Hal – hal yang bikin badmood

Holla ^^

Dalam hidup, gak melulu semua yang dihadapin adalah hal yang kita suka. Kadang ada aja hal yang bikin males atau badmood yang sebenernya males banget buat dihadapin tapi harus kita jalanin. Nah berikut adalah hal-hal yang bikin badmood versi aku:

1. Macet

Aku adalah salah satu orang dari sekian banyak yang paling males pake banget ngadepin yang namanya macet. Apalagi kalo udah telat, macet adalah musuh terbesar banget. Apalagi kadang dijalan udah tau macet, eh yang belakang klakson-klakson mulu. Hello situ gak liat macet? Andaikan bisa terbang mah pasti milih terbang sih daripada harus ngadepin macet. Dulu, waktu zaman sekolah aku naik angkot beuhh setiap pagi pasti kejebak macet, yang bikin kesel adalah jarak dari kemacetan dan sekolah aku gak jauh-jauh banget, karena waktu itu aku bukan tipe orang yang sabaran, so aku turun dari angkot dan pilih jalan kaki. gak lama setelah turun eh yang tadinya macet tiba-tiba jadi lancar jalannya, siapa coba yang gak langsung ngedumel dan badmood?. Makanya, sampai sekarang pun aku gak suka sama macet, kecuali males pulang cepet hihi. Kalo kalian ada yg suka macet?

2. Banjir

Jujur aku adalah salah satu orang yang suka banget sama hujan, tapi aku paling benci kalau sampai banjir. Paling males deh, apalagi kalo di gang aku banjir pasti tinggi dan itu mengakibatkan harus jalan kaki. Otomatis kan ya jalan di air yang gak bersih, belom lagi kalo ada hewan-hewan yang kecil-kecil melata lagi berenang-renang ihhhhh geli. Aku punya satu masalah yang aku juga gak ngerti kenapa. Ketika jalan di banjir otomatis kan kita ngeliat ke bawah, ya kalo aku sih karena waspada aja kalo ada hewan tapi kepala aku jadinya pusing karena ngeliat air banjir yang jalan dan aku gak tau deh kenapa. Makanya itulah kenapa, aku suka hujan Tapi paling benci kalau banjir, aku lebih milih pulang ketika hujan sambil basah kuyup ketimbang pulang setelah reda dan harus ngadepin banjir. Oh no! Kalian ada yang sama kayak aku gak?

3. Info dadakan

Hal ketiga yang paling bikin aku badmood adalah info dadakan dari sejak zaman sekolah sampai sekarang udah kerja. Gimana enggak badmood, ketika esok pagi harus ada yang dikumpulkan eh malemnya baru ada info parah lagi kalo hari itu baru dikasih info hari itu juga uhh udah deh seketika aku lansung badmood dan biasanya males aku kerjain. Biarin sih aku cuekin aja, salah siapa ngasih info dadakan? Kalo dikerjain juga pasti ada aja salahnya yang bikin harus diulang lagi diulang lagi. Dikira waktu kita cuman buat ngerjain itu doank? Enggak kan ada hal lain yang harus dikerjain juga.

Bagaimana dengan kalian? Hal apa aja yang biasanya bikin badmood?

Iklan

Menikah

Assalamualaikum, hallo semuanya. ^^ apa kabar? Lama tak bersua hehe.

Upps, siapa yang begitu ngeliat judul berpikir kalo selama 3 bulan ini aku menghilang karena judul di atas? Hayoo ngaku hehe.

Bukan. Aku menulis judul itu, bukan berarti aku melakukan sebuah pernikahan tapi, yang namanya blog sebagai tempat untuk aku mencurahkan segala perasaan dan pikiran, so… Kali ini lagi-lagi karena faktor keseringan ditanya “kapan nikah?”, faktor temen sudah banyak yang nikah dan punya anak, juga karena faktor keseringan ngadepin penganten entah yang seumuran bahkan lebih muda hehe. Maka dari itu aku akan menuangkan segala uneg-uneg dan pemikiranku tentang menikah, sok atuh kalo kalian belom bosan bisa langsung di lanjut hehe ^^.

————————————————————-

MENIKAH.

siapa sih disini yang gak kepengen nikah? Aku yakin pasti semuanya pengen. Siapa sih disini yang gak kepengen nikah dari usia muda? Pasti semuanya pengen, hanya saja waktu jodohnya datang yang gak bisa ditebak, bisa jadi tepat waktu, bisa juga telat, hehe.

Manusiawi sih ya, orang jadi ngebet banget pengen nikah karena macem-macem, ada yang bosan ditanya kapan nikah melulu, ada yang karena orangtuanya udah ngode-ngode pengen cucu, ada juga yang ngerasa iri sama temennya yang pada nikah muda dan punya anak, macem-macem sih.

Seperti halnya aku pun juga pengennya nikah muda. Faktornya ya karena temen rata-rata udah nikah bahkan punya anak, terus juga kadang ngadepin clien henna itu pengantennya usianya di bawah aku. Kan aku yg baru 22 tahun jadi merasa tua banget udah hihi. Makanya deh, aku selalu berpikiran untuk nikah muda juga, tapi ya itu, jodohnya belum datang wkwk.

Walaupun aku berpikir untuk menikah di usia yang sangat muda. Tapi, tetep aja harus berpikir jauh ke depan. Karena menikah itu bukan kehidupan sehari dua hari bubar, bukan tentang enaknya, romantisnya, bahagianya, mewahnya ketika hari yang sakral itu tiba, tapi menurut aku adalah bagaimana mengatur hidup ketika setelah menikah. Yang tadinya sibuk sendiri, cuman mikirin kebutuhan diri sendiri, harus menyesuaikan menjadi kebutuhan suami atau istri dan anak-anak.

Dalam kepalaku, ketika mendengar atau berpikir tentang sebuah pernikahan, yang harus diperhatikan bener-bener adalah kesiapan. Entah itu kesiapan lahir batin, kesiapan ilmu dalam berumah tangga dan mengurus anak misalnya, pun kesiapan materi, kesiapan mental ketika menghadapi masalah, bagaimana ketika terjadi perselisihan cara menyelesaikannya tanpa ada campur tangan orang tua, mertua, bahkan anggota keluarga lainnya. Menurut aku hal-hal seperti ini sudah harus dipikirkan matang sejak ada komitmen untuk menikah.

Intinya, menikah itu gak mudah. Banyak yang harus dipersiapkan. Yang paling utama sih pasti kesiapan mental tadi, karena kita gak pernah tau ombak seperti apa yang akan menyerang bahkan sejak awal pernikahan.

Akhir yang Menjadi Awal

Menyelesaikan studi sarjana bukan berarti perjuangan selesai. Sejatinya yang bernama berjuang tidak akan pernah ada akhirnya ia akan terus berlanjut selama kau masih hidup. Tugas kita adalah dalam menjalaninya jadilah orang yang baik dan jujur, perduli kepada orang disekitar kita, dan sadar bahwa kita tidak bisa sukses dengan sendirinya, pasti ada bantuan orang lain. Dengarkan setiap nasihat dan kritik mereka lalu analisa mana yg membuat semangat mana yang membuat down. Serta jangan sampai sombong dan kepo yang terlalu ikut campur dalam setiap perjuanganmu. 

Akhir dari segala sesuatu yang telah kita lewati bukan berarti suatu penyelesaian yang benar2 berakhir. Justru ini saatnya kita membuka lembaran baru, menjadi orang baru, dengan nama dan tugas yang baru. Menjadi lebih bermanfaat dan bertanggungjawab terhadap tugas-tugas yang diberikan. 

Menyelesaikan satu tugas besar dengan sukses bagaikan menyelesaikan suatu misi yang luar biasa. Mendapatkan hasil yang membuat bangga dosen pembimbing adalah suatu kehormatan terbesar terlebih ketika tawaran menjadi tim pengembang mutu disebutkan rasanya suatu kehormatan dan kebahagiaan yang berturut2 terjadi. 

Segala kesulitan dan keluhan yg selama ini dijalani, rasa lelah dan bosan yang terus ada dan hampir membuat menyerah hilang seketika berganti dengan kebahagiaan. Seperti ini ternyata rasanya lulus sarjana. Tidak bisa digambarkan dengan kata2.

Lulus sarjana sangat berbeda dengan kelulusan saat SMA. Jika dulu, setelah lulus masih ada pikiran yang kekanakan dan konyol, sekarang saatnya untuk belajar serius menata masa depan. 

Kembali zaman kelas 3 aliyah. Saat itu, masih bingung memilih pilihan yang tepat, antara sarjana hukum, sarjana psikologi, dan sarjana pendidikan. Memikirkannya dalam waktu yang lama. Akhirnya setelah memperhatikan dunia ini, neng memilih untuk menjadi sarjana pendidikan. Tentang hukum dan psikologi neng hanya sharing kepada teman2 dari fakultas2 tersebut. 

Intinya, dalam menjalani hidup dan menghadapi berbagai perjuangan yang berarti memang harus menjadi orang yang super sabar, dan tenang. Yang terpenting adalah bagaimana kita perduli kepada orang lain. Terkadang sesuatu yang tidak penting untuk dibicarakan memang sangat membosankan, tapi bertahanlah dan bersabarlah, dengarkan saja mereka meskipun itu tidak ada yang penting. Tunjukkan bahwa kita perduli kepada mereka dengan menjadi pendengar yang baik. Itulah salah satu strategi yang neng gunakan dalam mengambil hati dosen2 dan berhasil dekat serta dikenal dosen2.

Sabar dan jujur memang tidak mudah untuk dilalui banyak godaan yang menguji usaha kita. Namun, sesuatu yang sulit tidak akan selamanya sulit, suatu saat ia akan berbuah manis, begitupun sebaliknya. 

Dan yang terpenting adalah jangan pelit ilmu, ajarkan kepada mereka apa yang kamu tahu, percayalah itu tidak akan membuatmu bodoh dan rugi. Bukankah salah satu pahala yg akan terus mengalir meski kita sudah meninggal adalah ilmu yang bermanfaat? 

Saling berbagi apa yang dijalani, dirasakan, dan dilihat kepada orang2 disekitar adalah sesuatu yang sangat membahagiakan, karena bagi neng bahagia itu salah satunya adalah dengan berbagi, meski bukan Harta yang paling penting adalah menunjukkan sikap bahwa kita perduli dan tidak mengabaikan mereka. 

Akhirnya berjuta terimakasih neng layangkan kepada Allah SWT., orangtua yang tidak ada henti2nya mendukung dan mengingatkan menjadi manusia yang sabar, sahabat2 yang selalu ada dari awal hingga akhir dalam suka dan duka, teman2 yang selalu memberikan suntikan energi semangat dan motivasi, kritikan dan nasihat, demi diri ini agar lebih baik, dosen2 dan guru2 yang sabar membimbing dan mengajarkan begitu banyak ilmu yang bermanfaat. Terimakasih sudah memarahi saya selama ini, dan ternyata marah itu bukan berarti mereka benci tetapi rasa sayang dan Cinta agar menjadi sosok manusia yang kuat dan berkualitas, thankyou so much 😘

Phobia Aneh Yang Mulai Sembuh

Haiiii

Tengah malem nih belom ngantuk, jadi pengen cerita aja siapa tau cepet ngantuk hehe. 

Neng mau cerita tentang phobia aneh yang tumbuh bersama dalam diri neng. 

Sejak 3 tahunan sampe kuliah semester 6, Neng mengidap phobia yang aneh dan gak biasa. 

Biasanya kan kalo phobia itu, ketinggian kek, hewan kek, apa kek, gitu. Tapi neng phobianya sama manusia, iya manusia, terutama le-la-ki. 

Jadi gini, kan sejak kecil neng tuh diasupin ilmu agama terus, lalu semakin neng gede, semakin sering dinasihatin jangan terlalu deket sama lelaki, katanya bahaya. Nah semenjak kata2 itu setiap hari selalu jadi pesen setiap mau berangkat sekolah, jadi di sekolah neng mulai-mulai malu dan ragu berteman sama lelaki. Neng lebih milih temen perempuan, makanya neng banyak temen akrab perempuan, tapi enggak kalo lelaki. 

Faktor juga kayaknya, waktu neng MTS/SMP kan kelas cowo sama cewe itu dipisah, jadi gak gabung, jadi selama 3 tahun gak pernah ngobrol sama cowok, ikut eskul aja neng pilih yang cewenya banyak. 

Karena kebiasaan gak pernah berteman sama cowok di MTS, efeknya itu di SMA. Kan neng di SMA gabung kelasnya sama cowok. Jadi wajar kalo banyak temen cowok yang enggak neng anggep temen karena neng phobia deket deket cowo, waktu itu. 

Waktu itu neng bertanya-tanya sama diri sendiri. Kenapa neng kayagini. Gak pernah berani sampingan sama cowok. Nah terus neng mau tes ceritanya. Bedirilah neng disamping temen cowok di depan kelas. Jaraknya 1 meter sih. Tapi belum ngobrol, neng udah panas dingin, malu, merinding, gelisah, pengen pulang, begitu deh rasanya pokoknya ga enak, ga butuh waktu lama, neng meluk sahabat neng yg cewe. Perasaan neng lebih asik temenan sama cewe. Kalau cowok neng rasa canggung gitu πŸ˜€

Begitu, sampe kuliah. Dijaman kuliah, neng ikut organisasi kampus JQH (jam’iyyatul qurro wal huffadz)  disana seru orangnya rame terutama kk seniornya yg cowok suka becanda, yg cewe malah kebanyakan cuek. Neng jadi ga enak, kepengen ngobrol sama yang cowok tapi neng malu. 

Lalu, semester 6. Neng dapet amanah jadi panitia ospek, dipilih jadi salah satu wali kelas. Kan dipasangin tuh sama cowok. Waktu itu neng dapet Ade tingkat, tapi seumurn neng. Dan orangnya aktif banget, ngajak neng ngobrol, ceritakan ketawaan, sejak itu neng mulai sedikit terbuka sama cowok. 

Lalu, pas PKL semester 7, neng ngajar di sekolah yang muridnya itu cowok semua. Awalnya neng malu, karena mereka udah SMA, kan udah gede mereka. Lama-lama ternyata anak – anak itu makin baik dan ngerespon, luluh sudah pertahanan hati ini masuk ke dalam kelas dekat2 murid cowo akhirnya kebiasaan,, 

Lalu, beberapa Bulan lalu, neng KKN. Kan nginap. Otomatis campur dong ya cewe cowo. Selama 2 Bulan dalam 24 jam neng digangguin mulu, sampe akhirnya kebiasa dan rasa malu, gugup, takut, pun mulai menghilang. 

Alhamdulillah, neng mau ucap syukur. Akhirnya setelah bertahun-tahun phobia itu mulai sembuh. Dan sekarang neng udah mulai pede kalo ngobrol sama temen lelaki. Makasih semua temen cowo yang udah ngajak neng banyak ngobrol, banyak ngajarin neng ilmu2, banyak ngajak neng sharing, bahkan ada juga yang ngajarin neng masak, makasih ya, miss kalian. Semoga selalu sukses kedepannya. 

So, phobia itu semakin kita turutin dia gak akan pernah sembuh. Sekali-kali belajar untuk melawan penyakit aneh itu. Lalu, biasakan selalu. Insyaallah kita akan bisa menyembuhkan phobia itu karena terbiasa melawan phobia itu. Lagian, kenapa sih phobia dipelihara? Dia bukan sesuatu yang penting. Justru menurut neng itu adalah hal yang mengganggu dalam hidup neng. 

Adakah kalian yang pernah mengalami / sedang mengalami phobia aneh seperti neng? Kalo ada coba mulai sekarang pasang niat buat nyembuhin itu phobia, lalu belajar untuk gak manjain phobia itu. Memang awalnya harus dipaksa, karena kalau tidak selamanya gak akan sembuh. Apalagi phobia ini menyangkut masa depan. Gimana bisa nikah kalo phobia sama lawan jenis? Ya kan πŸ˜ƒ

Dalam hidup, sebagai manusia kita punya rasa malu terhadap lawan jenis itu wajar. Tapi jangan sampai berlebihan ya. Apapun jenis phobia yang kamu alami, belajarlah untuk menyembuhkan itu. Karena phobia itu menurut neng adalah suatu hal yang mengganggu kehidupan. Oke? Semangat semuanya πŸ‘πŸ‘ 

Sekian curhatan gak penting neng. Yang penting neng sedikit lega udah ngeluarin uneg-uneg neng πŸ˜€

Singel Happy, Singel Productive

Holaaaa ^^

Assalamu’alaikum, i’m back πŸ˜€

*siapa masih jomblo, angkat tangan. Siapa udah jomblo, hentak kaki. Siapa memilih jomblo, yang pasti bukan jones, kalau kau pilih jomblo, itu prinsip. Hehe. *ciyeeeee pada nyanyi wkwk, yang nyanyi pasti salah satunya jomblo, sama itu mah, eyke juga wkwk*

Ngomongin jomblo? Aih itu mah udah biasa. Biasa curhat karena jomblo dan dicurhatin sama yang udah punya pasangan, sepertinya dunia udah kebalik, masa yang pengalaman nanya sama yang belom berpengalaman? Yakali dapat solusi πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Tempo hari. Ada pertanyaan iseng yang mendarat di telinga aku, “gimana rasanya jadi jomblo?”. Aku jawab, mau dijawab kabar baiknya apa kabar buruknya duluan? Nah, katanya karena bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian, ya udah, aku jawab kabar buruknya duluan. Hehe. *bisa aja si nyomud ulur waktu wkwk*

Kabar buruknya jadi jomblo. Gimana rasanya? Sedih. Iri. Nyesek. Sedih, karena kenyataannya belom dapet pasangan. Iri, karena liat mereka yang happy2 bareng pasangannya. Nyesek, karena kadang diremehin. Hiks, hiks. 

Kabar baiknya jadi jomblo. Gimana rasanya? I feel free. Yah, bebas mau ngapain aja, kemana aja, sama siapa aja, enggak ada yang larang, enggak ada yang protes, bahkan kalaupun ada gebetan toh dia juga enggak berhak protes2 πŸ˜€ gebetan kan adalah hal yang belum pasti, hari gini kan udah gak zaman nungguin hal yang belum pasti, cerdaslah sedikit. Bahkan kalo dijanjiin pun, kita harus selidik dan menuntut kepastiannya, terutama wanita. Karena kita adalah manusia yang punya hati dan perasaan, bukan jemuran yang harus digantung melulu. Bener kagak? 

Pokoknya, jadi jomblo itu adalah up to me. Dirimu  mau ngapain kek, bebas. Tapi, jangan mentang-mentang bebas banget sampai disengaja atau tidak disengaja jadinya terjun ke pergaulan bebas. Itu sih namanya salah! 

Kalau aku pribadi. Singel/jomblo, menurut aku enggak perlu sih sedih, nangis sesenggukan di pojokan, apalagi kalau tau gebetannya deket sama orang lain, langsung dah tuh berpikir pengen ke dukun atau mengakhiri hidupmu yang berharga. Kan astagfirullahaladzim πŸ˜€. Coba deh kamu ngaca, dicermin yang besar, yang keliatan dari ujung rambut sampe ujung kaki. Mau ke dukun, atau mengakhiri hidup, emangnya kamu siapanya dia? Bukan siapa-siapa. Toh yang ngegebet kan kamu, bukan dia. Kalau dia yang ngegebet so pasti dia bakalan deketin kamu. Setelah sadar, kamu bukan siapa-siapa bagi dia. Tanya lagi, apa aku berhak marah? Apa aku boleh ke dukun? Apa aku harus mengakhiri hidup? Jawabannya, pasti enggak kan.

Dia manusia. Dia juga punya hati dan perasaan serta keinginan. Keinginan untuk memperjuangkan seseorang. Begitupun dengan kamu. So, udahlah ya, biarin aja. Dia berhak kok untuk memilih. Siapa yang pantas untuk mendampinginya. Dan jangan merasa kesal kalau tidak dipilih, mungkin ada kelebihan dan kekurangan dalam dirimu, yang membuatnya tidak memilihmu.

Jangan galau. Diem, merana. Makan gak nafsu, mandi gak semangat, tidur gak mau. Udah persis kayak mayat idup. Hello. Kamu manusia kali. Butuh asupan. Asupan dari luar dan dari dalam. Siapa yang harus ngasih kamu asupan? Ya bukan siapa-siapa kecuali diri kamu sendiri. Barang siapa yang punya masalah, pasti dia bisa nyelesein masalahnya sendiri. Bukan orang lain, jangan undang orang lain dalam masalahmu kalau gak mau semakin memperumit keadaan. Ingat ya, bahagia itu diri kamu sendiri, bukan orang lain. So, semangat dong. Move on. Jangan sedih kalau jomblo, yang ada entar malah pada ilfil, mana ada orang mau sama yang galau-an, pasti mereka memilih yang ceria lah πŸ˜€.

*baca sampai sini aku yakin kalian bakalan protes, aku enak banget ya tinggal ngomong, tinggal komentar, ngerasain gak pernah, ngejalaninnya susah. Please, jangan suudzon. Aku ngomong gitu, ya karena udah pernah ngerasain kok, jadi jangan timpuk aku pake tomat atau bantal, timpuk aja pake jodoh, eehhh. Baca lagi dong lanjutannya jangan setengah-setengah, entar salah paham hhe*

Aku pribadi. Menjadi jomblo itu adalah sebuah kesempatan. Kesempatan berkarya dan berkarier. Yang nanti, ketika sudah berkeluarga, belum tentu kita bisa sepenuhnya memiliki waktu untuk berkarya dan berkarier. 

Kadang, ada orang yang meringsut aja, bete-lah atau apalah ketika ditanya masalahnya apa, ternyata itu karena dia jomblo. Baginya jomblo adalah sebuah masalah. What? Salah kali tuh. 

Tapi ada nih jomblo yang cerdas. Jomblo yang produktif, untuk membuat dirinya menjadi lebih berkualitas. Sibuk membanggakan diri dan orang terdekat dengan segudang karya dan prestasi. 

Tahun lalu, sempat kan nge-hits banget hastag #Indonesiatanpapacaran, sampe banyak akun2 yang bikin nama Indonesia tanpa pacaran. Aku sendiri adalah salah satu orang yang mendukung aksi ini. Tapi, bukan berarti aku men-judge orang pacaran. Enggak. Mau pacaran atau nge-jomblo ya terserah yang punya diri. Itu pilihan kok, bukan hanya takdir atau paksaan. 

Kadang, lagi jalan atau nongkrong kemana aja, sering liat orang-orang pacaran, mulai dari anak sekolah sampe yang udah kerja, pegangan tanganlah, pelukanlah, apalah terserah mereka, aku gamau ikut campur. Kadang dalam hati, sambil geleng kepala aku suka ngakak sendiri. Dengan seribu pertanyaan yang sama.  “Apasih alasan mereka pacaran sebelum nikah?”. Padahal kan, sense of love pengangan tangan sebelum dan sesudah nikah pasti beda rasanya. Coba deh, kalo ada orang yang pacaran, sebelum nikah sering kan pegangan tangan, kemudian mereka nikah, kan setelah ijab kabul pasti lah ada adegan salim-saliman. Ya pasti biasa aja kan? Coba bandingin sama yang nggak pernah pacaran, lalu dia nikah, pasti pas adegan salim-saliman beda banget rasanya, lucu, malu-malu kucing πŸ˜€ bingung siapa yang mau mulai duluan, lebih dramatisir dan yeahhh, disitulah seharusnya jatuh Cinta yang sebenernya. Udah halal, ketika saliman, didoain malaikat, digugurin dosanya πŸ˜€. Ya wallahu’alam sih πŸ˜€

Kadang aku tanya ke mereka-mereka yang pacaran, rata2 jawabannya buat penyemangat. Harus ya, penyemangat dengan punya pacar? Lah orangtua digimanain? Ada banyak kok sebenernya hal yang bisa bikin kamu semangat, enggak harus cari pacar. Dari mereka-mereka yang pacaran pun aku sering dapat keluhan ya katanya enggak boleh kemana-mana, enggak bebaslah, dicurigain mululah, intinya dikekang gitu. Nah loh, siapa emang yang suruh cari pacar? Kan situ yang bikin gara-gara ya situ musti nyeleseinlah πŸ˜€ masa ngeluh ke eyke, emang eyke pegadaian πŸ˜€ 

Maka dari itu, aku sebagai seorang yang mempertahankan prinsip singel πŸ˜€ mewakili mereka2 yang juga memiliki prinsip singel, aku berpesan, wahai anak muda yang berniat menjalin hubungan dalam bentuk pacaran, sebaiknya sebelum melanjutkan hendaklah dipikir dahulu, sebelum anda akhirnya ngeluh ke orang lain karena pacar anda, alangkah lebih baik, kalau anda suka, dihalalin aja bang, lebih bebas πŸ˜€

Nah sok atuh, kalau kamu punya jiwa yang bebas, udah deh nge-jomblo aja, happy loh πŸ˜€ bisa produktif lagi. 

Produktif. Apasih itu? Produktif itu adalah ketika kita bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Ada banyak cara menjadi produktif. Kamu bisa belajar untuk membuat dirimu lebih cerdas dan pintar. Kamu bisa membuat usaha untuk menghasilkan uang bahkan lebih hebat bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi banyaknya pengangguran di dunia yang kejam ini. Kamu bisa meluangkan waktu untuk keluarga kamu, terutama orangtua, yang gak dipungkiri kalau setiap orangtua pasti ingin anaknya sukses. 

Menulis. Menulis juga bisa jadi salah satu jalan produktif loh. Yang akhirnya bisa jadi buku. Bermanfaat dan dibaca oleh orang lain. Lalu orang lain berubah menjadi lebih baik. Dapet pahala loh πŸ˜€ 

So, kalau kamu jomblo jangan sedih. Happy aja lagi. Bersyukur karena masa jomblomu kamu bisa berproses menjadi orang yang hebat, yang belum tentu bisa kamu lakuin ketika kamu sibuk berpacaran, yang pasti hasilnya bisa kamu nikmati ketika berkeluarga nanti. 

Menurut kalian lebih baik jomblo tapi happy atau pacaran tapi gak bebas? Hayoloh jangan pilih atau yah πŸ˜€ mungkin kapan2 kalau inget bisa kali bikin postingan tentang jomblo vs pacaran, lagi ngumpulin pendapat orang2 yang jomblo dan pacaran sih ini, semoga mereka cepat memuaskan hati eyke, biar bisa cepat menarik kesimpulan dan membagikannya kepada kalian πŸ˜€

Kalau kalian pacaran, pacaranlah yang sehat, enggak usah ada adegan sentuhan fisik, bisa? Karena kadang omongan orang lain itu kejam sekali, bisa jadi fitnah. Tapi, kalau kalian putuskan menikah akan lebih baik. 

Kalau kalian jomblo, jadilah jomblo yang happy, berkualitas, produktif, bermanfaat, dan menginspirasi, karena jomblo itu pilihan. Jomblo itu prinsip. Bukan hanya sekedar takdir apalagi paksaan. Bisa?

Kebersamaan special KKN (edisi refreshing) part 1, pengantar cerita

Manusia adalah makhluk sosial yang hidupnya bergantung kepada oranglain. Manusia, berbeda tapi juga memiliki kesamaan. Aku pribadi, adalah orang yang sangat tidak suka jika dibandingkan dengan orang lain, seperti dibandingkan dalam hal kemampuan. Karena menurut aku manusia diciptakan berbeda bukan untuk dibandingkan. Tapi, untuk saling memahami, melengkapi, belajar antara satu sama lain. Karena adanya perbedaan, membuat ikatan persatuan yg kuat dalam kebersamaan. 

Dalam hal berteman, gak perlu minder sama kemampuan kamu. Tunjukkin aja apa yang kamu bisa, dan jangan pernah memaksakan diri sendiri. Kalau kamu ingin berubah, bekerja keraslah. Jangan menuntut orang lain untuk bisa memahami kamu, tapi kami tidak mau memahami orang lain. Ingat satu kunci hidup ini. 

Perlakukanlah orang lain, sebagaimana kamu ingin diperlakukan 


Terkadang, dalam hal pertemanan ada timbul yang namanya sifat iri. Menurut aku, gapapa sih. Iri itu wajar, berarti kamu masih punya malu. Kalo masih punya malu bersyukur artinya kamu masih punya iman. Tapi, irinya yang wajar aja jangan sampai jadi dengki yang bikin kamu ngelakuin sifat buruk yang sangat tercela. 

Akupun juga begitu. Di kelompokku kkn ada yg pinter bahasa inggris, namanya Reza. Jujur banget aku iri lah ya, secara kami jadi tutor bimbel sekelompok, ketika ada tugas bahasa inggris dengan perasaan hati gimana aku serahin ke Reza. Sedih plus iri sih ya. Karena aku sendiri gak paham-paham bahasa inggris itu sih yang bikin aku sebel. Padahal bahasa inggris kan bahasa nasional, aku justru bisanya bahasa yang lain. Sedih tapi ya udahlah ya.. 

Ada lagi temen aku pinter banget otaknya dalam hal ngomong depan umum pemikirannya tertata, kata-katanya Bagus, mereka adalah Dyah, Fajar (ketua), Bede. Wah mereka sangat membuat aku iri.  Aku bahkan pernah merasa gak enak hati sama si bede karena kami sempat jadi rekan kerja. Dia nyuruh aku ngomong depan teman-teman, tapi setelah dorong-dorongan akhirnya dia yang ngomong, tentu saja dengan ekspresi wajahnya yang sulit diartikan. Mungkinkah dia kecewa? 

Selama kkn aku paling iri banget sama satu orang dan sempat bikin aku ngerasa gagal jadi cewek. Dia cowok. Yayalah gimana aku gak merasa gagal jadi cewek, lah dia cowok tapi dia gak hanya bisa keahlian cowok, dia juga bisa keahlian cewek! Serakah amat sih πŸ˜€ perfect. Biasanya cowok kayak gini banyak yang suka. Dan banyak yang rebutan buat dijadiin suami, bukan sekedar pacar. Kenapa yok? πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€ selain pinter keahlian cowok sama cewek, dia ini ngaji pinter, tilawah atau tartil kemaren sempat jadi tutor ngajarin tilawah masyarakat, selain itu juga dia hapal beberapa bagian dari al-quran dan ceramah juga. Sempat sedikit ada yang nyangkut gitu di aku kalo aja gak inget betapa baiknya itu orang mungkin bisa keterusan sampe suka, untung inget dia jail πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€ jadi aman πŸ˜€ aku gak berpaling hati kok beb πŸ˜€. *curcol again*

Daripada iri, lebih baik kita belajar dari kelebihan orang lain. Iri aja gak bakalan ngubah kamu jadi bisa. Tapi kamu harus belajar, biasain baru deh kamu punya talenta baru. 

Menurut aku, menjadi berbeda itu bukanlah sebuah kekurangan yang bikin kita jadi minder. Tapi sebuah keunikan yang dengannya seharusnya kita manfaatkan untuk mempelajari kelebihan orang lain, bukankah karena itu kita berteman? 

Bersyukur punya temen-temen yang berbeda kemampuannya berarti kita punya kesempatan buat belajar dari banyak orang yang berbeda. Bukankah dalam hidup kita selalu belajar? 

Tapi inget juga, yang kita pelajari hanya hal baiknya yang buruk misal dari kelakuan mereka jangan diikutin, jadiin aja sebagai bahan buat introspeksi diri, untuk memastikan kita juga tidak memiliki sifat buruk mereka. 

Selama 70 hari tinggal bareng sama kelompok kkn, satu persatu kami memahami karakter diri masing-masing. Apa yang disuka dan tidak disuka orang lain. Banyak banget hal yang kami lakukan untuk menjadi dekat. Selain karena proker yang mengharuskan kami saling bertukar rekan, kami juga melakukan refresing ke beberapa tempat, untuk lebih saling mengenal lagi. Kenapa refreshing ke suatu tempat?  Karena kami satu sama lain ingin tau bagaimana teman-teman kami ketika di luar, ditempat terbuka, di alam dan lainnya terhadap orang lain disekitarnya. Apakah mereka lebih loyal daripada dirumah, atau lebih cuek atau gak ada bedanya sama sekali. 

Kesempatan ini kami gunakan selain untuk refresing otak yang mumet dan badan yang lelah karena proker, juga moment tepat untuk saling mengenal lagi satu sama lain. Saling belajar lagi satu sama lain. Bahkan ada hal yang gak terduga, karena orangnya selama dirumah gak pernah seperti itu, tapi ketika diluar dia jauh berbeda. Mungkin bisa dibilang lebih kekeluargaan dan lebih ramah lingkungan. 

Satu pelajaran yang aku dapatkan adalah meskipun nanti sudah berkeluarga sendiri aku tetap harus menjalin hubungan baik dengan teman-temanku dan refresing sesekali barangkali sikap mereka berubah lagi, hal ini juga bisa ditetapkan ke keluarga kita loh. Terlebih lagi yang udah menikah dan menjadi orang tua, membawa anak-anak keluar dari rumah itu penting, karena mereka juga perlu belajar dari alam, belajar lingkungan sekitar untuk menambah wawasan. 

So, quality time, entah itu bareng temen atau keluarga sangat sangat penting, selain untuk membina hubungan baik juga untuk saling belajar satu sama lain lagi, lagi, dan lagi. Terlebih ketika kamu quality time bareng temen lama yang jarang ketemu, ketika kalian bersama pasti ada saja hal-hal yang mengejutkan satu sama lain dan saling mempelajari satu sama lain. Asal diingat hanya pelajari hal baik, dan jadikan hal buruk sebagai bahan introspeksi diri kita masing-masing. 

Okeee,, cerita refresingnya lanjut ke postingan selanjutnya yaaa..  Bye bye.. 

April 10 Favorite Song’s (KKN STORY)Β 

Hai hai hai, i’m back πŸ˜€

Dalam hidup, terkadang ada beberapa hal yang ngebuat kita bersemangat, istilah ngetrend dari anak muda zaman sekarang adalah moodboster. Moodboster itu banyak banget loh, salah satunya si doi. Tapi, kali ini aku bukan mau ngebahas doi atau siapapun. Tapi akan membahas tentang lagu. Lagu favorite di Bulan april kemaren yang sempat aku playlist dan di ulang-ulang berkali-kali tapi gak bosen-bosen dengernya. 

Bagi aku lagu itu bukan hanya sekedar penyemangat tapi terkadang ketika aku gak bisa lagi mengungkapkan perasaan lewat kata-kata sendiri maka aku akan memilih lagu yang mewakili perasaanku. Hampir dalam waktu 24 jam aku pasti ada dengerin lagu, yang paling parah adalah aku pernah nge-play lagu yang bener-bener aku suka semalaman. Dari sebelum tidur sampai bangun tidur. Padahal kan percuma, pas aku tidur siapa yang dengerin coba? πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Bicara tentang lagu, berarti bicara tentang musik. Fakta menyatakan bahwa mendengarkan musik dapat membuat dirimu rileks dan nyaman. Berdasarkan fakta ini dan apa yang aku rasakan selama mendengarkan musik memang benar. Terkadang juga menurut aku bisa membuat cerdas. Ketika musik digunakan untuk belajar atau mengetik sesuatu, gunakan musik yang hanya instrumental artinya just musik tanpa lagu πŸ˜€ berdasarkan pengalaman aku, mendengarkan musik instrumental sambil ngetik bikin kreatif loh. Soalnya dengan sendirinya entah secara sadar atau tidak kita bakalan nulis kata-kata yang disesuaikan dengan musik instrumental tersebut. Makanya kadang aku lebih banyak punya lirik lagu sendiri ketimbang puisi πŸ˜€ mau dibikin jadi lagu tapi gak bisa main musik πŸ˜€ *curcol dikit*

Oke. Kalo gitu langsung aja ya, 10 lagu favorite kami selama Bulan mei selama kkn, check it out>>>

1. Ipank – Rantau den pajauah

Ini adalah lagu minang. Haha. Gak nyangka sih ini ada di posisi pertama. Gak nyangka suka sama lagu minang. Kenapa bisa suka? Mungkin karena kebiasaan. Iyah kebiasaan di puterin mulu dari awal kkn sampe akhir kkn sampe apal lagu masuknya kapan πŸ˜€ meskipun sampe sekarang gak apal-apal sama liriknya. Awalnya aku gak begitu suka. Karena aku gak tau dan gak paham ini lagu apa. Tapi ujung-ujungnya aku googling akibat penasaran πŸ˜€ oya lagu ini musiknya enak banget beneran kayak musik malaysia gitu dan karena aku juga penyuka musik malaysia jadi aku terusin dengerin lagu ini. Lagu ini ceritanya sepasang kekasih yang mana cowoknya ini kan pedagang trus mungkin karena kehendak orangtua si cewe gak mungkin ngelawan. Pokoknya tentang rantauan sama penderitaan begitu sih. Sedih ya,, tapi ini lagu asik buat belajar, asik buat pengantar tidur, asik pas lagi galau, asik buat perjalanan, asik buat ngapa-ngapain pokoknya de best hehe. Setelah pulang dari kkn, saya puter lagi lagu ini dengan alasan kangen posko, bukan kangen yg sering nyetel loh ya πŸ˜€ saya puter lagu ini dari ba’da isya sampe bangun tidur sampe keesok-esokkan harinya, seminggu full nonstop, tapi anehnya gak juga hapal πŸ˜€. Kenangan tentang lagu ini selama kkn adalah sempet dijadiin taruhan pokoknya siapa yg hapal ditraktir sama yg punya mp3nya, si temen aku yang super bikin baper cewek2. Lah, aku dengan oonnya kuikutin tapi gak hapal juga bahkan sampe keluar dari posko. Pernah ketika rapat kegiatan, kan lagi serius2nya, entah tangannya temen gue jahil apa memang itu alarmnya dia, lagu ini ke-stel. Alhasil rapat pun berubah jadi karaoke. Semua anggota sibuk nyanyi dengan gayanya masing-masing tentu saja cuman kata2 “nanana” karena gak apal lirik kami cuma masuk ke dalam musiknya. Rileks abis itu lanjutin rapat. Pokoknya banyak kenangan dengan lagu ini selama kkn. 

2. Riski Febian – Penantian Berharga

Posisi kedua, ya lumayan sering juga diplay selama kkn. Penantian berharga. Gak tau siapa yang mulai πŸ˜€. Jujur ya di hp aku, lagu2 pop Indonesia itu banyak. Aku suka ngoleksi lagu lama, ada beberapa juga yang baru. Lagu ini sering kami play kalo lagi masak, biar semangat gitu. Kalo di posko, yang masak 2, yg lainnya jadi penghibur entah itu nyanyi atau joget πŸ˜€ aku pribadi, sejak sebelum kkn udah suka sama lagu-lagunya riski febian, aku sempat cover yg kesempurnaan cinta πŸ˜€. Sempat ngerebutin si iki sama adek sepupu aku yg berakhir adek sepupu aku ngambek tau aku duet sama riski di smule πŸ˜€ maapkeun sayahhhh πŸ˜€ lagu ini sedikit mewakili perasaan aku, semenjak keluar dari asrama 2014 lalu, aku gak pernah lagi yang namanya 24 jam full tinggal sama temen. Dan aku merindukan moment itu, aku sangat menantikan itu. Jadi ketika tiba waktu kkn lagu ini jadi sountrack tersendiri karena bisa tinggal bareng temen full 24 jam selama 70 hari πŸ˜€.

3. Armada – Asal Kau Bahagia 

Lagu ini sering kami puter di kamar. Terus karaokean di dalem kamar. Entah sih gak ada yg lagi galau, cuman kan lagi ngehits lagunya. Mungkin mewakili perasaan salah satu anggota perempuan kami. 

4. Dude Herlino feat Asmirandah – Bunga Bunga Cinta

Ini soundtrack film dalam mihrab cinta. Setelah kami nonton filmnya, ternyata aku sendiri punya lagu ini, jadi sering di puter di kamar pas lagi dandan paling sering. Makanya kadang lama dandan kami karena sambil nyanyi. Sempat kami buat rekaman lagu ini. Ini bener2 mewakili perasaan salah satu anggota team kami yang sesuatu sama warga disana πŸ˜€.

5. JAZ – Dari Mata

Kalo ini salah satu lagu favorite buhan cowo di kelompok kami. Kelompok kami rawan olokkan. Liat yg perhatian dikit, diolokin. Baik dikit, diolokin. Nolong dikit, diolokin. Apalagi kejadian diajak jalan “nyari baju seragam kelompok” juga diolokin. Walhasil lagu ini pun ngetrend kalo ada member yang diolok, plus lengkap seekspresi buhan cowok yg total ngelawak. Kami yang buhan cewe cuman bisa bengong dan ketawa sebelum akhirnya ikut-ikutan. 

6. Anji – Dia

Ini juga sering di play. Pernah salah satu member cowok bawa gitar, trus kami nyanyi2 dengan lagu ini. Pokoknya selama kkn kayaknya kami lebih sering nyanyi terutama di pagi hari mulai ba’da sholat subuh sampe jam 9 pagi itu nonstop trus lanjut lagi dari ba’da isya sampe jam 10-11 malem gitu. Sambil ngerjain proker sambil dengerin lagu sambil nyanyi sambil joget. 

7. Ikke Nurjanah – Memandangmu

Jangan heran kenapa ada lagu dangdut disini. Jadi, kami ber-8 dari 10 anggota, adalah penyuka musik dangdut juga, tapi yang kayak ginian sih musiknya. Selain ini kami juga rutin nyetel lagu2nya siti badriah, zaskia gotik, dan Ayu Tingting. Setiap pagi pas lagi masak. Jadi sambil joget gitu pokoknya. 

8. priya Saraiya feat Divya Kumar – Sun Sathiya

Ini lagu India. Kata temen aku ini sountrack filem. Lah iya, aku tau cuman gak inget filem apa πŸ˜€ kalo lagu India aku pasti punya yg sountrack filem, lumayan banyak koleksi India aku. Karena aku emang penggemR India juga πŸ˜€ entah disengaja atau tidak kebetulan apa gimana setiap lagu ini te-play, pasti bertepatan sahabat terdekat aku di posko lagi ngulek πŸ˜€ jadi lagu ini sempet dijadiin viral soundtrack temen aku yg kami bilang “film pendek ulekan dahsyat latifa”. Soalnya dia hebat, gak pernah meneteskan air mata kalo ngulek bawang. Kalo kami belum di ulek aja baru liat bawangnya dikupas udah netes duluan πŸ˜€ jadi yah begitulah insiden kenapa si latifa jadi penanggung jawab ngulek bumbu πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

9. Rossa – Hijrah Cinta

nah, kalau yg suka denger lagu galau itu buhan ceweknya. Gak tau sih alasan kenapa lagu ini di play, kata mereka suka aja. Mengingatkan kepada alm. Ust.  Jefri dan ustadzah pipik, di filem apa gitu. Aku sendiri gak pernah nonton πŸ˜€ jujur ya aku jarang nonton film Indonesia. Terakhir aku nonton film Indonesia itu judulnya danur, film horor yang bikin aku ngambek sama temen2ku selama dua hari, karena udah tau aku gak suka horor malah diajak nonton horor. Lagu ini sering di play di kamar sih πŸ˜€

10. De Meises – Dengarlah Bintang Hatiku

Berawal dari aku baru sembuh dari sakit. Posisi di dapur sambil minum air hangat, karena badan udah enakan jadi mulai mood nyanyi πŸ˜€ ceritanya temen aku utak-atik playlist aku, mau hibur aku katanya πŸ˜€ ketemu lagu ini dia dengerin, berkali-kali dengan full volume. Otomatis kedengeran sampe ruang tamu, tempat dimana member lain pada ngumpul. Pas didengerin berulang-ulang aku ngasih ide ke temenku buat bikin balasannya lagu ini dan kita berhasil, lalu kita nyanyiin versi kita, otomatis kita hentikan musiknya. Setelah itu kita revisi lagi liriknya. Pas gak sengaja noleh, udah ada temen kita yg suka bikin baper cewek-cewek berdiri nyender di pintu dengan mukanya yg super konyol, liat aja bikin aku ngakak πŸ˜€ dengan posisinya yg masih pake sarung, baju koko, kopiah, dan kacamatanya berdiri sambil nyanyi pas musik kami berenti karena lagi sibuk revisi “ehhh kenapa di matikan, dengarlah Bintang hatiku” gitu kan nakal dia malem2 πŸ˜€ trus kami nyalain lagi dan ujung-ujungnya temen gue tadi minta catetin liriknya dan minta mp3nya berakhir di puter terus-terusan sama dia sampe keluar dari posko. 

Yah itulah tadi 10 lagu favorite kami selama di posko kkn. Seru. Malahan kami lebih sering nyanyi, joget ketimbang makan πŸ˜€ ngapain aja sempet banget gerak. 

Pokoknya ada banyak kegiatan seru kami di posko bahkan ada kejadian lucu juga dalam proses kami memahami satu sama lain selama di posko, ntar aku ceritain di postingan selanjuutnya. Ya… 

Untuk favorite lagu di Bulan mei nyusul ya.. 

Bye bye…