Hatiku sebagai seorang Perempuan

Assalamu’alaikum semuanya….

Mendekati Hari Kartini, enggak tau kenapa akhir-akhir ini aku merasa mellow banget, baper banget, dikit-dikit sedih. Ada yang menyinggung dikit, sedih, nangis. enggak ngerti deh, apakah ini cuma aku ? atau semua perempuan yang ada di dunia ini memiliki hati yang lemah seperti aku ?

Terkadang aku iri banget sama sosok perempuan yang kuat, tegar, tangguh. Aku, kadang sering bertanya kepada diriku sendiri, kenapa aku tidak sebahagia mereka (menurutku) ? kenapa aku tidak bisa berkata ‘tidak’ ? kenapa aku selalu menerima apapun? kenapa aku selalu berkata iya ? jujur aku paling lemah sama kata tolong sebenernya. Aku selalu berpikir untuk berubah menjadi lebih tegas, lebih bisa dan lebih berani untuk menolak, tanpa perduli bagaimana perasaan orang lain. Tapi, setiap kali aku ingin tidak perduli, hatiku justru selalu jadi yang paling pertama untuk perduli. semacam hati dan pikiranku enggak sejalan. aku selalu punya rasa kasihan untuk semua golongan. kadang aku rela ngorbanin duit, waktu, dan tenaga, tanpa mereka tau kalau aku sendiri sedang kesusahan. aku udah enggak ngerti lagi sebenernya sama diriku ini. kenapa sih kok enggak bisa berubah ?

banyak banget kejadian yang menunjukkan hati dan pikiranku tak sejalan. baik di rumah ataupun disekolah. kadang bikin aku merasa benci dengan sikapku sendiri. kadang hal ini yang membuat hatiku menjadi selalu sensitif. aku selalu merasa dimanfaatkan. dan yang paling sedih adalah ketika semua hal yang kulakukan enggak dihargai. mereka seperti membutuhkan keahlianku, tapi mereka tidak mengapresiasi hal itu.

contoh, di sekolah aku adalah wali kelas. karena hobi aku menari atau seni, aku mengajarkan hal itu kepada anak-anak, berawal dari iseng sampai akhirnya ditetapkan menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Anak-anak biasanya aku korbanin waktuku buat ngelatih bakatnya selama 3 jam, menurutku kurang dari 3 jam enggak bisa. aku juga ambil latihan di setiap hari jum’at dan sabtu. sedihnya adalah aku sendirian. itu sudah menjadi kegiatan eskul, tapi lebih sedihnya lagi adalah kenyataan tidak dibayar…. aku bukan tidak ikhlas, tapi aku enggak bisa memungkiri kalau aku enggak butuhkan uang. seenggaknya kepala sekolah mengapresiasi dan menghargai keahlianku. tapi nihil. aku sudah berbicara kepada bendahara sekolah, sudah disampaikan kepada kepala sekolah, kata beliau iya nanti dibayar, tapi aku kembali harus berdamai dengannkenyataan kepala sekolah mengambil guru tari dari luar sekolah yang sebenarnya adalah wali murid sendiri. kepala sekolah lebih rela membayar dia daripada aku. disini aku sedih banget, mau nangis rasanya. aku boro-boro dibayar setelah semua hal yang kulakukan, malahan mau diganti. silahkan dicari adakah orang lain yang lebih rela mengorbankan waktunya selama diriku ? aku rasa susah.

contoh lagi dirumah, aku sudah pernah cerita kan ? sudah sekitar 2 bulan ini aku privat di rumah tapi enggak dibayar. belum lagi orderan kuku palsu dari tante buat keperluan photoshoot dia yang sebenernya kuku palsuku sendiri enggak dipotonya, dia order tapi enggak dibayar. ahh benar-benar bulshit banget. rasanya hatiku selalu ingin menyumpah. kenapa takdir hidupku harus sesedih ini ? sudah aku punya hati yang lemah baperan adanya hal-hal kayak gini bikin aku down setiap hari.

Jujur saja, aku selalu ingin kabur. tapi lagi-lagi hatiku punya rasa kasihan, nanti kalau kabur siapa yang kasih makan kai yang struk itu ? nanti kalau kabur siapa yang bantuin nenek masak di dapur ? nanti kalau kabur siapa yang bisa dimintai tolong sama nenek ? karena si tante (baca : anak nenek) sendiri enggak mau disuruh, kalau dimarahin dia marah balik. kalau aku dimarahin aku diem. kuterima semua cacian dan makian. biarin aja mereka mencaci atau memakiku asal bukan orang tuaku.

hari demi hari kulalui seperti ini. tak ada bahagia hanya selalu sedih. belum lagi ditambah…. tentang menikah. aku sudah punya seseorang yang aku cintai, tapi di keluarga selalu menyuruh ” ikut ke rumah acil ya kalau malam sabtu, nginap kan ada habsyian di rumah, banyak habib yang datang, siapa tau ada jodohmu disitu… “… gimana ya … aku rasanya sedih banget. aku bukan enggak mau kalau berjodoh sama habib, tapi aku sadar diri, aku tidak sesolehah itu untuk berjodoh dengan orang alim. aku masih suka enggak tau mungkin melakukan dosa tanpa aku sadari, kelebihanku mungkin tidak ada, kelemahanku adalah selalu menurut. coba deh kalian bayangin, gimana sedihnya, saat kalian sudah mencintai seseorang, tapi kalian malah harus menikah dengan orang lain ?

aku tidak mengerti bagaimana Tuhan mengatur takdirku, tapi yang aku rasakan adalah aku belum pernah bahagia. aku tidak mengerti kenapa jalan hidup yang kujalani harus sesedih ini, kenapa harus selalu berurai air mata, dan kenapa aku harus punya hati yang lemah ? kenapa aku selalu menjadi orang yang penurut yang selalu menerima tanpa bisa berkata tidak ? Tuhan aku benar-benar tidak mengerti.

Bahkan yang aku sedih lagi saat ini adalah tentang bae. aku sih berdoa agar kami berjodoh, tapi aku tidak tahu apakah Tuhan menakdirkan kami untuk berjodoh ? ketika aku disuruh menikah saja dengan habib aku jujur sedih banget, kami diam-diam sudah berkomitmen dan berjanji untuk saling menunggu. pokoknya sedih banget aku enggak ngerti lagi gimana mengutarakannya. ketika aku bertemu bae, karakter dia 98 persen mirip dengan sahabatku zizit, baiknya, bedanya sama zizit cuma dari segi jenis kelamin. walaupun bule, tapi dia muslim. sesuailah sama karakter yang aku inginkan tapi juga yang aku butuhkan. tapi aku enggak tau harus bagaimana jika suatu saat nanti, Takdir Tuhan benar-benar berkata lain. yang pasti baru si tante ngomong nikah sama habib aja aku sudah sedih banget. apalagi kalau itu benar-benar terjadi ?

kalau suatu saat benar-benar terjadi, pasti nanti si orang lain itu cuma sekedar suami, tapi aku enggak cinta. berdosakah aku nanti jika sebagai istri ? aku menikah, tapi hatiku mencintai orang lain ? lalu aku harus bagaimana ? apakah harus mengikuti pilihan keluarga ? atau mengikuti kata hatiku saja ? untuk saat ini hatiku selalu berkata ” kabur saja ” tapi kali ini pula pikiranku berkata ” bertahan saja “. aku tidak menangis, aku benar-benar tidak menangis, air mataku memang keluar, tapi aku tidak menangis…. aku hanya sangat sedih saja … aku tidak mengerti dengan Takdir hidup yang kujalani, yang pasti aku berharap Tuhan ijinkan aku bahagia nantinya. jika aku tidak bisa bersama dengan orang yang aku cintai, aku berharap Tuhan mengirimkan dia yang benar-benar mencintaiku dan tahu bagaimana menghormati dan menyayangi diriku sebagai seorang perempuan. Tuhan, aku sudah tidak tahu harus melakukan apa terhadap hatiku, kuserahkan kembali hati dan Takdirku kepada Engkau, tentang bagaimana aku bahagia ? aku akan mengikuti cara Engkau saja.

Long Distance Relationship

Assalamu’alaikum readers ku tercinta ^^ selamat siang di hari Selasa yang sangat terik ini, semoga kita diberi kesehatan dan kelancaran dalam segala urusan kita. aamiin.

Sejujurnya aku hari ini sedang kesal, dengan kegiatan di sekolah. kesalnya lebih ke arah ” kenapa harus selalu aku, kan ada orang lain “ nah, tapi hal ini enggak akan aku bahas pada postingan ini, tapi kemungkinan di postingan berikutnya lah ya. dan untuk hari ini aku mau berbicara mengenai hubungan jarak jauh atau yang biasa kita dengar dengan sebutan LDR atau Long Distance Relationship.

kenapa sih pengen ngebahas tentang ini ?

ya pengen aja gitu 😀 jadi tertarik membahas tentang LDR saat temenku yang namanya Wisnu ngomong gini ” kamu, LDR-an kan ? ” 😀 waktu itu aku sih enggak jawab apa-apa ya, enggak kubilang iya, juga enggak kubilang enggak 😀 ku senyumin aja pertanyaannya si Wisnu 😀 waktu bubuhannya ngomong gini ” kita disini bubuhan belum punya pasangan, kecuali ini ” 😀 ininya itu nunjuk aku 😀 Emang aku terlihat seperti orang yang sudah punya pasangan ? 😀 ya aku sih diem-diem bae lah, kusenyumin dulu aja semua tanggapan mereka. dari awal nanya juga aku udah tau arahnya Wisnu ke mana, dia pasti ngebahas Bae, so, kubiarin aja lah, kusenyumin aja dulu ya kan tapi kayaknya nih ” ada yang salah ” 😀 tapi kubiarin aja dulu sesuka mereka berpikir hubungan seperti apa yang kumiliki dengan si Bae 😀 kan yang tau ” sebenernya ” hubungan apa yang kami miliki itu cuma aku, bae, dan Allah yang tau 😀 intinya, doakan yang terbaik saja 🙂

Pasti juga udah pada tau tentang temanku si Bae kan ? Bae dan LDR wow 😀 apa hubungan antara Bae dan LDR ? 😀 apa hayo hubungannya ? mungkin nih ya karena aku sering cerita tentang Bae, pasti semua orang akan berpikir ” Lu LDR-an yak ? ” 😀 gimana nih bae, gimana jawabnya ? okeeee biarkan waktu yang berbicara yaaa….

Tentang LDR, menurut aku, LDR itu enggak papa, enggak salah kok. Asal bisa sama-sama menjaga. Menjaga kepercayaan, menjaga kesetiaan, menjaga kejujuran, menjaga hati, dari banyaknya godaan di sekitar. menjalani LDR itu harus kuat. Kuat nahan rindu, kuat mental biar enggak gampang sakit, kuat pikiran biar enggak mikir macem-macem, kuat hati kalau-kalau tiba-tiba mencium aroma-aroma perselingkuhan 😀 dan menurut aku, yang paling penting ketika menjalani LDR adalah harus selalu komunikasi. ini penting banget. kalau enggak ada komunikasi, semuanya bakal selalu ada salah paham. setiap orang pasti punya cara dan prinsipnya masing-masing ketika menjalani LDR.

Kalau LDR versi aku, mau tau kan ? mungkin lewat ceritaku selanjutnya, kalian akan mulai mendapat titik terang tentang apa hubunganku dan bae 😀 so lanjut dibaca….

aku bukan orang yang ribet ketika menjalani LDR, bukan orang yang banyak ini itu persyaratan dan lain sebagainya. Yang paling penting adalah harus selalu komunikasi, minimal sekali sehari. Aku dan bae kita seperti punya jadwal dalam berkomunikasi, setiap minggu ada 1 kali video call, dan ketika video call itu kita paling sebentar 3 jam, pernah nih video call sampe abis baterai 😀 kalau udah video call yang diobrolin apa ? kebanyakan becanda doang sih 😀 kalau serius-serius biasanya kebanyakan via chat 😀 kalau udah video call itu udah waktunya sambil belajar. aku yang belajar bahasa arab dan bae yang belajar bahasa indonesia, kebanyakan seperti itu, sisanya bercanda, tapi kalau ngomongin soal pribadi atau soal masa depan kita kebanyakan di chat.

Masih inget kan aku pernah cerita, aku sama bae tu mirip kelakuan kita 😀 sama-sama enggak percayaan 😀 repot kan 😀 kalau misalnya udah nanya ” lagi dimana sama siapa ? ” udahlah males bet ngetik langsung aja kirim bukti 😀 kalau bae sih cukup foto 😀 tapi kalau aku biasanya minta video :D. dan kita kalau misalnya udah tau kalau lagi sama temen, ya udah ” lanjutin aja ngobrolnya, kita masih bisa nanti ” kebetulan kan sama-sama tau siapa aja temen-temen kita, biasa ngumpulnya gimana. biasanya enggak gangguin gitu, beri kebebasan dia bareng temennya, tanpa terganggu gitu. karena aku juga kaya gitu, kalau lagi sama temen aku paling males nerima chat, sms, atau telpon 😀

sesungguhnya, LDR kayak gini tuh enggak ada yang special cuma jaga dan rajin komunikasi aja sih enggak ada hal lain. apalagi nih ya, si bae ini sedikit lebih tertutup dari aku 😀 emang sih kemana-mana tuh aku yang bawel banget, aku yang lebih agresif kalo se bae tuh lebih kalem, lebih santuy, lebih apaan sih ? oh ya udah, gitu yang penting dia tau aja gitu. makanya, aku tuh yang lebih suka cerita ke dia aku lagi begini lagi begitu, dia mah hooh bae 😀 atau enggak ” oh ya udah ” gitu 😀 enggak ada dan enggak pernah yang aneh-aneh, paling ya bercandaan, ngegombal iya 😀 kalau sama bae itu digombalinnya pake bahasa arab 😀 bayangin ya, bae itu kan orang arab, tau kan kalo arab tu kalo ngomong cepet, bayangin nih aku dong pernah digombalin dia pake bahasa inggris aku aja lama baru mencerna sebelum paham dan akhirnya ketawa, gimana coba kalau bahasa arab ya bener harusnya ketawa atau baper aku mah ” hah ? apaan ni orang ngomong apa kumur-kumur sih ? ” 😀 jadi tuh gombalan-gombalan tuh jadi fail 😀 gagal 😀 kalau aja dia ngomongnya lambat mungkin aku lebih cepet paham, lah ini udah arab, cepet, pake logat yaman lagi udahlah kabur aja aku 😀 😀

jadi, apa sih kesimpulannya ? keknya dari tadi enggak ada ngebahas LDR spesifik ya 😀 cuma cerita aja aku. jadi, yang mau aku ceritain intinya adalah, ketika menjalani LDR butuh banget yang namanya kejujuran, kesetiaan, kepercayaan. yang paling susah itu biasanya kepercayaan, kalau dari awal udah mindset enggak percaya sama si dia, bakal susah. itu juga kadang yang ngebuat si dia jadi enggak jujur. belum lagi kalau kita tiba-tiba telpon dan langsung mengarahkan pertanyaan negatif ke si dia, wah pasti bakal ribut. makanya susah banget menjaga kepercayaan. membangun keyakinan pun juga enggak kalah susahnya. karena kan namanya LDR kita udah pasti enggak tinggal disatu kota yang sama, kita juga enggak tau kan sebenernya dia gimana ? tapi kalau emang udah sepakat dari awal, terus bener-bener bisa percaya pasti bakal baik-baik aja. aku sama bae enggak pernah sama sekali yang namanya berantem. karena disamping kepercayaan, kita juga harus pengertian. kita enggak bisa yang namanya egois, mikirin diri sendiri, pokoknya si dia harus nurutin semua kemauanmu, ohhh tidak bisa begitu. hal kayak gitu enggak akan membuat sebuah hubungan bertahan lama.

Jadi intinya adalah….. mau menjalani LDR dengan siapapun enggak mesti dengan pasangan bahkan dengan keluarga sekalipun, tetap wajib banget sering komunikasi, sesibuk apapun harus sempet minimal satu kali sehari, harus bisa saling percaya, harus bisa saling mengerti keadaan masing-masing, serta enggak boleh egois. Karena, kita hidup ingin diperlakukan dengan sebaik-baiknya, maka kita terlebih dahulu yang harus memperlakukan orang lain dengan sebaiknya. perlakukan orang lain seperti apa kamu ingin diperlakukan orang lain. karena setiap masalah yang terjadi di dunia ini selalu memiliki sebab 🙂

sekian…. maaf banget kalau kurang nyambung sama judul, aku sadar diri kok 🙂 tapi sampai jumpa di curhatan berikutnya hihi 🙂 makasih semua udah bersedia mampir dan baca ^^

Akhirnya Berani Mengakui Rasa

Assalamu’alaikum, selamat siang semuanya ^^

Hari ini aku mau cerita-cerita lagi nih, boleh kan ? boleh dong….. apa kalian masih ingat sama postinganku yang ini dan yang ini ? Nah, jadi aku mau bilang kalau orang dimaksud dari kedua postinganku itu adalah orang yang sama, termasuk postingan ini juga.

Kemarin, saat di kondangan kami ketemu dan akhirnya ngumpul berlima, ada aku, Ela, Nuna, Enal dan Wisnu. Berawal dari si Wisnu ngomong gini ” Mah, kamu standar jangan tinggi-tinggi, cowok baik masih ada disini ” wkwk lalu aku dan Ela kami bertanya ” maksudnya apa Nu ? ” wkwk, lalu lanjut ke nge-bully Wisnu, lalu Nuna yang minta pendapat, nah karena seru dan arahnya ke cinta-cintaan gitu, berhubung sudah jam 4 sore juga akhirnya kami memutuskan untuk pindah nongkrong ke sebuah kafe 😀 yah buat membongkar cerita masalalu yang enggak direncanakan sebenernya 😀

akhirnya ceritalah banyak hal yang sudah terlalui semasa kuliah, KKN, banyak deh bongkar rahasia masing-masing 😀 nah mumpung nih 😀 aku kan sedang menjalani sebuah ‘ komitmen ‘ sama si Bae, jadi aku mau menuntaskan rasa-rasa yang pernah ada, rencanaku mau ngomong kalau ketemu orangnya, pas banget orangnya ada di depanku. Nah berhubung kemarin aku sudah ngaku, jadi mulai sekarang aku sebut namanya aja ya 😀 jadi di postingan ini dan link ke dua postingan di atas itu orang yang sama tentang Enal 😀 :D. Jadi, kemaren aku beneran ngomong gini dihadapan semua ” aku sempet suka loh sama kamu waktu dikampus ” 😀 pasti pada kaget dong 😀 terutama si Wisnu 😀 ” Hah ? masa ? astaga ? kok bisa ? ” 😀 kata si wisnu. pertamanya Enal diem 😀 wes lah karena aku udah tau kan sebelumnya ternyata sukaku ke Enal itu cuma sampai tahap kagum aja 😀 jadi ya enggak bakal baper lagi wkwk 😀

Beberapa saat kemudian si Wisnu buka pertanyaan ” kok bisa kamu pernah suka sama Enal ? ” 😀 hayolohhhh kok bisa 😀 si Enal juga ikut nimbrung ” iya kok bisa ? apa yang kamu suka dari aku ? ” 😀 perlu kah yak kujelaskan alasannya 😀 akhirnya kujelasin lah alesan aku sempet suka sama dia. pertama itu baper sudah pasti 😀 kedua, karena dia tu kalo ngomong selalu bawa dalil, dan kek ada ilmu agamanya gitu, terus ngasih aku saran yang baik, support, tercerahkan pikiranku, gitu ya kan gimana aku enggak baper, lalu suka 😀 ketiga, dia itu humoris 😀 cewe loh kan moodnya suka berubah-ubah, pasti butuh cowok humoris lah 😀 akhirnya sambil aku ceritain sambil dibencandain sama buhannya ” tenang Nal kupegangin jangan terbang ” 😀 wkwk.

setelah denger alesannya si Enal ini ketawa ” kamu enggak tau aku sih aslinya gimana ? ” 😀 ya mana aku merhatiin sih Nal, orang yang terlihat di mataku baik-baiknya doang 😀 gimana enggak suka akunya 😀 Tapi gara-gara kemarin aku jadi tau juga 😀 kalau Enal pun tidak sebaik yang pernah aku lihat wkwk untungnya pas aku udah enggak suka lagi jadi biasa aja 😀 untungnya lagi dia enggak nanya kapan mulai suka 😀 kan aku cape ceritanya panjang 😀 tapi demi kalian tau deh, ku bongkar semua di blog ini hihi.

Awalnya sebenernya takut mau ngakuin kalau pernah suka sama Enal aku takut pertemanan kita jadi berubah gitu, jadi canggung 😀 tapi aku sih berharapnya enggak berubah, dari yang kulihat kemarin sih Enalnya biasa aja 😀 berarti aman hihi

Awal Mula Suka Enal.

Awal mula aku suka Enal itu pas Study Tour 😀 pas kami di Yogya 😀 bisanya ya berangkat duduk satu bangku bertiga nih, dikiriku Mr. C 😀 di kananku Enal 😀 aku ditengah Ya Allah apaan ini 😀 tapi kan masa itu aku belum suka sama Enal, aku masih suka sama Mr. C, jadi demi dapet foto berdua akhirnya aku modusin minta foto bareng sama Enal juga, ceritanya temen 1 kursi gitu, pas udah jadi fotonya, mohon maaf Nal, Enalnya ku crop 😀 yg kuambil fotoku sama Mr. C aja 😀 sorry ya Nal. lanjut study tour biasa, nah lanjut di Yogya, malem-malem nih kalau enggak salah inget waktu mau balik ke Samarinda aku juga enggak tau kenapa aku bisa ketinggalan beli bakpia 😀 temen-temen udah pada beli aku belum 😀 akhirnya aku minta temenin siapapun deh, untungnya si Enal bersedia nemenin, akhirnya pergilah kami naik becak berdua, malem-malem jam 10 malem 😀 cuma nyari bakpia doang tjoba 😀 darisini mulai baper aku sama Enal 😀 baik banget sih dia 😀

lalu mampir ke rumah keluarganya Nia, ini malem-malem. Enal tu cowok sendiri yang lain dah pada balik ke Samarinda, kita tinggal karena masih pengen jalan-jalan hihi. kebetulan kita cewenya tidur dikamar kan bertiga 😀 Enal tuh manggil 😀 pas banget nih aku enggak pake jilbab coba 😀 akhirnya Rina ngomong, di luar aja ya Nal, soalnya Hasmah Gak pake hijab 😀 kupikir Enal bakal bilang iya atau oke ternyata… ” enggak papa santai aja, enggak berjilbab juga enggak papa ” 😀 dan oonnya aku adalah…. oh ya udag akunya juga santai, liat deh si Enal diriku tak berjilbab 😀 lanjut pas balik ke Samarinda, kita naik mobil kan dari bandara, aku tuh ngantuk banget terus tidur dimobil duduk juga sampingan sama Enal 😀 enggak tau mulai kapan si Enal tidur, buhannya juga tidur kayaknya kan dalem mobil gelap 😀 akhirnya dengan mata kriyep mulai sadar mulai buka mata 😀 apaan ni bahu aku berat 😀 pas kuliat ada kepala si Enal astaga 😀 ya udah yang tadinya mau ambil minum enggak jadi, balik lah aku tidur lagi juga 😀 kubiarin aja si Enal nyender 😀

sudah nih waktu terus berlalu, luluslah kami kuliah, akhirnya berpisah kan 😀 itu aku lagi OTW move on dari Mr. C 😀 karena dia udah punya pacar kan, yaudah aku enggak boleh suka lagi 😀 lama enggak ada komunikasi tau2 tahun 2018 ketemu pas ujian CPNS 😀 seneng banget lah aku pastinya 😀 akhirnya ngobrol-ngobrol ngumpul juga waktu itu sama Ela juga. disana Enal support aku, buat youtube atau video blogger apapun itu, dia juga kasih pencerahan dan saran yang baik. kemudian beberapa bulan setelahnya, aku diminta jadi MC nikahan akhirnya aku sering upload seputar MC dan si Enal WA katanya mau tanya-tanya gitu 😀 nah kebetulan ada kondangan nikahan Mba Dewi sekalian aja kita janjian dateng bareng 😀 di kondangan lama juga ngobrolin MC dan lainnya disinilah puncaknya aku suka sama Enal. kemudian sempet janjian mau daftar CPNS lagi tapi enggak jadi karena jurusan kita enggak ada. setelah itu enggak pernah ketemu lagi deh lama.

Akhir tau jika rasa sukaku hanya sebatas kagum.

Aku tau itu hanya sebatas kagum pas sudah kenal Bae di cerita yang ini ya udah kuceritain. aku tuh sadar dan tau kalau aku cuma sekedar kagum doang sama Enal itu setelah aku ngebandingin saat nge-chat antara Enal dan Bae. beda banget 😀 si Enal mah nge-chat kalau ada perlunya doang 😀 ish memang kampret 😀 ya udah akhirnya disinilah aku memutuskan untuk menyudahi rasa itu ke Enal dan balik kayak dulu lagi, jadi biasa aja. lebih memilih Bae, yang bener-bener tiap hari kita komunikasi, tiap hari cerita, tiap hari makin kenal makin tau, saling bertukar cerita, rahasia, dan masalah juga. si Bae lebih mengerti aku. dia juga sebenernya enggak kepo kok 😀 kalau boleh jujur nih, aku sih yang lebih agresif daripada si Bae sebenernya 😀

setelah biasa aja sama Enal akhirnya ketemu lagi deh kemaren di kondangan bang Lukman, akhirnya kita nongki bareng, dan mengakuilah aku kalau pernah suka dia, beserta alesannya juga pasti dengan harapan dia enggak berubah setelah aku ngomong gitu, kuharap sih enggak berubah 😀

Kenapa aku mau mengakui ? karena sejujurnya aku dan bae sedang menjalankan sebuah ‘ komitmen ‘ dimana seharusnya aku sadar tidak memikirkan orang lain lagi. aku hanya ingin menuntaskan saja. menuntaskan rasa yang diakhiri pengakuan, menuntaskan segala penjelasannya juga, karena aku enggak mau nanti kedepannya bakal repot atau apapun itu, enggak mau ada salah paham atau apalah itu. Makanya aku berniat menuntaskan segala rasa yang ada, memutuskan dan membuat pilihan yang menurutku sudah saatnya, sudah waktunya aku memikirkan tentang masa depan seperti kata Bae.

Tapi aku seneng sih bisa tetap berteman sama orang seperti Enal, karena aku yakin dia pasti tetap support dan akan memberikan saran-saran yang baik, aku paling seneng itu kalau ngobrol sama Enal, pikiranku jadi ikut tercerahkan, ya semoga kedepannya Enal dapat wanita yang baik, yang mana Enal bisa membimbing Istrinya jadi wanita yang baik, jadi Ibu yang baik juga.

Akhirnya inilah aku. biarkan cerita ini kusimpan disini. biar aku inget kalau aku pernah suka sama Enal, aku enggak tau apa yang akan terjadi kedepan tentang takdir dan jodohku, aku masih belum tahu. untuk saat ini, ya aku hanya mencoba untuk menjalani ‘ komitmen ‘ yang kami buat bersama 🙂 doakan aku menjadi wanita yang baik, dan mendapatkan suami yang baik juga ya 🙂

Terimakasih dunia, sudah mendengar ceritaku hari ini 🙂

 

Kondangan adalah Wadah ‘Reuni’ Paling Mantul

Assalamu’alaikum aloha guys ^^ wahhh aku kangen padahal baru 5 hari enggak cerita disini, maaf banget yaaa soalnya kemaren-kemaren dari hari kamis sibuk banget ngurusin anak-anak di sekolah yang mau tampil menari dihadapan bapak Gubernur Kal-Tim, Bapak Isran Noor. Lalu, lanjut nge-ladenin curhatan si Bae selama 2 hari baru kelar 😀 Gila emang panjang, udah via Chat siangnya nyambung Video Call malemnya ya sekitar lebih dari 3 jam 😀 terus besoknya (hari Minggu kemarin) nyambung lagi Chat dari Pagi sampe jam 9 Malem baru kelar curhatannya, panjang kan 😀 soon di postingan selanjutnya lah aku ceritain tapi mungkin aku enggak bisa ceritain semuanya, apalagi yang ke hal lebih pribadi, karena biar gimanapun juga walaupun aku sering cerita banyak hal, aku harus tetep ada hal tertentu Rahasia Bae, yang udah cukup aku aja yang tau 😀 intinya harus menjaga privasi dia juga lah 😀 pokoknya soon ya 🙂

Oh iya, selamat hari Senin semuanya ^^ selamat beraktivitas kembali seperti biasanya ^^ semoga segala kegiatan dan urusan kita selalu dilancarkan dan diberikan kesehatan aamiin ^^

*****

Udah jadi kebiasaan di Indonesia, khususnya, rata-rata, kebanyakan orang ‘ngadain’ hajatan di Hari Minggu, entah nikahan, tasmiyahan, Lamaran, ulang tahun, atau event dan acara lainnya, karena mungkin salah satu faktornya adalah hari Minggu adalah hari dimana rata-rata orang libur bekerja, tapi ada juga kok orang Indonesia yang bikin hajatan enggak di hari Minggu, kalau di kotaku sih biasanya suku Jawa 😀 terus nih sekarang ini, di kotaku udah mulai banyak yang akad nikah hari Kamis siang dan malam Jum’at 😀 supaya apa hayo 😀 pasti pada tau kalau malam Jum’at identik dengan kata Sunnah Rasul apaan si itu aku egak ngerti 😀

Di Indonesia sendiri, khususnya kalangan khalayak muda-mudi, kalau ada Undangan hajatan gitu jarang banget nyebutnya ‘undangan’ pasti nyebutnya ‘kondangan’ 😀 terus paling sebel itu kalau ke kondangan nikahan bareng orang tua 😀 biasanya kan ayah atau ibu kita suka ketemu temennya, pasti pertanyaan ke kita tuh enggak jauh-jauh dari pertanyaan “ kapan nyusul ? ” atau “kapan nikah ? ” atau ” kapan bikin hajatan ? ” dan lain sebagainya 😀 sekali dua kali okelah ya tapi kalau keseringan pasti bakal kesel sendiri 😀 belum lagi biasanya yang muda-mudi upload foto hasil kondangan terus caption populernya adalah ” kondangan dulu, sebelum ngondangin ” atau ” kudu rajin kondangan nih, biar ntar pas ngondangin yang dateng juga banyak ” atau ” kondangan mulu dah, ngondanginnya kapan ? ” 😀

belum lagi kalau pas ke kondangan temen nih, tau-tau ketemu temen yang udah berkeluarga, makin deh tu muncul yang namanya ‘rasa iri yang HQQ‘ 😀 ihhhhh pengen jugaaaa punya anak, ihhh pengen juga punya istri/suami, ihhhh aku kapan yak begitu, Tuhan jodohku siapa? dimana? lagi apa? kok lama amat 😀 okeh ini sih pikiran orang yang agak ‘panikan’ tapi kalau orangnya santuy sih ya biasa aja 😀 paling bakal jadi fans anaknya temen 😀 bakal ngerebutin gendong, ngerebutin foto, bareng anaknya temen, temen kitanya ? dilupain wkwk udah bosen ketemu mulu pas kuliah soalnya 😀 udah itu udah enggak lucu lagi kalah lucu sama anaknya 😀

Tapi nih ya, emang sih kondangan itu adalah wadah ter-the-best buat reunian dadakan 😀 kalau enggak ada kondangan bener-bener susah banget yang namanya ketemu, susah banget ngumpul, jangankan ngumpul temen sekelasan waktu sekolah atau kuliah, ngumpul bareng temen satu geng aja susahnya ampun-ampunan banget 😀 Kadang nih ya, namanya kita udah pada beres kuliah, so pasti udah punya jalan dan kesibukan masing-masing, ada yang beneran sibuk karena pekerjaan, urus keluarga, atau lanjut kuliah, tapi ada juga orang-orang tertentu yang ‘sok sibuk’ gitu ya 😀 kerjaannya atau kesibukannya apa kagak jelas terlihat, tapi pas diajakin ngumpul uhh sok iyenya dia yang paling sibuk gitu, ada aja orang begitu pasti kalau enggak percaya cek aja temen kalian masing-masing 😀 diteliti dengan bener dimulai dengan kata ” guys reunian yuks ” udah pasti bakal ditemuin banyak balesan, ada yang oke, tapi ada juga yang punya 1000 alesan 😀 akhirnya, rencana cuma tinggal rencana, heboh nyusunnya jadinya kagak 😀 biasa ini terjadi kalau mau buka puasa bersama 😀 langsung mendadak banyak yang ‘sok sibuk’ 😀 padahal dari satu bulan puasa, kita cuma minta 1 hari ngumpul buat bukber tapi banyak banget yang 1000 alesan emang ngeselin, esmosi aku 😀

setelah lulus, ada yang bekerja, ada yang berkeluarga, punya kesibukan masing-masing emang paling susah nyari waktu yang sama-sama free karena mayoritas pekerjaan berbeda. tapi emang, ngumpul di suatu tempat enggak bisa, tapi kalau kondangan bisa banget 😀 makanya kadang ke kondangan sengaja janjian datengnya 😀 biar sekalian bisa ngumpul dan reunian, ya walaupun enggak bareng semua yang penting masih ada rasa kebersamaan, kadang nih saking kangennya ngumpul di kondangan kadang bisa sampe hampir kelar acara orang, dari penganten pake baju pertama sampe ganti baju, dari makanan banyak sampe makanan abis, dari padat orang sampe sepi 😀 ada rasa kagak enaknya sih sebenernya sama keluarga yang punya hajat 😀 pasti bakal dikira pengangguran yang enggak punya kesibukan 😀 nongkrongnya lama, udah itu sambil nge-gibah lagi, gimana ya enggak bisa diilangin gitu kehebohan itu 😀

Tapi yah, emang beda banget rasanya dateng ke kondangan bareng temen kuliah sama dateng bareng temen kerja. pasti bakal lebih leluasan dateng bareng temen kuliah, karena gimanapun juga mereka udah tau dan paham gimana kita, sedangkan temen kerja ? masih ada jaim masih ada privasi yang dijaga, masih ada pencitraan biar gak dikira enggak banget gitu 😀 aku sendiri kayak gitu, kalau kondangan temen kerja, jujur aku jarang dateng, karena salah satu faktor mungkin karena ngerasa enggak akrab, tapi kalau temen kuliah laju biasanya 😀 entar pulang-pulang ngumpul ada aja cerita yang dibawa, entah jadi kebongkar rahasia aneh-aneh waktu kuliah lah inilah itulah banyak pokoknya.

Nah, makanya salah satu tempat ngumpul yang aku suka adalah kondangan, karena namanya kondangan sudah pasti pada dateng, tinggal mau barengan atau enggaknya aja, tapi kalau kami sih sukanya gerombolan gitu rame-rame 😀 selain ngincar makanan juga ngincar foto sambil nge-gibah gitu 😀 paham kan kalian maksudnya nge-gibah ? bukan bergosip tapi ceritain yang lalu-lalu gitu aku nyebutnya nge-gibah 😀 jan salah paham 😀 aku juga tau nge-gosip itu adalah dosa tapi kalau udah nyebut nama, siapa yang enggak kepo coba, jadilah nge-gibah is number one 😀 emang kepo bisa mengalahkan hukum 😀

Jadi gitu guys, kondangan itu wadah reuni paling ngumpul, enggak bakal ketemu kalau enggak ada kondangan, kondanganlah yang mempertemukan dan menyatukan kembali orang-orang yang beneran sibuk dan sok sibuk 😀 kondanganlah yang menyatukan kembali kaum berkeluarga dan kaum jomblo sejati 😀 coba kalau enggak ada kondangan ? pasti udah pada lupa kalau pernah punya temen sekolah atau kuliah 😀 ingetnya cuma temen kerja doang 😀 kalau sekedar bercanda di grup WA enggak ada kesannya 😀 gimana ya bercanda via chat tu kek kamu lagi bercanda sama tembok apalagi kalau orang-orang di grupnya pada no respon sumpah itu ngeselin bin nyakitin banget 😀 berasa dicuekin 😀 berasa temen-temen tuh enggak suka kita gitu 😀 bawaannya negatif thinking aja jadinya.

kalian gitu juga enggak guys ? bener nggak kalau kondangan bisa jadi wadah ngumpul atau reuni paling mantul ? pasti ketemu sama temen, meskipun enggak janjian juga 😀 kalau aku sih setuju banget kalau kondangan itu emang tempat ter-the-best buat nyatuin mereka-mereka yang beneran sibuk dan sok sibuk dengan 1000 alesan tadi 😀 kalau kalian setuju enggak guys ? jawab ya di komen jan rusuh tapi 😀 kita musti cinta damai okehhh

sekian dulu cerita ini, baru pembukaan loh ya, masih ada sambungannya entar dibagi-bagi jadi beberapa bagian kok biar enggak kepanjangan bacanya 😀 BTW, happy wedding Bang Lukman dan Okto, temen sekelas kuliah dan temen 1 asrama aku 🙂 semoga bahagia selalu, langgeng setia sampai maut memisahkan, diberi keturunan yang shaleh-dan shalehah yang nantinya berguna untuk orang tua, nusa dan bangsa, yang bisa menjadi generasi penerus yang membawa perubahan yang baik untuk negeri kita tercinta ini. akhirnya, sampai jumpa di kondangan selanjutnya guys ^^

Belajar Menjadi Lebih Sabar

Assalamu’alaikum para readers di blog ini ^^ apa Kabar, Alhamdulillah cuaca Hari ini di Samarinda sejuk tapi kelabu, Mendung tapi tidak hujan, seperti langit akan runtuh namun masih tertahan, iya… seperti aku yang merindukanmu tapi… terhalang oleh jarak haha 😀

Hari ini aku akan mencurahkan lagi tentang aku yang baru aja beberapa detik lalu mendapatkan hidayah 😀 dan itu ngebuat aku udahlah nggak mau galau-galau lagi, nggak mau nangis-nangis lagi, enggak usah menjadi terlalu perasa lagi, supaya hatiku terlatih untuk tidak seperti hello kitty alias cengeng 😀

Kemaren aku sudah menceritakan segala masalahku, ehhh enggak deng sekitar 70 persen masalahku ke Bae, hal apa yang membuat aku sedih, tertekan, dan lain sebagainya. Salah satunya adalah tentang macam-macam karakter wali murid di sekolah, ada yang bikin senang, tenang, bangga, tapi ada juga yang bikin kesel, emosi, marah, pokoknya banyaklah lika-liku kehidupan di sekolah apalagi sebagai wali kelas, yang notabenenya punya tanggung jawab lebih berat daripada sekedar guru mata pelajaran. Bagaimana memahami setiap karakter murid dan orang tua, bagaimana melatih kesabaran menghadapi murid dan orang tua, pokoknya banyak deh serba-serbinya, yang kita sendiri enggak paham kalau enggak memasuki dunia sekolah, terutama dunia guru terlebih lagi dunia menjadi wali kelas 😀

Belum lagi nih ya, namanya aku ngajar di sekolah SD pasti kalian tahu kan anak SD tuh gimana ? nah yang paling aku bikin pusing adalah dikit-dikit ngadu apalagi kalau anak kelas 1 dan 2 😀 Hadehhhh pusyenggg…. dikit-dikit ngadu dikit-dikit laporan, enggak bisa liat gurunya ilang sebentar deh pokoknya, belum lagi kalau anak kelas 1 SD kalau belajar beuh beribu modelnya, entah ada yang belajar tiba-tiba nangis enggak ada pemberitahuan, ada juga yang ngambek enggak mau belajar, entah ada yang belajar tiba-tiba lari-larian, belom lagi dikit-dikit ada yang berantem, kejar-kejaran, olok-olokkan, ada lagi yang baku hantam 😀 dikit-dikit ijin ke toilet lamaaaaa banget baru kembali 😀 parahnya lagi pernah ada yang kebablasan muntah dan BAB di kelas 😀 astagfirullah….. walhasil guru kelas 1 jadi cepet keliatan Tua karena ngomel mulu tiap hari 😀 bersyukur aku tidak di kelas 1 😀 tapi di kelas 6 yang juga super sekali.

siswa kelas 6 ini, namanya udah pada mulai masuk remaja ya, gimana sih kalau anak remaja, kadang udah mulai enggak nurut, udah mulai berubah-ubah moodnya, masih ada yang mucil, kalau berantem ya adu mulut sebaku hantamnya 😀 tapi nih ya, ada salah satu murid kita sebut saja A, ini muridku. dia ini anak pindahan, jadi masuk di sekolah ini udah di kelas 6. Aslinya sebelum si A masuk, anak-anak yang lain bisa diatur lebih tenang dan santuy, tapi…. begitu si A masuk anak-anak yang santuy tadi jadi suka ribut, susah banget kalau disuruh diem, pokoknya si A ini biang onar banget. Tapi ya menurutku, orang tuanya si A, ibunya itu lebih lagi entah apa yang ada dipikirannya. Anak ini sebenernya enggak terlalu pinter, biasa banget, bisa dibilang dari keluarga menengah ke bawah juga, cuman yang aku enggak suka adalah ibunya si A, kalau urusan ngomong atau ngelabrak aku paling jago. itu tapi cuma via chat di WA kalau orang banjar sih bilang orang kayak gitu namanya, harat. mungkin bahasa indonesianya ‘sok’ gitu. terlalu memanjakan anaknya, si A ini udah biang onar, enggak bisa dikasih nasihat, enggak nurut, tapi ibunya si A tetap pada A. dia seperti menutup mata kalau anaknya ini salah.

sebagai guru aku tau, kalau kita enggak boleh main fisik, ngehukum aja enggak boleh fisik karena sekarang ada undang-undangya, beda sama zaman aku sekolah dulu. kalau dulu, kita muridnya enggak nurut, atau enggak ngerjain PR, dihukum berdiri satu kaki sambil pegang telinga, terlambat digunting rambutnya atau dipukul dibelakang, kalau bikin onar udahnya itu senjata guru zaman dulu penggaris kayu yang panjang itu 😀 bisa-bisa melayang 😀 aku sih pernah kena lemparan spidol dan penghapus papan tulis waktu sekolah, gara-gara, guru ngejelasin aku juga asik ngejelasin ke teman sebangku, tentunya dengan pembahasan yang berbeda 😀 kalau aku dulu misal nih disekolah dipukul guru, pulang ke rumah enggak berani ngadu, karena pasti bakal tambah di pukul :D. makanya, didikan anak zaman dulu, walau terkesan keras dan kejam tapi menghasilkan anak yang berdisiplin dan taat aturan. beda sama anak zaman sekarang, terlebih sejak ada undang-undang. beuh, murid dan orang tua jadi sama-sama semena-mena. walaupun enggak semua begitu, tapi ada.

Si A ini, kalau bercanda dia suka nyentil-nyentil orang duluan, giliran dibales sama temennya langsung ngadu sama emaknya, padahal yang mulai duluan itu si A. Tapi emaknya langsung WA ” kenapa anak saya diganggu, kenapa dia dibully ? ” uhhhh andai ibu liat sendiri kelakuan si A masihkah akan berpikir kalau dia diganggu ? hmmm. contoh lain nih, si A pernah nulis status di facebook pokoknya statusnya itu tentang teman sekelasnya, kek ngajakin berantem gitu, tapi plus ada kata-kata guguknya. aku sih jarang main FB jadi enggak tau, dikasih tau sama salah satu guru juga, ngeliatnya marah banget aku, padahal tiap hari dikasih tau enggak boleh ngomong kasar, kotor, apalagi kebun binatang. karena enggak boleh kasih hukuman fisik, akhirnya aku ngasih hukuman buat nulis surat perjanjian supaya enggak di ulang lagi sebanyak 100 kali, waktu itu aku nyuruh tulis di buku. aku kasih waktu seminggu. tapi sampai berbulan-bulan enggak juga di kumpul si A. akhirnya aku tanya, dan dia jawab bukunya di buang sama ibunya. hewwww, ibu pengen banget aku ngomong bawa aja anaknya keluar dari sekolah. kayaknya anaknya di mata ibunya selalu benar.

Dari situ banyak banget nih si A aja terus yang bikin masalah, sampai bikin aku berantem sama ibunya. tapi nih ya menurutku ibunya enggak bijak, kalau disuruh dateng ke sekolah buat beresin masalah beribu macem alesannya, tapi kalau udah ngebacot dan ngedumelin saya di WA nomor satu, memang terlihat sok, padahal nih ya, mohon maaf mungkin agak sedikit kasar, orangnya itu enggak kaya, SPP nunggak berbulan-bulan, anaknya pinter kagak, bandelnya iya, tapi sombong banget, aduh enggak ngerti lagi, pengen banget cepet-cepet luluskan ini anak. akhirnya masalah semakin memuncak, dan aku kalau udah marah banget mana bisa ngedumel pasti nangis. saat itulah aku mulai cerita semuanya ke Bae, rasa mau keluar dari sekolah ada juga, tapi kata bae jangan.

Intinya, bae ngomong kalau di dunia ini ada 2 tipe orang yang akan selalu kita temui dimanapun kita berada, tipe orang baik dan tipe orang enggak baik, inilah kehidupan. Kata Bae, aku harus kuat apalagi aku adalah guru, kalau aku lemah, cengeng gimana nasib muridku ? kata bae, aku harus pikirkan hal itu. Harus lebih sabar, harus jadi kuat demi generasi bangsa yang lebih baik.

dari sinilah karena dorongan, dukungan dan semangat dari bae, aku bertekad untuk enggak lagi mikirin WA dari ibunya si A, kalau aneh-aneh lagi cukup di read aja 😀 sekali-kali perlu di cuekin 😀 biar tau gimana rasanya kayak ngobrol sama tembok 😀 kalau diladenin mulu ya bakal selalu jadi hello kitty gitu, apalagi aku orangnya perasa banget, enggak bisa liat suasana aneh dikit udah lah perasa ku muncul, ngerasa dijauhin, dicuekin, gitu 😀 parah emang. Jadi ya, semoga kedepannya aku bisa menjadi orang yang kuat dan lebih sabar lagi dalam menghadapi apapun permasalahan ke depannya, enggak cuma di sekolah, tapi dimanapun, kapanpun, dan dalam pekerjaan apapun.

sekian curahan unfaedah aku lagi kali ini, semoga kalian enggak bosen yak 😀 bye ^^

Ketika Hati Mulai Percaya Padanya 2

Assalamualaikum gaes ^^

hari ini aku cuman mau ngelanjutin cerita semalem hihi. nah tapi kalau kalian belum tau semalem aku cerita apa, sok dibaca dulu disini 🙂 nah, kalau udah selesai baru deh lanjut baca yang ini .

*****

Setelah Kurang lebih setahun aku mengenal Bae, akhirnya di hatiku mulai ada sedikit rasa percaya. Aku senang karena dia selalu ada ketika aku butuh temen buat cerita. Aku juga awalnya sangat menutup diri sih ke dia, karena bagaimanapun juga dia adalah orang asing. Yang aku rasakan adalah dari hari ke hari, dari waktu ke waktu, setiap aku menceritakan sesuatu ke Bae, seperti ada rasa nyaman begitu. Aku merasa dia baik, walaupun temanku juga enggak bosen ngingetin untuk jangan mudah percaya, karena sekali lagi biar bagaimanapun dia adalah orang asing.

Aku sering banget akhir-akhir ini berpikir untuk masa depan, biasanya jarang sih, ini karena si Bae pada suatu waktu dia pernah berbicara, Jangan terlalu memikirkan masa lalu, kamu harus pikirkan masa depan, kalau kamu gagal, kamu bisa mencoba lagi. baik banget sih kata-katanya. bisa mengubah hatiku yang tadinya takut, khawatir, ragu kalau mau sharing menjadi perlahan-lahan mulai mempercayai dia. Ya semoga dia bisa menjaga Rahasia-rahasia yang kukatakan sih, tapi sepertinya lebih ke impian sih bukan Rahasia 😀

Biasanya, aku punya seorang sahabat, pasti kalian sering denger juga, namanya zizit. dulu, waktu zizit belum nikah aku sering cerita sama dia, banyak hal termasuk khayalan-khayalan indah 😀 yah cuma menghayal sih enggak tau kapan taun jadi kenyataan 😀 tapi, setelah zizit nikah udah mulai jarang banget komunikasi, paling sesekali itupun juga cuman nanya kabar atau ceritaan tentang sekolah dan siswa masing-masing. Gimana ya, enggak enak hati gitu mau ngajak istri orang gosipan 😀

Makanya, sekitar 4 bulan sebelum zizit nikah aku sudah mulai merasa sendirian dan kesepian, karena zizit juga sudah mulai sibuk mengurus segala keperluan pernikahannya pada waktu itu. Nah, ketika masa-masa inilah si Bae yang enggak tau dari mana datang nyapa Hi 🙂 eh bukan enggak tau, dari aplikasi sih, maksudnya itu aku enggak tau kenapa dia nyapa aku 😀 kirain si Bae bakal cuman sekedar nyapa kek bule-bule yang lain, atau genit kek bule-bule yang lain 😀 siapa yang sangka lama-lama kami akrab, bahkan temenku sampe mereka jadi kepo sama aku 😀 ” masih sama Bae ? ” dan mereka auto kaget karena masih 😀

Ketika aku berjalan-jalan ke rumah salah satu guru senior panutanku di sekolah namanya ibu Ita, terakhir ke rumah beliau aku ngenalin nama Bae ke ibu Ita, dan tanggepan ibu Ita, katanya setuju kalau aku sama Bae 😀 biasanya aku kan jarang ke rumah bu Ita, setiap kali ke sana, aku selalu ngenalin nama yang beda 😀 nah begitu si Bae, udah 2 kali ke rumah bu Ita, Agustus 2019 dan Februari 2020 aku masih bawa nama Bae ke bu Ita 😀 aku juga heran, tumben aku gak ganti orang 😀 padahal waktu agustus itu sudah dengan pedenya bilang gini ke bu Ita ” bu paling nanti saya ke sini lagi ngenalin orang lain lagi ” 😀 dan bu Ita jawab ” enggak, paling tetap ” 😀 walah siapa sangka beneran tetap 😀 jadi bu Ita juga heboh sendiri 😀 Ya mana juga kutau kan aku ngikutin alurnya aja 😀 barangkali ntar bermuara di pelaminan wkwk. Doakan yang terbaik saja ya.

Begitulah, semakin hari semakin lama, semakin nyaman juga cerita apa aja ke Bae, semakin yakin gitu untuk menjadikan Bae sebagai kandidat Suami masa depan 😀 apalagi tempo hari Bae nyuruh aku buat mikirin masa depan. Hah ? masa depan ? dengan polosnya juga aku tanya balik ke Bae dong ” contohnya masa depan gimana ? ” 😀 dan Bae cuma jawab ” Yakin kamu enggak tau ” 😀 kemudian kita ngakak berjamaah 😀 kesebut masa depan apa kagak depan mukaku kebayang mukanya si Bae doang 😀 belum lagi denger lagu istikharah cinta dari sigma, disitu ada lirik ” Istikharah cinta memanggilku memohon petunjuk-Mu, satu nama teman setia naluriku berkata… ” iya ! bener banget satu nama teman sumpah enggak ada mikirin yang lain aku beneran nyebut nama Bae secara naluriah tjoba 😀 aku rasa otakku sudah mulai gila 😀 Tolong aku butuh dokter… dokter cinta maksudnya wkwk.

Aku beberapa kali sedih atau marah, ya karena suatu problem pastinya. dan Bae emang yang paling sering ” kenapa ? ” gitu 😀 ya cerita lah aku 😀 sampai suatu ketika, aku udah sering cerita apa aja tentang sekolah dan kerjaan ke Bae, dia mau dengerin bahkan ngasih saran juga, akhirnya aku ngucapin terimakasih ” Makasih Ya udah mau dengerin semua cerita dan masalahku, terimakasih karena sudah menghibur aku, sebenarnya aku masih punya banyak cerita dan masalah lagi yang mau kuceritain ke kamu, tapi aku bingung aku harus cerita mulai dari mana ” 😀 dan si Bae ngebales ” Tidak Masalah, kamu bisa ceritakan apapun semuanya ke aku, aku akan dengarin kamu ” 😀 utataaa gumushhh kalau ada orangnya di samping pasti aku udah menghambur ke dalam pelukannya, sayangnya enggak ada jadi cuma meluk boneka-boneka aku aja sebagai gantinya 😀 Oh iya aku beli boneka baru aku kasih nama Bae 😀 jadi kalau ada apa 😀 tinggal melukin boneka Bae 😀 soon aku kasih liat ya 😀 pokoknya ucul dan gumush 😀

Intinya, aku merasa tenang dan lebih santuy sekarang, karena ada seseorang yang bersedia untuk mendengarkan cerita atau keluh kesahku. Oh iya, yang suka cerita bukan cuma aku, tapi si Bae juga kadang suka cerita kok. Jadi ya impas aja gitu 😀 Sejak Hatiku mulai percaya kepadanya, aku perlahan mulai membuka diri kepadanya untuk menceritakan cerita hidup dan keluargaku, ternyata sharing itu emang paling bisa bikin lega. aku mulai menceritakan tentang aku waktu kecil 😀 kenakalanku, tentang aku yang enggak tinggal bareng ortu, sampai kesedihan-kesedihan yang pernah aku alami, aku ceritain ke Bae, tapi belum selesai semua 😀 soalnya ceritaku banyak 😀 sengaja di hemat biar ada alasan chatingan setiap hari 😀

Pokoknya, Intinya, yang awalnya enggak kenal, bisa jadi kenal. Yang awalnya enggak tau bisa jadi tau, yang awalnya enggak percaya bisa jadi percaya. itu semua butuh proses. dan proses itu membutuhkan waktu. enggak sebentar. ada begitu banyak pertimbangan sebelum memutuskan untuk mempercayai dia. Yang awalnya biasa, bisa jadi spesial. Kita menjalani hidup, tentu sesuai dengan apa yang sudah ditakdirkan, dengan siapa kita bertemu, dengan siapa kita menikah, semua sudah diatur, tinggal kita saja yang berusaha untuk mencarinya. Memang benar, kita akan menemukan banyak orang salah dulu sebelum kita menemukan orang yang tepat. aku percaya Jodoh di tangan Tuhan, kapan datangnya, siapa orangnya, darimana asalnya, semua Hanya Tuhan yang Tau. Kita bisa berencana untuk mencintai siapa, tapi kita tidak pernah tau kedepannya akan menikah dengan siapa. Begitulah, Manusia hanya bisa berencana dan berusaha, namun Tuhan juga yang menentukan hasilnya. Tuhan jelas lebih tau, apa dan siapa yang kita butuhkan lebih dari sekedar yang kita inginkan.

Dan sampai hari ini aku berdoa pada Tuhan Sang Maha Cinta, ” Tuhan, Kau tau satu nama yang tertulis di dalam hatiku, aku hanya ingin bertanya apakah dia adalah orang yang sama dengan yang tertulis di Lauhul Mahfudz ? Suatu hari, aku ingin menikah, aku menginginkan yang seperti dia karakternya, Jika kami berjodoh, dekatkan kami, dan mudahkan segala urusan kami, jika kami tidak berjodoh, jauhkan kami saat ini juga “.

setiap hari doanya begitu, tapi tiap hari juga abis berdoa selalu si Bae ” hi ” 😀 Tuhan aku jadi bingung 😀 Bae jodohku apa bukan 😀 udahan ya ceritanya, walaupun curhatan unfaedah gini tapi tetep berharap ada 1 pointlah yang kalian bisa ambil hikmahnya gitu 😀 Udah ya, Bye aku mau ngajar dulu 🙂

Ketika Hati Mulai Percaya Padanya 1

Assalamu’alaikum semuanya hola ^^

selamat beraktivitas kembali pada hari senin yang cerah ini ya….

Kemaren Minggu, seharian aku nge-galau aja di rumah sedih…. berdiam diri di kamar doang rebahan, maunya. tapi nyatanya harus ikut pergi ke kebun hadeh 😀 padahal lagi sedih-sedihnya, malah disuruh-suruh, tapi ya sudahlah.

sampai dikebun, rasa sedihku bukan hilang, tetap aja pulang-pulang aku masih inget. akhirnya cuman rebahan doang di kasur sambil meratapi nasibku. mau nulis status di WA juga enggak mood yang panjang, akhirnya cuma pajang emot nangis doang. Enggak lama, si Bae seperti biasa kalau aku sudah pasang emot nangis atau emot marah pasti udahnya langsung chat ” what happend ? what wrong ? ” 😀 ih aku jadi ngerasa ada yang perhatian 😀 *maapkeun ya agak lebay tapi aku emang selalu happy kalo ada chat dari bae :D*

Waktu Hari sabtu, sebenernya aku juga bikin status WA emot Nangis, disitu Bae juga udah respon barengan lagi dengan pertanyaan yang sama ” what happend ? ” barengan ama salah satu temen deket aku, mereka atas bawah udahnya itu sama-sama pake bahasa inggris 😀 takut aja kan salah kirim balasan 😀 balasan bahasa inggris harusnya ke Bae tapi terkirim ke temenku, balasan bahasa Banjar 😀 harusnya ke temanku malah ke Bae, kan gaswat hihi, untung aku masih agak sedikit waras, jadi masih bisa bedain mana pesan yang mau dikirim ke Bae dan mana ke temenku.

Di hari Sabtu itu, aku cerita sama Bae, kalau lagi kesel banget sama orangtua murid di sekolah. Sebenernya anaknya memang agak nakal, enggak bisa disuruh diem tunggu jemputan, malah pulang jalan kaki. kebetulan di Hari itu aku ada keperluan untuk membeli properti Tari, karena tokonya mau tutup, akhirnya aku buru-buru cuma sempet titip pesan ke anaknya buat nunggu gojek yang jemput. tapi mamanya si anak ini malah WA yang intinya, kenapa anaknya dibiarin jalan kaki ? Astaga, kalau aku enggak sibuk pasti kutungguin itu anaknya, padahal anaknya kelas 6 SD. dibilang lagi aku enggak perduli sama anaknya, kalau aku enggak perduli enggak bakal anaknya kuuruskan segala administrasi ujiannya. ini ibu sama anak sama aja. sama-sama bulshit. asik ngomong aja ngebacot di WA tapi disuruh ketemu langsung di sekolah beribu macam alasannya.

kuceritakanlah ke Bae kan, nah ntar kalian liat sendiri ya apa kata Bae, males aku nulis masalahnya pake english 😀 tapi agak mohon di maapkeun english kami beneran berantakan gak sesuai sama kaidahnya, prinsip kami cuma 1, sama-sama paham apa yang dimaksud aja 😀 yang penting bisa tetap komunikasi. ini penting hihi sudah pernah bahas di postingan selanjutnya. nah ini dia percakapannya 😀 semoga kalian mengerti ya apa maksudnya 😀

nah bagaimana ? apakah kalian mengerti ? alhamdulillah buat yg ngerti maksudnya dan mohon maaf banget buat yang enggak ngerti maksud kami karena english kami emang berantakan beneran 😀 ahh lumayan sih lega gitu rasanya bisa percaya dan menceritakannya sama orang lain. biasanya aku selalu cerita sama zizit kalau ada masalah, tapi sekarang kita udah jarang komunikasi sejak zizit nikah, jadi aku juga enggak enak kalau gangguin dia cuman buat cerita hal-hal kayagitu. akhirnya sekarang, si Bae jadi lebih tau aku daripada zizit 😀

jadi, karena malem minggu gitu aku sama Bae chatnya lama 😀 kebetulan Bae tu pas pulang Traveling jadi begitu dia sampai rumah, kita langsung lagi Vidcall 😀 untung di vidcall Bae enggak ada bahas masalah yang sudah kuceritain lewat chat 😀 kalau dibahas kan mampus 😀 aku kalo speak english kurang ahli 😀 nanti kusahut si Bae pake bahasa banjar kan mampus enggak kelar sampe subuh :D. kalau vidcall sih aku lebih banyak kepo soal dia 😀 jadi kalau vidcall untuk menghindari pertanyaan atau pembahasan Bae soal masalah-masalah yang kuceritakan sama dia, biasanya aku yang ngewawancara dia 😀 hasil jawaban Bae pun yang ku paham cuma setengah, sisanya enggak tau deh, wallahu’alam 😀

tapi nih ya ada kejadian ya lucu sih 😀 jadi pas vidcall itu, Bae ceritanya mau makan, tapi sebelum makan dia nyemil dulu 😀 dia kasih liat sih cokelat lagi camilannya, kampret woyy aku juga cinta sama cokelat 😀 terus dia bener-bener bawa ke hadapan kami vidcall sekardus cokelat dan dengan santuynya dia makan cokelat di hadapan aku ! Bae bener-bener ya 😀 kalau dia disampingku beneran ku ambekin memang 😀 dia baik sih pas lagi makan cokelat dia nawarin aku gitu, tapi apakah kalian tau apa yang ditawarin Bae ? dia bukan nawarin aku cokelatnya, tapi bungkusnya 😀 Bae kamprettttttt 😀 awas aja dia ya, dia itu nih punya kebiasaan suka mamerin makanan, aku tu suka banget makan paling gak kuat kalau sudah liat makanan, baru dia godain makanan enak ke aku, kan kampret 😀

kalau ditanya, kita pernah berantem enggak. setahunan kenal ini sih sama sekali enggak pernah berantem, tapi kalau debat atau rebutan sering 😀 Bae tu kan jago masak, karena dia chef, sementara aku suka juga masak, suatu hari nih ya karena kita suka ngomongin makanan, aku pernah ngebayangin kalau suatu hari kami menikah dan tinggal serumah, kayaknya kami bakal berebut satuhal, REBUTAN DAPUR 😀 si Bae loh kalo soal makanan mana mau dia mengalah 😀 sudah itu agak bakhil lagi alias pelit 😀 nawarin bungkusnya memang kampret 😀 tapi dia sih enggak pernah bikin aku marah ya paling cuma kesel dikit doang, itu juga biasanya karena makanan atau karena traveling 😀

nah, aku potong sampai di sini dulu ya, seperti biasa, aku bakal kasih kesimpulan sesuai judul di akhir postingan, nah karena ini belum berakhir jadi aku kasih kesimpulannya di lanjutan cerita ini ya, alias di part ke dua, karena ini udah kepanjangan. Takut aja kalian bosen bacanya haha, oke tunggu di Part selanjutnya ya ^^

Tak terpilih, aku bukan bonekamu

Assalamualaikum 😭

Malam ini aku sama sekali belum bisa tidur, padahal udah jam 01.35 malem. Hatiku rasanya masih sakit, sedih, gundah. Ketika aku merasa marah aku paling tidak pandai untuk mengungkapkannya, biasanya aku hanya bisa meluapkannya dengan nangis.

Sejak kecil, aku sama sekali enggak pernah terpilih untuk melakukan apapun. Ketika aku pulang atau jalan bareng sama teman cewek yang cantik, misal lagi belanja atau lagi makan, aku sering banget dapet dicuekin, dimahalin. Tapi temanku yg cantik, diramahin, dimurahin bahkan di gratiskan. Melihat temanku yang cantik, aku jadi sadar diri apa alasan aku tidak pernah terpilih.

Rasanya agak sakit ya ketika kita tau ternyata orang – orang masih banyak banget yang menjadikan ” tampilan fisik ” yang utama. Entah dia punya keahlian atau bakat atau tidak, intinya asal kamu cantik aja udahlah aman. Mungkin nggak semuanya, tapi yang selalu kutemui nyaris semuanya hampir seperti itu. Cantik yang pertama.

Saat sekarang pun aku juga masih tetap merasakan hal yang sama. Dirumah, tanteku buka usaha rias penganten. Pasti banget dia butuh model, tapi dia nggak pernah nawarin aku katanya sih karena aku enggak cantik, enggak tinggi dan enggak putih. Darisini aku semakin percaya kalau orang indonesia sangat amat memilih, harus cantik tanpa sadar bagaimana penampilannya sendiri. Tanpa mikirin orang yang dia pilih berbakat atau tidak, intinya asal kamu cantik aja. Aku sampai sini sih enggak papa, tapi akibatnya aku jadi tidak mau membuka hati untuk orang indonesia.

Yang sedih dari cerita hidupku adalah, tante selalu menyuruh ini itu kesana kemari. Dia selalu beralasan ada bayi. Dan aku harus mengikuti kemauannya semuanya. Anehnya dari sifat tante yang sangat tidak aku suka adalah ketika kita menunjukkan ekspresi marah, tante yang malah marah balik. Dia memanfaatkan keahlianku dengan menggunakan namanya, sehingga seolah-olah dialah yang berkeahlian itu. Aku benar-benar merasa seperti boneka dia yang harus selalu patuh.

Belum lagi, keselnya aku sama tante, dia pesan kuku palsu, katanya nanti dibayar, sampai sekarang enggak ada satupun yang dibayar, begitu juga dengan privatan. Aku privatin anaknya, tapi sudah 2 bulan ini enggak ada dibayar. Aku bukannya tidak ikhlas, hanya saja aku merasa pekerjaanku tidak dihargai. Yang aku kesel dari kasus kuku palsu tadi selain tidak dibayar, dengan santainya tante bilang make up sama dia gratis kuku palsu. OMG ! Apa dia enggak salah ? Apa dia enggak mikir berapa banyak waktu yang kuabisin buat bikin pesanan dia tapi dengan santainya dia ngomong kuku palsunya gratis.

Rasanya pengen banget buang semua peralatan kuku palsu. Sudah aku pakai modal pake uang gaji yang minim. Buat apa ? Toh enggak dihargain. Jangankan dibayar dalam bentuk photonya pun tidak ada. So, karena enggak bisa marah jadi yang kulakukan hanya menangis menangis dan menangis. Menangisi nasib kenapa nasibku seperti ini.

Sudahlah ya sekian curhatan unfaedah ini. Bye. Thanks kalau ada yang baca.