Yang Lebih Menyakitkan Dari Patah Hati

Assalamualaikum ^^

Hola ^^

Dalam hidup, tentu ada banyak hal yang kita lewati. Bahagia, kecewa, sedih, jatuh cinta, bahkan patah hati, semua pasti pernah kita lewati.

Bohong kalau kamu bilang belum pernah bahagia, buktinya saat kamu kecil dibeliin mainan sama orangtua aja senang bukan main.

Bohong kalau kamu bilang belum pernah merasa kecewa, buktinya saat apa yang kamu lihat gak sesuai dengan harapanmu, kamu mencoba menyalahkan keadaan, orang lain, diri sendiri, bahkan mungkin Tuhan.

Bohong kalau kamu bilang belum pernah merasakan kesedihan, buktinya ketika kamu kecil mainanmu direbut teman atau saudaramu dan kamu nggak sanggup mempertahankan itu, air mata mulai membanjiri pipimu dan kamu berlari mencari tempat pengaduan.

Bohong kalau kamu bilang belum pernah jatuh cinta, buktinya dimanapun kamu berada, asal ada yang baik sedikit kamu mulai jatuh cinta.

Bohong kalau kamu bilang belum pernah patah hati, buktinya saat kamu menyukai seseorang, lalu seseorang itu memilih orang lain, kamu mulai merasa nggak punya harapan dan hatimu hancur seketika.

Tahukah kamu kenapa semua itu terjadi?

Semua itu terjadi karena cinta. Cinta nggak hanya tentang 2 orang asing yang awalnya nggak saling kenal. Tapi bisa juga terhadap keluarga dan hal lainnya. Cinta nggak hanya tentang hati dan perasaan, tapi juga tentang logika.

Di awal jatuh cinta, tentu rasanya senang, bahagia, berseri, ceria, bahkan kamu merasa hari-harimu sangat berwarna. Di tengah proses mencintai nggak bisa kamu pungkiri bahwa mulai ada rasa yang berubah. Selama apapun kamu menjalani hubungan, jika sudah bosan akan berubah juga. Sebanyak apapun kamu mencintai dia, saat tidak saling pengertian pun akan bertengkar juga. Sebanyak apapun kamu berusaha untuk setia, saat ada godaan lain, baik dia ataupun kamu suatu saat setia hanya jadi kata-kata. Bagaimana? Pedih bukan saat seperti ini? Kamu akan mulai merasa di bohongi dan dikhianati, sampai akhirnya kamu merasa patah hati, sedih, galau tidak karuan.

Padahal, taukah kamu ada yang lebih menyakitkan daripada sekedar patah hati. Yaitu, kehilangan yang ditambah penyesalan.

Kalau sudah kehilangan, janji hanya tinggal janji, setia pun hanya tinggal kata-kata, rasa menyesal pun mulai berdatangan, penampilan dirimu pun mulai tak karuan.

Kehilangan mungkin membuatmu, patah hati.

Kehilangan mungkin membuatmu, kecewa.

Kehilangan mungkin membuatmu, sedih, gelisah, galau, dan merana.

Kehilangan mungkin membuatmu, hilang arah bahkan hilang akal.

Kehilangan yang paling menyakitkan adalah kehilangan orang yang dicintai di dunia ini, dia pergi meninggalkanmu, dan tidak pernah bisa kembali ke dunia lagi, ke dalam pelukanmu. Sementara, ada banyak rencana dan harapan yang belum sempat jadi kenyataan, ada banyak janji yang belum sempat terpenuhi, ada banyak cerita dan rahasia yang belum diketahui, ada banyak tempat indah yang belum dikunjungi, dan ada banyak momen bahagia yang belum sempat dijalani. Apa yang kamu rasakan? Tentu saja menyesal.

Andai tau dia pergi begitu cepat pasti semua rencana akan usaha dibuat jadi kenyataan, andai tau dia pergi begitu cepat pasti semua janji akan dipenuhi, andai tau dia pergi begitu cepat pasti semua waktu dilewati untuk mengunjungi tempat indah, yang akan menghasilkan kenangan indah.

Namun sayang, kata andai hanya sekedar andai. Karena kita tidak pernah tau kapan waktu akan berakhir. Tugasmu menjaganya pun sudah selesai.

Sampai kapanpun kehilangan memang meninggalkan luka yang sangat dalam. Karena kehilangan lebih sakit daripada sekedar patah hati. Apalagi kehilangan untuk selama-lamanya. Bersedih pasti. Menangis pun juga pasti.

Sedih boleh, menangis pun silahkan, putus asa jangan. Tapi, apapun alasannya jangan sampai menyiksa diri. Entah nggak mandi atau nggak makan. Yang akhirnya bikin kamu seperti mayat hidup. Manusia butuh mandi agar bisa berpikir jernih. Manusia butuh makan agar bisa bertenaga. Sesayang apapun, secinta apapun, kalau dia sudah pergi, ya sudah. Menangislah seperlunya. Karena kamu harus segera sadar, kamu harus segera ingat, bahwa kamu berjanji akan selalu bahagia. Bangkitlah dari kesedihan. Ikhlaskanlah sebuah kehilangan. Terimalah kenyataan. Yakinlah, semua yang di dunia ini nggak ada yang kekal abadi, bila saatnya tiba, kamu pun akan pergi menemui Sang Pencipta.

Gunakan waktumu yang tersisa sebaik mungkin, lakukanlah banyak hal yang bermanfaat, banyaklah berbuat baik, jangan lupa selalu bersyukur, dan berusahalah untuk tidak mengeluh. Kamu belajar, kita semua belajar. Kehilangan memang menyakitkan, namun saat kamu bisa mengikhlaskan, kamulah manusia yang berjiwa besar. Saat kamu bisa bersabar, percayalah akan janji Tuhanmu adalah pasti.

Ketika semua nggak sesuai sama rencanamu. Ketika semua nggak sesuai sama keinginanmu. Ketika semua nggak sesuai sama harapanmu. Jangan pernah menyerah untuk selalu mencoba dan terus mencoba. Karena janji Tuhanmu adalah pasti, dan Rencana-Nya sangat indah untuk kita semua.

Semangat ^^ jangan sedih lagi ya ^^