanya akan menjadi mimpi jika kita hanya diam ditempat tanpa berusaha untuk mewujudkannya. Percayalah, pada setiap kesempatan yang diberikan. Gunakan waktu sebaik mungkin. Jadilah bermanfaat untuk orang lain. Karena jika sukses yang bangga bukan hanya diri kita, tapi kedua orang tua dan Daerah kita juga akan bangga. Terus semangat para pejuang muda. Jangan pernah berhenti untuk belajar, teruslah bermimpi, dan berusahalah untuk menggapai segala impianmu.

Sekian, semoga bermanfaat dan menginspirasi ^^

Iklan

2 thoughts on “Semua Butuh Proses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s