Terimakasih, mama :)

Saat ini, apa yang sudah kita berikan untuk ibu tercinta kita?
๐Ÿ’๐ŸŽ๐Ÿ’“๐Ÿ’“

Assalamualaikum ^^

Tanggal 22 Desember, aku yakin kita semua (masyarakat) tau kalo di tanggal ini, memperingati apa. Walaupun gak memungkinkan juga sih, ada yang gak inget alias lupa, atau bahkan gak tau sama sekali. Ada. Pasti ada. Walaupun sedikit.

Seluruh masyarakat yang ada di bumi ini, memperingati tanggal ini dengan sebutan hari ibu, aku pengen nanya deh, selama ini, dari lahir sampai sekarang, apa yang sudah diberikan pada ibu tercinta?

Kalau aku jujur ya, dari lahir sampai sekarang belum bisa ngasih apa-apa sama mama, terkecuali ngerepotin mama. Terkadang aku mikir, kapan dan gimana caranya aku bisa ngasih sesuatu ke mama?

Tapi aku pikir kembali. Apakah cinta kepada orangtua terutama ibu, hanya diucapkan ketika peringatan hari ibu saja? Apakah sayang kepada ibu berpatokan pada memberikan sesuatu atau hadiah saja? Hmm.. Rasanya tidak.
Kita tidak perlu menunggu peringatan hari ibu datang, hanya untuk mengungkapkan rasa sayang dan cinta kepada ibu.

Kita juga tidak harus memberikan sesuatu atau hadiah kepada ibu.

Namun, kita bisa mengungkapkan rasa cinta dan sayang kepada ibu setiap hari, tidak harus menunggu peringatan hari ibu datang.

Terkadang. Ada saja yang kita temukan. Di media sosial manapun, sibuk dan asik berkoar-koar menyampaikan sejuta kata-kata cinta dan sayang untuk ibu, tapi.. Begitu ibunya manggil atau minta tolong dalam bentuk apapun, contoh kecilnya beli gula ke warung. Dengan malesnya ngeluarin banyak alesan. Ya sakit perut lah, sakit kepala lah, lagi sibuk belajar lah, dan lain sebagainya. Amat sangat berbeda antara apa yang dia tuliskan di akun media sosial dengan kenyataan yang ada.

Kita tidak boleh begitu. Hidup kita, emang sih di zaman serba canggih ini sulit sekali untuk pisah walaupun sejenak sama gadget dan media sosial. Dikit-dikit curhatnya ke media sosial. Kita mungkin gak sadar, kita yg curhat sih biasa aja tapi, orang yang baca kadang jengkel, kesel, sebel, gereget, semuanya diadukan di media sosial. Padahal kita sendiri tau, kalo media sosial itu kalo salah dipergunakan dia akan menjadi jahat. Ya namanya juga dunia maya, hanya baca tulisan dan lihat gambar ataupun video, mana kita tau kan kenyataannya gimana?

Oke balik lagi ya.

Yah gitu deh anak-anak zaman sekarang. Bilang sayang sama ibu di media sosial, tapi kenyataannya berbeda. Walaupun gak memungkinkan ada juga sih yang beneran hehe.

Oh iya, aku nulis begini bukan berarti aku udah bilang selamat hari ibu ya ke mama aku. Belom. Bahkan sama sekali. Karena emang aku gak biasa ngucapin yang kayak ginian. 

Bagi aku (yang tinggalnya misah sama orangtua) setiap hari telpon dan sms, setiap hari nanya kabar, udah makan apa belum, ngapain aja seharian. Bahkan, sama sekali gak pernah bilang sayang ke orangtua aku. Karena bagiku, bukan kata-kata yang terpenting. Tapi action atau perbuatan atau apa yang kita lakukan.

Aku emang tipe orang yang gak bisa bilang sayang. Tapi aku mengungkapkannya melalui apa yang aku lakukan.

Jadi, apa yang udah aku kasih selama ini ?

Gak ada apa-apa ya kecuali ngerepotin hehe. Tapi, yang pasti doa selalu terhaturkan. Dan aku dan adikku berniat untuk berangkatin mereka (kita berempat) ke tanah suci dengan usaha kita sendiri. Semoga terlaksana. Mohon doanya. Hehe.

Cinta gak harus berkata-kata.

Sayang gak harus bilang.

Yang terpenting dari semua itu, ada doa yang terselip disetiap perbuatan.

Semoga kami diberi kekuatan dan kesehatan, untuk bisa senantiasa bersama dalam ketaatan.

Untuk mamaku ๐Ÿ˜ƒ ma, ini pertama kalinya ya..

Mama… 

Aku adalah anak perempuan mama satu-satunya. Walaupun mama gak pernah bilang, tapi aku tau kok kalo mama sayang sama aku.

Ma, aku minta maaf ya, selama ini aku udah ngerepotin mama. Selalu ngeluh tentang masalahku ke mama. Selalu bikin mama khawatir dengan anaknya yang jauh disini.

Ma, aku sayang dan cinta sama mama. Tapi aku nggak tau gimana cara ngucapinnya mama. Aku cuman tau berdoa untuk mama.

Untuk semua yang udah mama berikan. Mama udah nguras tenaga, waktu, dan biaya, buat aku agar aku bisa sekolah sampai jadi sarjana kalo perlu doktor ya ma. Padahal aku tau, mama sangat bekerja keras untuk memenuhi segala kebutuhan kami, aku, bapak, dan adik. Tapi, tetep saja aku terkadang masih suka main-main, gak serius dengan apa yang aku lakukan.

Tapi mama, aku akan mencoba yang terbaik apapun yang aku lakukan. Aku berharap suatu saat nanti aku bisa menjadi seperti yang mama dan bapak harapkan.

Ma, aku belom bisa ngasih apa-apa.

Dan aku malah mau minta lagi. Minta doa dan restunya ma untuk perjalanan hidup aku.

Ma, terimakasih sudah memberikan aku kepercayaan mama. Aku akan tetap menjaga kepercayaan mama. 

Mama, sehat selalu ya panjang umur. Doaku selalu tertuju padamu, dan juga bapak.

Rabbighfirlii waliwalidayya warhamhuma kama robbayani shoghiro.. Aamiin..

Love u mama โค

Salam hangat,

-SH-

Advertisements