Lika-liku Kehidupan

Hidup penuh liku-liku

Ada suka ada duka

Semua insan pasti pernah merasakannya

Jalan hidup rupa-rupa

Bahagia dan kecewa

Baik buruknya sudah pasti ada hikmahnya

Susah senang datangnya silih berganti

Bagai roda-roda yang terus berputar

Hadapilah resapilah hidup ini

Jangan terlena jangan putus asa

Assalamualaikum ^^

Hola ^^

Apa kabar semuanya, sehat ? Alhamdulillah ^^

Hidup yang kita jalani, apapun yang akan kita hadapi, semua sudah digariskan, sudah ditentukan, sudah ditakdirkan oleh Sang Pencipta. Bagaikan sebuah roda yang berputar, kadang bertemu suka, kadang bertemu duka, semuanya silih berganti. Karena hidup adalah ujian, entah itu dalam suka maupun duka, semua ada ujiannya masing-masing.

Kenapa harus ada ujian?

Tidak lain dan tidak bukan, tentu saja untuk menguji iman setiap manusia. Ketika diberikan suka apakah dia bersyukur terhadap kebahagiaan itu, dan ketika diberikan duka apakah dia bersabar dengan setiap permasalahan yang ada?

Lika-liku Kehidupan. Banyak sekali. Hidup yang kita jalani, semua adalah takdir ALLAH, tapi anehnya manusia selalu saja hobi mengomentari hidup sesama, padahal kita menjalani hidup masing-masing. Semua punya tujuan hidup masing-masing. Tapi neng yakin tujuan terbesar adalah mencari ridha Allah untuk menggapai surga.

Sifat manusia itu, suka mengomentari kehidupan orang tapi marah ketika hidupnya dikomentari. Sering tidak mau menghargai orang lain tapi selalu minta untuk dihargai. Seakan dalam hidup ini, yang terpenting hanya dia, dia, dan dia. Dia nggak peduli apa perasaan orang lain. Dia nggak mikirin kalau orang lain juga punya hati. Yang terpenting adalah bagi dia, dia selalu mendapatkan tapi enggan untuk memberikan. Padahal, manusia yang mulia, manusia yang baik, adalah manusia yang bertakwa, manusia yang suka memberi, tanpa mengharap imbalan.

Sifat manusia juga ada yang “tukang pemberi harapan palsu”. Emang iya neng? Iya banget. Kok bisa? Padahal ana udah merasa jadi manusia paling jujur loh neng, kok ente bilang manusia itu sifatnya tukang PHP? Ohh… berarti anda tidak sadar, anda lupa atau anda tidak merasa pernah seperti ini?

Ketika diberi kesusahan, semua berlomba-lomba berdoa, beribadah mendadak rajin, semua yang dilakukan inginnya terbaik saja di mata Sang Pencipta. Persis seperti orang kampanye. Minta ini minta itu. ” Ya Allah… jika kau selesaikan masalahku aku janji akan ini aku janji akan itu…. “. Ketika diselesaikan masalahnya oleh Allah, apakah dia ingat melaksanakan janjinya? Belum tentu. Tidak semua ingat. Tidak semua yang berjanji ditepati. Ada yang pernah begini? Kalau pernah, inilah yang neng sebut tukang pemberi harapan palsu. Janjinya manis sekali. Allah beri kesedihan, dia datang mengadu bahkan berjanji yang baik-baik. Ketika diberi kebahagian eh dia lupa sama janjinya. Begitu seterusnya. Sampai tua baru dia ingat. Iya kalau panjang umur. Kalau enggak?

Manusia juga kadang lupa untuk bersyukur. Sepertinya, susah sekali mengucap rasa syukur itu. Bawaannya, apapun yang terjadi maunya mengeluh aja. Gimana mau hidupnya nikmat kalau selalu mengeluh? Contoh. Di indonesia, Allah berikan 2 musim. Ada musim panas, ada musim hujan. Apapun yang Allah takdirkan untuk kita jalani pasti baik. Baik buruknya ya kita ambil hikmahnya.

Ketika Allah berikan hujan, eh dia mengeluh. Hujan. Banjir. Becek. Macet. Longsor. Jalannya licin. Nggak bisa pergi kemana-mana. Padahal dia tau, kalau hujan itu adalah rahmat Allah. Rahmat adalah kasih sayang Allah. Kasih sayang Allah macem-macem bentuknya. Tinggal manusia aja yang jalaninnya bagaimana. Ketika Allah berikan panas, eh dia juga mengeluh. Panas. Jalan berdebu. Nggak bisa tidur. Dia nggak mikir, ada pekerjaan orang lain yang beruntung di musim panas, dan ada yang di musim hujan. Semua dia keluhkan. Dikasih hujan ngeluh. Dikasih panas, apalagi. Makin mengeluh. Heran. Maunya apa sih? Nanti kalau tiba-tiba Allah kasih hujan air panas, baru deh tau rasa.

Kalau kata orang, manusia itu hobinya menyesal belakangan. Saat melakukan sesuatu yang dia tau kalau itu salah. Dia tau kalau dia melakukan ini akan berakhir dimana. Narkoba. Korupsi. Membunuh. Dan banyak tindak kriminal lainnya. Dia tau kalau itu salah. Tapi dia tetap melakukan. Yang dia peduli adalah, bahagia di saat ini. Dia nggak mikir bagaimana selanjutnya. Bagaimana kalau udah ketangkap. Bagaimana nasib keluarganya. Orang tua. Anak. Istri. Atau suaminya. Kenapa itu semua terjadi? Jawabannya karena pikiran manusia selalu dicampuri oleh makhluk laknat, syaitan. Makanya nggak heran kalau ada yang wujudnya manusia tapi sifatnya syaitan. Astagfirullah.

Manusia emang tempatnya lupa. Manusia emang tempatnya salah. Tapi, kalau sudah tau yang dilakukan salah, jangan ada kata ah terlanjur basah, ya udah mandi aja sekalian. Jangan. Ini bahaya teman-teman. Kalau udah di tahap terlanjur, segera nyalakan lampu kuning di diri kita, apakah setelah ini akan menyalakan lampu merah atau lampu hijau terhadap apa yang dilakukan.

Bahagia adalah hal yang diinginkan setiap orang. Pun dengan kesedihan, semua orang nggak ada yang mau andai sebelum diberi kesedihan Allah bertanya dulu, mau nggak kalau di kasih kesedihan? Pasti semua pada sepakat bilang nggak mau.

Manusia milik Allah, apapun yang akan dilaluinya ya terserah Sang Pencipta. Kapan waktunya bahagia, kapan waktunya kecewa, kapan waktunya di atas, kapan waktunya di bawah. Itu semua pasti terjadi. Sudah ditentukan. Kita sebagai manusia tinggal menjalani saja.

Hidup di dunia ini penuh liku-liku, ada suka terkadang duka. Semua yang bernama manusia pasti merasakannya. Baik atau buruknya ya di ambil hikmahnya saja. Allah berikan bahagia tentu untuk memberikan kita pelajaran tentang bersyukur. Allah berikan ujian dan masalah pun juga untuk memberikan kita pelajaran tentang bersabar.

Hidup itu harus lihat ke depan, tapi sesekali kita perlu lihat ke belakang. Hidup itu jangan cuman lihat orang yang diatas, tapi lihat juga orang yang ada dibawah. Ketika berada diatas, bantulah orang yang ada dibawah. Ingat, jangan mengharap imbalan, kembalikan niat baiknya kepada Sang Pencipta, segala kebaikan yang dilakukan orang lain kepada kita jangan dibalas dengan kejahatan, kalaupun orang lain balas dengan kejahatan, kita balaslah dengan kebaikan. Apapun yang orang lakukan kepada diri kita kembalikan pada Sang Pencipta, cukup ucap di hati sambil berdiri memandang langit yang luas ” biar Allah Yang Balas “.

Karena tanpa bantuan Allah, kita tidak bisa apa-apa. Tanpa campur tangan Allah semua nggak akan terjadi. Walaupun kadang nggak sesuai sama harapan kita, tapi percayalah itu terbaik untukmu. Apapun yang kamu lalui dalam Hidup, suka maupun duka, lika-liku hidup yang bagaimanapun, selalu libatkan Sang Pencipta di dalamnya. Karena hidup Allah yang berikan, kita yang menjalani semua takdir yang ditetapkan, sabar dan syukur selalu jadi kunci utama, terus jalani hidup jangan pernah menyerah dan putus asa, sampai waktunya tiba kita kembali pada Allah.

Hidup itu apapun yang terjadi, jalani takdirnya, nikmati prosesnya, dan syukuri apapun yang diberikan pada kita.

Semangat, kalian mungkin pernah melakukan yang neng sebutin diatas, jangan lupa neng pun juga manusia. Neng pun juga pernah seperti itu. Karena semua yang neng tulis adalah based on true. Berbagi cerita dan pengalaman adalah bahagia yang tiada tara.

Terimakasih sudah membaca ^^

#wisdomoflife #storyofmylife #sharingiscaring #selfreminder #maknabahagia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s