Review Dr. Oz Indonesia – Bahaya Makan Mie dengan Nasi

ceritanya ini adalah draft yang udah lama banget bersarang, daripada dibuang sayang mending di posting, siapa tau bermanfaat 🙂

Hi.. aku dari tadi malem kan travelling ke yutub 😀 nah aku gak sengaja nemu dr. Oz. Tau kan itu program apaan? Dr. Oz merupakan salah satu program acara di stasiun trans tv yang dibawakan oleh dr. Ryan Thamrin *ni dokter boleh juga, ganteng kok hehe*. Jadi pas aku gak sengaja nemu ya udah aku klik aja salah satu judul videonya, nah yg aku nemu ini dengan bintang tamunya Arumi Bachin, yang akan membahas tentang bahaya makan mie dengan nasi *omegat makan mie dengan nasi itu kebiasaan aku kalo gak ada makanan lain, jadi gimana dong nasib tubuh aku selama ini??? Jadi pengen tau*.
Dr. OZ Bilang, makan mie dengan nasi itu bahaya. kenapa? Karena mie mengandung ‘karbohidrat’ dan mie juga mengandung karbohidrat, gak ada protein, dan lemak baik yang terkandung di dalamnya, karena selain karbohidrat yang menambah energi, kita juga membutuhkan protein dan lemak, tentunya lemak baik untuk tubuh kita.
Nah, di sini Dr. Ryan mendiskusikannya bersama Dr. Mangatas SM Manalu, SpPD, spesialis penyakit dalam Tentang bahaya makan mie dengan nasi yang hanya mengandung karbohidrat untuk tubuh di masa yang akan datang. Kata Dr. Mangatas, zaman sekarang ini kita tidak boleh makan hanya karena ‘enak’nya suatu makanan, tetapi harus mempertimbangkan apakah gizi dari makanan tersebut cukup untuk kita. Nah, sementara gizi yang cukup itu ada karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, dsb. kalau seandainya seseorang makan mie dengan nasi, maka karbohidrat dengan karbohidrat yang utamanya. Sementara nasi, untuk porsi kecil seperti porsi ‘restoran padang’ sudah mengandung 400 kalori lalu di tambah dengan mie instan mengandung 300-350 kalori, maka sekali makan mie dengan nasi kita akan mengonsumsi total kalori
750-800 kalori per porsinya.
Menurut Dr Mangatas lagi, secara normal ketika kita mengonsumsi suatu makanan dan makanan itu dicerna maka akan menjadi gula yang akan menyebabkan pankreas menghasilkan hormon insulin. Jadi, jika kita makan banyak dengan kadar kalori yang tinggi, maka insulin juga akan melonjak tinggi. Jika insulin naik maka lama kelamaan akan menimbulkan diabetes. jadi, mengonsumsi nasi putih dengan mie instan bisa menyebabkan diabetes.
Menurut Dr. Ryan, walaupun kita diet protein dan lemak, makan yang mengandung karbohidrat di tambah karbohidrat, malas beraktivitas, jarang berolahraga, maka karbohidrat tadi akan di pecah lagi menjadi lemak dan terjadi penumpukan lemak yang tidak hanya di hati karena kalau lemak jahat di metabolisme oleh sistem pencernaan, maka lemak itu akan dikirim ke hati. Dan juga, selain itu lemaknya akan berkumpul di perut yang dapat menyebabkan ‘obesitas’. Jika lingkaran perut lebih dari setengah badan maka akan memicu berbagai macam penyakit, salah satunya ‘diabetes’, seperti yang dikatakan oleh Dr Mangatas tadi.
Kebiasaan makan yang sederhana seperti ini perlahan-lahan harus mulai dirubah, walaupun anda ingin mengonsumsi karbohidrat, lengkapi dengan kebutuhan lain seperti yang mengandung protein, lemak baik, vitamin dan mineral.
Nah, itulah tadi yang dikatakan oleh Dr. Ryan dan Dr. Mangatas tentang bahayanya mengonsumsi mie dengan nasi, karena sesama karbohidrat bila dicerna akan menjadi gula yg menyebabkan pankreas mengandung insulin sehingga lama kelamaan akan menimbulkan penyakit diabetes atau yang kita kenal dengan kencing gula/manis.

Sesederhana apapun makanan yang kita konsumsi sehari hari, kita harus tetap memperhatikan dan mempertimbangkan asupan gizi untuk tubuh kita. Gak ada salahnya jika kita memilih makanan yang memiliki kecukupan gizi untuk kesehatan tubuh kita. Karena kesehatan adalah yang utama di atas segalanya.

sekian, semoga bermanfaat 🙂