Tentang Bisnis

assalamualaikum ^^

Apa yang kalian pikirkan tentang bisnis jasa?

Aku adalah seorang perempuan yang berusia 21 tahun. Saat ini, aku masih berstatus ‘sendiri’ hehe dan masih tercatat sebagai mahasiswa di salah satu kampus islam (negeri) di kota samarinda, kalimantan timur. Ya.. Jujur aja, dari semester 1-6 aku lalui dengan ‘biasa’ saja, tanpa ada yg istimewa dan baru di semester 7 ini aku bener2 ingin menikmati hidup sebagai seorang mahasiswa pada umumnya ๐Ÿ˜€ telat yah, lebih baik sih daripada enggak sama sekali haha ๐Ÿ˜€.

Dua Tahun lalu, di usiaku yg ke 19 lebih 4 bulan ๐Ÿ˜€ (bilang aja 20 napa ๐Ÿ˜), aku dan acil/tanteku berdiskusi untuk mencoba mencari penghasilan sendiri. Awalnya kami bingung mau ngapain, terus aku kan orangnya emang suka design. Macem-macem sih yg aku design, dan di hari itu (tepatnya kapan, udah lupa), aku lagi iseng2 aja gambar design henna di sebuah kertas, terus rajin nonton video tutorial hijab dan make up juga di instagram (kalo sekarang udah nonaktif akunnya, ganti yg baru) dan diintip sama acilku, pertamanya gak sadar, keduanya kaget, ketiganya si acil ikutan nonton wkwk ๐Ÿ˜€

Selang beberapa hari kemudian, kami mendapatkan kesimpulan tentang membuka layanan jasa. 

Jasa apa yg kami pilih?

Ya, Kami memilih jasa pernikahan. Bukan berarti jadi penghulu loh ya haha.

Kami, memilih untuk menjadi Wedding Organizer. Yang ngurusin segala macemnya orang mau nikah, biasanya sih sistemnya paketan ๐Ÿ˜€ dan kebetulan, menjadi tim atau bagian dari WO adalah mimpi aku waktu SD loh, jadi ini yang kewujud ๐Ÿ˜€.

Kalo ditanya susah atau enggak bangun bisnis ini, apalagi kan kami mulai dari nol banget. Dari enggak ada yang tau sama sekali. Jawaban aku, namanya juga bangun bisnis ya, enggak ada yang gampang pastinya dan untuk pertama kalinya, kita enggak bisa narik untung gede karena harus balikin modal. Dan nambah-nambah apa-apa yang masih diperlukan. Yah, namanya juga usaha. Harus sabar. Tenang. Kalem. Gak gegabah. Yang penting yakin aja, setiap manusia rezekinya udah ditentuin sama Allah, dan enggak akan mungkin tertukar. Itusih prinsip kami yang pertama dalam membangun bisnis, adalah yakin.

Tahun 2k17 ini, adalah tahun ke-3 bisnis kami berdiri, *masih seumur jagung banget kan* dan alhamdulillahnya, udah mulai banyak yang ngelirik2 yah walaupun yang nge-PHP-in juga gak kalah banyak sih*ntar aku bikin postingan baru aja tentang suka dukanya bisnis ini*. Tapi enggak papa, kata acil aku yang penting pertama orang tau dulu, orang udah liat hasil kerjaan kita, orang udah tau pricelist dan paketan apa yg kita tawarkan, masalah jadi enggaknya terserah yang punya hajatan ๐Ÿ˜€. Benar juga, yang bisa aku ambil dari kata2 acilku ini adalah maknanya ikhlas. Jadi prinsip kedua bisnis kita ini, ikhlas. Karena kan tadi kita udah yakin kalo rezeki udah diatur dan gak ketukar, so kita ikhlas aja kalo ada orang yang udah mulai tanya-tanya harga ๐Ÿ˜€ walaupun aku sih kadang suka gedeg kalo ada orang yg PHP ๐Ÿ˜€.

Selanjutnya, tentang promosi. Kita, kalo promosi yang koar2 semacam “ayo dong sekarang kita udah buka bla bla melayani paket nikahan, tasmiyah, bla bla” di social media itu enggak ya. Paling paling kita cuman posting hasilnya aja sih di facebook, bbm, wa, line, dan instagram. Pernah ya, someday, aku tanya acilku, kenapa dia enggak kayak orang2 promosi sana sini, apalagi di grup seperti yang orang lakuin kalo punya bisnis. Terus acilku nanya, kamu gedeg apa enggak kalo notif fb isinya orang jualan semua? Ehh iya gedeg sih ๐Ÿ˜€ nah, kata acilku, khawatir orang-orang pada gedeg kalo liat kita promosi melulu. Jadi bilang acil, biar aja berjalan alami seperti air mengalir. Gak perlu koar-koar ke social media manapun. Jadi, prinsip selanjutnya adalah alami. Biarkan aja orang lain tau bisnis kita enggak dari media sosial. Bisnis kita. Usaha kita. Wadah kita dalam menuangkan apresiasi kita. Terserah aja, kita mau buat bisnis kita itu imagenya seperti apa. Lebih baik, orang mengenal karya kita terlebih dahulu sebelum mengenal siapa kita, daripada mengenal kita sebelum karya kita. Biarkan orang lain tau dengan sendirinya, karena kita udah yakin, dan ikhlas, maka biarkanlah semuanya mengalir apa adanya dengan alami.

Kemudian tentang customer. Nah ini dia, kita itu emang harus punya kata-kata yang manis, senyuman malaikat, hati yang baik, dan yang pastinya kita enggak boleh punya sifat sombong. Customer itu bagian terpenting, kalo enggak ada customer, gimana caranya bisnis kita bisa berjalan dan berkembang. Ya kan? Dan customer yang kami hadapi itu bermacam-macam. Tabiat, watak, sifat, dan karakternya. Ada yang enak di ajak kerjasama, tenang udah kayak air mengalir. Dan ada juga yang harus berapi-api dulu. Menguji kesabaran haha. Itulah kita harus punya self-control yg baik sih. Ada customer yang cerewetnya subhanallah, nawar ini, nawar itu. Minta ini, minta itu. Dan ujung-ujungnya enggak deal. Ini kan ngeselin banget ya haha. Tapi, diambil baiknya aja itu berarti dalam berbisnis selain yakin, ikhlas, dan alami, kita juga harus bersyukur. Syukurin aja kalo enggak jadi deal, daripada urusannya enggak kelar-kelar ya kan? See. Ada banyak jalan menuju roma. Inget aja, rezeki udah diatur dan enggak akan tertukar. So, pasti akan ada datang customer yang pas banget sama maunya hati kita ๐Ÿ˜˜.

Dalam berbisnis. Kita enggak bisa sendiri. Harus ada orang lain. Yang ikut mensukseskan bisnis kita. Tanpa mereka kita bukan apa-apa. Tanpa usaha, niat cuma sekedar mimpi. Dan tanpa duit, bisnis pun enggak kebangun ๐Ÿ˜€ karena semuanya berawal dari modal. ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€. Nah, untuk itu kami punya tim disini, dan sebagai boss (acilku), aku asistennya dia ๐Ÿ˜€ sebagai pimpinan bisnis, juga enggak boleh pelit2 sama anak buah ๐Ÿ˜€ dan juga enggak boleh sensitif yang dikit-dikit marah, apalagi anak buahnya juga harus punya inisiatif ๐Ÿ˜€. Untuk itu, prinsip disini adalah saling percaya. Boss percaya anak buah, begitu juga sebaliknya. Kalo ada masalah cepet diomongin, cepet diselesein. Kalo ada uneg-uneg tentang sikap (anak buah ataupun boss) disampaikan aja buat jalan instropeksi diri. Kita memang yang punya bisnis. Tapi, kita juga enggak boleh terlalu bossy, walaupun tegas itu harus. Kalo enggak mau dikhianatin anak buah #pengalamansist…

Udahhh itu aja, dulu..

Next aku bakalan ceritain suka duka aku sebagai asisten sekaligus bagian dari tim (henna artits) yang gak kalah serunya sama cerita si boss tentang clientnya, karena clientnya boss client aku juga *yayalah kan satu paket* ๐Ÿ˜€, jadi ditunggu aja. Buat yang mau tau mungkin bisa vote di komentar ๐Ÿ˜œ #apabangetdah ๐Ÿ˜€

Sekian dan terimakasih, udah mampir dan baca apalagi like dan komen ๐Ÿ˜€

Salam hangat

-SH-

P.s : nih beberapa (kalo semua kebanyakan ๐Ÿ˜€) poto2 hasil karya di bisnis kami dan doakan usaha kami “Zhafira Wedding Partner Samarinda” sukses terus ya.. ๐Ÿ˜€