Sepintas Pikiran menjelang 25

Assalamu’alaikum 🙂

Hola 🙂

Sebagai manusia biasa, terkadang kita memiliki begitu banyak mimpi, dan juga harapan. Semua impian yang sudah dirajut pun diharap bisa menjadi kenyataan dengan akhir yang indah. Namun, segala proses untuk bisa mewujudkan impian-impian tersebut tidaklah mudah, perjuangan yang indah dengan segala ujian dan hambatannya yang terkadang membuat hati selalu ingin menyerah, ada saja menghampiri untuk membuat goyah. Tapi, selama kita memiliki tekad yang kuat untuk bisa mencapai segala impian tersebut, suatu hari nanti impian-impian yang sudah dirancang bukan lagi hanya sekedar hayalan, Namun, itulah kenyataan yang indah yang harus disyukuri sepanjang waktu hidupmu.

Akhir-akhir ini, aku memiliki satu impian besar yang sebenarnya sudah aku rajut sejak beberapa tahun terakhir, hanya saja baru tahun ini aku mulai berpikir untuk benar-benar segera menjadi kenyataan. Impian aku yang paling besar adalah menikah, mumpung orang tua masih hidup, aku benar-benar tidak ingin termasuk golongan orang yang lambat menikah, tapi kapan jodoh itu akan datang, aku juga tidak bisa menerka-nerka waktunya.

Terkadang suka tertawa sendiri, mau menikah Desember, tapi calonnya belum ada hihi. Sepanjang bulan, sepanjang Minggu dan sepanjang hari, setiap pergi ke kondangan, setiap ditanya ” kapan nikah ? ” selalu menjawab ” Insyaallah Desember ” yang entah desember tahun berapa itu akan kejadian. Kok ya pede banget gitu 😀 lalu, menjelang bulan Desembernya mendekat jadi suka was-was sendiri, ” udah mau Desember aja ih tapi kok calonnya belom juga datang, wah bakal mundur lagi nih ” 😀 begitu terus setiap akhir tahunnya, macem mana ya keinginan tidak berjalan sesuai takdir 😀 Jadi, ya harus menunggu lagi, sampai waktu yang sudah ditakdirkan. Tapi kadang, sabarnya itulah yang berat hihi.

Apalagi, banyak temen sekolah, kuliah, bahkan kerja yang sudah menikah lama bahkan sudah memiliki anak yang hampir memasuki usia sekolah, kadang disitulah aku merasa tua banget 😀 temen-temen dah punya anak mau sekolah lah aku masih belum menikah 😀 ini aku yang ketuaan atau mereka yang kecepetan nikah ? tapi ya gitu emang faktanya rata-rata temanku sudah mulai menikah sejak masa kuliah, salut deh bisa bagi waktu antara keluarga dan pendidikan, menurutku itu sih keren, udah bisa mandiri dan mikirin masa depan padahal masih kuliah, udah bisa bertanggung jawab untuk kehidupan anak istri padahal masih kuliah, sementara aku, jangankan bagi waktu untuk keluarga, atur waktu sendiri aja kadang suka kewalahan 😀 gimana bisa bertanggung jawab secepat itu 😀

Kadang nih ya, aku udah belajar banyak hal yang menunjang nanti kalau berumah tangga, belajar ngurus anak, belajar masak, belajar mengurus rumah, belajar parenting. Pokoknya segala persiapan ilmu buat menikah tuh semua sudah dilakukan, pokoknya terlihat siap 98 % buat menikah, bahkan dengan pedenya berkata ” Aku sudah siap nikah ” padahal kondisi masih sendiri, belum ada calon kandidatnya sama sekali 😀 ehhhh, pas ditawarin kenalan sama orang auto mendadak ciut, yang tadi 98% merasa siap nikah auto kebalik jadi 98% belom siap nikah 😀 kadang suka cerita kayak gitu sama zizit, zizit bilang ” harus siap terus pokoknya ” 😀 aih, atuhlah berat, tapi kepengen nikah 😀 macem mana lah ketidakjelasan saya ini 😀

Sampai, ada masanya dimana aku udah pasrah banget sama calonnya, akhirnya mulai nyeleksi teman-teman yang udah lama kenal buat dijadiin kandidat 😀 tapi, ya cuma aku doang yang tau 😀 Keluarga gimana ? keluarga nanya umur aku dulu, pas aku bilang OTW 25 langsung deh semuanya pada nyuruh nikah, aih nyuruh doang cariin kek calonnya 😀 dikiranya nyari calon kek beli kerupuk di warung, yang selalu ada kapan aja saat dibutuhkan 😀 andaikan seperti itu, mungkin dari dulu aku sudah nikah 😀 akhirnya, cuma bilang ” belum ada calonnya ” 😀 ” mau fokus kerja dulu ” 😀

Padahal kek aku gini, apa lagi yang dipikir coba 😀 lulus kuliah udah 3 tahun, kerja udah 3 tahun, punya bisnis sendiri udah 2 Tahun 😀 tinggal nunggu apa lagi coba ? selain nunggu ada yang bersedia nafkahin aku doang 😀 ehhhh 😀 tapi benerkan orang yang udah diumur aku, punya kerjaan juga pasti bakal mikir kayak gini kan ? atau jangan-jangan aku doang 😀 

Tapi begitulah, ke-gundah-gulana-an ku tahun ini 😀 ditambah pula ini musim corona kan, yang gak tau kapan berakhir ? tambah gelisah gelisah gelisah hatiku, ibaratnya ya, sebelum ada corona aja, aku belum ketemu sama jodoh, apalagi musim corona ini, tambah sulit kali ketemu jodoh, hehe. sebenernya sih santai, sambil menunggu takdir Tuhan, cuman itulah sepintas pikiran-pikiranku, yang mulai sudah ada buat bener-bener membina rumah tangga.

Kalau kalian ? di usia menjelang 25 apa pernah punya pikiran galau kayak aku juga ? atau bahkan sedang dalam situasi dan kondisi yang sama ? yuk kita berbagi cerita 🙂

Bye semua, terimakasih sudah mendengar sedikit ceritaku hari ini 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s