Jangan Percaya Sepenuhnya

Assalamu’alaikum ^^

Hola ^^

Pernahkah kamu merasa kepercayaan yang kamu berikan untuk orang lain dikhianati?

Pernahkah kamu merasa kepercayaan yang kamu berikan dianggap biasa saja?

kalau pernah, kita sama.

Terkadang, diri ini merasa sangat bodoh. Lebih ke bingung sih sebenernya. Antara bodoh atau memang terlalu baik. Padahal, tujuan aku hanya ingin jadi orang baik. Tapi kenapa? ketika percaya pada seseorang nggak semuanya berakhir indah. Ada saja saat-saat kepercayaan itu dikhianati. Dibohongi. Dikecewakan.

Bagaimana bisa orang yang begitu dipercaya ternyata adalah orang yang paling mengkhianati kepercayaan ? Bagaimana bisa justru orang yang paling akrab, paling dekat, paling tau segalanya tentang diri ini, diluar maupun didalam adalah orang yang paling mengkhianati ? Walaupun, nggak semua orang merasa dan memang menjalani hal seperti ini, tapi pasti ada yang pernah mengalami hal ini.

Saat tau kenyataan menyakitkan bahwa kepercayaan yang diberikan telah dikhianati, disaat itu juga hati merasa sangat kecewa. Mau marah, tapi bingung karena dia yang biasa dekat dengan diri.

Manusia itu berbeda-beda karakternya. Ada yang pemaaf, meskipun sudah dikhianati dia tetap percaya pada orang itu. Ada yang pemaaf, tapi setelahnya nggak mau percaya sepenuhnya lagi. Ada juga orang yang butuh waktu untuk bisa sekedar memaafkan dan membangun rasa percaya lagi, dan itu waktunya nggak sebentar. Dan ada juga orang yang bisa memaafkan, tapi setelahnya ” udah, hubungan kita cukup sampai disini, aku harap kamu nggak melakukan hal yang sama seperti kamu lakuin ke aku terhadap orang lain “. Nggak mau lagi berteman. Karena merasa dikhianati. Apalagi, kalau tau dan faham memang sifat orangnya yang suka berbohong. Suka mengkhianati. Memang perlu untuk dipikirkan bagaimana yang terbaik kedepannya untuk kedua belah pihak. Bahkan ada yang lebih parah ” tiada maaf bagimu “.

Kita hidup, mustahil apapun yang kita lakukan nggak dikomentarin sama orang lain. Semua yang kita lakukan, baik atau buruknya selalu aja salah dimata orang lain. Mau maafin dianggap terlalu baik. Nggak maafin dianggap jahat. Jadi serba salah.

Ih, dia kan udah salah. Udah bohongin kamu. Udah khianatin kamu. Udah ngerusak kepercayaan kamu, kok masih aja sih dimaafin? “

” kamu itu bodoh atau baik sih? udah pernah dibohongin. Udah pernah dikhianatin. Tetep aja kamu percaya. Nggak takut dikhianatin lagi? “

” Kamu kok jahat sih. Masa nggak mau maafin dia. Allah aja Maha Pemaaf, masa kamu yang cuma manusia biasa nggak mau maafin dia? berlebihan kamu. “

Kurang lebih seperti itu cuitan para netijen. Seakan apapun yang kita lakukan. Keputusan apapun yang kita ambil. Nggak ada yang bener. Selalu salah aja dimata orang lain. Jadi bingung harus berbuat apa. Padahal hidup kita masing-masing yang jalanin, kenapa orang lain harus ikut mengatur apa yang harus kita lakukan.

Lalu, Apa yang harus dilakukan ?

Kalau menurut aku, kalian boleh setuju atau enggak ^^. Silahkan dengar apapun komentar orang lain tentang apa yang kita lakukan. Tapi, jangan cepat jadi down ketika ada yang berkomentar buruk tentang kita. Komentar baik terima. Begitupun dengan komentar buruk. Jadikan aja pertimbangan, langkah apa yang sebaiknya diambil untuk orang yang mengkhianati itu. Penting memang kita untuk mendengarkan komentar orang lain sebagai bahan kita pun introspeksi diri. Tapi, ada beberapa komentar nggak harus kita pikirin. Karena hidup kita masing-masing yang jalani. Semua orang punya tujuannya masing-masing dalam menjalani hidup. Biarin mereka mengurus dan mengatur kehidupan kita, tapi kita nggak perlu ikut-ikutan mengatur hidup orang lain.

Aku yakin dan percaya bahwa apapun yang dilakukan, keputusan apapun yang diambil, pasti sudah dipikirkan dengan bijak dan sebaik mungkin. Kita pun juga jangan suka mengomentari hidup orang lain. Jangan suka ikut campur sama urusan dan masalah orang lain. Hidup kita masing-masing. Sibukkin diri aja buat nyari bekal buat hidup abadi diakhirat nanti.

Kitapun juga nggak bisa sepenuhnya nyalahin orang yang khianatin kita. Barangkali ada sesuatu hal, yang mana dia terpaksa harus mengkhianati kita. Entah itu untuk kesenangan dia sendiri atau dia nggak mau kehilangan kita juga. Tapi ya, kalau bisa sih lebih baik untuk tidak mengkhianati orang lain. Apapun alasannya.

Kitapun juga, terhadap apa yang orang lain lakukan lebih baik untuk memaafkan, tapi kedepannya jangan pernah percaya sepenuhnya lagi. Karena meskipun dia sudah berjanji untuk nggak mengulangi hal yang sama lagi, siapa yang bisa menjamin dia bakal setia dan nggak akan mengkhianati kita lagi kedepannya?

Dan, sebagai manusia yang baik, kita pun jangan pernah mengkhianati kepercayaan seseorang. Apapun alasannya. Karena sekali kita berbohong atau berkhianat, selanjutnya orang pasti nggak akan pernah mau untuk percaya sepenuhnya lagi.

Katakan kejujuran meskipun pahit, nggak harus berbohong. Walau manis, semanis apapun kata-katanya yang namanya bohong tetep aja kebohongan, suatu hari akan ketahuan juga. Jaga kepercayaan orang lain walaupun sulit, karena ketika sekali kita berkhianat selanjutnya orang akan hati-hati dengan kita.

Hidup itu sebenernya gampang, tinggal jalani aja takdirnya sambil terus berusaha jadi orang yang lebih baik. Tapi, komentar orang lain yang bikin hidup ini jadi ribet. Maunya kita nggak ada masalah di hidup ini. Tapi kadang kita suka nyari-nyari masalah. Kalau bukan kita ya orang lain yang nyari masalah. Gitu aja terus bergantian.

Kalau mau hidupmu tenang, jangan memulai dengan mengomentari orang lain. Kalau mau hidupmu nggak ada masalah, jangan suka nyari gara-gara sama orang lain. Setiap apapun yang kita lakukan pasti ada balasannya. Nggak cuma di dunia tapi diakhirat juga ada balasannya. Sekecil atau sebesar apapun kebaikan ataupun kejahatan yang kita lakukan akan ada balasannya nanti.

So, yang masih suka bohong, yang masih suka berkhianat, yang masih suka mengatur hidup orang lain, yang masih suka nyari-nyari masalah dengan orang lain, atau apapun yang masih suka dilakukan lainnya, mulai sekarang stop. Kalau nggak bisa berhenti sekalian, cobalah untuk pelan-pelan mengurangi dan membiasakannya. Karena sesuatu yang nggak biasa kalau dilakukan terus-menerus akan bisa juga. Nyari perhatian, nggak mesti banyak sensasi. Buktikan aja dengan prestasi. Oke?.

Semangat ^^

Iklan

6 thoughts on “Jangan Percaya Sepenuhnya

Tinggalkan Balasan ke Ikha Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s