Menghargai Sebuah Hubungan Part 1

Hanya dirimu yang kucinta, takkan membuat aku jatuh cinta lagi

aku merasa kau yang terbaik untuk diriku….

walau ku tau kau tak sempurna, takkan membuat aku jauh darimu

apa adanya ku kan tetap setia kepadamu….

Tuhan jagakan dia, dia kekasihku dan tetap milikku

aku sungguh mencintai, sungguh menyayangi setulus hatiku…

~ MOTIF BAND – TUHAN JAGAKAN DIA ~

Assalamu’alaikum hola semuanya, apa kabar?

semoga baik-baik aja dan sehat wal afiat dan dilancarkan dalam segala urusannya aamiin πŸ™‚ Seperti biasa, hari ini aku akan kembali bercerita dan kali ini berhubungan samaΒ relationship atau hubungan.

*****

Pernah dengar kata-kata kayak gini ”Β kesempatan emas itu, jarang datangnya 2 kali “, ” kalau ketemu yang baik saat ini, jaga dengan baik pula, karena yang berikutnya belum tentu sama baik atau lebih baik dari yang saat ini disampingmu “.

Dulu, aku paling nggak pernah percaya sama kata-kata seperti itu. Tapi, sekarang aku percaya banget bahwa kesempatan emas tidak datang 2 kali dan saat kita melepaskan yang baik hanya karena kita tidak puas, kedepannya kita belum tentu bertemu dengan karakter yang sama. tentu aja aku nggak akan bisa share ke kalian kalau aku belum ngejalanin sendiri.

Hari ini, aku mau share ke kalian tentang pentingnya menghargai sebuah hubungan, menjaga agar hubungan yang sudah kita bina sejak lama tetap baik dan sehat, terhadap siapapun. kita tidak mungkin bisa belajar banyak dan lebih baik tentang hidup tanpa menjalin sebuah hubungan terlebih dahulu. Hubungan tidak hanya antara anak dan orang tua, tapi bisa juga teman, sahabat, bahkan pasangan sekalipun. Hubungan juga tidak harus tidak memiliki jarak. Dekat ataupun jauh, yang namanya hubungan tetap harus dijaga. Kesetiaan, kejujuran, dan saling percaya adalah kunci agar hubungan yang kita miliki tetap terjaga dengan baik selamanya. Aku yakin, enggak ada orang yang mau ketika membina sebuah hubungan, akan kandas di tengah jalan. Tapi, hal itu justru banyak terjadi. Apakah hubungannya yang salah ? Tidak. tapi karakter, sifat, sikap, dan ego lah yang salah. Salahnya dimana? Tentu tidak memikirkan akibat yang ditimbulkan untuk jangka panjang, tidak memikirkan efeknya terhadap diri sendiri bahkan orang disekitar yang juga ikut kena imbasnya.

Ada banyak tipe orang di dunia dalam menjalani sebuah hubungan. Ada yang santuy, ada yang harus selalu ada kabar tiap jam bahkan tiap menit wkwk, ada yang terlihat cuek padahal perhatian, ada yang bisa sabar satu sama lain, ada yang gampang emosi, bahkan ada juga yang justru selalu serba salah. Ada yang sangat percaya bahkan ada juga yang tidak percaya, dan masih banyak lagi. Kadang yang kayak gini kalau gak pake sabar bisa bikin retak sebuah hubungan hehe.

Mungkin disini ada yang pernah baca Story IG ku tahun lalu, atau baca di blog aku ini juga ya πŸ™‚ tentang cerita awalku dan bae.

Aku dan Bae, kami bertemu disaat aku berada dalam usia 23 tahun dan bae 26 tahun. Teruntuk aku, kala itu Tuhan mempertemukan kami disaat yang tepat. Aku bertemu dia justru bukan disaat aku happy, bukan disaat yang disengaja mau cari yang bule, tapi disaat aku sedang gundah gulana, walaupun disisi lain aku bahagia juga. Pada waktu itu, kami bertemu tepat 3 bulan sebelum sahabatku tersayang, zizit menikah. Aku sangat menyayangi sahabatku setelah kedua orang tua dan adikku. Zizit adalah sosok sahabat yang paham tentang aku, diriku, karakter, dan sifatku dari A sampai Z. Sebelum Zizit menikha, kami berdua selalu jadi partner kemana-mana. ke Kondangan, makan bareng, jalan bareng, curhat bareng, diskusi dan segala macamnya. Tapi setelah Zizit menikah, aku mulai kayak kurang etis dan kurang enak aja kalau curhat setiap hari sama dia haha, takut aja gitu kalau ada suaminya di samping ikut baca curhatan aku ke Zizit entar yang ada aku diledekin sama suaminya, nah aku tuh gak mau kayak gitu πŸ˜€

Disisi lain, aku juga ikut merasa bahagia karena Zizit akan menikah, dan disisi lain aku juga merasa gundah ”Β Tuhan, kalau Zizit menikah bagaimana denganku ? Apakah aku harus sendirian ? dengan siapa lagi aku akan bercerita ? dengan siapa lagi aku akan mencurahkan segalanya? dengan siapa lagi aku berharap bisa menyandarkan kepala saat aku sedang bersedih ? “.Β Ketika itu, aku berdiri di depan kaca lemari tentunya setelah Zizit pulang dari ambil mahkota untuk preweddingnya. ”Β Tuhan, aku bahagia saat tau Zizit akan menikah. tapi, disisi lain aku juga sedih karena artinya aku akan sendirian, Tuhan aku berharap kau berkenan mengirimiku seseorang yang bisa menggantikan Zizit, yang sama baiknya, dan sama tingkat kepeduliannya terhadap diriku “.Β Saat berharap seperti itu, aku bener-bener ngerasa kayak yang abis patah hati banget abis denger kabar bakal ditinggal nikah kekasih πŸ˜€ bahkan nih sakingnya aku lemah banget punya hati, aku sampe nangis sesenggukan loh, saking bapernya, padahal gak ada yang berubah, sahabatku cuman nikah doang, ganti status, walaupun pada akhirnya, dia memutuskan untuk ikut sama suaminya πŸ™‚

Aku percaya dengan kataΒ ” hello, goodbye ”Β . Bahwa, setiap ada yang pergi meninggalkan, pasti akan ada yang datang menemani. Itulah yang aku jadikan motivasi saat aku merasa sedang sendirian. 2 bulan berikutnya. Aku masih dalam kondisi hati yang masih belajar untuk baik-baik saja walaupun kalau lagi ngumpul tetep berusaha keras untuk baik-baik saja πŸ˜€ guys, pura-pura terlihat baik-baik saja itu berat πŸ˜€ di saat itulah aku dan bae bertemu. Pertama sih biasa aja ya bahkan akunya yang jual mahal hehe kayak agak-agak sombong tapi dianya gigih, yang bikin akhirnya aku melunak kayak ” wah ini nih orangnya “. Yaudah, jalan aja nyaman sampai sekarang πŸ™‚ Saat aku sadar, dari awal-awal kok rasanya bae tuh kayak gak asing πŸ˜€ bukan kayak orang yang baru kenal, tapi berasa kayak yang udah kenal bertahun-tahun. Saat Zizit udah resmi menjadi seoprang istri, perlahan aku mulai memilah mana yang harus kuceritakan ke Zizit, kayak yang aku bilang malu kalau-kalau ada suaminya di samping, ntar diledekin πŸ˜€

Akhirnya, saat aku dan zizit mulai berkurang tingkat intensitas kita dalam berkomunikasi karena dia nun jauh disana sama suaminya, justru sama si bae lah yang semakin hari semakin intens. Kita banyak berbagi cerita, diskusi segala macem, masa depan, masa lalu, bahkan berbagi masalah juga. Malah sekarang jadi yang paling peduli, bahkan kalau aku bilang, karakter bae itu 98 % karakter zizit. terimakasih Tuhan mengabulkan doaku. Bersyukur banget Tuhan ngirimin seseorang yang bisa menggantikan zizit bahkan dengan karakter yang benar-benar mirip.

Guys, ini baru cerita awalnya ya πŸ™‚ aku bakal potong di part yang kedua πŸ™‚ yang nanti lebih sesuai sama judulnya πŸ™‚ BTW sengaja di awal dikasih lirik salah satu lagu kesukaan aku yaitu Tuhan Jagakan dia. Maksudnya itu buat Bae yang jauh disana πŸ™‚ aku berharap dilancarkan segala urusannya di sana, dan aku juga disini berjuang untuk menuntaskan pekerjaan aku, sampai akhirnya Tuhan mengijinkan kami untuk bersama, jika berjodoh πŸ™‚ aamiin πŸ™‚

Ketika Rasa Itu Datang Kembali

Assalamu’alaikum πŸ™‚

Hola temen-temen πŸ™‚

Terkadang, kita enggak pernah tau di kemudian hari, akan jatuh cinta dengan siapa dan karena apa. Bahkan, kita pun juga enggak tau, kepada siapa hati kita akan berlabuh menemukan muaranya. Karena sejatinya rasa yang tumbuh adalah sebuah anugerah dari Sang Maha Cinta. Kita juga tidak bisa mengelak ataupun menolak, ketika cinta itu hadir. Siapapun orangnya, entah dia yang kita kenal atau tidak, yang jelas ketika rasa itu hadir, tak ada seorang pun yang bisa menolak bahkan menghalanginya, Karena Jatuh Cinta adalah bagian dari Kasih Sayang-Nya. Terima dan nikmatilah, anugerah dari Kasih-Nya kepada kita.

Beberapa hari ini, ada sesosok bayangan seorang laki-laki yang selalu mengganggu ketenangan hidupku. Terkadang, bayangan itu hadir tanpa permisi. Aku sangat kenal sekali akan sosok bayangan ini. Ya, dia adalah salah satu dari banyak temanku. Aku pernah punya perasaan lebih dari sekedar teman kepadanya, tapi kala masih kuliah aku simpan rapat-rapat hingga hanya menjadi sebuah rahasia yang hanya aku dan Tuhan yang tau, dan aku berhasil menyembunyikan rahasia itu selama 4 tahun πŸ™‚ memang sih, jatuh cinta diam-diam adalah keahlianku, aku pernah juga jatuh cinta diam-diam selama 7 tahun lho ! betah ya lama-lama mendam sendiri, ya abisnya gimana aku bahkan enggak tau bagaimana cara mengakhirinya.

Selama 4 tahun diam-diam suka dia, pokoknya usaha keras banget buat bisa ngontrol hati, dan sikap kalau-kalau lagi ngumpul dan kebeneran dia duduk di samping atau di depanku. Demi apapun, mengontrol hati atau pura-pura enggak ada rasa tu berat juga. Emang sih, pasti banyak resikonya salah satunya adalah cemburu sendiri saat dia menceritakan teman wanitanya πŸ˜€ Tapi, karena dia waktu enggak tau kalau aku ada rasa sama dia, jadi mau enggak mau, suka enggak suka, aku yang harus bisa mengontrol semuanya biar terlihat biasa saja.

Aku mulai suka padanya sejak 2016 sekitaran Maret gitu, berarti satu tahun setengah sebelum kami lulus. Selama setahun setengah itu, bener-bener ketemu setiap hari, ngumpul bareng, bahkan makan bareng ya sama beberapa temen kita yang lain. Itu juga berat mengontrolnya, karena tugasku bukan hanya mengontrol agar terlihat biasa saja di depan dia, tapi juga di depan teman-temanku yang lain ! πŸ˜€ Ya, resiko memang, siapa suruh jatuh hati diam-diam πŸ˜€

Setelah lulus, mungkin karena punya kesibukan masing-masing, kita jarang ketemu, kalaupun ketemu ya paling-paling di kondangan, mungkin itulah faktor rasa sukaku padanya mulai berkurang, bahkan nyaris hilang ketika tidak bertemu dia.

Satu tahun setelah lulus, kami sudah bekerja, dan memang sudah selama itu kami tidak pernah bertemu, tiba-tiba tanpa tahu kami ketemu saat ikut tes CPNS November tahun 2018, ehm… lagi-lagi sama beberapa temenku juga sih, ehh temenku temen dia juga sih kan kita sekelas waktu di kampus πŸ˜€ Waktu tes CPNS, kami ada di sesi 3, tapi kami sudah diminta hadir sejak sesi 1 masuk ruangan tes, disinilah kami ketemu. dia duduk di depanku. kami menunggu kurang lebih 3 jam sebelum mulai tes. Selama proses menunggu, kami memang gak belajar bareng tapi ceritaan tentang dunia kerja, kenapa bisa daftar CPNS, ya alasan kita sama πŸ˜€ sama-sama disuruh bapak ikut CPNS πŸ˜€

Dari zaman kuliah, entah saat belajar di kelas atau lagi ngumpul bareng, aku selalu kagum setiap dia ngomong. Aku bandingin sama temanku, kita sebut saja di W, si W ini juga pinter ngomong, tapi lama-lama suka bikin kesel yang dengerin. Kadang juga aku enggak tau apa dia pura-pura polos atau beneran gak tau, belum lagi kelakuan dia di kelas yang bikin kita sekelasan kesel abis. Nah kalo si dia, mari kita sebut dia koko πŸ™‚ kalau koko ngomong tuh santuy, lebih mudah dimengerti dan yang pasti ada aja dari perkataan dia yang bikin aku ” wow amazing “, ” kok koko bisa ngomong gitu sih? “.

Terakhir ketemu koko itu pas pulang dari Kondangan sebelum lockdown corona, waktu itu juga emang ngumpul sama temen-temen kita juga. Nah, disanalah aku ngaku ke koko di hadapan temen-temenku kalau aku sempet suka sama koko waktu kuliah. Aku masih inget banget koko dan W tuh kaget ” hah ??? serius kok bisa ? ” aroma-aromanya mereka berdua gak percaya kalau aku naksir koko πŸ˜€ Tapi, waktu itu aku udah bilang gak suka lagi ke koko, karena kan posisi udah ada bae gitu.

Nah, beberapa minggu ini, aku sama bae udah kek mulai tiba-tiba enggak tau kenapa saling menjauh, gitu. Ketika saat itu aku ditawarin sama omku buat kenalan sama seseorang, didetik itulah bayangan koko mulai datang dan menganggu ketentraman hidupku sampai saat ini, sejak saat itu aku ehh lebih tepatnya rasa sukaku ke koko kembali lagi πŸ˜€ sebenernya udah dari sebelumnya sih, cuman masih aku tepis-tepis karena ada bae πŸ˜€ pas bae juga udah mulai menjauh, barulah kembali lagi rasa yang sempat hilang itu. Akhirnya aku kembali penasaran soal koko persis kayak waktu pertama suka koko bahkan lebih parah.

Beberapa Hari terakhir aku penasaran soal tanggal koko ulang tahun πŸ˜€ Demi apapun dari awal kenal sampai sekarang, berarti sekitar 7 tahun kenal aku sama sekali belum pernah tau kapan dan tanggal berapa koko ulang tahun πŸ˜€ akhirnya ngulik di FB koko tapi gak nemuin ada tulisan tanggal ulang tahun bahkan ucapan selamat ulang tahun di FB nya, masih penasaran gak berenti ngulik di IG koko, tumblr koko πŸ˜€ berharap nemu petunjuk πŸ˜€ ehhh bukan tanggal ulang tahun koko yang kudapat, tapi nama bapak dan kainya koko πŸ˜€ elah betapa tak kusangkanya aku kenal banget sama nama alm. kainya koko πŸ˜€ Astaga, nama itu sering disebut sama temanku waktu sekolah, bahkan aku pernah diajak ziarah juga ke makam beliau, oonnya aku dari 2013 berteman koko, baru 2020 ini aku tau kalau koko itu cucunya. berarti silsilah keluarga koko itu emang dasarnya ulama (pendakwah) bapaknya pun pendakwah.

Dari sinilah aku mulai paham kenapa koko selalu bilang ” aku gak punya ilmu ” πŸ˜€ memang ya kalo orang Tawadhu’ itu beda πŸ˜€ Masyaallah 1000 kali deh pokoknya πŸ˜€ apalagi koko itu orangnya humoris, gimana mau enggak suka ya, walaupun secara fisik itu lebih ganteng si W tapi, namanya hati gak bisa dibohongin kalau rasa itu malah ke koko. Dan, aku seneng karena aku enggak salah orang buat jatuh hati πŸ™‚ kalau orang kayak koko gitu, ngeliat dari segi ilmu dan silsilah keluarganya, memang pengen banget ngajak koko nikah jadinya πŸ˜€ Tapi bayanginnya gimana, masa kita temen sekelas bahkan temen se geng nikah πŸ˜€ apa kata teman-teman yang lain πŸ˜€ masa aku ngikutin sahabatku nikah sama temen sekelasnya, ehh tapi kalo dibayangin lucu sih, apalagi mengingat kalo koko dan suaminya sahabatku itu sekelompok KKN waktu kuliah, pasti gubrak banget jadinya, pasti bakal menggibah masing-masing πŸ˜€

Aduh namanya juga jodoh gak tau, tapi aku sih gak akan menolak kalau tiba-tiba koko dapat hidayah terus ngomong gini ke aku ” nikah yuk ” tanpa abc, ” ayok ” πŸ˜€ penuhin kata-katamu ya ko ” Honeymoon di Korea ” πŸ˜€ lagi-lagi sampai detik ini bahkan saat ngetik ini pun aku ngerasa bayangan koko tu ngeliatin aku ngetik πŸ˜€ ehh BTW, koko ngerasa gak ya kalau aku ceritain dia ? πŸ˜€ kuharap sih iya dia merasa banget πŸ˜€ pokoknya doanya cuma satu ” semoga Allah memberikan dia hidayah buat ngomong kayak tadi atau minimal nanya ” sudah ada yang lamar belum ? ” kaya gitu ” πŸ˜€ Yakin sih bakal bahagia kalau nikahnya sama koko πŸ™‚ dan dia tipe-tipe yang sangat di sukai adekku πŸ˜€

Yodah, sampai disini dulu, nanti dilanjut lagi ya byeee ^^

Jodoh Siapa Yang Tahu

Assalamu’alaikum πŸ™‚

Hola Semuanya πŸ™‚

Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, kita sebagai manusia sama sekali enggak ada yang tau tentang takdir kita, apa yang akan terjadi ke depannya, entah itu rezeki, maut, bahkan jodoh sekalipun. Setiap yang belum menikah, pasti menginginkan jodoh yang baik, setiap orang punya karakter dan kriteria calon pasangannya masing-masing, namun ketika berdoa pasti tidak akan lepas dari kata “baik”.

Jodoh siapa yang tahu.

Kadang, karena kita enggak tau tentang siapa yang akan menjadi jodoh kita, kita suka sekali menerka-nerka ” wah jodohku ni”. Hayo ngaku siapa yang pernah kayagini ? tapi memang ada juga orang yang hasil terkaannya bener. Setelah aku lihat sendiri, entah dari keluarga atau dari teman-temanku ternyata proses mereka dapat jodoh itu unik.

Ada yang tetanggan dari kecil ehhh ternyata jodoh.

Ada yang sahabatan dari sekolah ehhh ternyata jodoh.

Ada yang pacaran lama dari zaman sekolah ehhh ternyata jodoh.

Ada yang pacarannya lama sama siapa ehhh nikahnya sama siapa, namanya juga jodoh siapa yang tahu, ya mana tau kalo lagi jagain jodoh orang hehe.

Ada yang kenal sendiri dengan jodohnya, ada yang dikenalin, ada juga yang melakukan proses ta’aruf.

Ada yang jodohnya deket banget di samping rumah, ehhh ada juga yang jauhhh banget beda kota, beda provinsi, beda pulau, bahkan beda negara, masyaallah kalo yang jauh-jauh begitu kadang suka bingung sendiri ” kok mereka bisa ketemu ? ” pake nanya ya, padahal sendirinya juga ada bae yang nyata beda negara, pake nanya ketemu dimana πŸ˜€ Luar biasa sekali Allah mengatur jodohnya, bener-bener gak ada yang tahu tentang jodohnya masing-masing. begitulah bermacam-macam cara orang bertemu jodohnya masing-masing dari temen-temenku.

Aku pernah berpikir untuk nikah melalui proses ta’aruf tapi ga jadi wkwk karena aku selalu berubah-ubah gitu wkwk. Lalu mencari dengan proses yang lain, tapi ya belum dapat juga. Sampai bertemu dengan bae, tapi sampai sekarang belum dikenalin ke keluarga sih. Karena beda negara, aku gak mau kalau ngenalinnya online, pokoknya dia harus ke rumah kalau mau kenalan sama keluargaku. Akunya sih sempat yakin kalau dia bisa jadi suami yang baik, tapi di satu sisi aku juga ragu soalnya dia belum mau nikah kalau belum 30 tahun, sementara aku maunya kalau nikah itu cepet. Pada status, kan kita cuma sahabatan, jadi aku yang gak punya hak ” ayo dong nikah ” ya enggaklah πŸ˜€ aku tuh orangnya bebas, kalau memang belom ada pikiran nikah si dia nya ya aku cari yang lain πŸ˜€ sok, nungguin dia lama amat, dia aja masih 26 πŸ˜€ dia masih mikirin buat pindah kerja lagi, jadi ku pikir ini mah enggak mungkin nikah cepet πŸ˜€

Malam minggu yang lalu, tepatnya 19 Juli 2020. Di rumah itu ada acara, majelisan sekaligus khataman al-Qur’an. Keluarga kami memang ada ngadain majelisan rutin seminggu sekali, biasanya dalam bentuk habsyian, tapi kemaren enggak habsyian udah lama libur karena corona, enggak tau kapan lagi baru boleh mulai habsyian. Nah, biasanya selalu yang memimpin itu para habib-habib dan para habib itu bawa serta anak buahnya πŸ˜€ Jadi rumah itu ramai banget. Tapi ya, aku selalu deg-deg-an agak takut gitu kalau ketemu sama habibnya. takut tiba-tiba dipanggil πŸ˜€ makanya aku kadang suka sembunyi enggak menampakkan diri, tapi kemaren aku disuruh anterin makanan ke rumah tetangga, mau enggak mau keluar, kupikir para habib semuanya ada di dalam rumah, jadi aku tenang-tenang aja keluar lewat jalan samping rumah. ehhh ternyata habibnya sampai keluar rumah πŸ˜€ Tuhan……. terlanjur keliatan, akhirnya melengos aja deh jalan terus ke tetangga, pulangnya auto lari πŸ˜€

Setelah nganterin tetangga, aku pamit sholat isya pada waktu itu jam 10.30 malem, setelah sholat isya rencana mau langsung lanjut tidur aja kagak mau keluar kamar, rebahan deh tu sambil maen hp. tapi ni mata kagak merem-merem πŸ˜€ tepat jam 11.30 malem, aku di panggil sama tante, diketok. ” keluar dulu nah, berjilbab ya ” nah, karena dipanggil tanpa tahu apa-apa akhirnya keluar dan langsung disuruh duduk di depan salah satu habib yang masih belum pulang. Aku dengan segala ketidak mengertianku, nurut aja duduk. Sampai semua orang angkat tangan berdoa pun aku masih belum mengerti apa yang terjadi, itu tinggal habib, anak muridnya 3 orang dan keluarga dari nenek sampai sepupu-sepupu ada πŸ˜€ Sampai ketika ditanya habib ” Siapa namamu ? ” dih ada apaan ni, kupikir kami (aku dan ketiga sepupu duduk jejer depan habib) disuruh nyebutin nama masing-masing eh ternyata yang ditanya namaku, plus dengan binti papaku nya di tanya. Selesai berdoa lanjut ceritaan.Β 

Rupanya ku baru paham, kalau ku keluar untuk di doain sama habib biar cepet dapat jodoh πŸ˜€ tapi taukah kalian ? Aku disuruh kenalan sama siapa ? Anak murid kesayangan habib yang ternyata itu adalah seorang lelaki yang duduk di kiri habib sambil mengantongi bunga Tamatan πŸ˜€ Berawal dari pertanyaan om aku ” adakah yang bujang disini ? ” astagaaaaa malu banget dengernya aku enggak tau apa yang harus aku lakukan. kata habib “ ada nih, anak murid kesayanganku, sudah lulus kuliah, kalau yang dibelakangnya masih jadi santri ” πŸ˜€ astagaaaa ommmmm πŸ˜€ terus kata nenekku ” ini cucuku dia guru nah, jadi nanti kalau punya anak enak kamu istrimu bisa ngajarin anaknya sendiri ” ya ampun kenapa nenek ikutan semangat aku yang deg-deg-an nahan malu πŸ˜€ orang yang dimaksud pun manggut-manggut aja, habib berkata ” nah cocok ” πŸ˜€ etdahhhhh. ketika keluargaku asik menceritakan tentang diriku ke habib, aku diam-diam perhatiin lelaki itu.

Kuperhatikan wajahnya, kok kayak gak asing ? ehhh inget mirip banget sama suami kakak sepupuku, pantes gak asing. Waktu itu, dia duduk ngadep ke sini, jadi kita itu hadep-hadepan πŸ˜€ masih aku inget pake baju koko warna abu-abu, sarung abu-abu, sama peci putih, tapi di kantong bajunya ada beberapa batang bunga tamatan, rupanya dia disuruh mandi kembang, lah aku juga tadi disuruh cabut juga bunga tamatan. biasanya tiap ada acara aku kan dandan, tapi ini aku bener-bener polos aja nemuinnya, namanya orang mau tidur ya pasti udah bersihin muka. Jadi, sama sekali enggak dandan aku, jadi orangnya langsung liat aku gak pake make up, langsung liat muka asliku. pas lagi asik-asik merhatiin dianya, ehhh dianya tiba-tiba juga ngeliatin mampus mamaaaaa buru-buru deh tuh pura-pura sibuk ngelap lantai pake tisu padahal enggak ada yang tumpah, nanti aku noleh kekiri ke kanan tu sepupu-sepupu aku udah pada mulai ” ciyeee ” aduh ciye-ciye ntar aja ini aku lagi malu banget, ada kali yak mereka ceritaan sekitar sejam baru pulang, tapi aku kurang fokus dengerinnya keluargaku udah ceritain aku sampe mana πŸ˜€

ketika mereka mau pulang habibnya ngomong sama murid kesayangan beliau itu, aku tau walaupun itu bercanda tapi maknanya kayak dalem begitu ” cepat sudah dipikirkan, diputuskan, soalnya semua keluarga si perempuan di sini semuanya sudah setuju dan suka sama kamu, apa lagi yang ditunggu ? biar cepat ada pernikahan “. aku yang dalem hati ” hah????? pernikahan ?? aku ??? dia ???? ” sekali lagi kuperhatikan tu lelaki sebelum dia pulang, ehhh dianya ngeliat balik pura-pura lagi lah aku nyimpunin sampah tisu dan gelas aqua πŸ˜€ akunya yang salah tingkah sendiri jadinya dicampur sama malu tuh ya bayangin sendiri gimana ekspresiku.

malam ini rabu, 22 Juli 2020, kembali lagi majelisnya di gelar di rumah, nah kalau dia datang lagi apa yang harus aku lakukan ? πŸ˜€ Jujur aja beberapa hari ini aku memikirkan tentang ini. Baik pasti kan ? soalnya murid kesayangan habib loh. Ini agak sedikit lebih jelas daripada bae, setelah aku memikirkan, jika sekali lagi disuruh kenalan, mungkin bakal aku iya-in. Namanya jodoh ya siapa yang tau. semua juga pengen jodohnya orang baik-baik.Β 

Aku juga mikir dari sisi yang lain, aku butuh banget suami yang bisa ngajarin aku lebih banyak ilmu agama, buat kehidupan akhiratku dan anak-anakku ke depannya aku enggak perlu khawatir, ya sekali lagi namanya juga jodoh siapa yang tahu, ya paling enggak aku kenalan aja dulu, mana tau kalau memang berjodoh kan. Kalau udah kayak gini, emang udah waktunya mikirin nikah. kadang mikir, kalau yang pasti ada di depan mata, ngapain nunggu yang gak pasti ? kalau yang pasti udah langsung ketemu ngapain nunggu yang gak pasti yang masih punya banyak alasan ? kalau yang pasti udah langsung serius juga ngapain nunggu dia yang enggak tau serius atau enggak ? Kalau yang deket lebih bisa meyakinkan kenapa nunggu yang jauh ? kalau yang dekat langsung ngajak akad, kenapa aku harus nunggu yang jauh yang bahkan belum punya pikiran nikah cepat ?

kupikir sudah bukan waktunya lagi untuk main-main. Sudah waktunya untuk memikirkan tentang menikah dan masa depan. Namanya juga jodoh siapa yang tau, ya di coba aja dulu menjalani, siapa tahu memang itu jodoh saya πŸ˜€ wah kalau sampai iya, deket banget πŸ˜€ jadi ” jodoh bertemu di lingkungan yang baik “, apapun itu aamiinkan saja untuk kemungkinan terbaiknya, akupun juga masih mempertimbangkan tentang lelaki ini, sewaktu kemarin diam-diam kuperhatikan ” pasti baik kan? anak murid kesayangan habib soalnya “, udah deket kiamat gini jangan yang aneh-aneh deh kemauan. Nanti, kesempatan baik belum tentu datang dua kali. Itulah hasil pemikiranku, nanti kita lihat saja bagaimana kelanjutan kami malam ini, kita lihat juga apa keputusan lelaki itu, tapi kalau aku ” iya “.

Oke sampai sini dulu ya, nanti dilanjut lagi πŸ™‚ jujur aku cuma cerita ini sama sahabatku doang tadinya, maunya, tapi gimana ya aku juga mau mengabadikan cerita ini disini, ya udah semoga setiap ceritaku bisa jadi rekaman perjalanan hidupku, itu saja πŸ™‚ doakan aku ya teman-teman semoga bertemu dengan jodoh yang baik, kalau memang ada jodoh, insyaallah nanti akan ada kabar gembiranya disini πŸ™‚

byeeee πŸ™‚

Suku Campuran, Dominan ke Banjar

Assalamu’alaikum πŸ™‚

Hola Guys πŸ™‚

Terkadang, mencintai dari awal itu sulit, namun saat sudah masuk ke dalamnya pasti akan ada hal yang membuat kita berpikir untuk terus bertahan di dalamnya. Ya, sebagaimana orang berkata, ” Cinta karena terbiasa ” . Terkadang, menyukai dari awal itu tidak mudah, apalagi kalau memang dari dasarnya udah beda genre, tapi saat sudah masuk dan menjalaninya, terkadang disanalah pikiran untuk bertahan mulai muncul dan terus muncul.Β 

Aku dilahirkan dari keluarga campuran Suku Banjar dan Suku Bugis, mama banjar papa bugis πŸ™‚ Jadi, kalau ditanya suku apa kadang suka bingung akhirnya cuma bilang ” gado-gado Bubar a.k.a campuran banjar bugis ” πŸ˜€ kadang juga kalau ditanya suka bilang ” karena katanya kalau anak itu ikut papa, jadi akunya bugis ” πŸ˜€ padahal dalam keseharianku, hidup di lingkungan banjar, bahasa, adat dan budaya yang dipake ya banjar πŸ˜€ 90% banjar lah diriku ini. Kalau berbicara dengan orang lain, kalau itu bahasa banjar, uhhh lancar banget lah nyambungnya, tapi kalau sudah bahasa bugis ? ” ngomong apa pale orang-orang ini ” πŸ˜€ kadang ngerti artinya, cuman ngomong bugisnya gak bisa πŸ˜€

pernah nih ya, temen sekampusku (beda kelas) nanya gini :

    • Y : temenkuΒ  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  N : Aku

Y : Kamu sukunya apa ?

N : Aku ? sehari-hari sih banjar, tapi karena ngikut suku papa, jadi aku bugis πŸ˜€

Y : jadi, kamu bugis ?

N : iya, kalau ikut papa πŸ˜€

Y : berarti kalau mau ngelamar kamu, mahal dong ya, kan orang bugis πŸ˜€

N : itu sudah πŸ˜€

mungkin itu juga kali ya, faktor ku belum nikah πŸ˜€ karena orang bugis dikira duit panainya mahal banget πŸ˜€ jadi pada mundur duluan πŸ˜€ padahal enggak juga kalau akunya, tapi mungkin keluargaku iya πŸ˜€ Kadang emang repot kalau udah bilang bugis πŸ˜€ responnya beda kalau aku bilang banjar πŸ˜€ gak tau juga kenapa πŸ˜€ tapi jujur sih, aku emang lebih respek ke suku mama daripada suku papa πŸ˜€ suku mama lebih mudah dipahami daripada suku papa πŸ˜€ suku mama lebih lembut, suku papa lebih keras πŸ˜€Β 

Nah, dari sini aku kadang suka mikir, nanti kalau nikah jadinya adat apa ya πŸ˜€ adat banjar atau adat bugis ? sementara keduanya sama-sama keluarga besar πŸ˜€ pasti bakal bingung kalau pilih salah satu diantara keduanya πŸ˜€ repot ya πŸ˜€ kadang pernah juga mikir, daripada repot pilih banjar atau bugis, pakai adat lain aja biar gak berantem πŸ˜€ tapi ya kagak bisa begitu πŸ˜€ namanya ada orang tua, sudah pasti secara adat mereka yang atur, kita mah sebagai anak kudu manut aja sama aturan orang tua πŸ˜€

kemudian, aku nge-research kedua suku ini, buat nikah nanti πŸ˜€ demi apa coba πŸ˜€ iseng aja sih πŸ˜€ cari-cari tau adat-adatnya apa aja πŸ˜€ dan setelah itu, kenapa aku malah jatuh hati sama adat banjar πŸ˜€ aku jatuh hati karena ada adat yang namanya Ba’usung ( pengantin digendong di pundak) kenapa hati ini kayak yang langsung fall in love lawan ba’usung πŸ˜€ itu di resepsi biasanya. dan ada juga di adat bamandi-mandi (mandi-mandi calon pengantin) gimana ya, udah dandan cantik, terus dipakein melati ala adat banjar, abis tu dimandiin πŸ˜€ udah cantik baru dimandiin πŸ˜€ kok kebalik gitu, dandan dulu baru mandi πŸ˜€ unik gitu πŸ˜€

Aku kan lahir di Banjarmasin, jadi darah banjar tu kental banget di aku, ya tau lah kita banjarmasin itu kan kota Santri πŸ˜€ aku kalau sudah pulang ke banjar, rasanya pengen menetap bawaannya πŸ˜€ karena kayak yg beda banget sama di samarinda πŸ˜€ Kelebihan banjarmasin di mataku tu ya, adat budayanya kental dan dibawa sampai di kehidupan sehari-hari bahkan sampai ada yang jadi eskul di sekolah. Nah, adat kaya gini aku adopsi sedikit di Samarinda, jadi mau juga adat kalimantan timur dibawa jadi eskul di sekolah, tapi ya tetep aja pasti jarang dipake disini.

Di banjar itu ada kesenian yang paling sering ada di sekolah dan di kampus, Madihin ( kayaapa caraku menjelaskan ini, coba kalian buka youtube aja deh, bingung aku soalnya ) dan musik panting ( musik khas kalimantan selatan). Diantara keduanya, aku sih lebih suka musik panting (biasanya mereka suka kayak ada festival gitu, bahkan di penganten pun di banjar juga melestarikan kesenian ini).Β 

Mungkin kalau kalian orang banjar atau kalian pernah ke banjar, kalian pasti tau salah satu ikon kota Banjarmasin, yaitu Pasar terapung ( pasar subuh di atas kapal) kalau dulu kalian sempat liat iklan rcti oke itu yang ibu-ibu jualan di atas kapal nah kaya gitu sudah. Di muaranya itu kadang suka ada pegelaran musik panting. Aku kalau pulang ke banjar, pasti mampir kesini, nanti kalau ketemu orang main musik panting, stand by memang aku di depan panggung buat nyumbang nyanyi lagu banjar dengan iringan musik panting, kayamana ya habis aku kehimungan (bahasa banjar : kesenangan, senang bukan main, senang banget), soalnya di Samarinda cuma ada satu grup musik panting kayagitu, kurang rame, gak kayak di banjar πŸ˜€ makanya kalau kota mau pindah kemana ? ya Banjarmasin lah, the best kota lahirku yang tercinta emang yahud bin mantul πŸ™‚Β 

begitulah ya, kadang suka bingungnya kalau jadi orang campuran πŸ˜€ karena sukunya gak tulen πŸ˜€ jadi punya 2 budaya yang berbeda, aku lebih ke banjar, kalau adekku lebih ke bugis, udah adil deh bagi-bagi aja kami daripada harus belajar lagi dari awal πŸ˜€ gak mau kalau belajar, cukup tau aja sama adat-budayanya πŸ˜€ kalian gimana ? ada yang sukunya campuran juga gak ? terus kalau ditanya kalian jawab apa ? dan kalian lebih dominan ke suku yang mana ?

oh Iya, mungkin lain kali aku akan cerita tentang banjar, sekaligus postingannya ada bahasa banjarnya ya πŸ™‚ Oh iya, ketinggalan apakah kalian tau ? orang banjar itu ( yang tinggal disana) adem-adem dilihat plus bungas-bungas ( ganteng/cantik) gitu loh πŸ˜€ apalagi duduk-duduk santai di alun-alun ehhh ada santri lewat ya Ampun goyah iman unda (saya), liat yang bening begitu πŸ˜€ πŸ˜€ gimana gak langsung kepengen punya suami orang banjar, biar akunya di angkut ke banjar gitu πŸ˜€

udah dulu ya, nanti kita sambung lagi, pokoknya kalau ceritaan banjar emang ga ada abisnya πŸ™‚

Sepintas Pikiran menjelang 25

Assalamu’alaikum πŸ™‚

Hola πŸ™‚

Sebagai manusia biasa, terkadang kita memiliki begitu banyak mimpi, dan juga harapan. Semua impian yang sudah dirajut pun diharap bisa menjadi kenyataan dengan akhir yang indah. Namun, segala proses untuk bisa mewujudkan impian-impian tersebut tidaklah mudah, perjuangan yang indah dengan segala ujian dan hambatannya yang terkadang membuat hati selalu ingin menyerah, ada saja menghampiri untuk membuat goyah. Tapi, selama kita memiliki tekad yang kuat untuk bisa mencapai segala impian tersebut, suatu hari nanti impian-impian yang sudah dirancang bukan lagi hanya sekedar hayalan, Namun, itulah kenyataan yang indah yang harus disyukuri sepanjang waktu hidupmu.

Akhir-akhir ini, aku memiliki satu impian besar yang sebenarnya sudah aku rajut sejak beberapa tahun terakhir, hanya saja baru tahun ini aku mulai berpikir untuk benar-benar segera menjadi kenyataan. Impian aku yang paling besar adalah menikah, mumpung orang tua masih hidup, aku benar-benar tidak ingin termasuk golongan orang yang lambat menikah, tapi kapan jodoh itu akan datang, aku juga tidak bisa menerka-nerka waktunya.

Terkadang suka tertawa sendiri, mau menikah Desember, tapi calonnya belum ada hihi. Sepanjang bulan, sepanjang Minggu dan sepanjang hari, setiap pergi ke kondangan, setiap ditanya ” kapan nikah ? ” selalu menjawab ” Insyaallah Desember ” yang entah desember tahun berapa itu akan kejadian. Kok ya pede banget gitu πŸ˜€ lalu, menjelang bulan Desembernya mendekat jadi suka was-was sendiri, ” udah mau Desember aja ih tapi kok calonnya belom juga datang, wah bakal mundur lagi nih ” πŸ˜€ begitu terus setiap akhir tahunnya, macem mana ya keinginan tidak berjalan sesuai takdir πŸ˜€ Jadi, ya harus menunggu lagi, sampai waktu yang sudah ditakdirkan. Tapi kadang, sabarnya itulah yang berat hihi.

Apalagi, banyak temen sekolah, kuliah, bahkan kerja yang sudah menikah lama bahkan sudah memiliki anak yang hampir memasuki usia sekolah, kadang disitulah aku merasa tua banget πŸ˜€ temen-temen dah punya anak mau sekolah lah aku masih belum menikah πŸ˜€ ini aku yang ketuaan atau mereka yang kecepetan nikah ? tapi ya gitu emang faktanya rata-rata temanku sudah mulai menikah sejak masa kuliah, salut deh bisa bagi waktu antara keluarga dan pendidikan, menurutku itu sih keren, udah bisa mandiri dan mikirin masa depan padahal masih kuliah, udah bisa bertanggung jawab untuk kehidupan anak istri padahal masih kuliah, sementara aku, jangankan bagi waktu untuk keluarga, atur waktu sendiri aja kadang suka kewalahan πŸ˜€ gimana bisa bertanggung jawab secepat itu πŸ˜€

Kadang nih ya, aku udah belajar banyak hal yang menunjang nanti kalau berumah tangga, belajar ngurus anak, belajar masak, belajar mengurus rumah, belajar parenting. Pokoknya segala persiapan ilmu buat menikah tuh semua sudah dilakukan, pokoknya terlihat siap 98 % buat menikah, bahkan dengan pedenya berkata ” Aku sudah siap nikah ” padahal kondisi masih sendiri, belum ada calon kandidatnya sama sekali πŸ˜€ ehhhh, pas ditawarin kenalan sama orang auto mendadak ciut, yang tadi 98% merasa siap nikah auto kebalik jadi 98% belom siap nikah πŸ˜€ kadang suka cerita kayak gitu sama zizit, zizit bilang ” harus siap terus pokoknya ” πŸ˜€ aih, atuhlah berat, tapi kepengen nikah πŸ˜€ macem mana lah ketidakjelasan saya ini πŸ˜€

Sampai, ada masanya dimana aku udah pasrah banget sama calonnya, akhirnya mulai nyeleksi teman-teman yang udah lama kenal buat dijadiin kandidat πŸ˜€ tapi, ya cuma aku doang yang tau πŸ˜€ Keluarga gimana ? keluarga nanya umur aku dulu, pas aku bilang OTW 25 langsung deh semuanya pada nyuruh nikah, aih nyuruh doang cariin kek calonnya πŸ˜€ dikiranya nyari calon kek beli kerupuk di warung, yang selalu ada kapan aja saat dibutuhkan πŸ˜€ andaikan seperti itu, mungkin dari dulu aku sudah nikah πŸ˜€ akhirnya, cuma bilang ” belum ada calonnya ” πŸ˜€ ” mau fokus kerja dulu ” πŸ˜€

Padahal kek aku gini, apa lagi yang dipikir coba πŸ˜€ lulus kuliah udah 3 tahun, kerja udah 3 tahun, punya bisnis sendiri udah 2 Tahun πŸ˜€ tinggal nunggu apa lagi coba ? selain nunggu ada yang bersedia nafkahin aku doang πŸ˜€ ehhhh πŸ˜€ tapi benerkan orang yang udah diumur aku, punya kerjaan juga pasti bakal mikir kayak gini kan ? atau jangan-jangan aku doang πŸ˜€Β 

Tapi begitulah, ke-gundah-gulana-an ku tahun ini πŸ˜€ ditambah pula ini musim corona kan, yang gak tau kapan berakhir ? tambah gelisah gelisah gelisah hatiku, ibaratnya ya, sebelum ada corona aja, aku belum ketemu sama jodoh, apalagi musim corona ini, tambah sulit kali ketemu jodoh, hehe. sebenernya sih santai, sambil menunggu takdir Tuhan, cuman itulah sepintas pikiran-pikiranku, yang mulai sudah ada buat bener-bener membina rumah tangga.

Kalau kalian ? di usia menjelang 25 apa pernah punya pikiran galau kayak aku juga ? atau bahkan sedang dalam situasi dan kondisi yang sama ? yuk kita berbagi cerita πŸ™‚

Bye semua, terimakasih sudah mendengar sedikit ceritaku hari ini πŸ™‚

Kegiatan di Masa Karantina

Assalamualaikum ^^ Hola Guys, selamat pagi semuanya dan selamat beraktifitas seperti biasa, alhamdulillah sudah di hari ke 15 Ramadhan aja πŸ™‚

*****

Terhitung dari 16 Maret 2020, sekolah-sekolah di kotaku sudah mulai belajar dari rumah, dikarenakan kasus covid-19 ini, sampai hari ini kurang seminggu lagi tepat 2 bulan, wow…. Sumpah, ini lebih lama dan lebih ngebetein dari liburan sekolah saat kenaikan kelas sih, bahkan libur kenaikan kelas gitu gak selama ini.

Awal-awal sih seneng ya, karena bakal dirumah aja enggak perlu bangun yang pagi banget buat siap-siap ke sekolah, enggak perlu dandan juga hemat make up wkwk, tapi makin kesini kayak makin boring banget karena udah kelamaan gitu guys wkwk bukannya makin produktif sih kalau aku, malah makin males kalau semakin lama kayagini, mungkin karena kebanyakan rebahan sih wkwk.

Hari ini mau cerita tentang kegiatan aku selama masa karantina ini aja sih, mungkin akan terdengar biasa dan gak begitu seru karena cuma begitu-begitu aja wkwk. Jujur nih ya, dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, aku lebih banyak ngabisin waktu dengan rebahan sih ketimbang duduk atau jalan-jalan wkwk, kebiasaan rebahan tuh jadi bikin males bangun apalagi jalan-jalan, kadang nih ya ke kamar mandi aja aku mager jadinya karena kan butuh yang namanya jalan untuk bisa sampai ke kamar mandi wkwk. Jangankan mandi, sebelum bulan ramadhan aja aku mager banget mau makan, karena butuh keluar kamar buat sampai ke dapur wkwk. Sampai-sampai si bae aja hafal kalau akutuh anaknya mager banget, waktu dia nanya ” udah makan belum ? ” dan aku bilang belum, dia jawab ” pasti kamu males lagi kan jalan keluar kamar buat ambil makanan, nanti sakit loh kalau gak makan, kalau aku disana kusuapin kamu ” uuuuu to twiiittt wkwk.

Aktivitas aku selama rebahan di kasur pun ya bolak balik itu-itu aja juga wkwk. Nonton drama korea, ehhh lagi rame banget drama pelakor ngingetin sinetron suara hati istri di Indosiar sama dramanya Lee Min hoo itu yang the king apa ya judulnya lupa panjang amat wkwk ngingetin sinetron indosiar juga sinetron legenda zaman aku smp dulu wkwk. Kadang ke youtube cuma buat nonton The Onsu Family, Rans Entertainment, Atta Halilintar, Aurelie Hermansyah, The Hermansyah A6, sama Trans Tv gitu wkwk. Terus aku juga suka mantengin story-story orang di Instagram, entah kenapa aku lebih suka liatin story orang ketimbang feed mereka di Instagram. Kalau Facebook, selama masa karantina aku buka seminggu sekali, itu juga kalau ada pesan masuk doang wkwk. saking magernya banget.

Selama masa karantina ini, aku juga sambil nguatin niat buat tetap nge-blog dan bikin video buat di Youtube, IGTV, Aplikasi Storie, ataupun feed instagram. Aku hobi memang sih bikin video gitu, sebenernya kepengen bikin vlog juga tapi pikir-pikir lagi kayaknya nanti aja deh kalau sudah nikah biar kalau di video tu aku enggak jomblo gitu haha, tapi nih yah, yang bikin jarang uploade adalah…. video-video yang udah dibikin, jujur udah bikin banyak banget mungkin udah numpuk lebih dari 25 video kali, tapi semuanya pada belom di edit dong, akibat mager wkwk. Mustinya kayak aku yang mager ini cocoknya emang punya editor video wkwk tapi gimana kan mereka harus dibayar dong wkwk.

Selain itu, aku juga punya hobi lain selama masa karantina, kenapa aku jadi seneng nonton drama china wkwk padahal ya yang membuat kita di karantina ini virusnya kan dari sana wkwk tapi abis gimana aku paling gak bisa ngeliat yang ganteng-ganteng wkwk. Selain itu aku juga jadi hobi banget yang namanya melihara lidah buaya coba. itu taneman entah kenapa aku suka aja meliharanya sampai-sampai sepot-potnya aku bawa ke kamar dong wkwk udah itu ada pula yang kutaruh di dekat ranjang wkwk.

Oh iya satu lagi, kalian tau Tri Suaka gak guys ? aku tau dari youtube gak sengaja pas denger suaranya ihhhhh bagusss apalagi kalau dia nyanyi lagu mellowww… terus aku jadi ketularan suka lagu galau dan pas aku nyanyiin temen-temen pada nanya dikira aku galau, bahkan ada yang nanya ” putus sama bae ? ” wkwk ya Ampunnnn akulohhh cuma nyanyi… sama bae gak ada apa-apaan wkwk, Lagu yang paling aku suka dinyanyiin sama Tri Suaka tu yang paling seneng ku dengerin pas dia Cover lagunya kangen band yang judulnya Takkan terganti, ihhh entah so sweet aja gitu, aku sih dengerinnya senyum-senyum sendiri, berasa kayak lagi duduk di restoran lagi makan bareng sama bae berdua terus dinyanyiin lagu itu wkwk dia yang nyanyi aku yang baper coba, bahkan itu lagu terngiang-ngiang terus wkwk akhirnya aku jadi lebih suka versi Tri suaka ketimbang versi kangen band aslinya wkwk. Maapkeun ya… emang yang ganteng selalu menang di hatiku wkwk.

Pokoknya begitu lah kegiatan aku selama masa karantina, kagak ada faedahnya emang postingan ini, sekedar sharing doang ” ini loh kegiatan ku selama masa karantina, mana kegiatanmu ? ” nah gitu ” ini ceritaku, mana ceritamu ? “. bye guys ^^

Cuman Mau Cerita Aja

Assalamualaikum ^^ Hola guys, apa kabarnya hari ini ? semoga senantiasa sehat selalu ya…

Aku sering banget merenung dan berpikir buat kehidupan kedepan, misalnya kalau nanti jadi istri dan ibu. Dalam pandanganku, ketika seorang menjadi istri, maka memiliki tanggung jawab untuk mengurus rumah dan suami, seharusnya tanpa disuruh. dan ketika seseorang menjadi ibupun juga memiliki tanggung jawab untuk mengurus anaknya, seharusnya. Hal-hal yang pribadi sifatnya, lebih dikurangin aja. Tapi, apa yang aku lihat di rumah ini tidak seperti itu adanya.

Tante aku, sudah 10 tahun menikah dan sudah punya anak 3. Umur 8 tahun, umur 2 tahun, dan umur 1 tahun. Punya suami yang penyabar, penyayang, dan gak pernah marah-marah. Suaminya, ‘baru bisa’ berangkat kerja jam 09.00 pagi, dimana seharusnya berangkat kerja jam 8 pagi. Tapi, bagaimana bisa berangkat kerja ketika banyak yang diurusin. Anak pertama, keras kepalanya minta ampun. Anak kedua dan anak ketiga pada masih piyik. Setiap pagi dari jam 6 suaminya sudah bangun, ya nungguin anaknya bangun dia berberes dulu, nyuci dot, nyuci dan jemur baju anaknya, terus siap-siap buat mandiin anaknya ketika anaknya bangun tidur. Lah ? si istri ngapain ? Masih tidur dong. padahal anak-anaknya yang piyik itu enggak begadang kalo malem tidur aja anteng, tapi emang dasar emaknya bebal.

Jam 7 pagi anak-anaknya bangun, oke istrinya juga udah bangun. Semestinya, langsung ke dapur gitu ya, buat siapin sarapan. Tapi ? Langsung dong lari ke meja rias terus selfie-selfie ria, ntar sambil video call temennya. Suaminya sibuk urus anak-anak yang piyik. abis mandiin terus kasih makan. Salah satu sifat buruk tanteku adalah ketika di nasehatin dia malah marah sama yang nasehatin, pokoknya suka-suka dia. setiap pagi begitu. sampe suaminya mau berangkat kerja. siang hari, anaknya tidur. Oke rumah kembali berantakan dong pasca diberesin sama suaminya, karena anak-anak piyiknya pada main. ‘seharusnya’ kalau anak tidur, jadi kesempatan buat beresin yang berantakan dong, beresin rumah, atau masak. ini enggak. anak tidur. tanteku ikut tidur. Ya ampunnnnn…..

Sore lagi, anak udah bangun dimandiin kan. Tapi dia kagak kasih makan anaknya dong. Malah yang suapin anaknya makan si nenek. Dia ngapain ? gaada cuman pencet-pencet HP aja. duh aku kalo jadi si nenek, kutendang memang anakku punya kelakuan begitu. Udah itu ya kalo mandi selalu magrib, heran padahal gak ngapa-ngapain. masak kagak beberes kagak, uhhh tapi kalo ngomentarin masakan orang atau ngomelin orang paling jago, kalau ada lombanya kurasa dia juara 1 deh.

Jam 7 malem, suaminya pulang. pasti yang pulang kerja pasti capek kan. Tuh suami pulang, rumah berantakan. akhirnya suaminya nyapu dan ngepel, nyuci dot kotor, setelahnya baru mandi. Lah ? si istri ngapain ? biasa. rebahan sambil pencet-pencet hp. Jadi, si istri ini kayak iri gitu guys, aku kan punya youtube, bikin video edit edit, di Ig juga begitu. Yah kalau aku sih nggak papa, apalagi di masa karantina kayak gini, waktu luang lebih banyak. aku gakpapa karena belum nikah, belum punya suami, belum punya anak, enggak ada yang diurusin dong. Jadi aku mencoba produktif dengan youtube. si Tante mau ikutin aku, tapi dia punya 3 anak dan suami yang sama dia aja enggak keurus, malah sibuk mau bikin video katanya. Aku bener deh, kalau jadi suaminya pengen kumaki rasanya.Β 

‘seharusnya’ dia bisa mikir dong. bersyukur gitu punya suami yang gak pemarahan dan penyabar, mustinya ya sadar diri juga, kalau di rumah tangga yang bertanggung jawab itu bukan hanya suami. Suami punya tanggung jawab buat ngenafkahin oke. Tapi kalau sebagai istri yang stay at home, minta diurusin itu sih kebangetan menurut aku, seharusnya justru karena dia stay at home, dia yang urus suami dan anak-anaknya dong. Ini malah enggak, yang ngurusin suaminya enggak ada. Anak-anak aja diurus sama suaminya padahal suaminya juga bekerja.

Aku bukan gimana ya guys, cuman agak geram. gak enak diliat gitu. selama 10 tahun nikah tu kelakuan tante aku gak berubah coba. Kalau suaminya, bukan yang sekarang kurasa selain dimaki, tante aku juga di talak karena kelakuannya begitu. Suaminya juga, kurang tegas sih. Oke, sayang sih sayang, tapi bukan berarti harus manjain dong. istri bilang ‘ aku sibuk mau bikin video’ suami komen ‘ urus dulu anak’ lalu si istri menjawab ‘kamu tu kenapa sih nggak pengertian ? coba urusin anak tuh ‘ aku : whattttt ???? ehhh nte, tante tu yang gak pengertian, aku kalau jadi suaminya kurasa gak sanggup aku. mungkin udah melakukan KDRT kali aku, kalau punya istri kelakuan kayak begitu. udah kayak istri kagak ada akhlak.

Coba deh guys, aku mau tanya sama kalian semua disini ? kalian kesel gak sih denger aku ceritain tanteku ? bayangin kalau kalian punya pasangan yang kelakuannya kayak tante aku, apa yang akan kalian lakukan ?

oke, ini sampe sini dulu cerita ini ya, ntar aku sambung lagi dengan pendapat aku dan bae, tentang semestinya ketika sudah jadi istri bagaimana.

Katanya, Perempuan Harus Bisa Masak

” Jadi cewek harus bisa masak, kalau nggak bisa masak gimana mau nikah ? Masa beli ? atau masa dimasakin ART ? jadi suami makan masakan ART dong bukan masakan istri ? ” – Cuitan Tante

Assalamu’alaikum holla guys ^^ hayhay semua yuhuuuuu aku balik lagi nihhh πŸ™‚

Alhamdulillah, Ramadhan hari ke 4 ini sungguh sangat cerah sekali πŸ™‚ Mudah-mudahan cerahnya cuaca hari ini juga bisa lebih membuat hatiku menjadi lebih bahagia πŸ™‚ aamiin πŸ™‚ Karena gak turun hujan, jadi postingan kali ini tidak mengandung doa ya πŸ™‚ wkwk…

*****

Entah ya, aku ngerasa seperti agak dibully gitu sama tante sendiri karena (katanya) aku gak bisa masak, karena selama tinggal dirumah nenek ini emang gak pernah sama sekali masak, taunya makan aja emang πŸ˜€

Emang aib ya kalau perempuan gak pernah masak ? emang dosa ya kalau perempuan gak bisa masak ? Emang salah ya ?? Untung aku bukan tipe orang yang protes pas dikatain begitu. Kalian yang perempuan disini pernah nggak dikatain begitu ” jadi cewek tu harus bisa masak, kalau gak bisa masak ga usah nikah ” pengen banget rasanya aku ngumpulin massa terus demo ke orang yang ngatain ” cewek harus bisa masak ” wkwk.

Padahal nih ya, mereka (orang-orang di rumah ini) pada enggak tau aja kalau setiap aku pulang ke rumah mamaku, aku selalu masak πŸ˜€ nggak tau berapa kali sehari masuk ke dapur, tak terhitung πŸ˜€ kalau sudah pulang ke rumah mama, emang hobiku banget eksperimen menu πŸ˜€ Biasanya, baca-baca, nonton, atau tanya-tanya resepnya pas dirumah nenek, nanti dieksekusinya di rumah mama πŸ™‚ aku kapok soalnya kalau nyoba masak disini, mereka yang nyuruh, mereka pula yang komennya nyakitin hati. udah deh aku jadi males kalau eksperimen disini. coba kayak mamaku dong, kalau ada kekurangan atau kelebihan ini itu dikomentarinnya baik-baik. Jadinya, kita juga semangat buat lebih banyak belajar masak lagi.

Kalau di rumah nenek ini, pokoknya aku itu selalu dicekokin sama kata-kata ” harus bisa masak dulu baru boleh nikah ” yang kayak gini-gini bikin aku bertanya-tanya ” kenapa sih harus bisa masak dulu ? apakah kalau nggak bisa masak nggak boleh nikah ? ” . Kalau menurut pendapat aku, perempuan nggak harus bisa masak, buat jadi syarat bisa nikah dong. Kan, bisa belajar masak pelan-pelan setelah menikah nanti, yang penting suaminya gak papa aja atau enggak mengharuskan kita bisa masak sejak pertama kali pernikahan πŸ™‚ sama kayak ngejalanin hidup kan, butuh proses untuk bisa sukses, begitu juga dengan masak. Butuh belajar biar pandai, dan belajar itu adalah prosesnya. Asal rajin aja dan ada kemauan untuk belajar, pasti lama-lama bisa masak juga kok.

Memang sih ada beberapa jenis orang yang ada di dunia ini. Ada yang jago banget masak, lihat bahannya udah tau mau dibuat makanan jenis apapun. Ada yang skill masaknya standard atau biasa aja. Ada yang bisa masak, cuma kebanyakan malesnya atau karena dia terlalu sibuk jadi enggak punya waktu buat masak. Nah yang terakhir adalah orang yang enggak bisa masak. Enggak bisa masak disini kurasa bukan yang sama sekali enggak bisa masak. Mungkin dia tau masak itu ada tumis, goreng, kukus, bakar, cuman kebanyakannya gagal. Makanya dibilang enggak bisa masak.

Saat belajar masak, gagal itu wajar. Bahkan ada kejadian musibah-musibah kecil, kayak kejedot :D, pegang piring tapi meleset, jari kesayat pisau, Nangis pas ngupas bawang atau nguleknya, kesemprot minyak panas, itu gapapa sih wajar aja. Cuman emang buat anak-anak yang manja ini tuh kayak bencana yang besar banget gitu πŸ˜€ ditambah lagi kalau orang tuanya manjain enggak pernah ngajarin masak, sudahlah.

Aku walaupun hobi sama kegiatan dapur, salah satunya masak. Tapi aku merasa masih ada di kategori Enggak bisa masak, karena kadang pas eksperimen masih suka gagal. Tapi, kalau udah ada niat mau belajar ya pasti lama-lama bisa juga kok.

Bahkan menurut aku, ketika kita mau menikah, enggak mesti yang buat kamu harus jago banget masak dulu. Menurut aku, yang penting kamu ngerti gimana caranya masak. Tau gimana caranya nguleg. Tau gimana caranya pake pisau. Tau gimana caranya bedain rasa asam, asin, manis, pahit, hambar. Tau bedain bumbu-bumbu dasar seperti jahe, kunyit, kencur, laos, ketumbar, merica, daun salam, daun jeruk, sereh :D. Tau gimana bedain jenis antara rebusan, kukusan, tumisan, goreng, panggang atau bakaran :D. Serta, gak takut sama yang namanya percikan-percikan api atau minyak panas :D. Apalagi kalau belajar dari 0 Enggak harus bisa dulu caranya masak. tapi harus tau dulu dasar-dasar yang tadi aku sebutin di atas. coba bayangin, kalau dia enggak tau dasarnya ? diresep disuruh direbus dia malah dikukus πŸ˜€ kan beda πŸ˜€ jadi, menurut aku yang pertama adalah harus banget ngerti dulu dasar-dasar masak tadi.

Setelah itu, baru deh mulai berkreasi dengan yang ada di rumah dulu dan yang gampang buat di apain aja. Mie dan telur, adalah jenis bahan makanan yang pastinya wajib ada di setiap rumah. dengan 2 bahan ini, kita bisa kok eksperimen jadi berbagai jenis makanan. Nah, 2 ini aja dulu udah bisa jadi beberapa menu sih. Apalagi kalau kalian eksperimen dengan tambahan tahu, tempe, ikan, ayam, dan lain-lainnya.

Aku, pertama kali nyoba masak disini gagal dong rasanya semrawut dan amburadul. dikomentarin pastinya bahkan dikatain ” enggak usah lagi deh nyentuh dapur ” fiuhhh…. sabar…. jangan jadiin itu hal yang ngebuat kita jadi total gak mau sama sekali belajar masak. Aku dulu, sampe diem-diem beli wajan, teflon, kompor piknik, bawa di kamar. setiap pergi keluar kalau pulang bawa bahan makanan, terus pas di kamar cus praktek. tapi aku kan takut ya, jadi prakteknya selalu jam 11 malem disaat semua orang udah pada tidur lelap. Puas eksperimen sendiri di kamar, makan sendiri. akhirnya pas pulang ke rumah emak, belajar masak yang porsinya lebih besar, otomatis bisa buat dimakan 4 orang. pasti beda dong takaran bumbunya kalau buat 1 porsi dan 4 porsi. woahhh tantangan sih.

pertama kali belajar masak di rumah emak, belajar bikin camilan yang digoreng-goreng. Alhamdulillah berhasil semua suka, walaupun mungkin rasanya kurang tajam, tapi dimotivasi dong sama mama πŸ™‚ kata mamaku ” enggak perlu takut salah kalau masak, yang penting mau belajar ” oh iya, aku paling gak bisa banget ngasih tau orang seberapa takaran garem sama gula pas masak πŸ˜€ karena kan selera tiap orang beda-beda, jadi ya sesuai selera aja sih, kalau aku termasuk pecinta makanan manis dan pedas, terus enggak berkuah. jadi otomatis makananku pasti rasanya begitu, kebanyakannya juga enggak berkuah. semoga nanti dapat suami yang gak bawel ya πŸ˜€ biar enggak rempong harus masak beberapa jenis karena selera yang beda πŸ˜€

Setelah mulai bisa masak (kata mamaku aku sudah bisa masak) aku banyak eksperimen menu, sekarang ini lagi belajar-belajar masak makanan khas indo, arab, sama korea, entah kenapa aku naksir banget dan pengen bisa makanan 3 negara ini πŸ˜€ ternyata guys, setelah aku mencoba, masak itu enggak ribet kok kalau enggak ditambahin yang macem-macem πŸ˜€ dan kalau aku tipe orang yang kalau masak itu sukanya sendirian, kreasi aku enggak ada yang ikutan, karena kalau ada yang ikutan itulah yang bikin ribet, tadinya mau buat selera kita, berubah jadi selera yang ikutan.

aku juga ada nemuin orang yang begini, males ah masak ribet gak ada yang bantuin.

OMG ! sebenernya masak juga bisa simpel kok. Ribet itu, kalau kamu tambahin bahan yang macem-macem :D. Ada juga orang yang bisa masak karena ngewarisin mamanya atau bapaknya yang bisa masak. Tapi ada juga orang yang emak atau bapaknya jago masak tapi anaknya sama sekali enggak bisa masak. Salah enggak sih ? eumm… enggak juga sih. enggak bisa masak bukan dosa kok. Yang kurang benar itu, kalau kamu sudah enggak bisa masak, enggak sadar diri, sudah itu enggak ada niat mau belajar. Wah kalau sudah kayak gini bakal repot deh pasti.

Nah, hal kayagini juga simpel kan bisa juga ditanyain sama calon pasangan apakah dia menerima kamu kalau kamu enggak bisa masak ? ditanyain aja πŸ™‚

Meskipun aku bilang enggak bisa masak itu enggak salah πŸ™‚ tapi aku juga bukan membenarkan kalau perempuan itu boleh enggak bisa masak selamanya πŸ˜€ Bayangin aja kalau perempuan gak bisa masak selamanya, terus posisinya adalah istri dan ibu, sementara keadaannya seperti sekarang, di lockdown. yang pasti kamu enggak bakal bisa beli makanan misalnya, gimana dong ? semoga adanya lockdown ini berdampak positif untuk para perempuan agar mereka sadar kalau kita juga suatu saat harus ke dapur untuk memasak.

Ya, seperti yang aku bilang tadi, enggak harus bisa masak dari awal. yang penting kamu tau gimana caranya masak, nanti kalau sudah menikah kan pasti bakal tiap hari masak terus secara alami, walaupun misalnya suami gak maksain kamu harus bisa masak dalam waktu sekejap. Yang mau aku pesan adalah kesadaran diri. ” Nanti kalau aku enggak bisa masak, anakku makannya gimana? “, ” gimana kalau suamiku kelaperan tengah malem? sementara aku enggak bisa masak dan warung makan enggak ada yang buka ? ” seperti yang aku bilang, minimal kamu punya bekal bisa nyeplok telor sama masak mie, itu udah penolong banget saat kepept ketika kamu enggak bisa masak.

Jadi, intinya apa ? Intinya adalah, perempuan gak harus jago masak dari awal pernikahan. Tapi, tetap harus punya kesadaran diri ” masak ” adalah hal yang pasti akan dilakukan setiap hari setelah menikah. Bisa belajar pelan-pelan kok, kenalin dasar-dasarnya, baru belajar jenis-jenis masakannya yang berbeda. Gagal disaat belajar adalah hal yang wajar, karena gagal adalah bagian dari proses menuju sukses. Saat ini kamu enggak bisa masak ? enggak usah sedih, kamu tetap bisa nikah kok, atau kamu juga bisa pakai cara aku. Diam-diam belajar masaknya, keluarga dirumah enggak ada yang tau kamu bisa masak, tapi saat menikah kamu di kategori jago masak, wah kejutan banget itu pasti buat keluarga kamu πŸ™‚

Jadi buat yang belom bisa masak, tetap semangat ya dan yuk belajar pelan-pelan πŸ™‚ biar nanti kita sama-sama jadi istri kesayangan suami dan ibu kebanggaan anak-anak πŸ™‚

bye bye semua, ini ceritaku hari ini, mana ceritamu ?

Doaku Pada Hujan Kali ini : Tuhan, Takdirkan dia Untukku

Β Tuhan… takdirkan ia untukku, terbaik seumur hidupku

Tuhan…. jadikan ia untukku, takdirmu di sisa hidupku…

Bersandarlah kau dibahuku, dan rasakan aku sayang kamu…

sayangku…. aku hanya mau kamu…

Aku.. yang hanya bisa berdoa, tuk buat engkau bahagia…

~ Wali – Takdirkan

assalamualaikum dunia ^^ selamat pagiΒ  πŸ™‚ wah pas banget nih suasana hati lagi mellow eehhh langit pun ikutan mellow alias Turun Hujan ”Β Allahumma Shaiban Nafian Β πŸ™‚ Postinganku kali ini mengandung sebuah doa sih, bertepatan dengan hujan dan keinginan terdalam, aku berharap untuk dikabulkan :).

Aku sebenernya udah lama banget pengen nulis dengan judul ini. Tapi selalu lupa dan juga ketunda karena beberapa hal, dan kebetulan kali ini aku inget lagi, jadi sebelum keburu lupa, ditulis dulu aja πŸ™‚ Oh iya, ini juga aku lagi sambil dengerin lagu yang diatas πŸ™‚ lagunya sih romantis begitu πŸ™‚ pokoknya semuanya pas, pas sama keinginanku, pas sama suasana hatiku saat ini, dan pas juga dengan playlist yang diputer, hehe. bisa pas begitu ya ? πŸ™‚

*****

Beberapa waktu terakhir ini, aku dan bae kayak sering banget ngobrol gitu. Oh iya, aku udah cerita belom ya ? kalau hubungan antara aku dan bae itu adalah sahabat baik, yang dari aku pribadi sambil di incer-incer gitu buat jadi suami πŸ˜€ tapi diem-diem sih, aku juga kadang ngetes-ngetes dia dengan pertanyaan-pertanyaan, kadang tentang agama, kadang tentang hal umum lainnya. cuman pengen tau tentang pikiran dia, bagaimana cara dia berpendapat, dan sedewasa apa dia dalam menyikapi suatu masalah. ehmmm… menurut aku hal-hal simpel kayagini penting sih buat diketahui kalau kita ada rencana menikah dengan orang yang sudah kita tuju ehmmm maksudnya seseorang yang sudah kita yakini secara lahir batin untuk jadi pasangan kita.

Meskipun kita sahabatan, tapi yang tau ini cuman aku sama dia doang πŸ˜€ temen-temen kita pada enggak tau kalau sebenernya kita ini sahabatan. mungkin, karena kita deket banget, apa-apa sering tukeran cerita, jadinya temen-temen kita yang ngeliat malah mikirnya kita pacaran haha. aku sih, senyumin aja pendapat temen-temenku, nggak meng-iya-kan juga enggak men-tidak-kan. Sesuka mereka sajalah bagaimana berpikir tentang hubungan kami, barangkali bisa jadi doa πŸ™‚ . Tapi, Yang mau aku bilang sebelumnya adalah.. jangan pernah percaya sama perkataan temen kalian yang bilang gini ” aku sama dia enggak ada hubungan apa-apa kok, sahabatan doang “ πŸ˜€ apalagi kalo yang ngomong cewek πŸ˜€ karena nih ya, berdasarkan pengalaman pribadi, cewek dan cowok sahabatan tanpa ada perasaan yang tumbuh diantara salah satunya atau keduanya itu mustahil, karena pasti kalau enggak keduanya, mungkin salah satunya bakal punya hati sama pihak satunya πŸ˜€ guys, aku gak bohong πŸ˜€ karena itulah yang terjadi antara aku dan bae πŸ˜€ kita sahabatan, seperti yang tadi kubilang, apalagi sambil diincar buat jadi suami, mustahil dong kalo aku enggak suka dia :D, itu dari akusih, enggak tau dianya gimana πŸ˜€ aku tidak memikirkan tentang bagaimana perasaan dia kepadaku, yang sekarang adalah perasaan aku sama dia, itu memang lebih dari sekedar sahabat. pokoknya begitulah πŸ˜€ agak susah juga ya jelasinnya πŸ˜€

sudah beberapa waktu belakangan ini, aku sama dia kalo ngobrol baik via chat ataupun via video call, udah nggak cuma sekedar tentang obrolin tentang kita doang, tapi kita kayak mulai berpikir tentang kehidupan yang akan datang. Entah enggak ngerti gimana ceritanya, tiba-tiba aja sekitar 3 bulanan ini, yang ada didalam pikiranku adalah suami suami suami suami πŸ˜€ dan pas kemaren si bae ada cerita kalau dia udah mulai bosen sendirian πŸ˜€ yang dia bilang sih adalah ngebahas tentang istri dan anak πŸ˜€ lah, kok bisa nyambung juga begitu ya πŸ˜€

Berawal dari pertanyaan bae yang kayak gini ”Β nanti kalo beres corona, mau enggak liburan ke sini ? ”Β eummm…. aku sih dari hati pengen banget pasti, tapi aku balik lagi inget duh, kerjaan aku enggak bisa libur sesuka hati. akhirnya cuma bilang gini ke bae ”Β aku sih berharap banget bisa liburan, tapi kamu tau kan aku ini guru ? dimana karena tugasku aku enggak bisa punya waktu liburan sesuka hatiku, bahkan saat anak-anak liburan, akupun masih harus tetap turun “.Β Agak sedih sih πŸ˜€ gimana ya kita mencoba mengusahakan buat ketemu tapi kek ada aja gitu halangannya πŸ˜€ tadinya, harusnya Maret bae kesini πŸ˜€ tapi ada corona, yang buat kita di lockdown πŸ˜€ hadeehhh. dan bae emang ngerti banget kalo aku enggak bisa pergi-pergi keluar daerah apalagi luar negeri, karena keluarga aku enggak mungkin ngasih izin.

Lalu, kami pun melanjutkan pembahasan kami. sampai dimana aku bilang sama bae, ”Β karena tugasku itu, aku jadi berpikir nanti ketika sudah menikah, aku enggak mau jadi guru di sekolah lagi, dirumah aja lah jadi gurunya anak-anakku πŸ˜€ karena banyak banget lah karena-karenanya yang aku bingung gimana cara ngejelasinnya sama kamu πŸ˜€ karena aku berpikir, aku takut enggak bisa bagi waktu ketika aku punya anak nanti, aku sangat-sangat tahu bagaimana kesibukan seorang guru, malah kadang bisa sampe bawa kerjaan pulang ke rumah, ditambah lagi nanti kalau ada suami sama anak bagaimana ? aku takut enggak bisa mengurus mereka dengan baik, enggak punya waktu buat me time juga ” πŸ˜€Β iya ini panjang banget emang aku ngejelasinnya. dan si bae bilang ”Β baguslah, dengan pikiranmu seperti itu, insyaallah kamu nanti bisa jadi ibu yang baik ”Β lalu aku sambung lagi ”Β aku berpikir akan dirumah aja, barangkali keliatannya pekerjaan menjadi istri dirumah aja lebih sibuk daripada istri kerja di luar, tapi aku masih belum tau sih bagaimana nanti, ketika nanti aku sudah menikah, apakah suamiku mengijinkan aku pergi bekerja atau tidak ” πŸ˜€Β aku beneran mikir gini sih emang. awalnya aku malah pengen tetap kerja, cuman ngeliat acil aku kalau dia udah kerja di luar, anak sama suami gak keurus. walaupun suaminya keliatan diem-diem aja, tapi dihatinya pasti ganjel banget deh. enggak usah pas acilku kerja diluar deh. dia di rumah aja enggak ada satupun kerjaan dirumah yang beres sampe suaminya pulang kerja. Saat suaminya pulang, suaminya pula yang nyapu ngepel. Naudzubillah lah kubuat suamiku begitu, kek macam istri enggak ada akhlaknya dan lupa akan tanggung jawabnya.

Lalu, aku sadar hal ini harus aku tanya ke dia, pengen tau aja sih gimana pendapat dia.Β  ” kalau nanti suatu saat kamu punya istri, kamu ingin istrimu bekerja atau tidak ? ”Β  diem-diem nih selain ngetes juga pengen tau, ya kali bisa buat ancang-ancang aku nanti. :D.Β  ” Aku enggak suka kalau istriku bekerja, kecuali aku dan istriku punya bisnis kerjaan bareng enggak papa, tapi kalau dia bekerja dengan orang lain, aku enggak suka ”Β πŸ˜€ kan kayak gini harus jelas ya, akhirnya kutanya lagi ”Β  kenapa enggak suka ? ”Β kata bae dia enggak suka aja πŸ˜€ lalu kubilang ke dia ”Β kalau gitu, kamu harus cari istri yang rela enggak kerja ketika menikah nanti, yang pasti kamu jangan cari istri yang wanita karier, bisa-bisa berantem di awal pernikahan, karena enggak semua perempuan mau diatur sama suaminya setelah menikah, apalagi kalau yang biasa bekerja tiba-tiba disuruh diam dirumah aja, bisa-bisa jadi masalah gara-gara perijinan kerja sebagai istri setelah menikah”.Β  πŸ˜€

Dari situ, aku inget pernah nulis tentang ideal type kan, akhirnya kutanya lagi ke dia, aku emang yang banyak nanya karena aku menghindari di tanya, kagak bisa jelasin aku apalagi kalau pake bahasa inggris πŸ˜€ ”Β kamu punya tipe ideal enggak untuk istrimu nanti ? ”Β  dan si bae jawab ”Β aku mau dia yang agamanya baik dan enggak punya temen cowo apalagi pacar dan juga dia yang punya pikiran sama kayak kamu, di rumah aja dan perhatian sama anak dan suami dan juga yang suka bercanda bareng ”Β πŸ˜€ aku dalem hati πŸ˜€ meskipun itu tipe ideal dia buat jadi istrinya, walaupun aku enggak tau siapa yang jadi incarannya buat jadi istrinya, tapi aku yang kek girang sendiri dalem hati ”Β busettt dahhh tipe-tipe yang dia sebutin itu aku banget ”Β  wkwk. aku kadang mikir, ” Tuhan ada rencana apa sih di dalam hidupku ? kok aku bisa diketemuin sama orang kayak bae, yang enggak disangka-sangka, bukan cuma sesuai keinginan tapi karakter dia masuk di kriteria calon suami idaman aku, jadi aku harus gimana πŸ˜€ kadang sampe mikir, Tuhan ngirimin bae ini musibah atau hadiah sih wkwk. Abis itu udah deh kita lanjut ngobrolin tentang hal lain, diantaranya bisnis. kita sering banget ngobrolin ini mungkin karena kuliah kita jurusannya sama, jadi pikiran kita juga mirip-mirip, aku enggak ngebuat-buat ya tapi fakta yang terjalin selama setahun kenal bae itu ya begini.Β 

Panjang ya cerita pengantarnya πŸ˜€ belom ada nyambung di judul. Oke sekarang waktunya nyambungin ke judul. Di lirik lagu ada satu doa ”Β Tuhan Takdirkan dia untukku, terbaik di dalam hidupku ”Β . Aku itu tipe orang yang mikirnya banyak dan penuh pertimbangan, mau melakukan apapun aku pasti mikir keras jauh ke depan dulu, kalau sekiranya aku enggak sanggup melakukannya ya pasti bakal jadi tinggal rencana doang, daripada keburu dilakuin tapi putus di tengah jalan karena enggak tau dan enggak siap mau ngapain.

Aku sering dan hampir setiap hari berterimakasih sama Tuhan, tentang seseorang seperti bae. Dia itu benar-benar pendengar yang baik, dan kayak selalu ada gitu. kalau aku ceritain hal yang terjadi sama aku setiap kali, dia selalu respon, tapi kalau aku ceritain ke dia tentang permasalahan temanku dianya yang kaya ”Β udah sih, biarin aja itu permasalahan orang lain, kita enggak perlu ikut campur urusin ”Β πŸ˜€ jadinya aku cuma sekali doang pernah ceritain tentang temenku ke dia πŸ˜€ aku dalam hati auto ”Β wahhh bisa jadi bapak yang baik nih ”Β πŸ˜€ Aku bersyukur banget Tuhan temuin aku sama dia, walaupun cara kami saling kenal itu dengan melalui proses salah paham dulu :D. Tipe-tipe orang kayak dia itu jadi target buat aku jadiin suami, kadang sering berdoa ”Β Tuhan, yang kayak bae gitu stocknya masih ada enggak sih ? atau kalau perlu dia aja deh yang jadi suami aku ”Β πŸ˜€ aku ke dia itu emang sering diem-diem aja. kayak aku pernah digangguin sama bule juga, tapi astagfirullah genit banget. akhirnya aku ngadu dong ke bae ” kenapa gak di block aja ? kalau tau enggak baik di block aja ”Β  πŸ˜€ iya yah astaga otakku dimana πŸ˜€ aku pikir dia enggak bakal bahas besokannya ternyata dia ”Β  masih digangguin enggak ? ”Β , ” tadi pagi sempet dia nelepon pake nomor baru, tapi langsung aku block sesuai saran kamu “. ” iya, pokoknya kalau enggak baik langsung di block aja ya siapapun orangnya “.Β entah kenapa aku diem-diem senang gitu haha.Β 

Kalau disuruh ngejelasin emang dia itu gimana sih anaknya ? gimana karakternya ? gimana sifatnya ? kok sampe bikin aku berdoa ” Tuhan takdirkan dia untukku terbaik dalam hidupku ”Β jujur aku enggak tau gimana cara ngejelasin segimana detailnya tentang dia ke kalian, enggak tau mulai dari mana πŸ˜€ tapi yang pasti yang aku mau dan aku butuhin semua all in one itu di dia :D. Dengan nasibku sekarang, aku semakin ingin punya suami jauh kalau perlu beda pulau atau beda negara sekalian. Pas kenal Bae, mashaallah beda negara πŸ˜€ yang kedua, walaupun misalnya dapet bule, maunya yang muslim, awalnya ngincar Turki, tapi mungkin salah satu cara Allah biar aku gak dimabok sama Turki adalah dengan membuatku sempat beberapa kali disapa sama orang Turki yang genit-genit yang akhirnya ngebuat aku berpikir ” Orang Turki gak cocok buat aku ”Β πŸ˜€ Tapi aku emang dari dulu tertarik sama Timur tengah, salah satunya Turki, ternyata emang gak ada rotan akarpun jadi πŸ˜€ Gak dapat Turki, Yaman pun Jadi πŸ˜€ Toh masih sama-sama Negara Timur Tengah πŸ˜€ Sampe sini aja udah pas banget, ditambah dia udah muslim dari sononya, kan kek sayang aja gitu ngelepasin, mau nyari yang sama nyari dimana ? aku pernah serakah mau nyari lagi, tapi sama sekali enggak pernah dapat yang kayak dia, ternyata benar kesempatan emas itu datangnya cuma sekali πŸ™‚ Sudahnya ditambah lagi karakter dia itu benar-benar 98 % karakternya sahabat aku, aku ngerasa mereka itu kayak duplikat yang cuma beda jenis kelamin :D, dulu aku kalo ditanya mau punya suami gimana ? ya yang karakternya persis zizit, lah dia datang tepat 2 bulan sebelum Zizit nikah dong πŸ˜€ terus Humoris, Suka bercanda, juga itu juga idaman aku πŸ˜€ pokoknya banyak hal dari dia yang bikin aku ” Tuhan, takdirkan dia untukku, Tuhan… jadikan dia untukku, Tuhan… aku hanya ingin dia ”Β .Β  Oke aku sadar aku agak lebay dalam hal ini, tapi ini beneran.

Walaupun aku belum tau, apakah dia benar-benar dikirim Tuhan untuk jadi jodohku. Walaupun aku juga belum tau, apakah dia yang benar-benar akan menjadi suamiku nanti. dan walaupun aku juga belum tau, apakah kita akan ditakdirkan hidup serumah suatu saat nanti. Aku akan tetap mengabadikan cerita-cerita tentang dia disini. Karena, biar bagaimanapun juga, dia adalah salah satu yang menjadi cerita dalam Catatan perjalanan Hidupku. Aku enggak akan pernah berhenti berdoa dan berharap tentang dia ke Tuhan. Kalaupun nanti kami tidak berjodoh, setidaknya dia adalah sahabat yang baik dan pernah tau tentang 90 % hidupku juga.Β 

Tuhan … aku sangat-sangat tau jodohku itu sudah Engkau atur, bahkan sebelum aku hadir di dunia ini. siapa dia ? bagaimana dia ? darimana dia ? semuanya hanya Engkau yang tau. Tuhan… aku juga sadar, seberapa kuat aku meminta dijodohkan dengannya, kalau menurut Engkau dia tidak cukup baik untukku, Ya sudah, tidak apa-apa πŸ™‚ karena aku Yakin, Engkau yang Maha Menentukan apa dan siapa yang terbaik untuk Hamba-Nya πŸ™‚ Tuhan… aku memang Rindu dan sayang dia, Tapi aku enggak pede buat bilang ke dia, aku hanya minta tolong kepada-Mu, Tolong titip salam Rinduku untuk dia πŸ™‚ Tuhan… kau tau kan apa yang kuminta kepada-Mu setiap waktu ? πŸ™‚ Tuhan…. Takdirkan dia untukku, untuk bisa menjadi seseorang yang terbaik di dalam hidupku, Tuhan…. Jadikan dia untukku, jika dengan bersamanya nanti aku menjadi lebih baik. Tuhan… aku tau aku tidak bisa apa-apa selain berdoa, Tuhan buat dia bahagia, Tuhan buat dia sukses, Tuhan buat dia bisa menggapai cita-citanya πŸ™‚ Hanya itu yang aku inginkan di pagi ini, inilah doaku pada-Mu Tuhan, tepat saat hujan turun kali ini πŸ™‚ terlebih dari apapun yang aku minta, semoga Engkau berkenan untuk salah satunya :).

Hatiku sebagai seorang Perempuan

Assalamu’alaikum semuanya….

Mendekati Hari Kartini, enggak tau kenapa akhir-akhir ini aku merasa mellow banget, baper banget, dikit-dikit sedih. Ada yang menyinggung dikit, sedih, nangis. enggak ngerti deh, apakah ini cuma aku ? atau semua perempuan yang ada di dunia ini memiliki hati yang lemah seperti aku ?

Terkadang aku iri banget sama sosok perempuan yang kuat, tegar, tangguh. Aku, kadang sering bertanya kepada diriku sendiri, kenapa aku tidak sebahagia mereka (menurutku) ? kenapa aku tidak bisa berkata ‘tidak’ ? kenapa aku selalu menerima apapun? kenapa aku selalu berkata iya ? jujur aku paling lemah sama kata tolong sebenernya. Aku selalu berpikir untuk berubah menjadi lebih tegas, lebih bisa dan lebih berani untuk menolak, tanpa perduli bagaimana perasaan orang lain. Tapi, setiap kali aku ingin tidak perduli, hatiku justru selalu jadi yang paling pertama untuk perduli. semacam hati dan pikiranku enggak sejalan. aku selalu punya rasa kasihan untuk semua golongan. kadang aku rela ngorbanin duit, waktu, dan tenaga, tanpa mereka tau kalau aku sendiri sedang kesusahan. aku udah enggak ngerti lagi sebenernya sama diriku ini. kenapa sih kok enggak bisa berubah ?

banyak banget kejadian yang menunjukkan hati dan pikiranku tak sejalan. baik di rumah ataupun disekolah. kadang bikin aku merasa benci dengan sikapku sendiri. kadang hal ini yang membuat hatiku menjadi selalu sensitif. aku selalu merasa dimanfaatkan. dan yang paling sedih adalah ketika semua hal yang kulakukan enggak dihargai. mereka seperti membutuhkan keahlianku, tapi mereka tidak mengapresiasi hal itu.

contoh, di sekolah aku adalah wali kelas. karena hobi aku menari atau seni, aku mengajarkan hal itu kepada anak-anak, berawal dari iseng sampai akhirnya ditetapkan menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Anak-anak biasanya aku korbanin waktuku buat ngelatih bakatnya selama 3 jam, menurutku kurang dari 3 jam enggak bisa. aku juga ambil latihan di setiap hari jum’at dan sabtu. sedihnya adalah aku sendirian. itu sudah menjadi kegiatan eskul, tapi lebih sedihnya lagi adalah kenyataan tidak dibayar…. aku bukan tidak ikhlas, tapi aku enggak bisa memungkiri kalau aku enggak butuhkan uang. seenggaknya kepala sekolah mengapresiasi dan menghargai keahlianku. tapi nihil. aku sudah berbicara kepada bendahara sekolah, sudah disampaikan kepada kepala sekolah, kata beliau iya nanti dibayar, tapi aku kembali harus berdamai dengannkenyataan kepala sekolah mengambil guru tari dari luar sekolah yang sebenarnya adalah wali murid sendiri. kepala sekolah lebih rela membayar dia daripada aku. disini aku sedih banget, mau nangis rasanya. aku boro-boro dibayar setelah semua hal yang kulakukan, malahan mau diganti. silahkan dicari adakah orang lain yang lebih rela mengorbankan waktunya selama diriku ? aku rasa susah.

contoh lagi dirumah, aku sudah pernah cerita kan ? sudah sekitar 2 bulan ini aku privat di rumah tapi enggak dibayar. belum lagi orderan kuku palsu dari tante buat keperluan photoshoot dia yang sebenernya kuku palsuku sendiri enggak dipotonya, dia order tapi enggak dibayar. ahh benar-benar bulshit banget. rasanya hatiku selalu ingin menyumpah. kenapa takdir hidupku harus sesedih ini ? sudah aku punya hati yang lemah baperan adanya hal-hal kayak gini bikin aku down setiap hari.

Jujur saja, aku selalu ingin kabur. tapi lagi-lagi hatiku punya rasa kasihan, nanti kalau kabur siapa yang kasih makan kai yang struk itu ? nanti kalau kabur siapa yang bantuin nenek masak di dapur ? nanti kalau kabur siapa yang bisa dimintai tolong sama nenek ? karena si tante (baca : anak nenek) sendiri enggak mau disuruh, kalau dimarahin dia marah balik. kalau aku dimarahin aku diem. kuterima semua cacian dan makian. biarin aja mereka mencaci atau memakiku asal bukan orang tuaku.

hari demi hari kulalui seperti ini. tak ada bahagia hanya selalu sedih. belum lagi ditambah…. tentang menikah. aku sudah punya seseorang yang aku cintai, tapi di keluarga selalu menyuruh ” ikut ke rumah acil ya kalau malam sabtu, nginap kan ada habsyian di rumah, banyak habib yang datang, siapa tau ada jodohmu disitu… “… gimana ya … aku rasanya sedih banget. aku bukan enggak mau kalau berjodoh sama habib, tapi aku sadar diri, aku tidak sesolehah itu untuk berjodoh dengan orang alim. aku masih suka enggak tau mungkin melakukan dosa tanpa aku sadari, kelebihanku mungkin tidak ada, kelemahanku adalah selalu menurut. coba deh kalian bayangin, gimana sedihnya, saat kalian sudah mencintai seseorang, tapi kalian malah harus menikah dengan orang lain ?

aku tidak mengerti bagaimana Tuhan mengatur takdirku, tapi yang aku rasakan adalah aku belum pernah bahagia. aku tidak mengerti kenapa jalan hidup yang kujalani harus sesedih ini, kenapa harus selalu berurai air mata, dan kenapa aku harus punya hati yang lemah ? kenapa aku selalu menjadi orang yang penurut yang selalu menerima tanpa bisa berkata tidak ? Tuhan aku benar-benar tidak mengerti.

Bahkan yang aku sedih lagi saat ini adalah tentang bae. aku sih berdoa agar kami berjodoh, tapi aku tidak tahu apakah Tuhan menakdirkan kami untuk berjodoh ? ketika aku disuruh menikah saja dengan habib aku jujur sedih banget, kami diam-diam sudah berkomitmen dan berjanji untuk saling menunggu. pokoknya sedih banget aku enggak ngerti lagi gimana mengutarakannya. ketika aku bertemu bae, karakter dia 98 persen mirip dengan sahabatku zizit, baiknya, bedanya sama zizit cuma dari segi jenis kelamin. walaupun bule, tapi dia muslim. sesuailah sama karakter yang aku inginkan tapi juga yang aku butuhkan. tapi aku enggak tau harus bagaimana jika suatu saat nanti, Takdir Tuhan benar-benar berkata lain. yang pasti baru si tante ngomong nikah sama habib aja aku sudah sedih banget. apalagi kalau itu benar-benar terjadi ?

kalau suatu saat benar-benar terjadi, pasti nanti si orang lain itu cuma sekedar suami, tapi aku enggak cinta. berdosakah aku nanti jika sebagai istri ? aku menikah, tapi hatiku mencintai orang lain ? lalu aku harus bagaimana ? apakah harus mengikuti pilihan keluarga ? atau mengikuti kata hatiku saja ? untuk saat ini hatiku selalu berkata ” kabur saja ” tapi kali ini pula pikiranku berkata ” bertahan saja “. aku tidak menangis, aku benar-benar tidak menangis, air mataku memang keluar, tapi aku tidak menangis…. aku hanya sangat sedih saja … aku tidak mengerti dengan Takdir hidup yang kujalani, yang pasti aku berharap Tuhan ijinkan aku bahagia nantinya. jika aku tidak bisa bersama dengan orang yang aku cintai, aku berharap Tuhan mengirimkan dia yang benar-benar mencintaiku dan tahu bagaimana menghormati dan menyayangi diriku sebagai seorang perempuan. Tuhan, aku sudah tidak tahu harus melakukan apa terhadap hatiku, kuserahkan kembali hati dan Takdirku kepada Engkau, tentang bagaimana aku bahagia ? aku akan mengikuti cara Engkau saja.