Phobia Aneh Yang Mulai Sembuh

Haiiii

Tengah malem nih belom ngantuk, jadi pengen cerita aja siapa tau cepet ngantuk hehe. 

Neng mau cerita tentang phobia aneh yang tumbuh bersama dalam diri neng. 

Sejak 3 tahunan sampe kuliah semester 6, Neng mengidap phobia yang aneh dan gak biasa. 

Biasanya kan kalo phobia itu, ketinggian kek, hewan kek, apa kek, gitu. Tapi neng phobianya sama manusia, iya manusia, terutama le-la-ki. 

Jadi gini, kan sejak kecil neng tuh diasupin ilmu agama terus, lalu semakin neng gede, semakin sering dinasihatin jangan terlalu deket sama lelaki, katanya bahaya. Nah semenjak kata2 itu setiap hari selalu jadi pesen setiap mau berangkat sekolah, jadi di sekolah neng mulai-mulai malu dan ragu berteman sama lelaki. Neng lebih milih temen perempuan, makanya neng banyak temen akrab perempuan, tapi enggak kalo lelaki. 

Faktor juga kayaknya, waktu neng MTS/SMP kan kelas cowo sama cewe itu dipisah, jadi gak gabung, jadi selama 3 tahun gak pernah ngobrol sama cowok, ikut eskul aja neng pilih yang cewenya banyak. 

Karena kebiasaan gak pernah berteman sama cowok di MTS, efeknya itu di SMA. Kan neng di SMA gabung kelasnya sama cowok. Jadi wajar kalo banyak temen cowok yang enggak neng anggep temen karena neng phobia deket deket cowo, waktu itu. 

Waktu itu neng bertanya-tanya sama diri sendiri. Kenapa neng kayagini. Gak pernah berani sampingan sama cowok. Nah terus neng mau tes ceritanya. Bedirilah neng disamping temen cowok di depan kelas. Jaraknya 1 meter sih. Tapi belum ngobrol, neng udah panas dingin, malu, merinding, gelisah, pengen pulang, begitu deh rasanya pokoknya ga enak, ga butuh waktu lama, neng meluk sahabat neng yg cewe. Perasaan neng lebih asik temenan sama cewe. Kalau cowok neng rasa canggung gitu ๐Ÿ˜€

Begitu, sampe kuliah. Dijaman kuliah, neng ikut organisasi kampus JQH (jam’iyyatul qurro wal huffadz)  disana seru orangnya rame terutama kk seniornya yg cowok suka becanda, yg cewe malah kebanyakan cuek. Neng jadi ga enak, kepengen ngobrol sama yang cowok tapi neng malu. 

Lalu, semester 6. Neng dapet amanah jadi panitia ospek, dipilih jadi salah satu wali kelas. Kan dipasangin tuh sama cowok. Waktu itu neng dapet Ade tingkat, tapi seumurn neng. Dan orangnya aktif banget, ngajak neng ngobrol, ceritakan ketawaan, sejak itu neng mulai sedikit terbuka sama cowok. 

Lalu, pas PKL semester 7, neng ngajar di sekolah yang muridnya itu cowok semua. Awalnya neng malu, karena mereka udah SMA, kan udah gede mereka. Lama-lama ternyata anak – anak itu makin baik dan ngerespon, luluh sudah pertahanan hati ini masuk ke dalam kelas dekat2 murid cowo akhirnya kebiasaan,, 

Lalu, beberapa Bulan lalu, neng KKN. Kan nginap. Otomatis campur dong ya cewe cowo. Selama 2 Bulan dalam 24 jam neng digangguin mulu, sampe akhirnya kebiasa dan rasa malu, gugup, takut, pun mulai menghilang. 

Alhamdulillah, neng mau ucap syukur. Akhirnya setelah bertahun-tahun phobia itu mulai sembuh. Dan sekarang neng udah mulai pede kalo ngobrol sama temen lelaki. Makasih semua temen cowo yang udah ngajak neng banyak ngobrol, banyak ngajarin neng ilmu2, banyak ngajak neng sharing, bahkan ada juga yang ngajarin neng masak, makasih ya, miss kalian. Semoga selalu sukses kedepannya. 

So, phobia itu semakin kita turutin dia gak akan pernah sembuh. Sekali-kali belajar untuk melawan penyakit aneh itu. Lalu, biasakan selalu. Insyaallah kita akan bisa menyembuhkan phobia itu karena terbiasa melawan phobia itu. Lagian, kenapa sih phobia dipelihara? Dia bukan sesuatu yang penting. Justru menurut neng itu adalah hal yang mengganggu dalam hidup neng. 

Adakah kalian yang pernah mengalami / sedang mengalami phobia aneh seperti neng? Kalo ada coba mulai sekarang pasang niat buat nyembuhin itu phobia, lalu belajar untuk gak manjain phobia itu. Memang awalnya harus dipaksa, karena kalau tidak selamanya gak akan sembuh. Apalagi phobia ini menyangkut masa depan. Gimana bisa nikah kalo phobia sama lawan jenis? Ya kan ๐Ÿ˜ƒ

Dalam hidup, sebagai manusia kita punya rasa malu terhadap lawan jenis itu wajar. Tapi jangan sampai berlebihan ya. Apapun jenis phobia yang kamu alami, belajarlah untuk menyembuhkan itu. Karena phobia itu menurut neng adalah suatu hal yang mengganggu kehidupan. Oke? Semangat semuanya ๐Ÿ‘๐Ÿ‘ 

Sekian curhatan gak penting neng. Yang penting neng sedikit lega udah ngeluarin uneg-uneg neng ๐Ÿ˜€

Tentang Persahabatan

Memang, terkadang apa yang kita lakukan demi sahabat, amatlah melelahkan.

namun, itulah yang membuat persahabatan memiliki makna yang indah.

dalam lika-liku perjalanan selama bersahabat seringkali diwarnai dengan berbagai cobaan, namun yakinlah persahabatan sejati akan senantiasa terbentang jalan untuk mengatasi berbagai cobaan bahkan bisa tumbuh dan berkembang untuk mendewasakan kita.

sesungguhnya persahabatan tidak terjalin secara otomatis namun membutuhkan proses yang panjang dan berliku.

persahabatan juga seringkali diiringi dengan nuansa suka duka, dihibur, disakiti, didengar, diabaikan, diperhatikan, dikecewakan, dan sebagainya.

namun, semua itu tentu tak bermaksud untuk menumbuhkan kebencian, tapi itulah ritme suatu hubungan. tak selamanya indah, namun tak selamanya pula diliputi kedukaan. seiring perputaran waktu segalanya silih berganti.

dan ketahuilah, bahwa seorang sahabat juga terkadang harus memberanikan diri untuk menegur kita karena kasihnya, namun terkadang kita salah mengartikan. dalam hal ini, sikap lapang dada amatlah dibutuhkan.

proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan pupuk kesetiaan dan kesabaran.

bagi yang memiliki kepribadian yang mampu saling membahagiakanlah yang akan bertahan.

dan cobalah untuk kita renungi, bahwa memang benar adanya, bahwa semua orang membutuhkan sahabat sejati, namun tak semua orang mendapatkannya.

mempunyai satu sahabat sejati sungguh lebih berharga daripada seribu teman yang mementingkan diri sendiri.

oleh karena itu, ketika kita telah mendapatkan sahabat yang baik dan setia bersama kita dalam menjalani berbagai aktivitas kehidupan, hargai, pupuk, dan peliharalah agar persahabatan tumbuh dan berkembang sepanjang kebersamaan hingga ajal memisahkan ๐Ÿ™‚

Save The Word ‘Terserah’

Akang : Neng, mau makan dimana?

Neng : (mikir lama) eummmm… ter-se-rah.

Akang : terserah ya? oke.

*setelah sampai di warung makan, dan pesanan makanan sudah datang, si Akang sibuk dengan makanan sementara si eneng manyun*

Akang : neng, gak dimakan?

Neng : gimana mau makan, seafood semua, neng kan alergi.

Akang : oh~~.

Holla….

Assalamualaikum, Neng Comeback Again ๐Ÿ˜€

Neng mau tanya dulu bole ya? ^^ sepanjang hidup kalian, pernah kagak sih denger orang selalu aja nyebutin kata paling nyebelin dan berbahaya di dunia “terserah” ketika diberi pilihan? atau mungkin kalian adalah salah satu orang yang pernah bahkan sering ngucapin kata keramat itu? ๐Ÿ˜€

kenapa neng bilang, “terserah” adalah kata paling nyebelin dan berbahaya di dunia? karena kata itu kadang bikin bingung lawan bicara, sehingga si lawan bicara menyimpulkan hal yang menurut mereka paling pas, akhirnya terjadilah kesalahpahaman maksud terhadap kedua belah pihak, maksud si eneng terserah itu begini, eh maksud si akang terserah itu begono ๐Ÿ˜€ buahaya banget kan, satu kata bisa bikin kesesat ini mah ๐Ÿ˜€

“terserah” meskipun nyebelin dan berbahaya, tetep aja semua orang demen ngucapin ini, heran sih sebenernya. kebanyakan. yang paling sering jadi pelaku dalam ngeluarin kata keramat ini adalah makhluk hidup yang bernama “wa-ni-ta”. *iya-iya, neng ngaku, neng juga salah satunya yang sering ngucapin ini kata. *sembunyi dibalik pohon*

kenapa?

neng sendiri, sering ngucapin kata ini karena neng lagi dalam keadaan “bad mood” atau males ngomong panjang, atau lagi malas banget menghadapi pilihan. eneng maunya yang simple aja gitu. tapi, akibat dari kata terserah yang neng ucapin itu, terkadang orang-orang jadi salah maksud, dan hasilnya jadi gak sesuai sama maunya si neng.

nahloh. kalo udah gini, pasti bakal nyalahin orang dengan kata-kata andalan. “dasar enggak peka”. biasanya yang paling sering jadi korban adalah makhluk hidup bernama “le-la-ki”. *puk, puk, sabar ya, kalian harus lebih mengerti bahasa wanita ๐Ÿ˜€

dalam hidup kan, yang namanya tawaran dan pilihan pasti selalu aja datang menghampiri. nah, jangan sampai lah kita ngeluarin kata terserah. bukan hanya ditujukan pada kaum hawa, tapi juga pada kaum adam, karena tidak menutup kemungkinan, kaum adampun ada juga yang pernah mengucapkan kata ini, terutama ketika sedang tersulut api emosi ๐Ÿ˜€ om eneng sering soalnya, makanya tau ๐Ÿ˜€

dan lagi. kata terserah juga dapat memicu keributan yang berefek pada pertengkaran dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.

so, ketika diberi tawaran atau pilihan, berpikirlah pilihan yang baik, berikan jawaban yang pasti. jangan sampai mengucapkan kata terserah, yang membuat orang lain merasa kesal dengan jawabanmu. kita sendiripun, ketika memberi tawaran atau pilihan kepada orang lain, pasti maunya jawaban yang pasti kan? jika orang lain menjawab dengan kata terserah, pasti kesel kan? rasa pengen nabok aja kan ya ๐Ÿ˜€

kan semakin kesini, kita tau. neng juga gak ada bosennya ingetin hal ini. kalau semakin kesini dunia ini semakin kejam. maka dari itu, sebagai manusia kita juga harus banyak belajar supaya semakin pintar dan cerdas. belajar perlahan untuk menghilangkan kebiasaan kita dalam mengucapkan kata “terserah”. neng tau dan sadar, karena neng juga sedang menjalaninya. berubah menjadi lebih baik itu gak gampang dan gak bisa instan. dan yang paling penting adalah banyak godaan, wajib banget emang yang namanya tahan mental.

ada satu kalimat pepatah yang neng inget. kita bisa karena terbiasa. ya, kalau kita memang niat ingin berubah lebih baik, memperbaiki diri, sikap, sifat, serta tutur kata. kita harus membiasakannya. harus rutin dan konsisten dalam melakukannya. walaupun dalam kenyataannya, ngomong doang selalu lebih gampang daripada melakukan, tapi kita harus berusaha, menghilangkan sikap maupun tutur kata yang menjadi kebiasaan tidak baik yang sudah dipelihara sejak lama.

pelan-pelan tapi pasti. belajar dan biasakan untuk memberi jawaban yang pasti. belajar untuk merubah kata “terserah” menjadi “jawaban pasti”. biasakan terus menerus. karena dengan terbiasa melakukan itulah kita menjadi bisa. neng pun, sebagai manusia sama seperti anda-anda semua, punya kekurangan yang amat sangat banyak. neng juga bukan manusia sempurna. neng banyak melakukan kesalahan. neng sering bikin orang lain kesal dan marah. tapi neng bertekad, selanjutnya neng ingin membuat orang-orang, terutama yang berada disekitar neng, bahagia dengan kehadiran neng. maka dari itu, neng pun sekarang sedang belajar merubah kata “terserah” menjadi jawaban pasti. yuk kawan semua, kita sama-sama menjadi lebih baik ke depannya.

sekian curhatan (?) panjang neng Shazma, kali ini. jujur ya, neng setiap ngeposting gak pernah ditentuin mau ngebahas apa. semuanya serba tiba-tiba. apa yang neng rasakan, lakukan, lihat. kalau menurut neng perlu untuk dibahas, ya bakal neng tulis semua uneg-uneg neng disini. kalau kalian gimana nih pendapatnya tentang kata keramat “terserah” mungkin bisa berbagi pengalamannya di kolom komentar, silahkan ๐Ÿ™‚

bye bye ๐Ÿ™‚

Jujur Sejak Awal Bertemu

Holla ^^

I’m back again ^^

*ciyeeeeee ketemuan, maksudnya ketemuan sama siapa aja, jangan suudzon dong kagak baek itu mah ๐Ÿ˜€*

First Meeting. 

Setiap makhluk hidup yang bernafas, pasti pernah dong mengalami yang namanya pertemuan pertama. Hampir setiap orang ketika janji pertemuan pertama berlangsung, dandan cantik/cakep, pake baju baru atau yang udah lama beli cuman dimesiumkan dalem lemari, beli jilbab baru atau gowes ke salon buat perawatan atau sekedar ganti gaya rambut, beli sepatu baru, beli tas baru, pake aksesoris yang wow, sok-sok kalem dan jaim padahal aslinya berbanding 180 derajat ๐Ÿ˜€ ada yang punya temen kayak gini? Atau mungkin ada yang merasa dirinya pernah melakukan ini? Jujur aja gapapa kok ๐Ÿ˜€ asal jangan saling menuduh ๐Ÿ˜€

Melakukan banyak hal yang berbeda dari biasanya, mengeluarkan banyak uang, semua dilakukan demi pertemuan pertama agar terlihat berkesan dan berkelas ๐Ÿ˜€

Lain orang, lain pula aku. Aku yang dulu bukanlah yang sekarang sih judulnya. Kalo aku yang dulu, setiap yang namanya mau meet-up wajib banget tuh yang namanya barang baru ๐Ÿ˜€ padahal, kalau meet-up nya sama orang baru, pake barang lama sebenernya bukan masalah, toh dia enggak pernah tau itu udah berapa kali pake karena emang baru pertama liat di pertemuan pertama itu. Jadi apa sebabnya? Sebabnya sih, yang pasti pertama gengsi, kalau baju atau barang kamu udah ga sesuai sama perkembangan zaman, yang kedua malu kalau kamu jadi pusat perhatian bukan karena cantik/ganteng, tapi sedikit berantakan bahkan cenderung aneh dengan tampilan kamu. Dan lagi yang paling gak ekstrim adalah sok kalem dan sok jaim, terutama kalau meet-up nya sama lawan jenis. Beuh, pokoknya semua sikap dan perkataan di manis-manisin dan dilembut-lembutin banget. Padahal aslinya mah pecicilan dan malu-maluin. Lain cerita kalau dari sononya emang udah kalem. *Pengalaman waktu jaman jahiliyah saya ini mah ๐Ÿ˜€*

lambat laun, semakin umur bertambah, semakin bisa berpikir jernih, dan menatap cerah ke depan. Semakin sadar, bahwa apa yang pernah dilakukan dulu, merupakan penipuan dalam bentuk kecil yang dilakukan sejak pertama bertemu. Makanya enggak heran ketika udah lama kenal, mereka bilang “kamu beda banget sama yang dulu, yang pertama kita bertemu, aku lebih suka kamu yang dulu”. Lalu, setelah dia merasa kamu berubah, dia pun meninggalkanmu. Jderrrrr, bagai kesambar petir di siang bolong, abang aku yang dulu itu tukang tipu, abang sih sukanya aku yang manis, padahal kan aslinya blak-blakkan banget ๐Ÿ˜€

Sebelum aku lanjut, nanya dulu boleh ya, tolong dijawab ๐Ÿ˜€ lebih suka orang jujur apa adanya, atau boong dikit ada apanya? ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Kalo neng shazma sih dari zaman masih dalem perut mama tercinta udah demen banget sama orang jujur, makanya kalo ada orang yang gak jujur, ya neng senyumin aja, kalo udah gedeg ya neng tinggalin ngapain dipertahanin ye kan? 

Nah, so far so good. Aku ngerasa kalau kejujuran itu adalah hal yang sangat amat penting sekali dalam sebuah ikatan hubungan. Entah itu hubungan keluarga, temen, ataupun percintaan. Kalau diawali ketidakjujuran dari awal, berarti dari awal hubungan itu cacat. Don’t judge me. This is my opinion. Keep calm and sit down, please ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜€.

Makanya, aku pikir daripada udah terlanjur happy di awal, nyesel belakangan. Lebih baik, nyesel di awal, happy belakangan. Udah deh, jujur aja tentang dirimu, sikapmu, sifatmu, perkataanmu, sejak pertemuan pertama. Urusan ilfil atau enggak terserah mereka. Kalau mereka ilfil ya berarti kamu beda kasta dalam hal pertemanan sama mereka, tapi kalau mereka tetap mendekati kamu, itu berarti kamu adalah type teman yang sangat diinginkan, bahkan akhirnya kamu menjadi sosok yang sangat dikangenin ketika enggak ada. Dikangenin karena semua kekonyolan kamu. 

Nah, hal selanjutnya, yang bikin suatu hubungan itu awet, apapun jenis hubungannya, bukan hanya sekedar selalu bisa diajak jalan kemanapun, tapi karena kamu adalah sosok pendengar yang baik. Pendengar yang baik, tidak hanya mendengarkan dengan baik, tapi dapat memberi solusi jika itu adalah sebuah masalah, dapat memberi saran jika itu adalah suatu pilihan, dapat memberikan komentar, jika memang harus. Karena sejatinya, setiap manusia punya sifat selalu ingin di dengar orang lain. Tapi jangan sampai sebarkan curhatan aib mereka kalau tidak mendapat ijin, itu adalah hal yang dapat menghancurkan hubungan baikmu, jika itu kamu lakukan. 

Kemudian, adalah kepercayaan. Yeah, kalau kamu mau hubungan baikmu terjalin dalam jangka waktu yang lama, kamu harus saling menjaga kepercayaan. Jangan saling mengkhianati, karena itu akan membuat kecewa sehingga banyak dari mereka susah memberimu kepercayaan yang utuh seperti awal lagi. Adanya iri, cemburu, dan curiga, dalam suatu hubungan adalah hal yang wajar. Karena kodratnya manusia punya sifat ego yang “harusnya aku saja” yang terkadang susah untuk dikontrol. 

Yang terakhir adalah, pakai hati pakai otak. Kalau cuma pakai hati yang ada baper melulu. Kalau cuma pakai otak yang ada emosi melulu. Jadi, dalam membina suatu hubungan baik, sangat direkomendasikan seimbangkan pikiran dengan perasaan. Jangan cepat baper apalagi emosi. Tidak baik untuk kesehatan ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€. Ketika hati dan otak seimbang dan sejalan, kamu akan menjadi pribadi yang bijak dan cerdas dalam menyikapi segalanya, terutama permasalahan yang ada. Tau kan, semakin kesini dunia semakin kejam, dan lagi tindak kriminal juga semakin merajalela, itu semua karena mereka tak pakai otak dan tak pakai hati ketika ingin melakukan sesuatu. Bener? 

Setiap orang yang ditakdirkan bertemu, tidak hanya tertakdir untuk dipisahkan kembali. Melainkan, untuk saling belajar dengan kelebihan masing-masing, dan melengkapi dari kekurangan masing-masing. Untuk terbinanya suatu hubungan baik. Saling jujur dan menjaga hati untuk tidak menyakiti perasaan masing-masing merupakan kunci utama dari suatu hubungan tersebut. 

Jadi, apa kesimpulan dari tulisan panjang ini? Kesimpulannya adalah, dalam mempertahankan hubungan baik ada beberapa point yang perlu kamu lakukan diantaranya adalah kejujuran, apa adanya, menjadi pendengar yang baik, saling percaya dan pakai hati pakai otak dalam melakukan sesuatu. Dan ada satu tambahan point juga, yaitu berani mengakui kesalahan. Jangan diumpetin sendirian, karena masalah yang dipikul sendiri akan terasa berat ketimbang dipikul bersama ๐Ÿ˜€.

Entahlah, apakah ada hal baik yang bisa kalian ambil setelah membaca tulisan ini? Jika ada, alhamdulillah, dan jika memang tulisan ini menginspirasi apalagi sampai bisa merubah orang lain menjadi sosok yang lebih baik, aku akan sangat bersyukur kepada Allah. Tapi, jika tidak ada satu hal pun yang baik, berarti tulisan ini hanyalah sharing biasa saja. Karena sejatinya, sesuai dengan slogan di blog ini, apapun yang aku pernah alami, dan rasakan selama hidupku, akan aku bagikan, entah itu berupa pengalaman ataupun pemikiran. Karena dengan berbagi itulah aku merasa bahagia. 

Dan lagi, aku bukanlah seseorang yang bisa merangkai tiap paragraf sehingga menjadi artikel yang baik. Aku menulis, murni memang meluncur seperti itu dari otak, hati, dan mulut, gak beraturan bahkan kadang kebolak balik, bisa juga enggak nyambung. Tapi yang pasti aku hanya ingin bilang, beginilah aku yang sebenarnya. Apa adanya. Aku minta maaf karena tidak bisa menjadi seorang yang seperti kalian harapkan. Semua perkataanku yang ada tertulis di blog ini, susunan kalimatnya pun, jika kalian bertemu langsung denganku, akan sama persis seperti susunan tulisan di blog, random dan semrawut, yang terpenting kalian mengerti maksudnya. Dan aku berterimakasih, banyak teman-teman yang memberi saran dengan baik tentang caraku menulis, tapi bagiku susah sekali merubahnya, mungkin inilah ciri khas aku. Random sekali. Dan berantakan. 

Satu lagi, semoga kalian enggak bosan ya baca setiap tulisan aku, yang ujung-ujungnya curhat lagi, curhat lagi. Karena jika tidak di blog ini dan Allah, dimana lagi aku menuangkan semua pemikiran aku yang gak berguna ini. Sekian teman-teman ^^โ€ฆ sampai berjumpa di curahan otak dan hati, neng shazma yang selanjutnya ^^

Singel Happy, Singel Productive

Holaaaa ^^

Assalamu’alaikum, i’m back ๐Ÿ˜€

*siapa masih jomblo, angkat tangan. Siapa udah jomblo, hentak kaki. Siapa memilih jomblo, yang pasti bukan jones, kalau kau pilih jomblo, itu prinsip. Hehe. *ciyeeeee pada nyanyi wkwk, yang nyanyi pasti salah satunya jomblo, sama itu mah, eyke juga wkwk*

Ngomongin jomblo? Aih itu mah udah biasa. Biasa curhat karena jomblo dan dicurhatin sama yang udah punya pasangan, sepertinya dunia udah kebalik, masa yang pengalaman nanya sama yang belom berpengalaman? Yakali dapat solusi ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Tempo hari. Ada pertanyaan iseng yang mendarat di telinga aku, “gimana rasanya jadi jomblo?”. Aku jawab, mau dijawab kabar baiknya apa kabar buruknya duluan? Nah, katanya karena bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian, ya udah, aku jawab kabar buruknya duluan. Hehe. *bisa aja si nyomud ulur waktu wkwk*

Kabar buruknya jadi jomblo. Gimana rasanya? Sedih. Iri. Nyesek. Sedih, karena kenyataannya belom dapet pasangan. Iri, karena liat mereka yang happy2 bareng pasangannya. Nyesek, karena kadang diremehin. Hiks, hiks. 

Kabar baiknya jadi jomblo. Gimana rasanya? I feel free. Yah, bebas mau ngapain aja, kemana aja, sama siapa aja, enggak ada yang larang, enggak ada yang protes, bahkan kalaupun ada gebetan toh dia juga enggak berhak protes2 ๐Ÿ˜€ gebetan kan adalah hal yang belum pasti, hari gini kan udah gak zaman nungguin hal yang belum pasti, cerdaslah sedikit. Bahkan kalo dijanjiin pun, kita harus selidik dan menuntut kepastiannya, terutama wanita. Karena kita adalah manusia yang punya hati dan perasaan, bukan jemuran yang harus digantung melulu. Bener kagak? 

Pokoknya, jadi jomblo itu adalah up to me. Dirimu  mau ngapain kek, bebas. Tapi, jangan mentang-mentang bebas banget sampai disengaja atau tidak disengaja jadinya terjun ke pergaulan bebas. Itu sih namanya salah! 

Kalau aku pribadi. Singel/jomblo, menurut aku enggak perlu sih sedih, nangis sesenggukan di pojokan, apalagi kalau tau gebetannya deket sama orang lain, langsung dah tuh berpikir pengen ke dukun atau mengakhiri hidupmu yang berharga. Kan astagfirullahaladzim ๐Ÿ˜€. Coba deh kamu ngaca, dicermin yang besar, yang keliatan dari ujung rambut sampe ujung kaki. Mau ke dukun, atau mengakhiri hidup, emangnya kamu siapanya dia? Bukan siapa-siapa. Toh yang ngegebet kan kamu, bukan dia. Kalau dia yang ngegebet so pasti dia bakalan deketin kamu. Setelah sadar, kamu bukan siapa-siapa bagi dia. Tanya lagi, apa aku berhak marah? Apa aku boleh ke dukun? Apa aku harus mengakhiri hidup? Jawabannya, pasti enggak kan.

Dia manusia. Dia juga punya hati dan perasaan serta keinginan. Keinginan untuk memperjuangkan seseorang. Begitupun dengan kamu. So, udahlah ya, biarin aja. Dia berhak kok untuk memilih. Siapa yang pantas untuk mendampinginya. Dan jangan merasa kesal kalau tidak dipilih, mungkin ada kelebihan dan kekurangan dalam dirimu, yang membuatnya tidak memilihmu.

Jangan galau. Diem, merana. Makan gak nafsu, mandi gak semangat, tidur gak mau. Udah persis kayak mayat idup. Hello. Kamu manusia kali. Butuh asupan. Asupan dari luar dan dari dalam. Siapa yang harus ngasih kamu asupan? Ya bukan siapa-siapa kecuali diri kamu sendiri. Barang siapa yang punya masalah, pasti dia bisa nyelesein masalahnya sendiri. Bukan orang lain, jangan undang orang lain dalam masalahmu kalau gak mau semakin memperumit keadaan. Ingat ya, bahagia itu diri kamu sendiri, bukan orang lain. So, semangat dong. Move on. Jangan sedih kalau jomblo, yang ada entar malah pada ilfil, mana ada orang mau sama yang galau-an, pasti mereka memilih yang ceria lah ๐Ÿ˜€.

*baca sampai sini aku yakin kalian bakalan protes, aku enak banget ya tinggal ngomong, tinggal komentar, ngerasain gak pernah, ngejalaninnya susah. Please, jangan suudzon. Aku ngomong gitu, ya karena udah pernah ngerasain kok, jadi jangan timpuk aku pake tomat atau bantal, timpuk aja pake jodoh, eehhh. Baca lagi dong lanjutannya jangan setengah-setengah, entar salah paham hhe*

Aku pribadi. Menjadi jomblo itu adalah sebuah kesempatan. Kesempatan berkarya dan berkarier. Yang nanti, ketika sudah berkeluarga, belum tentu kita bisa sepenuhnya memiliki waktu untuk berkarya dan berkarier. 

Kadang, ada orang yang meringsut aja, bete-lah atau apalah ketika ditanya masalahnya apa, ternyata itu karena dia jomblo. Baginya jomblo adalah sebuah masalah. What? Salah kali tuh. 

Tapi ada nih jomblo yang cerdas. Jomblo yang produktif, untuk membuat dirinya menjadi lebih berkualitas. Sibuk membanggakan diri dan orang terdekat dengan segudang karya dan prestasi. 

Tahun lalu, sempat kan nge-hits banget hastag #Indonesiatanpapacaran, sampe banyak akun2 yang bikin nama Indonesia tanpa pacaran. Aku sendiri adalah salah satu orang yang mendukung aksi ini. Tapi, bukan berarti aku men-judge orang pacaran. Enggak. Mau pacaran atau nge-jomblo ya terserah yang punya diri. Itu pilihan kok, bukan hanya takdir atau paksaan. 

Kadang, lagi jalan atau nongkrong kemana aja, sering liat orang-orang pacaran, mulai dari anak sekolah sampe yang udah kerja, pegangan tanganlah, pelukanlah, apalah terserah mereka, aku gamau ikut campur. Kadang dalam hati, sambil geleng kepala aku suka ngakak sendiri. Dengan seribu pertanyaan yang sama.  “Apasih alasan mereka pacaran sebelum nikah?”. Padahal kan, sense of love pengangan tangan sebelum dan sesudah nikah pasti beda rasanya. Coba deh, kalo ada orang yang pacaran, sebelum nikah sering kan pegangan tangan, kemudian mereka nikah, kan setelah ijab kabul pasti lah ada adegan salim-saliman. Ya pasti biasa aja kan? Coba bandingin sama yang nggak pernah pacaran, lalu dia nikah, pasti pas adegan salim-saliman beda banget rasanya, lucu, malu-malu kucing ๐Ÿ˜€ bingung siapa yang mau mulai duluan, lebih dramatisir dan yeahhh, disitulah seharusnya jatuh Cinta yang sebenernya. Udah halal, ketika saliman, didoain malaikat, digugurin dosanya ๐Ÿ˜€. Ya wallahu’alam sih ๐Ÿ˜€

Kadang aku tanya ke mereka-mereka yang pacaran, rata2 jawabannya buat penyemangat. Harus ya, penyemangat dengan punya pacar? Lah orangtua digimanain? Ada banyak kok sebenernya hal yang bisa bikin kamu semangat, enggak harus cari pacar. Dari mereka-mereka yang pacaran pun aku sering dapat keluhan ya katanya enggak boleh kemana-mana, enggak bebaslah, dicurigain mululah, intinya dikekang gitu. Nah loh, siapa emang yang suruh cari pacar? Kan situ yang bikin gara-gara ya situ musti nyeleseinlah ๐Ÿ˜€ masa ngeluh ke eyke, emang eyke pegadaian ๐Ÿ˜€ 

Maka dari itu, aku sebagai seorang yang mempertahankan prinsip singel ๐Ÿ˜€ mewakili mereka2 yang juga memiliki prinsip singel, aku berpesan, wahai anak muda yang berniat menjalin hubungan dalam bentuk pacaran, sebaiknya sebelum melanjutkan hendaklah dipikir dahulu, sebelum anda akhirnya ngeluh ke orang lain karena pacar anda, alangkah lebih baik, kalau anda suka, dihalalin aja bang, lebih bebas ๐Ÿ˜€

Nah sok atuh, kalau kamu punya jiwa yang bebas, udah deh nge-jomblo aja, happy loh ๐Ÿ˜€ bisa produktif lagi. 

Produktif. Apasih itu? Produktif itu adalah ketika kita bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Ada banyak cara menjadi produktif. Kamu bisa belajar untuk membuat dirimu lebih cerdas dan pintar. Kamu bisa membuat usaha untuk menghasilkan uang bahkan lebih hebat bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi banyaknya pengangguran di dunia yang kejam ini. Kamu bisa meluangkan waktu untuk keluarga kamu, terutama orangtua, yang gak dipungkiri kalau setiap orangtua pasti ingin anaknya sukses. 

Menulis. Menulis juga bisa jadi salah satu jalan produktif loh. Yang akhirnya bisa jadi buku. Bermanfaat dan dibaca oleh orang lain. Lalu orang lain berubah menjadi lebih baik. Dapet pahala loh ๐Ÿ˜€ 

So, kalau kamu jomblo jangan sedih. Happy aja lagi. Bersyukur karena masa jomblomu kamu bisa berproses menjadi orang yang hebat, yang belum tentu bisa kamu lakuin ketika kamu sibuk berpacaran, yang pasti hasilnya bisa kamu nikmati ketika berkeluarga nanti. 

Menurut kalian lebih baik jomblo tapi happy atau pacaran tapi gak bebas? Hayoloh jangan pilih atau yah ๐Ÿ˜€ mungkin kapan2 kalau inget bisa kali bikin postingan tentang jomblo vs pacaran, lagi ngumpulin pendapat orang2 yang jomblo dan pacaran sih ini, semoga mereka cepat memuaskan hati eyke, biar bisa cepat menarik kesimpulan dan membagikannya kepada kalian ๐Ÿ˜€

Kalau kalian pacaran, pacaranlah yang sehat, enggak usah ada adegan sentuhan fisik, bisa? Karena kadang omongan orang lain itu kejam sekali, bisa jadi fitnah. Tapi, kalau kalian putuskan menikah akan lebih baik. 

Kalau kalian jomblo, jadilah jomblo yang happy, berkualitas, produktif, bermanfaat, dan menginspirasi, karena jomblo itu pilihan. Jomblo itu prinsip. Bukan hanya sekedar takdir apalagi paksaan. Bisa?

Bintang dan Kehidupan

Bintang adalah sesuatu yang bersinar. ia adalah sesuatu yang memiliki keindahan. namun, tentu saja ia tak dapat bersinar terang dengan sendirinya. setiap diri seseorangpun adalah bintang. ia akan bersinar bila waktunya bersinar. dan iapun juga akan redup saat waktunya redup. semua cahaya yang ada itu, entah bersinar ataupun redup, tergantung bagaimana diri yang akan membuatnya semakin bersinar atau justru semakin redup. adakalanya bintang memiliki masalah. semua berputar seperti roda, itulah realita kehidupan yang ada. tak semuanya merasa bahagia, tak semuanya merasa sejahtera. ada saat dimana mereka harus menangis, ada saat dimana mereka merasakan kepahitan. entah itu suatu kebohongan, pengkhianatan dan sebagainya yang mungkin dapat menimbulkan luka dan trauma pada hati sehingga akan membuat sinarnya semakin redup bahkan hilang sama sekali. namun, tidak sedikit orang yang bisa bersabar melewati ujian yang diberikan. semuanya berawal dari keyakinan. yakin suatu saat nanti mereka berhak untuk bahagia. tersenyum meski hati menangis. mencoba menjadi pelindung pada orang yang seharusnya dilindungi. belajar bertanggung jawab, dan yang terpenting selalu introspeksi diri. diri kita lemah walau orang lain menganggap kita kuat. diri kita banyak kekurangan walau orang lain mengatakan kita banyak kelebihan. kita tak mampu berdiri sendiri walau orang lain mengatakan kita bisa sendiri. lagi-lagi kedewasaan sikap dan kebijaksanaan yang berperan. apapun masalahnya jangan pernah membalas dendam. doakan saja mereka agar bisa lebih baik. tak ada sesuatu yang lebih mulia daripada maaf. walau terkadang susah. awalnya memang berat. namun jika kita mampu melewatinya, maka semuanya akan terasa ringan. berbagai masalah yang ada dalam kehidupan kita, janganlah sekali-kali kau keluhkan. jadikan setiap masalah itu pembelajaran. yang mungkin Sang Pencipta ingin kita menjadi lebih baik. ๐Ÿ™‚

be Silent if You donโ€™t like the food

Just be Silent if You donโ€™t like the food..

benar. terkadang kita tidak menyadari atas sikap dan perbuatan yang telah kita lakukan di hadapan makanan. ya, makanan. makanan sudah pasti bukan orang, tapi ia adalah isi perut. lantas kenapa? di luar sana, tidak usah. lihat sekitarmu. atau tidak usah jauh-jauh, kenang kembali sikap buruk dirimu. meski makanan hanya sesuatu yang kita butuhkan untuk menghilangkan lapar, menambah energi, dan mencegah agar tidak terkena penyakit asam lambung (maag) dan lain sebagainya, tetapi kita juga harus menyadari betapa pentingnya sebuah ajaran etika.

etika atau adab, sikap maupun sopan santun, tidak hanya berlaku pada manusia saja. tetapi hal itu juga berlaku bagi binatang, di mana kita harus memiliki etika ketika berkomunikasi dengan mereka, harus menyayangi dan bersikap lembut, tidak boleh kasar dan lain sebagainya, karena mereka juga makhluk Allah, sama seperti diri kita. berlaku juga untuk tumbuhan, di mana kita harus merawatnya, menyiram, memberi pupuk, tidak boleh merusak keindahannya dan lain-lain. baru-baru ini, aku nemuin berita di salah satu artikel di beberapa akun media sosial (facebook, line, instagram, twitter, yahoo, google, dll). berita itu cukup mengejutkan aku dan juga โ€˜geregetanโ€™ dengan sikap masyarakat yang โ€˜alay/lebayโ€™ atau apalah sebutannya. beneran aku geregetan banget. sebel, bete sama kumpulan masyarakat itu. yang bener aja coba? selfie? siapa sih yang gak suka selfie? tau kan selfie? ituloh foto yang dengan berbagai macam gaya. selfie sih boleh aja, tapi harus tau aturan dan etika dong. mereka itu (masyarakat alay) hobi banget foto selfie, ya silahkan sih gak ada yang ngelarang. gak berhak juga kan kita ngelarang? tapi bunga-bunga yang jadi background selfienya jangan di rusak dong. oke, mereka mungkin aja gak sadar udah ngerusak itu tanaman cantik, mereka tidak merasa. mungkin aja mereka gak ngaku karena merasa tidak merusak menggunakan tangan. tetapi apa mereka sadar? itu taman bunga. di mana ruang untuk jalan sendiri aja sempit apalagi jalan dengan banyak orang yang posisinya sejajar. gak kebayang kan? pastilah ada yang pengin duluan, ada yang main-main, ada yang kejar-kejaran, ada yang dorong-dorongan sampai jatuh. itu, duh bikin greget bener. bahkan sampai bunga-bunga itu posisinya gak lagi berdiri, rebah dan juga ada yang patah. parah. bener-bener rusak. tempat indah dan cantik, harus rusak cuman gara-gara masyarakat alay yang hobi foto selfie. oh God mau jadi apa dunia ini, kalau isinya masyarakat alay semua..

berita itu, bener-bener bikin aku berfikiran kalau masyarakat itu banyak yang gak beretika dan gak tahu sopan-santun. ketika di kasih tau kesalahan mereka, spontanitas pasti mereka bakal jawab โ€œmasalah buat lo? kita kan masuk sana bayarโ€. tolong ya, oke. kalian memang bayar tapi kalian juga harus sadar bahwa gak semua sesuatu indah itu bisa di bayar dengan uang. tambah kesel lagi pas ada berita lagi tentang โ€˜orang yang ngerawatโ€™ taman bunga itu. sedih. miris. sudah lelah, merawat, menyiram, memupuk, sampai bunga-bunga itu tumbuh menjadi sangat indah dan cantik, lalu ketika saatnya tiba, pengunjung diperbolehkan masuk dan berfoto setelah membayar uang masuk. hey, kalian tau gak? yang ngerawat itu gajinya gak seimbang sama lelah mereka saat merawat bunga-bunga itu, dan kalian datang untuk merusak semuanya? bener-bener di mana adab dan sopan-santun kalian? gak pernah belajar etika?

selain hewan dan tumbuhan, kita juga harus memiliki etika terhadap sesama manusia, ini sudah sangat jelas ya, jadi aku gak akan bahas ini. dan juga etika terhadap makanan. harus itu. bagaimanapun, kita juga harus berterimakasih kepada makanan yang masuk ke dalam perut kita dan menjadi sumber energi kita. ketika kita tidak menyukai makanan yang diberikan, dibelikan, atau di masakkan, kita gak boleh serta merta menghujat atau mencaci maki di hadapan makanannya. kita harus punya etika. kita juga harus sopan.

be silent if you donโ€™t like the food, itโ€™s sunnahโ€ฆ

sudah menjadi sunnah. artinya boleh. sunnah ialah sesuatu yang jika kita lakukan akan mendapat pahala dan jika tidak dilakukan tidak apa-apa. tidak berdosa. tapi lebih baik dilakukan ya ๐Ÿ™‚ hehe. jika kita tidak suka maka cukup diam, jangan sampai kita menghujat. tidak baik. terlebih jika dilakukan tepat dihadapan makanan yang akan kita santap. sama sekali jangan. walaupun sunnah hukumnya, alangkah baiknya jikakita melakukan apa yang telah di perintah Allah dan mengikuti apa yang telah di ajarkan oleh Nabi saw.

aku baru baca sebuah kisah inspiratif tentang makanan. aku akan share kisahnya di sini. judulnya โ€˜roti panggang gosongโ€™. jadi ceritanya, ada seorang anak yang ketika ia masih kecil, ibunya sangat suka membuat sarapan dan makan malam. suatu malam, setelah ibunya bekerja keras sepanjang hari, ibunya bersiap untuk menghidangkan sebuah piring yang berisi telur, saus, dan roti panggang yang gosong di depan meja sang ayah. anak itu menunggu-nunggu reaksi ayahnya. apa yang terjadi? ayahnyapun mengambil roti panggang tersebut, lalu tersenyum pada istrinya dan menanyakan kegiatan sang anak di sekolah.

sang anak melihat ayahnya mengoleskan mentega dan selai pada roti panggang itu dan menikmati setiap gigitannya. ketika sang anak mulai beranjak dari meja makan, anaknya mendengar sang ibu yang meminta maaf pada ayahnya karena roti panggang yang gosong tersebut. ayahnya hanya berkata โ€œsayang, jangan khawatir..aku suka roti panggang yang gosongโ€. sebuah kalimat yang diucapkan sang ayah yang tidak pernah dilupakan oleh sang anak.

sebelum tidur, sang anak pergi untuk memberikan ucapan selamat tidur pada ayahnya dan bertanya apakah ayahnya benar-benar menyukai roti panggang yang gosong. ayahnya pun segera memeluk erat sang anak dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata โ€œnak, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar lelah. jadi sepotong roti panggang yang gosong tidak akan menyakiti siapapun, tahukah kamu apa yang menyakiti hati seseorang?.. kata-kata kasar..โ€ lalu ayahnya melanjutkan, โ€œkamu tahu, hidup itu penuh dengan hal-hal dan orang-orang yang tidak sempurna. ayah juga bukan orang yang terbaik dalam segala hal, kadang lupa ulang tahun ibumu, ulang tahun pernikahan, dan lain-lain sama seperti orang lainnya. yang ayah pelajari adalah menerima kesalahan orang lain dan memilih untuk merayakan perbedaan. ini adalah kunci terpenting untuk mewujudkan hubungan yang sehat dan harmonisโ€.

subhanallah. hidup ini terlalu pendek untuk diisi dengan penyesalan dan kebencian. cintai mereka yang memperlakukamu dengan baik dan sayangi yang lainnya. enjoy to your life now. apa hikmah yang dapat kita ambil dari kisah di atas? hikmah itu akan selalu ada dan dapat kita jadikan ibroh (pelajaran) yang dapat kita terapkan dalam hidup kita. kisah di atas mengajarkan seperti apapun bentuk makanan yang telah dimasakkan seseorang untuk kita, jangan pernah mencela. karena jika kita menghina masakannya kita hanya akan menyinggung dan membuatnya sakit hati. dalam islam kita di larang untuk saling menyakiti. terlebih untuk sesama muslim. belajar dari kisah di atas, di mana seorang ayah yang bijak tetap memakan masakan istrinya meskipun kita tahu bahwa yang namanya makanan โ€˜gosongโ€™ itu tidak ada yang enak. namun, beliau begitu menghargai apa yang telah di lakukan oleh istrinya. beliau berkata suka meskipun sebenarnya tidak enak. untuk apa? tentunya untuk menyenangkan hati seseorang. nah, sedikitnya kita sudah tahu kan, kenapa kita di larang, di suruh diam ketika kita tidak suka dengan suatu makanan tertentu. yaitu kita menjaga perasaan orang yang telah menyiapkannya untuk kita. menjaga hatinya agar tidak sakit oleh perbuatan kita. thatโ€™s sunnah. itu sudah menjadi sunnah bahwa kita tidak boleh mengumpat terhadap makanan tertentu. etika terhadap suatu makanan. dan menjaga hati seseorang. kunci hidup harmonis. terutama dalam rumah tangga. pelajaran ya, pelajaran banget. learn.

jadi ingat juga dengan diriku sendiri. dulu waktu kecil, pernah ga suka sama makanan yang dimasakkin mama, padahal mama udah capek abis dari sawah terus masak. namanya juga orang lelah harusnya waktu itu aku diam aja. aku harus tetap makan meskipun tidak enak. selain aku marah-marah sama mama, makanannya juga aku buang. gak tahu deh, waktu itu gimana perasaannya mama. jadi merasa bersalah. padahal membuang-buang makanan itu tidak boleh. gak baik. sampai sekarang masih suka makan itu gak habis. gak tahu kenapa gak pernah bisa habis. sedikit apapun aku ngambil makanan itu. bingung juga. kira-kira gimana ya perasaan orang yang udah masak itu, kalau aku makannya selalu gak abis, terutama di kantin kampus. bukannya gak enak, cuman gak tahu kenapa gak pernah bisa habis. kesal juga kadang ngeliatnya, dikit banget tapi diriku gak bisa ngabisin. iyasih, sambil ngobrol. kadang sambil diempun juga gak pernah bisa habis. bu kantin, maafin aku yah. mungkin ususku gak bisa masukin banyak-banyak makanan. hiks~~.

seru banget kalo ngebahas soal makanan mah gak ada habisnya. hehe. apalagi kalau tulisan ini diteruskan. juga gak ada habisnya. mungkin akan bersambung dengan kisah yang lain. akhirnya akan melebar ke ranah pembahasan yang tidak sesuai dengan judulnya. awal mulai menulisnya bingung mulainya dari mana. eh, ketika mau mengakhirinya juga bingung mau mengakhiri di mana. asyik. mungkin itu jawabannya. bener loh. nulis itu asyik. bagi yang hobby nulis tapi hehe. bisa bikin lupa diri dan lupa waktu serta lupa makan haha. makanya daku kurus wkwk. ketika aku menulis suatu postingan tentang apapun. aku usahain judulnya pakai bahasa inggris. tapi, banyak yang komen soal susunan inggrisku. sekarang jadi pengen berubah udahlah pakai bahasa indonesia aja kayaknya lebih aman dan lebih mudah dimengerti orang banyak. terutama orang Indonesia.

banyak banget kisah inspiratif lainnya yang bisa memberi kita pelajaran tentang hidup ini. indah banget kalau kita bisa nangkep hikmahnya. kita bisa belajar untuk lebih menjadi makhluk sosial. jangan pernah menyesali apapun yang udah terjadi. gak guna menyesali toh udah terjadi. kita harus mengulangnya dan jangan melakukan hal yang sama agar hasilnya juga berbeda *puitis amet gue wkwk~~. secakep-cakepnya orang yah, kalau dia suka menyakiti hati dan perasaan orang lain, itu menurut aku bakal biasa-biasa aja. kenapa? karena gak ada pointnya. gak ada nilainya. jadi jelek~~.

be silent, if you donโ€™t like the food. jika kita tidak menyukai suatu makanan tertentu, jangan pernah kita mancaci karena itu hanya akan menyakiti. kita harus menunjukkan ekspresi riang dihadapan orang yang telah bersusah payah menyiapkannya untuk kita agar mereka menjadi senang. kita harus ikhlas agar mereka puas. kita harus bersikap manis agar hubungan kita selalu harmonis. harus menjaga etika agar kita semakin di cinta. ๐Ÿ™‚

hati itu tidak bisa di sakiti. ia memang tidak terlihat karena letaknya di dalam tubuh kita. namun, terkadang ekspresi mengungkapkannya. hati itu jujur. bagaimanapun ekspresi yang kita perlihatkan. sesenang apapun ekspresi itu, tentu tidak sesuai jika hati kita ada yang sakit~~. semuanya akan terasa pahit. gak enak. seperti ada yang ngeganjal gitu. teruslah belajar. sekarang, besok, lusa dan nanti.