Loveline Relationship

Kutatap indahnya ribuan kerlip bintang dilangit. Kupandangi cerahnya sinar rembulan yang sedang purnama. Diam-diam aku menyunggingkan senyum dibalik gorden jendela kamar. Kunikmati indahnya pemandangan malam yang dihiasi dengan sepoi-sepoi angin yang menerpa wajahku. Ah, Betapa indahnya mereka tercipta karena cinta sang Maha Pencipta. Kadang aku berfikir, sejatinya dunia ini pasti tercipta karena cinta. Bahkan segala jenis permasalahan yang adapun juga terjadi karena cinta. Hanya saja bagaimana diri kita menyikapi cinta tersebut.

Dalam kehidupanku, aku sering menyaksikan bahkan mendengar cerita hati teman-temanku tentang cinta. Bermacam-macam jenisnya, berbeda kadar bahagianya, berbeda pula ukuran sakit hatinya. Bahkan, akupun juga terlibat dalam cinta. Bagiku, cinta tidak hanya sekedar membentuk ikatan berupa hubungan yang sering orang-orang katakan dengan sebutan ‘pacaran’. Ada banyak jenis hubungannya. Ada yang LDR-an (hubungan jarak jauh), Ada yang CLBK (cinta lama bersemi kembali), ada yang HTS (hubungan tanpa status), ada yang hanya menganggap sebatas kakak-adik, ada juga yang menjadi korban cinta persahabatan atau lebih dikenal dengan istilah ‘Friendzone’. Dan ada juga yang nekat memutuskan untuk sekedar menjadi pengagum rahasia. Kurang lebih seperti itulah jenis-jenis hubungan cinta yang ada di dunia ini.

Adapun permasalahan yang ada dalam dunia percintaan, yang membuat diri jadi mudah baper (bawa perasaan) dan galau, terkadang berupa perselingkuhan atau perceraian, cinta tak berbalas atau lebih dikenal dengan istilah cinta bertepuk sebelah tangan dan cinta sepihak juga cinta tidak bersambut. Ada juga rasa cemburu yang menguasai hati, yang harus bener-bener dimanajemen. Kalau tidak, bisa terjadi perang dunia ke-empat, hehe.

Bicara tentang cinta, berarti bicara tentang mencintai dan dicintai, mengasihi dan dikasihi, menyayangi dan disayangi, serta merindukan dan dirindukan. Itulah bumbu pemanis utama yang ada dalam cinta. Namun, yang lebih terpenting dari itu semua bagaimana tentang apa yang dirasakan oleh hati, sehingga tidak terkesan memaksakan. Dan kejujuran serta saling percaya dan saling mengerti yang menjadi lem perekatnya. Agar cinta semakin erat tak terpisahkan.

Namun, dari sekian banyak kasus di dunia tentang cinta ada pembelajaran yang bisa kita dapatkan. Salah satunya adalah tentang mengikhlaskan dan melepaskan, dari sinilah kita belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih kuat. Bagiku, cinta yang sebenarnya bukan sekedar mampu memiliki si dia, melainkan bagaimana sikap kita ketika bisa mengikhlaskan dan melepaskannya kepada orang lain, yang lebih membutuhkan si dia. Inilah puncak dari cinta yang sebenarnya. Pun dalam hubungan menikah, kita pun juga harus siap untuk mengikhlaskan dan juga melepaskan, entah untuk perceraian atau perpisahan karena ajal yang menjemput.

Dan, disinilah aku. Seorang gadis berusia 22 tahun, yang terlibat cinta dalam hal pertemanan, yang akhirnya kuberanikan diri untuk menjadi pengagum rahasianya saja. Bukan karena aku gak sanggup untuk mengungkapkan isi hati kepadanya, hanya karena aku tidak sanggup jika harus kehilangan salah satu teman karena persoalan cinta. Dan akupun sadar, dunia ini luas dan indah. Dunia bukan hanya sekedar tentang cinta, tapi juga bahagia dan sukses. Bagaimanapun, jatuh cinta adalah suatu peningkat mood yang membuat diri menjadi bersemangat untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan. Yang penting kuncinya satu, cinta dalam ikhlas.

Salam hangat untu yang sedang jatuh Cinta..