Menghargai Sebuah Hubungan Part 1

Hanya dirimu yang kucinta, takkan membuat aku jatuh cinta lagi

aku merasa kau yang terbaik untuk diriku….

walau ku tau kau tak sempurna, takkan membuat aku jauh darimu

apa adanya ku kan tetap setia kepadamu….

Tuhan jagakan dia, dia kekasihku dan tetap milikku

aku sungguh mencintai, sungguh menyayangi setulus hatiku…

~ MOTIF BAND – TUHAN JAGAKAN DIA ~

Assalamu’alaikum hola semuanya, apa kabar?

semoga baik-baik aja dan sehat wal afiat dan dilancarkan dalam segala urusannya aamiin πŸ™‚ Seperti biasa, hari ini aku akan kembali bercerita dan kali ini berhubungan samaΒ relationship atau hubungan.

*****

Pernah dengar kata-kata kayak gini ”Β kesempatan emas itu, jarang datangnya 2 kali “, ” kalau ketemu yang baik saat ini, jaga dengan baik pula, karena yang berikutnya belum tentu sama baik atau lebih baik dari yang saat ini disampingmu “.

Dulu, aku paling nggak pernah percaya sama kata-kata seperti itu. Tapi, sekarang aku percaya banget bahwa kesempatan emas tidak datang 2 kali dan saat kita melepaskan yang baik hanya karena kita tidak puas, kedepannya kita belum tentu bertemu dengan karakter yang sama. tentu aja aku nggak akan bisa share ke kalian kalau aku belum ngejalanin sendiri.

Hari ini, aku mau share ke kalian tentang pentingnya menghargai sebuah hubungan, menjaga agar hubungan yang sudah kita bina sejak lama tetap baik dan sehat, terhadap siapapun. kita tidak mungkin bisa belajar banyak dan lebih baik tentang hidup tanpa menjalin sebuah hubungan terlebih dahulu. Hubungan tidak hanya antara anak dan orang tua, tapi bisa juga teman, sahabat, bahkan pasangan sekalipun. Hubungan juga tidak harus tidak memiliki jarak. Dekat ataupun jauh, yang namanya hubungan tetap harus dijaga. Kesetiaan, kejujuran, dan saling percaya adalah kunci agar hubungan yang kita miliki tetap terjaga dengan baik selamanya. Aku yakin, enggak ada orang yang mau ketika membina sebuah hubungan, akan kandas di tengah jalan. Tapi, hal itu justru banyak terjadi. Apakah hubungannya yang salah ? Tidak. tapi karakter, sifat, sikap, dan ego lah yang salah. Salahnya dimana? Tentu tidak memikirkan akibat yang ditimbulkan untuk jangka panjang, tidak memikirkan efeknya terhadap diri sendiri bahkan orang disekitar yang juga ikut kena imbasnya.

Ada banyak tipe orang di dunia dalam menjalani sebuah hubungan. Ada yang santuy, ada yang harus selalu ada kabar tiap jam bahkan tiap menit wkwk, ada yang terlihat cuek padahal perhatian, ada yang bisa sabar satu sama lain, ada yang gampang emosi, bahkan ada juga yang justru selalu serba salah. Ada yang sangat percaya bahkan ada juga yang tidak percaya, dan masih banyak lagi. Kadang yang kayak gini kalau gak pake sabar bisa bikin retak sebuah hubungan hehe.

Mungkin disini ada yang pernah baca Story IG ku tahun lalu, atau baca di blog aku ini juga ya πŸ™‚ tentang cerita awalku dan bae.

Aku dan Bae, kami bertemu disaat aku berada dalam usia 23 tahun dan bae 26 tahun. Teruntuk aku, kala itu Tuhan mempertemukan kami disaat yang tepat. Aku bertemu dia justru bukan disaat aku happy, bukan disaat yang disengaja mau cari yang bule, tapi disaat aku sedang gundah gulana, walaupun disisi lain aku bahagia juga. Pada waktu itu, kami bertemu tepat 3 bulan sebelum sahabatku tersayang, zizit menikah. Aku sangat menyayangi sahabatku setelah kedua orang tua dan adikku. Zizit adalah sosok sahabat yang paham tentang aku, diriku, karakter, dan sifatku dari A sampai Z. Sebelum Zizit menikha, kami berdua selalu jadi partner kemana-mana. ke Kondangan, makan bareng, jalan bareng, curhat bareng, diskusi dan segala macamnya. Tapi setelah Zizit menikah, aku mulai kayak kurang etis dan kurang enak aja kalau curhat setiap hari sama dia haha, takut aja gitu kalau ada suaminya di samping ikut baca curhatan aku ke Zizit entar yang ada aku diledekin sama suaminya, nah aku tuh gak mau kayak gitu πŸ˜€

Disisi lain, aku juga ikut merasa bahagia karena Zizit akan menikah, dan disisi lain aku juga merasa gundah ”Β Tuhan, kalau Zizit menikah bagaimana denganku ? Apakah aku harus sendirian ? dengan siapa lagi aku akan bercerita ? dengan siapa lagi aku akan mencurahkan segalanya? dengan siapa lagi aku berharap bisa menyandarkan kepala saat aku sedang bersedih ? “.Β Ketika itu, aku berdiri di depan kaca lemari tentunya setelah Zizit pulang dari ambil mahkota untuk preweddingnya. ”Β Tuhan, aku bahagia saat tau Zizit akan menikah. tapi, disisi lain aku juga sedih karena artinya aku akan sendirian, Tuhan aku berharap kau berkenan mengirimiku seseorang yang bisa menggantikan Zizit, yang sama baiknya, dan sama tingkat kepeduliannya terhadap diriku “.Β Saat berharap seperti itu, aku bener-bener ngerasa kayak yang abis patah hati banget abis denger kabar bakal ditinggal nikah kekasih πŸ˜€ bahkan nih sakingnya aku lemah banget punya hati, aku sampe nangis sesenggukan loh, saking bapernya, padahal gak ada yang berubah, sahabatku cuman nikah doang, ganti status, walaupun pada akhirnya, dia memutuskan untuk ikut sama suaminya πŸ™‚

Aku percaya dengan kataΒ ” hello, goodbye ”Β . Bahwa, setiap ada yang pergi meninggalkan, pasti akan ada yang datang menemani. Itulah yang aku jadikan motivasi saat aku merasa sedang sendirian. 2 bulan berikutnya. Aku masih dalam kondisi hati yang masih belajar untuk baik-baik saja walaupun kalau lagi ngumpul tetep berusaha keras untuk baik-baik saja πŸ˜€ guys, pura-pura terlihat baik-baik saja itu berat πŸ˜€ di saat itulah aku dan bae bertemu. Pertama sih biasa aja ya bahkan akunya yang jual mahal hehe kayak agak-agak sombong tapi dianya gigih, yang bikin akhirnya aku melunak kayak ” wah ini nih orangnya “. Yaudah, jalan aja nyaman sampai sekarang πŸ™‚ Saat aku sadar, dari awal-awal kok rasanya bae tuh kayak gak asing πŸ˜€ bukan kayak orang yang baru kenal, tapi berasa kayak yang udah kenal bertahun-tahun. Saat Zizit udah resmi menjadi seoprang istri, perlahan aku mulai memilah mana yang harus kuceritakan ke Zizit, kayak yang aku bilang malu kalau-kalau ada suaminya di samping, ntar diledekin πŸ˜€

Akhirnya, saat aku dan zizit mulai berkurang tingkat intensitas kita dalam berkomunikasi karena dia nun jauh disana sama suaminya, justru sama si bae lah yang semakin hari semakin intens. Kita banyak berbagi cerita, diskusi segala macem, masa depan, masa lalu, bahkan berbagi masalah juga. Malah sekarang jadi yang paling peduli, bahkan kalau aku bilang, karakter bae itu 98 % karakter zizit. terimakasih Tuhan mengabulkan doaku. Bersyukur banget Tuhan ngirimin seseorang yang bisa menggantikan zizit bahkan dengan karakter yang benar-benar mirip.

Guys, ini baru cerita awalnya ya πŸ™‚ aku bakal potong di part yang kedua πŸ™‚ yang nanti lebih sesuai sama judulnya πŸ™‚ BTW sengaja di awal dikasih lirik salah satu lagu kesukaan aku yaitu Tuhan Jagakan dia. Maksudnya itu buat Bae yang jauh disana πŸ™‚ aku berharap dilancarkan segala urusannya di sana, dan aku juga disini berjuang untuk menuntaskan pekerjaan aku, sampai akhirnya Tuhan mengijinkan kami untuk bersama, jika berjodoh πŸ™‚ aamiin πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s